TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Resolusi Indonesia di PBB yang Sudah Disetuji 14 Negara Langsung Diveto Amerika, Balas Dendam Gagal Tekan Iran?

Resolusi Indonesia di PBB yang Sudah Disetuji 14 Negara Langsung Diveto Amerika, Balas Dendam Gagal Tekan Iran?

By William Putra Wijaya
3 September 2020
673
0
Resolusi Indonesia di PBB yang Sudah Disetuji 14 Negara Langsung Diveto Amerika, Balas Dendam Gagal Tekan Iran?

TIKTAK.ID – Diduga kuat pilih langkah “balas dendam” atas kegagalannya menekan Iran yang hanya didukung Dominika pada saat Indonesia Pimpin sementara Dewan Keamanan, Amerika Serikat (AS) langsung memveto resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) soal aktivitas antiterorisme yang disponsori oleh Indonesia.

Resolusi itu menyerukan penuntutan, rehabilitasi dan reintegrasi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas terorisme.

Amerika Serikat menuding resolusi Indonesia itu tidak membahas bagian penting mengenai repatriasi pejuang asing ISIS dan keluarga mereka dari wilayah Suriah dan Irak yang kini menampung mereka di kamp-kamp penampungan. Padahal, pemulangan militan asing ke negara asal mereka merupakan “langkah awal yang krusial”.

“Resolusi Indonesia di hadapan kami ini, yang harusnya memperkuat tindakan masyarakat internasional dalam kontra terorisme, lebih buruk dibandingkan tidak ada resolusi sama sekali,” ketus Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft seperti dilansir Deutsche Welle, Selasa (1/9/20) kemarin.

Craft berkelit, kenapa AS menjatuhkan veto, karena pemulangan dan pertanggungjawaban atas tindak kejahatan yang dilakukan militan ISIS dan keluarga mereka sangat penting agar mereka tidak menjadi inti dari ISIS 2.0.

“Tidak dapat dipahami bahwa anggota lain dari Dewan ini merasa puas dengan sebuah resolusi yang mengabaikan dampak keamanan dari meninggalkan teroris asing untuk merencanakan pelarian mereka dari fasilitas penahanan terbatas dan meninggalkan keluarga mereka untuk menderita di kamp tanpa bantuan, peluang atau harapan,” dalih Craft.

Pekan lalu, Craft mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS, Donald Trump kecewa karena upaya Indonesia untuk menyusun sebuah resolusi yang berarti terhalang oleh penolakan anggota Dewan untuk memasukkan repatriasi.

Sebagai Ketua Dewan Keamanan PBB pada bulan Agustus, Indonesia mengajukan resolusi ini. Hasil pemungutan suara menunjukkan 14 negara mendukung resolusi tersebut namun AS langsung memvetonya.

“Resolusi ini bahkan gagal menyinggung pertama langkah yang sangat penting, repatriasi (pejuang asing) ke negara asal,” kata Craft.

AS mendorong agar pejuang asing ISIS dipersekusi dan rehabilitasi di negara asal. Tapi, negara-negara Eropa seperti Inggris dan Prancis tidak setuju karena khawatir ada penolakan keras dari masyarakat atau serangan terorisme di wilayah mereka.

Negara-negara Eropa juga menilai, akan sulit mengumpulkan bukti kejahatan warga mereka yang berperang untuk ISIS di Irak dan Suriah. Sementara resolusi Indonesia menyebutkan anak-anak pejuang asing dipulangkan ke negara asal seperti yang seharusnya dan berdasarkan kasus per kasus.

Setelah ISIS kehilangan banyak wilayah mereka di Suriah, pasukan Kurdish Syrian Democratic Forces (SDF) menawan ribuan pasukan asing di timur laut negara itu. Kamp-kamp yang didirikan SDF sebagian besar dihuni perempuan dan anak-anak.

PBB mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai buruknya kondisi di kamp-kamp yang terkenal sangat kumuh dan padat itu. Pihak berwenang menyebut, resolusi untuk mengatasi masalah pejuang asing dan keluarga mereka sangat penting untuk mencegah bangkitnya aktivitas terorisme.

“Kami menyesal resolusi ini tidak diadopsi. Kami bekerja sama erat dengan mitra internasional untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan pejuang asing pada kami,” kata Juru Bicara Kantor Kementerian Luar negeri Inggris.

TagsAmerikaBerita Dunia Hari IniIranISISPBBResolusi IndonesiaTerorisme

Related articles More from author

  • Bom Mobil di Afghanistan Tewaskan 15 Orang
    Internasional

    Bom Mobil di Afghanistan Tewaskan 15 Orang

    4 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Eropa Segera Buka Perbatasan untuk Pelancong dari Luar Selain AS, Brasil dan China
    Internasional

    Eropa Segera Buka Perbatasan untuk Pelancong dari Luar Selain AS, Brasil dan China

    2 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Soal Serangan ke Masjid Al-Aqsa, Ketua DPD Minta Pemerintah Tekan PBB Beri Sanksi Israel
    Nasional

    Soal Serangan ke Masjid Al-Aqsa, Ketua DPD Minta Pemerintah Tekan PBB Beri Sanksi Israel

    18 April 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID Kutuk Pembunuhan Keji Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh oleh Tentara Israel
    Internasional

    TIKTAK.ID Kutuk Pembunuhan Keji Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh oleh Tentara Israel

    17 Mei 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Beijing Sebut Pidato Kebijakan Blinken dan AS secara Keseluruhan Penuh dengan Kebohongan
    Internasional

    Beijing Sebut Pidato Kebijakan Blinken dan AS secara Keseluruhan Penuh dengan Kebohongan

    2 Juni 2022
    By William Putra Wijaya
  • Uni Eropa Minta Pakistan Kecam Rusia, Khan: Apakah Kami Budakmu?
    Internasional

    Uni Eropa Minta Pakistan Kecam Rusia, Khan: Apakah Kami Budakmu?

    8 Maret 2022
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Lantang Bahas Korupsi Dana Corona, Begini Reaksi Fadli Zon Saat Ditanya Korupsi Benur
    Nasional

    Fadli Zon Desak Pemerintah Hapus Karantina Covid-19, Apa Alasannya?

  • Apple Rilis AirTag, Saingi SmartTag Samsung
    Teknologi

    Apple Rilis AirTag, Saingi SmartTag Samsung

  • Untuk Kewaspadaan, Dinkes DKI Pantau 115 Orang Terkait Corona dan Dirikan Posko Pelaporan
    Nasional

    Untuk Kewaspadaan, Dinkes DKI Pantau 115 Orang Terkait Corona dan Dirikan Posko Pelaporan

  • Park Hyung Sik dan Han So Hee Bintangi Drama 'Soundtrack #1'
    Selebriti

    Park Hyung Sik dan Han So Hee Bintangi Drama ‘Soundtrack #1’

  • Dorong Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Lenovo Gagas Program EdVision
    Teknologi

    Dorong Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Lenovo Gagas Program EdVision

Artikel Terbaru

  • Profil Liliyana Natsir: Biodata, Karier, dan Prestasi 26 Oktober 2026
  • Prabowo Panggil Mendagri dan Kepala BMKG ke Istana, Ini Bahan yang Dibawa 26 Oktober 2026
  • Apa Itu IP Address dan Cara Melihatnya di HP serta Laptop 26 Oktober 2026
  • Remaja Bobotoh Tewas Usai Tonton Persib di Pakansari, Ini Katakatan Bupati Bogor 26 Oktober 2026
  • Cara Menampilkan Persentase Baterai di HP Android dan iPhone 26 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (88)
  • Keuangan (22)
  • Kuliner (1,067)
  • Nasional (8,017)
  • Olahraga (1,146)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,285)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.