TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Warga Palestina Kutuk Normalisasi UEA-Israel yang Ditengahi AS sebagai Pengkhianatan

Warga Palestina Kutuk Normalisasi UEA-Israel yang Ditengahi AS sebagai Pengkhianatan

By William Putra Wijaya
20 Agustus 2020
657
0
Warga Palestina Kutuk Normalisasi UEA-Israel yang Ditengahi AS sebagai Pengkhianatan

TIKTAK.ID – Ratusan warga Palestina di Jalur Gaza berdemonstrasi mengutuk Amerisa Serikat yang menjadi perantara normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab.

Para pengunjuk rasa pada Rabu (19/8/20), membakar bendera Israel dan AS, menginjak-injak poster Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump, dan meneriakkan “normalisasi adalah pengkhianatan terhadap Yerusalem dan Palestina”.

Mereka juga menyuarakan dukungan terhadap Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas atas penolakannya terhadap rencana Presiden Trump atas Timur Tengah, yang menurut Palestina tidak adil karena menguntungkan Israel, tulis Al Jazeera.

Protes itu diorganisir oleh gerakan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, dan faksi lainnya.

Seorang pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya mengecam kesepakatan itu, dan mengatakan, “Normalisasi dengan pendudukan merugikan kita dan tidak membantu kita. Sebaliknya, ia melayani dan mempromosikan pendudukan dalam proyek-proyeknya yang menargetkan Palestina dan kawasan itu.”

Protes terjadi ketika jet-jet tempur Israel membombardir daerah kantong itu selama delapan malam berturut-turut. Israel memperingatkan Hamas bahwa mereka mempertaruhkan “perang” dengan gagal menghentikan balon pembakar yang diluncurkan melintasi perbatasan dengan Israel.

Sumber keamanan Hamas mengatakan jet tempur dan drone Israel menyerang beberapa fasilitas milik Brigade Qassam, sayap bersenjata gerakan itu.

Pekan lalu, Israel melarang impor bahan bakar ke Gaza sebagai bagian dari tindakan hukuman atas peluncuran balon pembakar dari Jalur Gaza.

Israel juga melarang penangkapan ikan di lepas pantai Gaza dan menutup penyeberangan barang Karam Abu Salem (Kerem Shalom) -memotong pengiriman bahan bakar ke satu-satunya pembangkit listrik di wilayah itu yang terpaksa ditutup pada hari Selasa karena kehabisan bahan bakar.

Rumah dan bisnis di Gaza bergantung pada generator untuk menutupi pemadaman listrik yang berkepanjangan, meningkatkan tekanan keuangan pada orang-orang yang sebagian besar miskin.

Pasokan listrik sudah kekurangan bahkan sebelum generator dimatikan, dengan konsumen yang memiliki akses ke listrik paling lama delapan jam sehari. Kini menjadi hanya empat jam sehari dengan menggunakan listrik yang dipasok dari jaringan Israel.

Meskipun ada gencatan senjata tahun lalu -yang didukung oleh Mesir, Qatar dan PBB- ketegangan antara Hamas dan Israel meningkat secara sporadis.

Hamas mengatakan Israel tidak menghormati kesepakatan sebelumnya yang menetapkan bahwa Israel meringankan blokade yang telah diberlakukan di Gaza sejak pengambilalihan kelompok tersebut dan memungkinkan proyek skala besar untuk membantu menyelamatkan ekonomi Gaza yang runtuh.

Gaza yang merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang, telah berada di bawah blokade Israel dan Mesir yang membuat lumpuh selama 12 tahun dan sangat membatasi pergerakan orang-orang Palestina.

Meskipun Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari Jalur itu pada 2005, Israel telah mempertahankan kendali atas wilayah udara Gaza, perairan teritorial, dan perbatasan darat.

Pengepungan telah menghancurkan ekonomi lokal warga Gaza, sebab Israel sangat membatasi masuknya makanan dan akses ke layanan dasar. Israel juga menghentikan aliran bahan konstruksi yang diperlukan untuk membangun kembali sebagian besar infrastruktur daerah kantong itu, yang rusak dalam perang militer Israel sebelumnya pada 2008, 2012 dan 2014.

TagsASBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahIsraelNormalisasiPengkhianatanUEAWarga Palestina

Related articles More from author

  • Ganjar Tegaskan Tak Pernah Menyesal Meski Dirinya 'Dibully' Karena Tolak Israel di Piala Dunia U-20
    Nasional

    Ganjar Tegaskan Tak Pernah Menyesal Meski Dirinya ‘Dibully’ Karena Tolak Israel di Piala Dunia U-20

    6 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Pertempuran Sengit Dua Faksi Militer Libya Gagalkan Upaya Bersama Lawan Corona
    Internasional

    Pertempuran Sengit Dua Faksi Militer Libya Gagalkan Upaya Bersama Lawan Corona

    20 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • Gawat! Korea Utara Serukan 'Solusi Militer' Hadapi Amerika
    Internasional

    Gawat! Korea Utara Serukan ‘Solusi Militer’ Hadapi Amerika

    1 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Menhan AS Tolak Trump Gunakan Militer Hadapi Demonstran
    Internasional

    Menhan AS Tolak Trump Gunakan Militer Hadapi Demonstran

    4 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit
    Internasional

    Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit

    6 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Partai NLD Tuntut Pembebasan Aung Sang Suu Kyi
    Internasional

    Partai NLD Tuntut Pembebasan Aung Sang Suu Kyi

    3 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Menyusul Pernyataan Sikap PBNU, Muhammadiyah pun Desak Pilkada 2020 Ditunda
    Nasional

    Muhammadiyah Peringatkan Bahaya ‘Politisi Ikan Lele’ Saat Pandemi

  • Sekjen Gerindra Buka Suara Soal Peluang Duet Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
    Nasional

    Sekjen Gerindra Buka Suara Soal Peluang Duet Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

  • Adi Nugroho Sulit Dapat Masker
    Selebriti

    Adi Nugroho Sesalkan Melambungnya Harga Masker

  • Jadi Aplikasi Non-Game Terlaris di Seluruh Dunia, TikTok Lebih Cuan dari YouTube
    Teknologi

    Jadi Aplikasi Non-Game Terlaris di Seluruh Dunia, TikTok Lebih Cuan dari YouTube

  • Olahraga

    Messi Dibayar Rp30 Miliar untuk Satu Kali Liburan di Arab Saudi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.