TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Demonstrasi Perempuan Swiss Tuntut Kesetaraan Gender dan Hidup Aman Tanpa Terancam Kekerasan

Demonstrasi Perempuan Swiss Tuntut Kesetaraan Gender dan Hidup Aman Tanpa Terancam Kekerasan

By Bagas F Sinaga
16 Juni 2020
729
0
Demonstrasi Perempuan Swiss Tuntut Kesetaraan Gender dan Hidup Aman Tanpa Terancam Kekerasan

TIKTAK.ID– Dominasi pria di dunia kerja bukan hisapan jempol belaka, setidaknya itu yang disuarakan wanita di seluruh Swiss ketika melakukan protes nasional pada Minggu (14/6/20). Mereka menuntut diperlakukan sama dan diakhirinya kekerasan kepada perempuan oleh kaum pria, tulis Reuters.

Pada tahun lalu, setengah juta orang melakukan protes terkait catatan buruk negara tentang hak-hak perempuan. Namun pada tahun ini, panitia menyebut pemogokan lebih lebih sedikit karena ada batasan akbiat pandemi virus Corona.

“Bagi saya ini emosional. Karena saya tidak hanya berteriak untuk diri sendiri, tetapi saya juga berteriak untuk saudara dan saudari saya, saya berteriak untuk semua anak lain yang kehilangan ibu atau ayah, dan saya juga berteriak untuk ibu saya, yang akan berteriak jika dia masih di sini,” kata Roxanne Errico, seorang siswa berusia 19 tahun yang mengatakan bahwa ibunya dibunuh oleh pacarnya yang kejam.

Warga Jenewa lainnya, Rose-Angela Gramoni, mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan semua pemogokan wanita sejak 1991.

“Sekarang saya bisa mati dengan tenang, generasi berikutnya ada di sini untuk mengambil alih. Tetapi untuk sementara, saya sangat sedih. Saya pikir kami berjuang untuk banyak hal, tetapi kami belum menyelesaikan pekerjaan dan tidak ada orang di sini yang menyelesaikannya,” kata Gramoni, yang berusia 70-an.

Swiss memiliki kualitas hidup yang tinggi tetapi tertinggal dari negara maju lainnya dalam hal upah perempuan dan kesetaraan di tempat kerja. Perempuan berpenghasilan kira-kira seperlima lebih rendah dari laki-laki. Namun, itu lebih baik dari 30 tahun yang lalu ketika penghasilan perempuan sekitar sepertiga lebih sedikit dari laki-laki. Dan lebih buruk daripada tahun 2000, menurut data Pemerintah.

Ribuan demonstran di Jenewa dan kota-kota Swiss lainnya berteriak pada pukul 3:24 sore hari. Itu adalah waktu bagi para perempuan yang secara teknis memulai kerja mereka tanpa upah.

Mereka juga menggelar flash mob dan mengheningkan cipta selama satu menit bagi para wanita yang terbunuh oleh suami atau pacar mereka.

Demonstran mengecam kekerasan terhadap perempuan dan menyerukan pengakuan atas pekerjaan yang sering tidak dibayar untuk merawat keluarga dan kerabat.

“Saya ingin berjalan di malam hari mengenakan rok, celana pendek atau legging tanpa dihina, tanpa takut diperkosa,” kata warga Jenewa Vani Niuti, 20 tahun.

TagsBerita Dunia Hari IniDemonstrasikekerasanKesetaraan GenderPerempuan Swiss

Related articles More from author

  • Lawan Embargo AS, Rusia Siap Kirim Sistem Pertahanan Udara S-400 Triumf Tercanggihnya jika Iran Mau
    Internasional

    Lawan Embargo AS, Rusia Siap Kirim Sistem Pertahanan Udara S-400 Triumf Tercanggihnya jika Iran Mau

    5 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Presiden Emmanuel Macron Positif Covid-19
    Internasional

    Presiden Emmanuel Macron Positif Covid-19

    18 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • FBI Rilis Dokumen Rahasia, Ungkap Saudi Terlibat Serangan Teror 9/11
    Internasional

    FBI Rilis Dokumen Rahasia, Ungkap Saudi Terlibat Serangan Teror 9/11

    13 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Dilaporkan Hilang, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas
    Internasional

    Dilaporkan Hilang, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas

    11 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Duta Besar AS untuk Berlin Adu Mulut dengan Anggota Parlemen Jerman
    Internasional

    Duta Besar AS untuk Berlin Adu Mulut dengan Anggota Parlemen Jerman

    26 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Michael Ryan
    Internasional

    WHO Ingatkan Potensi Bahaya Pandemi Lebih Parah di Masa Depan

    1 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Meski Ditikam Lehernya, Wali Kota Bruges di Belgia Dikabarkan Selamat dari Maut
    Internasional

    Meski Ditikam Lehernya, Wali Kota Bruges di Belgia Dikabarkan Selamat dari Maut

  • Intelijen Korea Selatan Bantah Kim Jong-un Sakit
    Internasional

    Intelijen Korea Selatan Bantah Kim Jong-un Sakit

  • DPR Kritik Menteri Agama yang Tanpa Konsultasi Putuskan Sepihak Pembatalan Pemberangkatan Haji 2020
    Nasional

    DPR Kritik Menteri Agama yang Tanpa Konsultasi Putuskan Sepihak Pembatalan Pemberangkatan Haji 2020

  • Rencana Jerman Bangun Militernya untuk Perkuat Uni Eropa
    Internasional

    Rencana Jerman Bangun Militernya untuk Perkuat Uni Eropa

  • Prabowo Ingin Gratiskan Rumah Sakit Jika Pimpin RI
    Nasional

    Prabowo Ingin Gratiskan Rumah Sakit Jika Pimpin RI

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.