TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Pejabat AS di Berlin Diserang Sindrom Havana

Pejabat AS di Berlin Diserang Sindrom Havana

By William Putra Wijaya
11 Oktober 2021
472
0
Pejabat AS di Berlin Diserang Sindrom Havana

TIKTAK.ID – Polisi di Berlin melakukan penyelidikan serangan akustik misterius terhadap diplomat AS dan agen CIA yang ditempatkan di Jerman, tulis media lokal, seperti yang dilansir Sputniknews, Sabtu (9/10/21).

Polisi mengonfirmasi kepada majalah Der Spiegel bahwa penyelidikan dibuka pada Agustus terhadap sejumlah orang tak dikenal karena dicurigai menyebabkan luka fisik yang parah terhadap setidaknya dua pejabat AS yang bekerja di Jerman. Dilaporkan dua pejabat itu mengalami mual, sakit kepala parah, sakit telinga, kelelahan dan insomnia selama beberapa bulan, pada Agustus lalu.

The Wall Street Journal mengatakan bahwa kasus yang disebut Sindrom Havana juga menimpa sejumlah orang Amerika yang ditempatkan di negara-negara Eropa lainnya.

Sebelumnya dilansir Presstv, Kamis (7/10/21) dilaporkan Pentagon mendesak staf diplomatik AS yang ada di seluruh dunia untuk waspada dan segera mengevakuasi lingkungan mereka jika menemukan gejala yang terkait dengan Sindrom Havana yang misterius itu.

Peringatan itu muncul setelah CIA mengevakuasi seorang perwira intelijen AS yang bertugas di Serbia pekan lalu akibat mengalami gejala Sindrom Havana, sejenis serangan neurologis yang diklaim Pemerintah AS telah menargetkan mata-mata dan diplomat negara yang ditempatkan di luar negeri.

“Kami perlu mempercayai personel kami yang akan maju,” kata seorang pejabat senior pemerintah. “Orang-orang menghadapi gejala nyata. Kami sangat sadar bahwa orang-orang mengalami sesuatu yang sangat nyata, dan itu memiliki efek negatif yang nyata pada kesehatan mereka.”

“Dan kami melihat semakin cepat kami menanggapinya, kesehatan mereka akan lebih baik,” tambah pejabat itu.

Penyakit yang kemudian dikenal sebagai Sindrom Havana itu, pertama kali dilaporkan oleh diplomat Amerika di Kuba pada 2016. Sejak itu telah dilaporkan sejumlah pejabat AS di China, Rusia, Austria dan bahkan Washington DC mengalami Sindrom Havana.

Politisi, peneliti, dan pakar AS berspekulasi bahwa kondisi misterius itu disebabkan oleh senjata elektronik.

Gejala yang diderita konon termasuk sakit kepala, mual, kehilangan ingatan, vertigo, hidung berdarah dan mendengar suara-suara aneh.

Pemerintah AS, hingga saat ini masih tidak tahu siapa yang kemungkinan berada di balik dugaan serangan atau memiliki kepastian tentang bagaimana mereka melakukannya.

“Dalam hal apakah kita sudah semakin dekat? Saya pikir jawabannya adalah ya -tetapi tidak cukup dekat untuk membuat penilaian analitik yang ditunggu-tunggu orang,” kata Wakil Direktur CIA, David Cohen pada awal September lalu.

TagsBerita Dunia Hari IniBerlinDiplomat ASJermanPejabat ASSindrom Havana

Related articles More from author

  • Tak Kenakan Masker Saat Hadiri Acara, PM Bulgaria Didenda 2,5 Juta
    Internasional

    Tak Kenakan Masker Saat Hadiri Acara, PM Bulgaria Didenda 2,5 Juta

    24 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Internasional

    Pekerjakan Terlalu Banyak Wanita, Wali Kota Paris Kena Denda

    17 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ribuan Pelayat di Baghdad Kutuk 'Setan Besar' Amerika
    Internasional

    Ribuan Pelayat di Baghdad Kutuk ‘Setan Besar’ Amerika

    5 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Tentara Myanmar Tembak Mati 18 Demonstran Anti-Kudeta Militer
    Internasional

    Tentara Myanmar Tembak Mati 18 Demonstran Anti-Kudeta Militer

    4 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • Serangan Roket Hantam Rumah Dekat Bandara Kabul
    Internasional

    Serangan Roket Hantam Rumah Dekat Bandara Kabul

    30 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Demi Pencitraan Pilpres, Trump Ancam Potong Dana Pendidikan Jika Sekolah Tak Segera Dibuka
    Internasional

    Demi Pencitraan Pilpres, Trump Ancam Potong Dana Pendidikan Jika Sekolah Tak Segera Dibuka

    11 Juli 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Inkonsistensi AS Soal Kebebasan Berbicara, Facebook dan Instagram Blokir Konten Mendukung Soleimani
    Internasional

    Inkonsistensi AS Soal Kebebasan Berbicara, Facebook dan Instagram Blokir Konten Mendukung Soleimani

  • Segini Kekayaan 7 Presiden RI, Ada yang Masuk Daftar Presiden Termiskin di Dunia?
    Nasional

    Segini Kekayaan 7 Presiden RI, Ada yang Masuk Daftar Presiden Termiskin di Dunia?

  • Respons PAN yang Akhirnya Tak Kebagian Jatah Kursi Menteri dari Jokowi
    Nasional

    Respons PAN yang Akhirnya Tak Kebagian Jatah Kursi Menteri dari Jokowi

  • Puan Maharani: Pilkada Jateng Bukan Perang Bintang
    Nasional

    Puan Maharani: Pilkada Jateng Bukan Perang Bintang

  • Novel Baswedan Beri Penjelasan Usai Sebut Firli Tak Jalankan Arahan Jokowi
    Nasional

    Novel Baswedan Beri Penjelasan Usai Sebut Firli Tak Jalankan Arahan Jokowi

Artikel Terbaru

  • Cara Mengurangi Konsumsi Gula Harian Tanpa Kehilangan Rasa Manis 5 November 2026
  • Cara Menyimpan Cabai agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Busuk 4 November 2026
  • Profil Windy Cantika Aisah: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet 4 November 2026
  • Demokrat Curiga Jadi Korban Penyadapan Ilegal Listyo Sigit, Ini Alasannya 4 November 2026
  • Apa Itu PayLater? Cara Kerja, Biaya, dan Risikonya bagi Pengguna 4 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (102)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,042)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,311)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.