TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Teknologi
Home›Teknologi›Naikon, Grup Hacker China Spesialis Serang Komputer Pemerintahan dan Perusahaan Negara Kembali Beraksi

Naikon, Grup Hacker China Spesialis Serang Komputer Pemerintahan dan Perusahaan Negara Kembali Beraksi

By Alfan Mahardika
31 Mei 2020
714
0
Naikon, Grup Hacker China Spesialis Serang Komputer Pemerintahan dan Perusahaan Negara Kembali Beraksi

TIKTAK.ID – Nama grup hacker Naikon kembali menjadi perbincangan usai melancarkan serangan malware backdoor Aria-body yang menginfeksi komputer pemerintahan. Padahal, lima tahun ke belakang nama Naikon sudah tak muncul lagi dalam laporan-laporan keamanan siber.

Pada 2015 silam, nama Naikon muncul saat mereka menyusup ke komputer pemerintah dan perusahaan nasional di negara-negara Asia Tenggara. New York Times menyebut Naikon berbasis di China.

Kala itu, Naikon terbilang aktif melakukan aksi spionase siber ke berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Nepal. Malware yang mereka pakai bisa dikategorikan sebagai Advanced Persistent Threat (APT).

Checkpoint yang berbasis di Israel melaporkan Naikon kembali menjalankan Aria-body dan beraksi di Australia dengan menunggangi email sebuah kedutaan negara Asia Pasifik. Diduga, Naikon masih mengincar negara target sebelumnya, yakni Indonesia, Australia dan sejumlah negara Asia Pasifik lainnya. Naikon memakai backdoor baru yang membuatnya lolos dari pantauan.

Di sisi lain, para ahli menemukan bahwa para aktor di belakang Naikon grup tampaknya berbahasa China. Mereka juga menduga target utama Naikon adalah instansi pemerintah tingkat atas dan organisasi sipil serta militer.

Dalam laporan Kaspersky Lab, Naikon diketahui memiliki sejumlah keunggulan, yaitu:
Di setiap negara yang menjadi target, terdapat satu orang yang ditunjuk untuk menjadi operator. Tugas operator itu mengambil keuntungan dari aspek budaya dari negara tersebut, seperti kecenderungan untuk menggunakan akun email pribadi untuk bekerja.

Penempatan infrastruktur (server proxy) dalam suatu negara dengan tujuan memberikan dukungan setiap saat untuk koneksi real-time dan data exfiltration.

Setidaknya sudah lima tahun ini volume aktivitas serangan dilakukan secara tinggi kepada kalangan eksekutif penting dan geo-politik.

Kemampuan untuk platform-independent code, serta mencegat seluruh lalu lintas jaringan.

Terdapat 48 perintah dalam susunan pelaksanaan yang berguna dari jarak jauh. Termasuk perintah melakukan inventarisasi secara lengkap, download dan upload data, menginstal add-on modul, atau bekerja sesuai dengan komando dari pusat.

Pada serangan terbarunya ini, Naikon menggunakan metode yang sama seperti metode pada 2015. Metode itu adalah teknik spear-phishing yang tradisional menggunakan email berisi dokumen yang dirancang untuk menarik korban yang potensial.

TagsAdvanced Persistent ThreatAPTChinaGrup Hacker Chinamalware backdoor Aria-bodyNaikonSerang Komputer Pemerintahanspionase siber

Related articles More from author

  • Beijing Desak AS Hentikan Tuduhan Sembrononya
    Internasional

    Beijing Desak AS Hentikan Tuduhan Sembrononya

    9 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • China Ancam AS ‘Bayar Mahal’ jika Nekat Intervensi Taiwan
    Internasional

    China Ancam AS ‘Bayar Mahal’ jika Nekat Intervensi Taiwan

    2 Maret 2022
    By William Putra Wijaya
  • Eropa Keluarkan Resolusi Soal Uighur, Beijing Sewot
    Internasional

    Eropa Keluarkan Resolusi Soal Uighur, Beijing Sewot

    21 Desember 2019
    By William Putra Wijaya
  • Jokowi Sukses Bawa ‘Oleh-oleh’ Rp 185 Triliun dari Kunjungan ke Asia Timur
    Nasional

    Jokowi Sukses Bawa ‘Oleh-oleh’ Rp 185 Triliun dari Kunjungan ke Asia Timur

    30 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri
    Internasional

    Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri

    17 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Media China: AS Manfaatkan Virus Corona sebagai Senjata Politiknya
    Internasional

    Media China: AS Manfaatkan Virus Corona sebagai Senjata Politiknya

    16 Maret 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Johan Budi Ungkap Pernah Minta Jokowi ‘Gagalkan’ Revisi UU KPK
    Nasional

    Johan Budi Ungkap Pernah Minta Jokowi ‘Gagalkan’ Revisi UU KPK

  • Jokowi Disarankan Bikin Parpol Baru untuk Buktikan Kuat Mana dengan PDIP
    Nasional

    Jokowi Disarankan Bikin Parpol Baru untuk Buktikan Kuat Mana dengan PDIP

  • HUAWEI Rilis Ponsel Lipat Mate X6, Harga Rp4,34 Juta
    Teknologi

    HUAWEI Rilis Ponsel Lipat Mate X6, Harga Rp4,34 Juta

  • Kapok Jadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok Akui Dirinya Ibarat Kuda
    Nasional

    Kapok Jadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok Akui Dirinya Ibarat Kuda

  • Soal Kasus Harun Masiku Kembali Ditangani, KPK: Tidak Dalam Rangka Agenda Politik, Hanya Kebetulan Saja
    Nasional

    Soal Kasus Harun Masiku Kembali Ditangani, KPK: Tidak Dalam Rangka Agenda Politik, Hanya Kebetulan Saja

Artikel Terbaru

  • Golkar Usul Pileg Dulu Baru Pilpres, Dasco: RUU Pemilu Masih Dinamis 24 September 2026
  • Panduan Melihat Password WiFi Tersambung di HP dengan Mudah 24 September 2026
  • Kemensos Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Iprahumas Award 2026 24 September 2026
  • Cara Mengubah Format PDF ke Word di HP Android dan iPhone 24 September 2026
  • Cara Merawat Luka Lecet dan Goresan Ringan di Rumah dengan Benar 24 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (53)
  • Keuangan (7)
  • Kuliner (1,056)
  • Nasional (7,929)
  • Olahraga (1,131)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,210)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.