TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Setelah Propaganda Soal ‘Invasi’ Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina

Setelah Propaganda Soal ‘Invasi’ Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina

By William Putra Wijaya
22 Februari 2022
455
0
Setelah Propaganda Soal 'Invasi' Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina

TIKTAK.ID – Di tengah serbuan tuduhan Barat bahwa Rusia akan menginvasi Ukraina yang berulang kali dibantah Kremlin, AS kini melempar tuduhan baru. Tuduhan itu dimuat dalam surat dari Duta Besar AS untuk PBB yang ditujukan kepada Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Michelle Bachelet yang isinya menuduh Kremlin telah menyusun daftar orang-orang Ukraina yang akan dibunuh atau dikirim ke kamp ketika invasi terjadi.

Tuduhan AS itu pun dibantah mentah-mentah oleh Jubir Kremlin Dmitry Peskov pada Senin (21/2/22).

“Itu bohong. Ini mutlak fiksi, tidak ada daftar seperti itu, itu palsu,” kata Peskov kepada wartawan, seperti yang dilaporkan Sputnik.

Juru bicara Kremlin mengacu pada surat tak bertanggal yang dikirim oleh Duta Besar AS untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Bathsheba Nell Crocker kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet, dan pertama kali dilaporkan oleh Washington Post.

Dalam surat itu, pejabat AS itu memasukkan retorika “ancaman Rusia”, dengan mengatakan: “Kami sangat prihatin tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlanjut oleh Rusia di bagian Ukraina yang sudah didudukinya dan memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa kekhawatiran itu akan berlipat ganda setelah serangan militer baru terjadi.”

Pada titik ini, pejabat AS kemungkinan besar mengacu pada Krimea, yang menjadi bagian dari Rusia setelah melalui referendum yang diadakan pada Maret 2014 yang hampir 96 persen warga Krimea memilih untuk bergabung kembali dengan negara itu.

Kiev, bagaimanapun, mengklaim bahwa Krimea adalah wilayah Ukraina yang diduduki oleh Rusia. Sikap ini kemudian digaungkan oleh AS dan banyak negara Barat. Sedangkan Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa keputusan yang dibuat oleh rakyat Krimea dilakukan dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional dan Piagam PBB.

Crocker, yang menulis bahwa pasukan Rusia telah menggunakan taktik seperti “daftar pembunuhan, penculikan, penahanan ilegal, dan penyiksaan” selama operasi sebelumnya, melanjutkan: “Secara khusus, kami memiliki informasi yang kredibel yang menunjukkan pasukan Rusia membuat daftar orang Ukraina yang diidentifikasi untuk dibunuh atau dikirim ke kamp-kamp setelah pendudukan militer. Kami juga memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan Rusia kemungkinan akan menggunakan tindakan mematikan untuk membubarkan protes damai atau melawan aksi damai, dan perlawanan dari penduduk sipil.”

Menurut Crocker, pasukan Rusia kemungkinan akan menargetkan mereka yang menentang tindakan Kremlin, termasuk “para pembangkang Rusia dan Belarusia di pengasingan di Ukraina, jurnalis dan aktivis anti-korupsi, dan populasi rentan seperti agama dan etnis minoritas dan orang-orang LGBTQ.”

Laporan itu muncul ketika upaya diplomasi sedang dilakukan untuk meredakan situasi keamanan yang bergejolak di Republik Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) Ukraina yang memisahkan diri. Pengamat OSCE telah melaporkan ratusan pelanggaran gencatan senjata Minsk di bagian kedua minggu lalu, dengan pasukan Kiev mengintensifkan penembakan mereka ke wilayah Donbass. Sebagai tanggapan, otoritas Donbass memulai evakuasi penduduk sipil mereka ke Rusia pada 18 Februari.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniKrisis Ukrainapropaganda ASRusia

Related articles More from author

  • Mantan Pasukan Khusus AS Akui Lancarkan Kudeta di Venezuela
    Internasional

    Mantan Pasukan Khusus AS Akui Lancarkan Kudeta di Venezuela

    11 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pandemi Kekang Perayaan Malam Tahun Baru di Seluruh Dunia
    Internasional

    Pandemi Kekang Perayaan Malam Tahun Baru di Seluruh Dunia

    3 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Hong Kong Ancam Cabut Status Pusat Keuangan Khusus untuk Amerika
    Internasional

    Hong Kong Ancam Cabut Status Pusat Keuangan Khusus untuk Amerika

    30 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pembicaraan Damai Afghanistan-Taliban Kini di Depan Mata
    Internasional

    Pembicaraan Damai Afghanistan-Taliban Kini di Depan Mata

    9 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Tiga WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Diselamatkan
    Internasional

    Tiga WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Diselamatkan

    22 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • China Desak AS Ubah Kebijakannya yang 'Berbahaya' Terkait Taiwan
    Internasional

    China Desak AS Ubah Kebijakannya yang ‘Berbahaya’ Terkait Taiwan

    8 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Merkel: Uni Eropa Mesti Siap Hadapi Kemungkinan AS Tak Punya Pengaruh Lagi dalam Skala Global
    Internasional

    Merkel: Uni Eropa Mesti Siap Hadapi Kemungkinan AS Tak Punya Pengaruh Lagi dalam Skala Global

  • Ridwan Kamil Minta Warganya di Ibu Kota Tunda Mudik Agar Bisa Terima Subsidi dari Anies dan Jokowi
    Nasional

    Ridwan Kamil Minta Warganya di Ibu Kota Tunda Mudik Agar Bisa Terima Subsidi dari Anies dan Jokowi

  • Begini Cara Kerja QR Code untuk Batasi Pengunjung Mal Jakarta Saat New Normal
    Teknologi

    Begini Cara Kerja QR Code untuk Batasi Pengunjung Mal Jakarta Saat New Normal

  • Puluhan Diplomat AS di Austria Kena Penyakit Otak Misterius
    Internasional

    Puluhan Diplomat AS di Austria Kena Penyakit Otak Misterius

  • Soal Cawe-cawe Jokowi Jelang Pemilu 2024, Bawaslu: Sulit Dipisahkan dari Presiden
    Nasional

    Soal Cawe-cawe Jokowi Jelang Pemilu 2024, Bawaslu: Sulit Dipisahkan dari Presiden

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.