TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Sejarah PKI di Indonesia, dari Madiun 1948 hingga G30S 1965

Sejarah PKI di Indonesia, dari Madiun 1948 hingga G30S 1965

By Johan Arif
21 September 2026
0
0
Sejarah PKI di Indonesia, dari Madiun 1948 hingga G30S 1965

Sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap hanya diasosiasikan dengan peristiwa G30S 1965. Padahal, perjalanan organisasi ini jauh lebih panjang. Rangkaiannya dimulai dari tumbuhnya gerakan komunis pada awal abad ke-20, mengalami kehancuran pasca Peristiwa Madiun 1948, bangkit kembali menjadi kekuatan politik besar pada dekade 1950-an, lalu runtuh usai pergolakan politik 1965 sebelum akhirnya dibubarkan secara hukum pada 1966.

Akar Gerakan Komunis di Hindia

Akar gerakan komunis di Indonesia dapat ditelusuri hingga pembentukan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) pada 1914. Organisasi itu terus berkembang hingga pada 1920 berubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia, yang selanjutnya dikenal sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peristiwa Madiun 1948

Konflik antara PKI dan pemerintah memuncak pada Peristiwa Madiun 1948. Pemerintah berhasil mengakhiri konflik tersebut dalam hitungan bulan. Sejumlah pemimpin dan anggota kelompok yang terlibat ditangkap, sementara sebagian lainnya tewas.

Peristiwa ini menjadi salah satu titik penting yang membuat hubungan PKI dengan pemerintah maupun kelompok politik lain semakin tegang. Organisasi PKI sendiri nyaris runtuh total akibat peristiwa tersebut.

Kebangkitan pada Dekade 1950-an

Setelah organisasinya porak-poranda akibat Madiun, PKI membangun ulang kekuatan politiknya sepanjang dekade 1950-an. Di bawah kepemimpinan D.N. Aidit bersama sejumlah tokoh lain, partai ini memperluas jaringan organisasi sekaligus basis dukungan di kalangan buruh, petani, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya.

Capaian tersebut terlihat jelas pada Pemilu 1955. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), PKI meraih 6.179.914 suara atau setara 16,36 persen suara nasional untuk pemilihan anggota DPR, yang menghasilkan 39 kursi. Perolehan itu menempatkan PKI pada urutan keempat, di bawah PNI, Masyumi, dan NU.

Dukungan serupa juga datang pada pemilihan anggota Konstituante. PKI mengantongi sekitar 6,23 juta suara dengan 80 kursi. Angka-angka ini menegaskan bahwa PKI telah kembali menjadi salah satu kekuatan politik utama dalam sistem demokrasi parlementer Indonesia pada pertengahan 1950-an.

Runtuhnya PKI Pasca 1965

Pergolakan politik 1965 menjadi titik akhir perjalanan panjang PKI. Pembubaran partai pada 1966 menandai berakhirnya keberadaan PKI sebagai kekuatan politik resmi di Indonesia. Sejak saat itu, PKI tidak lagi menjadi partai politik yang diperbolehkan beraktivitas di tanah air.

Perubahan politik pascaperistiwa tersebut juga ikut mempercepat berakhirnya pemerintahan Presiden Soekarno sekaligus menghadirkan pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto.

Penafsiran Sejarah yang Masih Diperdebatkan

Pembahasan mengenai sejarah PKI dan peristiwa 1965 tidak lepas dari perbedaan penafsiran di kalangan sejarawan. Narasi resmi pada masa Orde Baru mengaitkan G30S dengan PKI. Sementara itu, sejumlah penelitian dan sumber sejarah lain justru menyoroti keterlibatan berbagai aktor dengan tingkat tanggung jawab yang berbeda-beda.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mencatat bahwa sumber mengenai peristiwa tersebut berasal dari beragam arsip, termasuk koleksi dari Indonesia, Amerika Serikat, dan Jepang. ANRI menekankan pentingnya menelaah arsip dari berbagai sumber agar peristiwa 1965 dapat dipahami secara utuh.

Hingga kini, kajian tentang PKI, G30S, dan kekerasan 1965-1966 tetap menjadi bagian penting dalam kajian sejarah Indonesia. Persoalan ini tidak hanya menyangkut perubahan politik, tetapi juga berkaitan erat dengan isu hak asasi manusia.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Jokowi Bertemu Presiden Timor Leste, Ingin Buka Rute Kapal ke Australia
    Nasional

    Jokowi Bertemu Presiden Timor Leste, Ingin Buka Rute Kapal ke Australia

    20 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Sambangi India dan Turki, Prabowo Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan dan Alutsista
    Nasional

    Sambangi India dan Turki, Prabowo Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan dan Alutsista

    28 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Yusril: PP Soal Penugasan Polri di Jabatan Sipil Bakal Rampung Januari 2026
    Nasional

    Yusril: PP Soal Penugasan Polri di Jabatan Sipil Bakal Rampung Januari 2026

    24 Desember 2025
    By Johan Arif
  • Survei Capres-Cawapres The Matchmaker: Prabowo-Ganjar Masih di Puncak, Disusul Ganjar-Erick
    Nasional

    Survei Capres-Cawapres The Matchmaker: Prabowo-Ganjar Masih di Puncak, Disusul Ganjar-Erick

    22 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Hasto Buka Suara Soal Kans Gibran Bacawapres Prabowo
    Nasional

    Hasto Buka Suara Soal Kans Gibran Bacawapres Prabowo

    13 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Mulan Jameela Protes Ahok, Diskon BBM Khusus Ojol Bikin Cemburu Supir Angkot dan Ojek Pangkalan
    NasionalSelebriti

    Mulan Jameela Protes Ahok, Diskon BBM Khusus Ojol Bikin Cemburu Supir Angkot dan Ojek Pangkalan

    29 April 2020
    By Johan Arif

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Lho, Kenapa Prabowo Sebut Pandemi Covid-19 Ancaman Nyata ke Pertahanan Negara?
    Nasional

    Hasil Survey Kembali Nobatkan Prabowo ‘Menteri Terbaik’ Jokowi

  • Jokowi Larang Semua Menteri ke Luar Negeri Tanpa Izin, Kecuali Menlu
    Nasional

    Jokowi Larang Semua Menteri ke Luar Negeri Tanpa Izin, Kecuali Menlu

  • Sepi Job dan Hampir Setahun Hidup Andalkan Tabungan, Nowela Rilis Lagu 'Trausah Pikir'
    Selebriti

    Sepi Job dan Hampir Setahun Hidup Andalkan Tabungan, Nowela Rilis Lagu ‘Trausah Pikir’

  • Anies Ngaku Kecolongan, Pengunjung Pasar Tanah Abang Melonjak 2 Kali Lipat
    Nasional

    Anies Ngaku Kecolongan, Pengunjung Pasar Tanah Abang Melonjak 2 Kali Lipat

  • Anies Sebut Kemang Tidak Banjir, Saat Kawasan itu Terendam 2 Meter
    Nasional

    Muncul Dugaan Manipulasi, Surat Anies ke Mensesneg Akhirnya Direvisi

Artikel Terbaru

  • 7 Cara Menyimpan Roti agar Tidak Berjamur dan Tahan Lama 22 September 2026
  • Profil Kevin Sanjaya Sukamuljo, Sang Minions: Biodata dan Karier 22 September 2026
  • Terjaring OTT, Bupati Bolaang Mongondow Utara Ditahan KPK 22 September 2026
  • Apa Itu Fast Charging di HP dan Bagaimana Cara Kerjanya? 22 September 2026
  • Pemerintah Segera Susun Aturan soal Lembaga Penyelenggara Reforma Agraria 22 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (50)
  • Keuangan (7)
  • Kuliner (1,056)
  • Nasional (7,924)
  • Olahraga (1,131)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,204)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.