
Dedi Mulyadi Soroti Karyawati di Cikarang Kehilangan Jari Terjepit Mesin, Gaji Malah Dipotong
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menarik perhatian pada sebuah kecelakaan kerja yang menimpa seorang karyawati di kawasan Cikarang, salah satu pusat industri di Jawa Barat. Perempuan itu diketahui kehilangan salah satu jarinya setelah terjepit mesin ketika menjalankan tugasnya di tempat kerja.
Yang makin menyayat, korban mengaku tidak pernah menerima kompensasi apa pun usai insiden tersebut. Lebih memprihatinkan lagi, ia menyebut gajinya tetap dipotong meski dialah pihak yang menjadi korban kecelakaan itu.
Rasa Prihatin KDM Melalui Unggahan Instagram
Kepedulian Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—disampaikan lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Sabtu (7/11). Dalam unggahan tersebut, ia menyatakan simpati sekaligus turut berduka atas musibah yang harus dihadapi sang karyawati.
KDM juga tidak berhenti pada ucapan belasungkawa semata. Ia menyingkap rencana tindak lanjut berupa undangan bertemu bagi korban. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (9/11), dengan harapan dialog tersebut mampu menemukan jalan keluar bagi persoalan yang dihadapi perempuan itu.
Imbauan untuk Seluruh Perusahaan di Jawa Barat
Kasus ini sekaligus menjadi momentum bagi KDM untuk menyampaikan pesan yang lebih luas. Ia meminta seluruh perusahaan di Jawa Barat mematuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan yang berlaku, demi memberikan perlindungan yang layak bagi setiap pekerja.
Menurutnya, peristiwa seperti yang dialami karyawati di Cikarang tidak boleh terulang kembali. Dedi menegaskan bahwa setiap perusahaan wajib menjalankan kewajibannya dalam melindungi para pekerjanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar dunia industri menjamin pegawainya terlindungi dari risiko kecelakaan kerja, sekaligus memastikan setiap karyawan memperoleh jaminan keselamatan kerja yang memadai. Pesan tersebut disampaikan tidak lain lantaran kasus terbaru ini memperlihatkan masih ada pekerja yang hak-haknya belum terpenuhi.
Poin Penting dari Pernyataan KDM
- Menyampaikan rasa prihatin atas musibah kecelakaan kerja yang dialami karyawati di Cikarang.
- Mengajak korban untuk bertemu pada Senin (9/11) guna mencari jalan keluar dari permasalahan.
- Meminta seluruh perusahaan di Jawa Barat patuh terhadap aturan ketenagakerjaan.
- Menegaskan peristiwa serupa tidak boleh terulang dan perusahaan harus memenuhi kewajibannya melindungi pegawai.
Perlindungan Pekerja Kembali Jadi Sorotan
Kasus karyawati ini mencuri perhatian karena korban menanggung beban ganda: kehilangan bagian tubuh sekaligus kehilangan hak ekonominya. Padahal, perlindungan pekerja semestinya menjadi prioritas utama setiap perusahaan, terlebih di kawasan industri yang padat aktivitas seperti Cikarang.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penentu bagi keselamatan dan kesejahteraan pekerja di lapangan. Kabar ketenagakerjaan dan berita Jawa Barat lainnya, termasuk kisah kecelakaan kerja di industri, dapat Anda ikuti melalui pembaruan artikel berikutnya.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










