
Kisah Lalu Muhammad Zohri: Juara Dunia Junior dari Lombok
Lalu Muhammad Zohri pernah membuat seluruh Indonesia berhenti sejenak di depan televisi. Tanggal 11 Juli 2018, pemuda berusia 17 tahun asal Lombok Utara finis lebih dulu dari semua finalis IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia. Catatan waktunya 10,18 detik pada nomor sprint 100 meter. Gelar juara dunia junior itu jadi momen sejarah atletik Tanah Air.
Kemenangan itu terasa istimewa karena datang dari lingkungan latihan yang sederhana. Presiden Joko Widodo bahkan menelepon Zohri langsung untuk memberi ucapan selamat. Lalu siapa sosok di balik rekor nasional 100 meter itu, dan bagaimana jalannya sampai ke puncak podium dunia?
Biodata Lengkap Lalu Muhammad Zohri
Sebelum membahas kariernya, ini rangkuman data diri Lalu Muhammad Zohri yang paling sering dicari penggemar olahraga.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Lalu Muhammad Zohri |
| Nama populer | Zohri |
| Tempat, tanggal lahir | Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, 1 Juli 2000 |
| Usia | 26 tahun (per September 2026) |
| Tinggi badan | 172 cm |
| Berat badan | 60 kg |
| Orang tua | Lalu Ahmad Yani (ayah) dan Saeriah (ibu) |
| Posisi dalam keluarga | Bungsu dari empat bersaudara |
| Hobi | Sepak bola dan futsal |
| Nomor lomba | 100 meter, 200 meter, estafet 4×100 meter |
| Rekor pribadi 100 m | 10,03 detik (rekor nasional, Osaka 2019) |
| Rekor pribadi 200 m | 20,81 detik (Cibinong 2019) |
Masa Kecil Lalu Muhammad Zohri di Pesisir Lombok Utara
Lalu Muhammad Zohri lahir dan besar di kawasan Pemenang, Lombok Utara. Keluarganya hidup sederhana di pesisir utara pulau Lombok. Ayahnya, Lalu Ahmad Yani, berpulang pada 2017. Ibunya, Saeriah, lebih dulu pergi pada 2015, saat Zohri masih duduk di bangku sekolah.
Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, ia tumbuh jadi anak yang mandiri. Hobi utamanya justru sepak bola dan futsal, bukan lari. Bercermin dari cita-cita jadi pesepak bola profesional, Zohri kecil menghabiskan sore bersama teman-temannya di lapangan.
Lari cepat baru menemukannya saat masa SMP. Bakatnya terlihat dari kejuaraan pelajar, meski fisiknya yang kurus awalnya membuat pelatih ragu. Ragu itu cepat hilang setelah Zohri menunjukkan langkah panjang khas pelari sprint. Ia lalu masuk pembinaan PPLP NTB dan mulai mengumpulkan medali di kejuaraan pelajar nasional.
Rutinitas latihannya juga jauh dari mewah. Sebelum akses ke lintasan standar terbuka, Zohri mengasah lari di lintasan sekolah dan area sekitar rumahnya. Kondisi seperti ini jadi kisah umum atlet muda di daerah. Bedanya, Zohri terus bertahan dan biaya latihannya kemudian terbantu beasiswa atlet pelajar.
Lalu Muhammad Zohri dan Emas Sejarah di Tampere 2018
Final 100 meter World U20 Championships 2018 berlangsung 11 Juli 2018. Zohri finis pertama dengan waktu 10,18 detik. Ia mengalahkan dua pelari muda Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatat 10,22 detik.
Angka 10,18 detik itu memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri. Rekor lamanya 10,25 detik. Media Indonesia mencatat prestasi ini sebagai sejarah baru atletik Tanah Air, sebab sebelumnya pelari terbaik Indonesia di kejuaraan dunia junior hanya lolos penyisihan pada 1986.
Momen selebrasi juga hangat diperbincangkan. Video telepon dari Presiden Jokowi viral karena Zohri sempat grogi hingga tak sanggup bicara panjang. Pemerintah kemudian memberi dukungan lanjutan, termasuk hadiah rumah untuk keluarganya di Lombok.
Gelar tersebut mengubah banyak hal bagi Lalu Muhammad Zohri. Namanya mendadak melebar dari pembaca berita olahraga sampai masyarakat umum. Bagi atletik NTB, emas itu juga menumbuhkan harapan baru bahwa Lombok bisa terus melahirkan pelari berkelas dunia.
Perjalanan Karier Lalu Muhammad Zohri di Level Senior
Sukses di Tampere membawa Lalu Muhammad Zohri ke panggung yang jauh lebih berat. Hanya sebulan setelah gelar dunia juniornya, ia sudah tampil di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Di final 100 meter ia finis ketujuh dengan 10,20 detik. Sebagai tebusan, estafet 4×100 meter Indonesia meraih perak, dan Zohri menjadi pelari kedua dalam formasi itu.
Tahun 2018 juga membawa emas nomor 100 meter di Asian Junior Championships di Gifu, Jepang, dengan catatan 10,27 detik.
Loncatan besar datang pada 2019. Di Asian Athletics Championships Doha, Zohri merebut perak 100 meter dengan 10,13 detik. Waktu itu memecahkan rekor nasional senior milik Suryo Agung Wibowo yang bertahan 10,17 detik sejak era 2000-an. Beberapa bulan kemudian di Golden Grand Prix Osaka, ia kembali mempertajam rekor nasionalnya menjadi 10,03 detik sekalian mencetak rekor Asia Tenggara.
Zohri lalu membela Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Ia tersingkir di babak kualifikasi setelah finis kelima di heat-nya. Piala Dunia Atletik 2022 di Eugene juga berakhir di penyisihan dengan catatan 10,42 detik.
Di SEA Games, jalannya penuh lika-liku. Di Hanoi 2021 yang digelar Mei 2022, ia finis keempat di 100 meter dengan 10,59 detik dan gagal podium. Pembalasan datang di SEA Games 2023 Kamboja lewat emas estafet 4×100 meter plus perunggu nomor 200 meter. Di SEA Games 2025 Thailand, ia kembali menambah medali perak 100 meter dan perunggu estafet.
Tetap ada kabar gembira dari panggung pelajar dan mahasiswa. Di ASEAN University Games 2024 di Surabaya dan Malang, Zohri meraih emas 100 meter dengan 10,19 detik. Di Olimpiade Paris 2024, ia kembali tampil di 100 meter dan tersingkir di kualifikasi dengan 10,26 detik.
Di luar nomor andalannya, Zohri juga rutin menuruni 200 meter. Rekor pribadinya di nomor itu 20,81 detik, dicatat pada 2019 di Cibinong. Perpaduan dua nomor sprint ini menjaga volume latihannya tetap beragam di sepanjang tahun.
Gaya Berlari Lalu Muhammad Zohri
Start Blok yang Tajam
Zohri dikenal punya reaksi start cepat terhadap tembakan starter. Dengan tinggi 172 cm, start efisien jadi kunci menutupi keterbatasan panjang langkah dibanding pelari yang lebih tinggi.
Top Speed yang Konsisten
Fase 30 sampai 80 meter adalah kekuatan utamanya. Begitu mencapai kecepatan maksimum, ia mampu mempertahankan ritme langkah sampai garis finis. Konsistensi ini yang membedakannya dari banyak pelari muda yang cepat kendur di 20 meter terakhir.
Mental Panggung Besar
Dibesarkan lewat kejuaraan pelajar membuatnya terbiasa tampil di bawah tekanan. Final Tampere 2018 jadi bukti nyata. Saat lawan-lawannya terlihat cemas, Zohri justru tampak paling tenang di blok start.
Prestasi dan Statistik Lalu Muhammad Zohri
Tabel berikut merangkum medali dan hasil penting yang ia kumpulkan sejak level pelajar.
| Tahun | Kompetisi | Lokasi | Hasil |
|---|---|---|---|
| 2017 | ASEAN School Games | Singapura | Perak 200 meter |
| 2018 | World U20 Championships | Tampere, Finlandia | Emas 100 meter, 10,18 detik |
| 2018 | Asian Junior Championships | Gifu, Jepang | Emas 100 meter, 10,27 detik |
| 2018 | Asian Games | Jakarta dan Palembang | Perak estafet 4×100 meter |
| 2019 | Asian Athletics Championships | Doha, Qatar | Perak 100 meter, 10,13 detik |
| 2019 | Golden Grand Prix Osaka | Osaka, Jepang | Perunggu 100 meter, 10,03 detik |
| 2021 | Olimpiade Tokyo | Tokyo, Jepang | Tersingkir di babak kualifikasi 100 meter |
| 2023 | SEA Games | Kamboja | Emas estafet 4×100 meter, perunggu 200 meter |
| 2024 | ASEAN University Games | Surabaya dan Malang | Emas 100 meter, 10,19 detik |
| 2024 | Olimpiade Paris | Paris, Prancis | Tersingkir di babak kualifikasi 100 meter |
| 2025 | SEA Games | Thailand | Perak 100 meter, perunggu estafet 4×100 meter |
Fakta Menarik tentang Lalu Muhammad Zohri
-
Emas Tampere 2018 adalah medali pertama Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior atletik sekaligus satu-satunya emas pada nomor lari hingga kini.
-
Video telepon dari Presiden Jokowi usai final Tampere viral dan membuat nama Zohri melebar ke seluruh Indonesia dalam semalam.
-
Pemerintah memberinya hadiah rumah di Lombok sebagai bentuk apresiasi atas gelar juara dunia junior itu.
-
Sebelum juara dunia, ia berlatih di fasilitas terbatas, mulai dari lintasan sekolah sampai program pembinaan PPLP NTB.
-
Hobi aslinya sepak bola dan futsal, dan cita-cita masa kecilnya justru menjadi pesepak bola profesional.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa rekor nasional 100 meter Lalu Muhammad Zohri?
Lalu Muhammad Zohri memegang rekor nasional 100 meter dengan waktu 10,03 detik. Angka itu ia cetak di Golden Grand Prix Osaka 2019, memecahkan rekor sebelumnya 10,13 detik yang ia buat di Doha.
Kapan Zohri juara dunia junior?
11 Juli 2018 di Tampere, Finlandia. Saat itu ia baru berusia 17 tahun dan menjuarai nomor 100 meter putra World U20 Championships dengan 10,18 detik.
Zohri berasal dari daerah mana?
Ia berasal dari Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ia tumbuh di kawasan Pemenang sebagai anak bungsu dari empat bersaudara.
Apakah Lalu Muhammad Zohri pernah tampil di Olimpiade?
Sudah dua kali. Lalu Muhammad Zohri berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024 pada nomor 100 meter, keduanya tersingkir di babak kualifikasi.
Profil Lalu Muhammad Zohri menunjukkan bahwa bakat besar bisa tumbuh dari lingkungan sederhana. Kalau kamu ingin membaca kisah atlet Indonesia lainnya, lanjutkan lewat profil Jonatan Christie dan profil Eko Yuli Irawan. Dua kisah atletik lain juga menarik untuk dibaca, mulai profil Jay Idzes sampai profil Rizki Juniansyah.










