
Polda Metro Jaya memastikan akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Betrand Peto, anak Ruben Onsu, terkait laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS). Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan kapan pemanggilan tersebut akan dilaksanakan.
Belum Ada Jadwal Pasti Pemeriksaan
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap Betrand masih menunggu pengagendaan dari tim penyidik. Ia belum bisa menyebutkan waktu pasti kapan anak Ruben Onsu itu akan dimintai keterangan.
Onkoseno menjelaskan bahwa ke depannya tim penyidik akan menyusun agenda untuk mengambil keterangan dari berbagai pihak yang terkait dengan perkara. Hal itu ia sampaikan saat berbicara dengan wartawan, Senin (14/9).
Penyelidikan Masih Berlangsung
Onkoseno menuturkan bahwa proses penyelidikan atas laporan tersebut saat ini masih dikerjakan oleh para penyelidik. Pada tahap ini, kepolisian tidak hanya akan memeriksa Betrand, tetapi juga pelapor serta sejumlah saksi yang mengetahui kejadian.
Menurutnya, setelah laporan resmi diterima, penyelidik akan menyelesaikan serangkaian administrasi penyelidikan terlebih dahulu. Baru setelah itu, tim penyidik yang menangani perkara akan memanggil pelapor dan saksi-saksi untuk dimintai keterangan, termasuk meminta visum sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Dilaporkan Wanita Berinisial AW
Sebelumnya, Betrand Peto dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/9) oleh seorang perempuan berinisial AW. Laporan tersebut menyangkut dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang disebut terjadi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Kabar ini menarik perhatian publik karena Betrand merupakan anak dari selebritas Ruben Onsu yang wajahnya sudah lama dikenal masyarakat.
Ruben Onsu Minta Publik Tidak Buru-buru Menilai
Menanggapi laporan tersebut, Ruben Onsu selaku ayah Betrand menyampaikan pesan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia meminta masyarakat tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan sebelum kasus ini terungkap secara jelas.
Ruben mengaku masih menunggu penjelasan dari teman-teman anaknya yang berada di lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa keluarganya tidak akan menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi dan akan menerima hasil sesuai bukti-bukti yang ada.
Melalui unggahan itu pula, Ruben berharap semua pihak menahan diri untuk tidak menyimpulkan secara dini atas laporan yang beredar. Ia menekankan bahwa pihaknya percaya kejadian sebenarnya akan terungkap seiring berjalannya proses.
Klaim Siap Kooperatif
Tidak berhenti di situ, Ruben juga menegaskan sikap keluarganya sepanjang proses hukum berjalan. Ia memastikan pihaknya akan tetap kooperatif, siap memberikan keterangan, serta melakukan hal-hal yang diperlukan sebaik-baiknya untuk mendukung penyelidikan.
Kini publik tinggal menunggu langkah lanjutan dari penyidik Polda Metro Jaya, termasuk soal kapan Betrand Peto resmi menjalani pemeriksaan.
Sumber: cnnindonesia.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










