TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Gerindra Klaim Jokowi Izinkan Menterinya Naikkan Elektabilitas, Apa Betul?

Gerindra Klaim Jokowi Izinkan Menterinya Naikkan Elektabilitas, Apa Betul?

By Joni Sitohang
10 November 2021
310
0
Gerindra Klaim Jokowi Izinkan Menterinya Naikkan Elektabilitas, Apa Betul?

TIKTAK.ID – Para menteri di Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut dibolehkan untuk menaikkan elektabilitasnya. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, terkait Pilpres 2024.

“Presiden sudah memberikan kebebasan kepada semua menterinya untuk melakukan, menaikkan popularitas dan elektabilitas,” ujar Muzani di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/11/21), seperti dilansir Sindonews.com.

Wakil Ketua MPR tersebut pun tidak mempersoalkan hal itu. Bahkan dia menilai hal itu bagus dalam sebuah proses demokrasi yang sehat dalam memilih pemimpin.

Baca juga : Fahri Hamzah Tuding PKS: #OposisiMemble dan #OposisiPenakut

“Makin banyak, akan makin bagus. Kami sendiri di Gerindra melihat itu sebagai sesuatu yang baik, karena rakyat pilihannya makin banyak, jadi makin bagus,” tutur Muzani.

Kemudian Ketua Fraksi di DPR itu juga menyatakan bahwa hal ini tak akan berpengaruh pada stabilitas pemerintahan. Muzani menjelaskan, di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf hal itu bukan menjadi persoalan.

“Jika kita percaya pada kekuatan demokrasi, itu pasti tidak akan mengganggu stabilitas pemerintahan. Hal itu merupakan sesuatu yang wajar-wajar saja di demokrasi,” terang Muzani.

Baca juga : Australia Bakar Kapal Ikan Indonesia, Begini Kata Susi Pudjiastuti

Merespons hal itu, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan perlu adanya batasan.

“Artinya batasan supaya para menteri itu tidak memanfaatkan fasilitas dan uang negara untuk tebar pesona menaikkan elektabilitas mereka,” tutur Ujang, mengutip SINDOnews, Selasa (9/11/21).

Kemudian Ujang meyakini jika para menteri yang ingin maju ke Pilpres 2024 tidak ingin mengeluarkan uang sendiri.

“Jadi waspadai kampanye memakai fasilitas dan uang negara,” sambung Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut.

Baca juga : Jokowi Terus Sita Aset Tommy Soeharto, Jadi Berapa Totalnya?

Menurut Ujang, para menteri khususnya yang ingin maju ke Pilpres mendatang harus tetap memprioritaskan kerja untuk kepentingan kementerian masing-masing.

“Bukan demi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Lantas Ujang mengimbau agar para menteri tersebut melakukan tebar pesona pada Sabtu dan Minggu.

“Jadi Senin sampai Jumat bekerja untuk menyelesaikan tugas-tugas di kementeriannya masing-masing,” kata Ujang.

Baca juga : PA 212 Bakal Gelar Reuni, Begini Kata Wakil Anies Baswedan

Senada dengan Ujang, Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat, Yan Harahap mengaku tidak masalah menteri menaikkan elektabilitas, terlebih dalam konteks politik demokrasi. Meski begitu, dia mengingatkan agar jangan sampai menteri menyalahgunakan jabatannya dalam melakukan aktivitas itu dengan menggunakan fasilitas maupun uang negara.

“Apalagi sampai melakukan abuse of power, contohnya memaksakan fotonya nampang di fasilitas milik negara. Sangat tidak elok dan tak etis,” ungkap Yan.

Related articles More from author

  • Tampil di ILC TV One, Menteri Jokowi Bilang Ada yang Adu Domba Pusat dan DKI
    Nasional

    Tampil di ILC TV One, Menteri Jokowi Bilang Ada yang Adu Domba Pusat dan DKI

    9 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Gerindra Siapkan Deklarasi Nasional Prabowo Capres 2024
    Nasional

    Pengamat: Elektabilitas Prabowo Murni Penilaian Publik, Bukan Pencitraan

    14 Oktober 2022
    By Joni Sitohang
  • Wapres Ma'ruf Amin Wajibkan Vaksin: Kita Berdosa Kalau Belum Herd Immunity
    Nasional

    Wapres Ma’ruf Amin Wajibkan Vaksin: Kita Berdosa Kalau Belum Herd Immunity

    3 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Sebelum Disindir Puan di Acara PDIP, Ganjar Sempat Temui Mega
    Nasional

    Sebelum Disindir Puan di Acara PDIP, Ganjar Sempat Temui Mega

    29 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Anies: Pemprov yang Salah Kalau DKI Sampai Banjir Akibat Curah Hujan di Bawah 100 Milimeter
    Nasional

    Anies: Pemprov yang Salah Kalau DKI Sampai Banjir Akibat Curah Hujan di Bawah 100 Milimeter

    26 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • BREAKING NEWS: Ledakan di Monas, 2 Orang Terluka 1 Orang Tewas
    Nasional

    BREAKING NEWS: Ledakan di Monas, 2 Orang Terluka 1 Orang Tewas

    3 Desember 2019
    By Rusli Qomar

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Terkait Kabar Sandiaga Pindah PPP, Prabowo: Setiap Orang Boleh Pindah Partai
    Nasional

    Terkait Kabar Sandiaga Pindah PPP, Prabowo: Setiap Orang Boleh Pindah Partai

  • Pengamat Politik Desak Prabowo Dorong Orang Lain Nyapres Ketimbang Paksakan Diri
    Nasional

    Pengamat Politik Desak Prabowo Dorong Orang Lain Nyapres Ketimbang Paksakan Diri

  • Gugus Tugas Covid-19 Lapori Jokowi, Gelombang Kedua Corona di Indonesia Usai Lebaran
    Nasional

    Gugus Tugas Covid-19 Lapori Jokowi, Gelombang Kedua Corona di Indonesia Usai Lebaran

  • Relawan Puan Maharani Deklarasi Nasional untuk Pilpres 2024
    Nasional

    Relawan Puan Maharani Deklarasi Nasional untuk Pilpres 2024

  • TIKTAK.ID - Hashim Ungkap 3 Masalah yang Membuat Prabowo Batalkan Kontrak 50 Triliun
    Nasional

    Hashim Ungkap 3 Masalah yang Membuat Prabowo Batalkan Kontrak 50 Triliun

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.