TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Olahraga
Home›Olahraga›Atlet Jalani Karantina Lima Hari Sebelum Berangkat Olimpiade Tokyo 2020

Atlet Jalani Karantina Lima Hari Sebelum Berangkat Olimpiade Tokyo 2020

By Mahdi Yahya
13 Juli 2021
416
0
Atlet Jalani Karantina Lima Hari Sebelum Berangkat Olimpiade Tokyo 2020

TIKTAK.ID – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menerapkan protokol kesehatan ketat untuk para Olimpian Indonesia sebelum berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020. Semua atlet dan ofisial pun wajib menjalani karantina selama lima hari dulu.

Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari mengatakan karantina perlu dilakukan karena Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, menyusul tingginya kasus Covid-19 di Pulau Jawa-Bali. Untuk itu, sebagai langkah mitigasi Covid-19, maka semua atlet, pelatih, dan ofisial dari tujuh cabang olahraga akan dikarantina lima hari sebelum keberangkatan ke Tokyo.

Empat cabang olahraga (cabor) yaitu angkat besi, panahan, atletik, renang akan difokuskan di Jakarta. Kemudian rowing di Pengalengan, dan surfing di Bali.

Indonesia sendiri akan memberangkatkan 28+1 alternated athlete dari delapan cabor ke Olimpiade 2020. Namun khusus 11 atlet bulutangkis kini telah berada di Kumamoto, Jepang, pada akhir pekan ini untuk menjalani pre-games training.

“Renang, angkat besi, dan panahan akan kami karantina di Hotel Fairmont sejak Selasa (13/7/21). Untuk rowing dan surfing posisinya di luar Jakarta, jadi kami akan mengirim standar karantina mandiri yang harus dipatuhi hingga keberangkatan ke Jepang. Sementara atletik baru masuk karantina pada 20 Juli karena mereka baru dijadwalkan berangkat pada 24 Juli,” ujar Okto, seperti dilansir detikSport.

Selama karantina, NOC Indonesia dan CdM tetap berupaya mengakomodasi kebutuhan atlet untuk berlatih. Latihan itu disebut menerapkan sistem bubble, yaitu setiap atlet akan diantar ke sentra latihan masing-masing cabor dengan pengawasan tim support dari NOC Indonesia yang juga dikarantina.

“Kami memproteksi semua yang terlibat. Oleh sebab itu, kami juga menyertakan tim pendukung untuk melakukan pengawasan superketat selama beraktivitas pada masa karantina, termasuk saat latihan. NOC Indonesia juga nantinya akan mengirim surat kepada PBSI supaya mengetatkan prokes selama berada di Jepang,” terang Okto.

Sementara itu, CdM Rosan Roeslani memastikan bahwa semua yang masuk karantina dalam keadaan sehat dan bebas Covid-19. Ia menjelaskan, sebelum masuk karantina, atlet harus menjalani Swab PCR Test sebanyak dua kali dan mendapat hasil negatif.

TagsAtletOlimpiade Tokyo 2020

Related articles More from author

  • Simak Perjalanan Greysia/Apriyani Lolos Final Olimpiade Tokyo 2020
    Olahraga

    Simak Perjalanan Greysia/Apriyani Lolos Final Olimpiade Tokyo 2020

    1 Agustus 2021
    By Mahdi Yahya
  • All Indonesian Final Bisa Terjadi di Cabor Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020
    Olahraga

    All Indonesian Final Bisa Terjadi di Cabor Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020

    11 Juli 2021
    By Mahdi Yahya
  • Awal Mula Indonesia Tampil dalam Ajang Olimpiade
    Olahraga

    Awal Mula Indonesia Tampil dalam Ajang Olimpiade

    24 Juli 2021
    By Mahdi Yahya
  • Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Cabor Angkat Besi Tak Punya Target
    Olahraga

    Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Cabor Angkat Besi Tak Punya Target

    8 Juli 2021
    By Mahdi Yahya
  • Usai Olimpiade Tokyo, Ini 3 Target Badminton Indonesia Sampai Akhir 2021
    Olahraga

    Usai Olimpiade Tokyo, Ini 3 Target Badminton Indonesia Sampai Akhir 2021

    7 Agustus 2021
    By Mahdi Yahya
  • Pasangan Malaysia Sulit Percaya Mampu Kalahkan Kevin/Marcus
    Olahraga

    Pasangan Malaysia Sulit Percaya Mampu Kalahkan Kevin/Marcus

    30 Juli 2021
    By Mahdi Yahya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Diperlakukan Diskriminatif di All England, Indonesia Dapat Dukungan dari China
    Olahraga

    Diperlakukan Diskriminatif di All England, Indonesia Dapat Dukungan dari China

  • Polda Jateng Gelorakan Perang Lawan Peredaran Narkoba di Tengah Pandemi Corona
    Nasional

    Polda Jateng Gelorakan Perang Lawan Peredaran Narkoba di Tengah Pandemi Corona

  • Reporters Without Borders: Sidang Kasus Khashoggi di Turki Dekati Jalan Buntu
    Internasional

    Reporters Without Borders: Sidang Kasus Khashoggi di Turki Dekati Jalan Buntu

  • Kecewa Berat Jokowi Digelari 'King of Lip Service', Ngabalin: Itu Nyinyir, Bukan Kritik
    Nasional

    Kecewa Berat Jokowi Digelari ‘King of Lip Service’, Ngabalin: Itu Nyinyir, Bukan Kritik

  • PHPB Laporkan Anies ke Bawaslu Buntut Debat Soal Lahan Prabowo dan Alutsista Bekas
    Nasional

    PHPB Laporkan Anies ke Bawaslu Buntut Debat Soal Lahan Prabowo dan Alutsista Bekas

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.