
TIKTAK.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengusulkan mengekspor benur alias benih lobster ke Vietnam. Usulan itu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti termasuk yang secara keras menentang benih lobster diambil dari alam untuk dibudidaya, apalagi diekspor. Menurutnya, lobster lebih baik berkembang biak di alam.
“Budidaya lobster bakal menghabiskan plasma nutfah di alam,” tulis Susi melalui akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti. Ia mengatakan, budidaya nantinya akan berhenti jika bibit lobster itu telah habis di alam.
Baca juga: Pelarangan Perayaan Natal Masih Terjadi, Demokrat ke Jokowi: Ingat Sumpahmu Pak!
Pemilik maskapai Susi Air itu menjelaskan, lobster belum bisa berkawin dan memijah di tempat budidaya maupun penangkaran. Melainkan lobster bertelur, melahirkan, hingga beranjak dewasa merupakan peran alam.
Apalagi, lanjut Susi, Indonesia memang belum memiliki budidaya lobster yang matang dan masih kalah dengan negara tetangga. Ia mengklaim baik budidaya maupun ekspor dinilai bisa memicu pengambilan bibit secara massal dan mengganggu ekosistem.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










