
Taj Yasin Maimoen Jadi Tokoh Terpopuler di Bursa Pilkada Jateng
Lembaga survei Parameter Politik Indonesia menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai tokoh paling populer dalam bursa bakal calon gubernur pada Pilkada Jawa Tengah.
Survei tersebut dilakukan pada 15-21 Mei 2024. Popularitas para tokoh diukur dengan menanyakan langsung kepada responden apakah mereka mengenal nama-nama yang disebutkan dalam survei.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa sebanyak 52,1 persen responden mengaku mengenal Taj Yasin. Hasil itu membuat Taj Yasin berada di peringkat pertama dalam tingkat popularitas calon yang diperbincangkan untuk Pilkada Jateng.
“Responden kami tanyakan satu per satu apakah mengenal tokoh-tokoh tersebut. Untuk nama Taj Yasin, sekitar 52,1 persen menyatakan mengenalnya,” ujar Adi dalam rilis yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Hendrar Prihadi dan Dico Ganinduto Menyusul
Di posisi kedua, terdapat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi. Mantan Wali Kota Semarang itu mencatat tingkat popularitas sebesar 40 persen berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia.
Sementara itu, Bupati Kendal Dico Ganinduto berada di urutan ketiga. Namanya dikenal oleh 38,1 persen responden.
Adi mengatakan, nama-nama tersebut merupakan tokoh yang dinilai berpotensi maju atau kerap dikaitkan dengan kemungkinan pencalonan dalam Pilkada Jawa Tengah. Karena itu, survei tersebut memotret sejauh mana tingkat pengenalan publik terhadap setiap tokoh secara umum.
“Tokoh-tokoh ini memiliki potensi atau sering diperbincangkan dan dikaitkan dengan kemungkinan maju dalam Pilkada Jateng. Jika dihitung satu per satu, hasilnya menunjukkan gambaran popularitas mereka secara umum,” kata Adi.
Popularitas Belum Menjamin Elektabilitas
Meski beberapa nama sudah cukup dikenal masyarakat, Adi menilai belum ada tokoh dalam bursa Pilkada Jateng yang bisa disebut memiliki tingkat popularitas sangat menonjol.
Dengan kata lain, posisi teratas Taj Yasin dalam survei tersebut menunjukkan tingkat pengenalan publik, bukan kepastian dukungan atau elektabilitas sebagai calon gubernur. Demikian pula dengan Hendrar Prihadi dan Dico Ganinduto yang berada di bawahnya.
Hasil survei ini menjadi gambaran awal mengenai tokoh-tokoh yang telah muncul dalam pembicaraan terkait Pilkada Jawa Tengah. Namun, tingkat popularitas masih dapat berubah seiring perkembangan dinamika politik dan pencalonan menjelang pemilihan.
Sumber: republika.










