
Kurang dari lima detik. Waktu yang dibutuhkan Veddriq Leonardo untuk memanjat dinding 15 meter di final Olimpiade Paris 2024 hanya 4,75 detik. Tak heran jika pencarian profil Veddriq Leonardo terus ramai: emas pada 8 Agustus 2024 itu adalah emas Olimpiade pertama Indonesia di luar bulu tangkis.
Selama 32 tahun, tujuh emas Olimpiade Indonesia semuanya lahir dari bulu tangkis, hingga emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di Tokyo 2020. Nama besar lain seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo juga lahir dari cabang itu. Veddriq memecah tradisi tersebut lewat panjat tebing kecepatan, nomor yang menuntut atlet menyentuh puncak dinding secepat mungkin.
Bagi kamu yang baru mengenalnya, halaman ini merangkum biodata, perjalanan karier, daftar prestasi, sampai fakta menarik sang atlet asal Kalimantan Barat.
Biodata Veddriq Leonardo dan Profil Singkat
Sebelum masuk ke kisah kariernya, kenali dulu sosok Veddriq lewat tabel di bawah ini. Data dirinya merujuk pada catatan Wikipedia dan profil resmi federasi panjat tebing dunia.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Veddriq Leonardo |
| Tempat, tanggal lahir | Pontianak, 11 Maret 1997 |
| Usia | 29 tahun (per September 2026) |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Cabang olahraga | Panjat tebing |
| Nomor | Kecepatan (speed) |
| Orang tua | Sumaryanto dan Rosita |
| Urutan dalam keluarga | Anak ketiga dari lima bersaudara |
| Pendidikan | Sarjana PGSD, Universitas Tanjungpura |
| Tahun aktif | 2014 sampai sekarang |
| Prestasi terbesar | Emas Olimpiade Paris 2024 |
| Waktu terbaik | 4,75 detik (final Olimpiade Paris 2024) |
Masa Kecil di Pontianak dan Awal Menekuni Panjat Tebing
Veddriq Leonardo lahir 11 Maret 1997 di Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Ia anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Sumaryanto dan Rosita. Keluarganya tidak punya latar belakang olahraga panjat tebing.
Panjat tebing masuk ke hidupnya saat ia duduk di kelas satu SMA. Awalnya ia menekuni nomor boulder, sebelum akhirnya pindah ke nomor speed yang kemudian menjadi spesialisasinya.
Ia juga tidak meninggalkan pendidikan. Veddriq menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana PGSD dari Universitas Tanjungpura, Pontianak. Latar belakang itu membuatnya nyaris menekuni dunia pengajaran sebelum olahraga membawanya ke panggung dunia.
Perjalanan Karier Veddriq Leonardo
Kariernya dibangun bertahap dari kejuaraan lokal hingga podium Olimpiade. Kronologinya bisa kamu baca pada bagian berikut.
Debut Internasional di Piala Dunia IFSC 2018
Panggung pertamanya adalah kejuaraan nasional 2014 di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Debut itu ditutup di peringkat delapan besar, hasil yang cukup untuk menarik perhatian pembina.
Medali nasional pertamanya menyusul pada 2016: perunggu kejuaraan nasional junior di Kepulauan Bangka Belitung. Pintu kancah dunia kemudian terbuka pada 2018. Veddriq langsung finis ketiga di Piala Dunia IFSC Moskow, podium internasional pertama untuk pemanjat yang saat itu baru berusia 21 tahun.
Rekor Dunia di Salt Lake City dan Juara Umum 2021
28 Mei 2021 menjadi titik balik kariernya. Di seri Piala Dunia IFSC Salt Lake City, Veddriq Leonardo mencatat rekor dunia baru 5,20 detik sekaligus merebut emas. Lawannya di final bukan orang asing: Kiromal Katibin, rekan satu tim nasional Indonesia.
Emas kedua datang di seri Villars, Swiss, setelah ia mengalahkan Dmitri Timofeev dari Rusia. Kemenangan tersebut mengunci gelar juara umum Piala Dunia IFSC 2021 nomor kecepatan putra.
Menembus Batas Lima Detik di Seoul 2023
Puncak dominasinya datang pada 28 April 2023 di Seoul, Korea Selatan. Hari itu Veddriq Leonardo mencatat 4,984 detik dan resmi menjadi pemanjat cepat pertama di dunia yang menembus batas lima detik. Beberapa saat kemudian ia memangkas catatannya lagi menjadi 4,90 detik.
Gelar juara umum terus mengalir setelah itu. Veddriq menutup musim 2021, 2022, dan 2023 sebagai juara umum Piala Dunia IFSC kecepatan putra, tiga kali berturut-turut.
Emas Asian Games dan World Games
Di Asian Games 2018 Jakarta–Palembang, ia menyumbang emas nomor beregu kecepatan putra di depan publik sendiri. Empat tahun kemudian di Hangzhou 2022, koleksinya bertambah: perak beregu dan perunggu nomor kecepatan individu.
Pada World Games 2022 di Birmingham, Amerika Serikat, ia kembali naik podium tertinggi. Final melawan Kiromal Katibin berakhir dengan gelar emas setelah sang rival jatuh di lomba penentuan.
Di ajang kejuaraan Asia, koleksinya juga gemilang: emas kecepatan dan perak beregu dari Bogor 2019, perak Seoul 2022, serta perunggu Meishan 2026.
Medali Emas Olimpiade Paris 2024
8 Agustus 2024 menjadi hari penentu di Le Bourget, Paris. Di final nomor kecepatan putra, Veddriq menyentuh plate puncak dalam 4,75 detik, lebih cepat 0,02 detik dari Wu Peng (4,77 detik).
Catatan itu sekaligus menjadi rekor Olimpiade pertama nomor speed putra, karena Paris 2024 adalah Olimpiade pertama yang menggelar kecepatan sebagai nomor mandiri. Emas tersebut menjadikan Veddriq atlet Indonesia pertama yang meraih emas Olimpiade di cabang selain bulu tangkis.
Di hari yang sama, kontingen Indonesia menambah khazanah emas lewat Rizki Juniansyah di angkat besi. Dua emas dalam satu edisi itu mengulang prestasi kontingen Indonesia di Barcelona 1992.
Kekuatan Utama di Dinding Kecepatan
Keunggulan utama Veddriq ada pada reaksi start dan ledakan tenaga di awal panjat. Atlet speed hanya punya waktu kurang dari lima detik, sehingga kualitas 0,1 detik pertama sangat menentukan hasil akhir. Ia dikenal mampu tampil stabil justru di situasi paling menegangkan.
Dinding speed memakai rute standar internasional yang sama untuk semua atlet, sehingga gerakan bisa dilatih hingga otomatis. Ribuan repetisi latihan ditambah kekuatan kaki membuat panjatnya terlihat mengalir seperti satu gerakan tunggal.
Faktor mental melengkapi semuanya. Veddriq kerap mencetak waktu terbaiknya justru di babak final, seperti yang terlihat di Seoul 2023 dan Paris 2024.
Daftar Prestasi Veddriq Leonardo
Tabel berikut merangkum medali utama yang ia kumpulkan sepanjang kariernya.
| Tahun | Ajang | Nomor | Hasil |
|---|---|---|---|
| 2018 | Piala Dunia IFSC Moskow | Kecepatan | Perunggu |
| 2018 | Asian Games Jakarta–Palembang | Beregu kecepatan | Emas |
| 2019 | Kejuaraan Asia Bogor | Kecepatan | Emas |
| 2019 | Kejuaraan Asia Bogor | Beregu kecepatan | Perak |
| 2021 | Piala Dunia IFSC Salt Lake City | Kecepatan | Emas |
| 2021 | Piala Dunia IFSC Villars | Kecepatan | Emas |
| 2021 | Piala Dunia IFSC | Kecepatan | Juara umum |
| 2022 | World Games Birmingham | Kecepatan | Emas |
| 2022 | Asian Games Hangzhou | Kecepatan | Perunggu |
| 2022 | Asian Games Hangzhou | Beregu kecepatan | Perak |
| 2022 | Kejuaraan Asia Seoul | Kecepatan | Perak |
| 2022 | Piala Dunia IFSC | Kecepatan | Juara umum |
| 2023 | Piala Dunia IFSC | Kecepatan | Juara umum |
| 2024 | Olimpiade Paris | Kecepatan | Emas |
| 2026 | Piala Dunia IFSC | Kecepatan | Emas |
| 2026 | Kejuaraan Asia Meishan | Kecepatan | Perunggu |
Sedikit catatan soal gelar seri Piala Dunia: selain juara umum, ia juga mengoleksi dua emas pada musim 2023. Musim 2022 menambah dua emas dan satu perunggu dari seri yang berbeda.
Kehidupan Pribadi dan Sosok di Balik Dinding
Di luar dinding panjat, Veddriq dikenal rendah hati. Media yang meliputnya sejak masa pembinaan kerap menggambarkan Veddriq Leonardo sebagai pribadi santai yang tidak banyak bicara. Ia lebih memilih menjawab lewat hasil di dinding.
Prestasinya di luar olahraga juga diakui. Pada Februari 2025, ia masuk daftar Fortune Indonesia 40 Under 40, jajaran orang muda Indonesia paling berpengaruh versi majalah tersebut.
Perjalanan dari daerah ke panggung dunia ini bukan cerita langka di Indonesia. Kejutan serupa pernah ditampilkan Lalu Muhammad Zohri dalam kisah lahir juanya dari Lombok hingga juara dunia junior.
Fakta Menarik tentang Veddriq Leonardo
- Atlet pertama Indonesia dengan emas Olimpiade di luar bulu tangkis. Emas Paris 2024 memecah dominasi 32 tahun bulu tangis di atas podium tertinggi.
- Tiga kali pemegang rekor dunia. 5,20 detik di Salt Lake City 2021, lalu 4,984 detik dan 4,90 detik di Seoul 2023.
- Manusia pertama resmi di bawah lima detik. Catatan 4,984 detik pada 2023 membuka babak baru panjat kecepatan dunia.
- Sarjana PGSD Universitas Tanjungpura. Ia menyelesaikan kuliah meski jadwal latihan dan turnamennya padat.
- Anak ketiga dari lima bersaudara. Orang tuanya, Sumaryanto dan Rosita, tidak punya latar belakang panjat tebing.
- Berhak atas insentif pemerintah Rp5 miliar. Nilai itu sesuai aturan insentif bagi peraih medali emas Olimpiade.
Pertanyaan Umum tentang Veddriq Leonardo
Berapa usia Veddriq Leonardo?
Lahir pada 11 Maret 1997, Veddriq berusia 29 tahun per September 2026.
Berapa waktu terbaik Veddriq Leonardo?
Waktu terbaiknya di ajang resmi adalah 4,75 detik, dicetak pada final Olimpiade Paris 2024. Rekor dunia terakhir yang ia cetak tercatat 4,90 detik di Seoul 2023.
Apa prestasi terbesar Veddriq Leonardo?
Medali emas nomor kecepatan putra Olimpiade Paris 2024. Emas itu sekaligus yang pertama bagi Indonesia di cabang selain bulu tangkis.
Kapan Veddriq Leonardo pertama memecahkan rekor dunia?
28 Mei 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, dengan catatan 5,20 detik. Dua rekor lain menyusul di Seoul pada 2023.
Apakah Veddriq masih aktif bertanding?
Ya. Ia masih naik podium pada 2026, termasuk emas Piala Dunia IFSC dan perunggu Kejuaraan Asia Meishan. Peluangnya tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 masih terbuka meski belum ada kepastian resmi. Bila benar tampil, ia menyusul jejak panjang Eko Yuli Irawan yang telah lima kali bermain di Olimpiade.










