Tag: TNI AL

  • Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Ini Respons TNI AL

    Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Ini Respons TNI AL

    TIKTAK.ID – TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi terdapat kapal perang milik Amerika Serikat (AS) yang melintas di Selat Malaka. TNI AL mengeklaim kapal AS tersebut sedang transit.

    “Pelayaran semata-mata untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung, dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya. Hal itu berdasarkan Pasal 37, 38, dan 39 pada UNCLOS 1982,” ujar Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul, seperti dilansir detikcom, pada Minggu (19/4/26).

    Tunggul mengaku kalau aktivitas kapal perang tersebut dalam pelayaran internasional yang sah. Dia lantas menyinggung hak kapal, termasuk kapal perang yang melintasi perairan itu adalah Hak Lintas Transit atau Transit Passage di strait used for international navigation atau selat yang dipakai untuk pelayaran internasional.

    Baca juga : Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Singgung Aksi Penjarahan Rumahnya

    “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Indonesia sudah meratifikasi UNCLOS 1982 lewat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on The Law of The Sea atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut,” ungkap Tunggul.

    “Sehingga semua kapal yang melaksanakan Hak Lintas transit di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran internasional wajib untuk menghormati Indonesia sebagai negara pantai,” imbuh Tunggul.

    Kemudian Tunggul menampik kabar AS bakal mengerahkan kapal perangnya memburu kapal tanker di Selat Malaka. Ia menegaskan bahwa kapal asing yang melintas tak boleh melanggar ketentuan.

    Baca juga : Dosen UNJ Dilaporkan Polisi Usai Sebut Prabowo Gibran ‘Beban Bangsa’

    “Selain daripada itu, selama kapal asing itu lintas transit juga, maka tidak boleh melanggar ketentuan. Hal ini sesuai dengan COLREG 1972 tentang pencegahan tubrukan di laut Jan MARPOL tentang pencegahan pencemaran berasal dari kapal,” tutur Tunggul.

    Perlu diketahui, Kapal perang USS Miguel Keith Angkatan Laut AS tampak berkeliaran di sekitar Selat Malaka pada pekan lalu. Militer Washington sendiri belum menjelaskan apa misi kapal perang tersebut, tapi Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine sebelumnya mengakui kalau Amerika berencana mengejar kapal Iran di perairan yang jauh dari Timur Tengah.

    Mengutip Kompas.com, Jenderal Caine menjelaskan, fokus pengejaran kemungkinan di perairan Indo-Pasifik. Sementara itu, menurut Lloyd’s List, sebuah media pelayaran Inggris, tempat berlabuh di wilayah Pasifik, terutama di sekitar Selat Malaka, merupakan tempat konsentrasi besar kapal tanker dari “armada gelap” yang mengangkut minyak ilegal atau yang dikenai sanksi dari negara-negara seperti Iran.

  • 3 Anggota TNI AL Jadi Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil

    3 Anggota TNI AL Jadi Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil

    TIKTAK.ID – Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal), Laksamana Muda Sasmita menerangkan status hukum anggotanya dalam kasus pengeroyokan dan penembakan bos rental mobil, yang berujung pada meninggalnya IA (49) di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Dia mengatakan ketiga anggota TNI AL yang terlibat sudah ditahan.

    “Jadi anggota ini sekarang telah ditahan di tempat kami. Dan sesuai dengan surat penahanan sudah kami terima, dan itu karena pada Sabtu (4/1/25) lalu anggota sudah kita amankan,” ujar Laksamana Muda Sasmita, dalam konferensi pers di Markas Koarmada, Jakarta, pada Senin (6/1/25), seperti dilansir detikcom.

    Sasmita melanjutkan, karena masih proses penyelidikan, saat itu pihaknya belum menetapkan ketiganya menjadi tersangka kasus tersebut. Tapi karena sekarang sudah ada bukti, maka ketiganya telah ditetapkan menjadi tersangka.

    Baca juga : Pj Gubernur Teguh Setyabudi Hadirkan 6 Eks Gubernur Jakarta, Ini Kata Pengamat

    “Karena masih dalam proses lidik (penyelidikan), sehingga belum kami tetapkan (tersangka). Sekarang sudah ada tanda-tanda dan bukti, jadi yang bersangkutan masuk proses penyidikan dan sudah kami tetapkan (tersangka),” jelas Sasmita.

    Akan tetapi, Sasmita belum menjelaskan pasal yang menjerat ketiganya. Kini ketiga anggota TNI AL itu ditahan selama 20 hari.

    “Bukti penahanan sementara 20 hari pertama telah ditandatangani, terhitung sejak Sabtu (4/1/25), dengan ditandatanganinya penahanan, itu sudah masuk proses,” ucap Sasmita.

    Baca juga : Anggota DPR Desak Penggunaan Senjata Api di TNI Diperketat

    Sebelumnya, putra mendiang IAR (48), Rizky Agam, menceritakan kronologi insiden penembakan oleh terduga pelaku penggelapan mobil yang menewaskan ayahnya selaku pemilik rental Makmur Jaya di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak, pada 31 Desember 2024.

    Ketika itu, Rizky bersama ayah dan sejumlah rekan sempat mengikuti rute perjalanan mobil jenis Honda Brio miliknya, setelah diduga akan dibawa kabur oleh pelaku penggelapan. Rizky menyatakan semula mobil tersebut bertolak ke tol Cilegon arah Merak, Banten.

    “Mobil itu jalan menuju Cilegon arah Merak, kita pantau terus. Selama di Cilegon dia ternyata masuk tol arah Jakarta,” terang Rizky, mengutip detik.com, Sabtu (4/1/25).

    Kemudian di tengah perjalanan, mobil tersebut lalu masuk ke tol arah Jakarta. Rizky lantas meminta bantuan ke Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) agar ikut membantu blokade mobil tersebut. Bersama ARMI, dia pun menyiagakan mobil di tiga lokasi berbeda, yakni di gerbang tol Cikupa, Balaraja, dan Cikande.

    Baca juga : Kelebihan PPN 12%, Pembeli Berhak Minta Pengembalian Pada Penjualv

    “Setelah dicek, mobil itu mampir ke rest area di KM 45 di Indomaret. Jadi mobil saya gap lagi kedua kalinya, tapi ternyata mobil tersebut sudah kosong enggak ada orang,” jelas Rizky.

    Rizky mendapati sejumlah orang di dalam mobil lain yang terparkir di dekat mobil Brio miliknya. Begitu hendak membawa pelaku yang diduga telah membawa mobilnya, orang lain yang berasal dari mobil Sigra sudah menodongkan senjata api ke arahnya.

    “Setelah itu, pistol benar-benar ditembakkan kurang lebih 4 kali, nahasnya kena ayah saya, pemilik rental mobil Makmur Jaya. Nyawanya tidak tertolong,” kata Rizky.

  • Anggota DPR Desak Penggunaan Senjata Api di TNI Diperketat

    Anggota DPR Desak Penggunaan Senjata Api di TNI Diperketat

    TIKTAK.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mengaku mendukung evaluasi menyeluruh penggunaan senjata di lingkungan TNI, usai kasus penembakan oleh anggota TNI AL di Tol Tangerang-Merak yang menyebabkan seorang warga tewas.

    Amelia menjelaskan, meski TNI sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, namun pengawasan terhadap implementasi SOP terkait penggunaan senjata api harus lebih diperketat.

    “Kasus ini mengingatkan kita bahwa prosedur yang ada harus dijalankan dengan disiplin tinggi, demi cegah penyalahgunaan senjata,” ujar Amelia dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Baca juga : Kelebihan PPN 12%, Pembeli Berhak Minta Pengembalian Pada Penjual

    Amelia juga menyarankan adanya evaluasi terhadap kebijakan penugasan pasukan elite sebagai ajudan, lantaran tugas itu punya risiko tinggi jika tidak diawasi dengan baik.

    Amelia mengatakan dari tiga anggota TNI AL yang terlibat kasus tersebut, dua di antaranya adalah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebagai satuan elite TNI AL dan salah satunya bertugas sebagai ajudan pejabat.

    Menurut Amelia, sebagai organisasi besar dan berpengalaman, TNI sudah memiliki mekanisme pengawasan terhadap personelnya. Tapi guna mencegah kejadian serupa, Amelia menilai perlu penguatan monitoring serta pembinaan moral dan mental prajurit secara konsisten.

    Baca juga : Zulhas Jamin Tak Akan Impor Beras untuk Program Makan Bergizi Gratis

    Amelia mengeklaim Komisi I DPR RI bakal terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap TNI untuk memastikan profesionalisme dan kredibilitas institusi ini tetap terjaga. Dia pun berharap insiden serupa tidak terulang, sehingga TNI sebagai institusi yang lahir dari rakyat tetap dicintai dan dihormati oleh masyarakat.

    Lebih lanjut, Amelia mengapresiasi langkah cepat TNI AL dalam menangani kasus ini dengan memastikan pelaku sudah ditangani oleh Polisi Militer TNI. Dia menganggap hal itu menunjukkan komitmen institusi terhadap penegakan hukum.

    “Akan tetapi, sebagai anggota Komisi I DPR RI, saya menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan akuntabel,” tutur Amelia.

    Amelia menerangkan, bila pelaku terbukti bersalah di pengadilan militer, maka pemecatan secara tegas dan terbuka harus menjadi langkah lanjutan, supaya mencerminkan kedisiplinan dan keadilan di tubuh TNI. Dia menyebut penegakan hukum yang sesuai dengan undang-undang dan independensi badan peradilan militer menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

  • Sejumlah Kapal Perang Rusia Siap Meluncur ke Indonesia, Ada Apa?

    Sejumlah Kapal Perang Rusia Siap Meluncur ke Indonesia, Ada Apa?

    TIKTAK.ID – Rusia diketahui bakal segera menerjunkan armada kapal perangnya ke Surabaya, pada 4-8 November mendatang. Hal itu berkaitan dengan latihan perang dengan TNI Angkatan Laut di perairan Laut Jawa. Konfirmasi agenda itu telah disampaikan Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, di kediamannya di Jakarta, kepada wartawan.

    Tolchenov menyebut kedua negara terlibat latihan bersama bernama Orruda 2024. Dia menjelaskan, nama ini diambil dari gabungan dua kata, Orruda, yang berarti elang dalam bahasa Rusia, dan Garuda dalam bahasa Indonesia.

    “Pada awal November nanti, bakal ada dua kelompok kapal Rusia dari Angkatan Laut Rusia yang datang ke Surabaya,” ujar Tolchenov, seperti dilansir CNBCIndonesia.com, pada Selasa (29/10/24).

    Baca juga : Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang Pakai Uang Pribadi Prabowo?

    “Yang pertama akan terdiri dari tiga korvet, dan mereka bakal ikut berpartisipasi dalam latihan Angkatan Laut Rusia-Indonesia yang pertama dalam sejarah,” imbuh Tolchenov.

    Kemudian berdasarkan penjelasan dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Laut Rusia berencana mengerahkan korvet RF Soversheny, RF Gromky, dan RF Aldar Tsydenzhapov. Ketiganya adalah bagian dari armada Pasifik Rusia.

    Baik Soversheny, Gromky, dan Aldar Tsydenzhapov merupakan kapal perang jenis korvet kelas Steregushchiy seri keempat dari proyek 20380. Kapal yang dikembangkan oleh Biro Desain Angkatan Laut Pusat Almaz ini bisa digunakan dalam sejumlah tugas, seperti mengintai musuh (kapal dan kapal selam) serta mendukung pendaratan artileri, sehingga memang diandalkan karena teknologi “silumannya”.

    Baca juga : Prabowo Minta Semua Menteri Pakai Mobil Dinas Maung Buatan Pindad

    Kapal tersebut memiliki bobot mati penuh sebesar 2.200 ton dan LOA 343 kaki (105 m), lebar 36 kaki (11,1 m) dan draft 12 kaki (3,7 m). Ini termasuk dimensi yang besar untuk sebuah korvet dan diklasifikasikan oleh NATO sebagai fregat.

    Adapun sistem propulsi kapal ini merupakan susunan pencampuran dua mesin diesel utama atau CODAD dengan empat mesin diesel Kolomna 16D49, masing-masing berkekuatan 5.916 hp (4,4 MW) pada 1.000 rpm. Hal itu memberikan kapal kecepatan maksimum 26 knot dan jangkauan 3.800 mil laut pada kecepatan rata-rata 14 knot.

    Secara umum, kapal kelas Steregushchy dibekali senjata kombinasi sistem rudal, termasuk rudal Kh-35 dan rudal 3M-54 Klub. Terdapat pula sistem pertahanan anti pesawat Kashtan di atas kapal. Sedangkan di beberapa armada terbaru, sudah disediakan sistem yang lebih baru dari Kashtan, SAM REDUT-K.

  • Bakal Kerahkan 12 Kapal Perang, TNI AL Siap Amankan KTT G20 di Bali

    Bakal Kerahkan 12 Kapal Perang, TNI AL Siap Amankan KTT G20 di Bali

    TIKTAK.ID – TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah menyiapkan sebanyak 12 kapal perang Republik Indonesia (KRI) siap tempur, untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali pada November mendatang.

    “Betul-betul KRI yang disiapkan yaitu KRI yang siap tempur dan ini untuk mengamankan pemimpin-pemimpin negara, sehingga kita harus betul-betul menyiapkan kapal-kapal yang siap tempur,” ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono setelah meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar TNI (SPBT) Terpadu I di Jakarta Utara, pada Senin (31/10/22).

    Menurut Yudo, terdapat tiga ribu personel yang juga diterjunkan untuk pengamanan. Dia mengaku KRI yang punya helidek juga sudah diperintahkan untuk membawa helikopter.

    Baca juga : Ditanya Skandal Kasus ‘Kardus Durian’, Cak Imin Kabur dari Istana

    “Sehingga bisa terpadu, kemudian terdapat pasukan khusus dari Denjaka dan Kopaska yang on board di KRI tersebut,” terang Yudo.

    Yudo mengatakan bahwa 12 KRI akan ditempatkan dalam radius 12 mil di Perairan Bali dan sekitarnya. Dia menyebut pengamanan tersebut akan dibuat secara berlapis.

    “Menjaga dari kemungkinan buruk terjadi, dari laut lepas maupun dari ZEE. Kemudian kita lapis lagi di luarnya menggunakan kapal yang lebih besar,” ucap mantan Pangkogabwilhan I tersebut.

    Baca juga : Terkait Isu Jokowi Ketum PDIP, Ganjar: Waspada Penumpang Gelap

    Yudo menjelaskan, demi mematangkan pengamanan, pihaknya bakal mengadakan Tactical Floor Game (TFG) dalam waktu dekat.

    “Pangkoarmada II kita menunjuk Dansatgasla. Saya selaku pembina, juga ingin tahu bagaimana Pangkoarmada II dalam menyelenggarakan pengamanan G20 dengan unsur-unsur gabungan,” terang Yudo.

    “Kita fokus di perairan tempatnya pelaksanaan G20, tepatnya di selatan. Kemarin sudah kita uji coba ketika saya melaksanakan ANCM (ASEAN Navy Chiefs’ Meeting) dengan para Kepala Staf AL Asia Tenggara,” imbuhnya.

    Baca juga : Jokowi Resmikan Metaverse ‘Jagat Nusantara’, Apa Itu?

    Untuk diketahui, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 dijadwalkan digelar di Bali pada 15-16 November 2022. KTT ini pun menjadi acara puncak dari proses dan usaha intensif seluruh alur kerja G20 (Pertemuan Tingkat Menteri, Kelompok Kerja, dan Engagement Groups).

    Sekadar informasi, anggota G20 terdiri atas Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Prancis, China, Turki, dan Uni Eropa.

  • Prabowo Klaim Didukung Jokowi Jual Kapal Perang Tua Milik RI

    Prabowo Klaim Didukung Jokowi Jual Kapal Perang Tua Milik RI

    TIKTAK.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto mengatakan bahwa rencananya untuk menjual dua Kapal Perang RI (KRI) milik TNI AL sudah memperoleh persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Prabowo menyampaikan hal itu setelah menggelar rapat dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/1/22). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa rencana penjualan itu juga telah mendapatkan persetujuan dari Komisi I DPR.

    “Komisi I telah mendukung, Presiden apalagi, bahkan memberi perhatian besar. Saya juga tadi sudah laporkan, Anda sudah dengar semua, jadi kita berjalan dengan cepat,” ujar Prabowo kepada wartawan, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Fahri Hamzah Kritik Keras Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Soal Analogi Ikan

    Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan rencana penjualan KRI tersebut melalui rapat dengan Komisi I. Masing-masing kapal itu adalah KRI Teluk Penyu 513 dan KRI Teluk Mandari 514.

    Menurut Prabowo, penjualan dua KRI merupakan proses alamiah. Prabowo pun menilai KRI Teluk Penyu dan Mandar telah berusia cukup tua sehingga tidak lagi layak pakai.

    “Iya jadi ini kan prosedur semua ya, memang aset-aset kita juga banyak yang sudah tua. Dipakai terus, sehingga saya kira hal itu alamiah,” katanya.

    Baca juga : Lelang Tender Formula E Diulang, Jakpro Yakin Tetap Sesuai Jadwal

    Meski begitu, Prabowo mengklaim pihaknya telah menyiapkan pengganti dua kapal tersebut. Prabowo juga memastikan kalau penjualan dua kapal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kekuatan pertahanan negara.

    “Insya Allah dalam waktu yang bisa kelihatan, TNI bisa menjadi sangat kuat di Asia Tenggara. Angkatan Laut kita bakal kembali jaya di samudera,” tutur Prabowo, mengutip Kompas.com.

    “Saya telah laporkan ke Presiden, ke Kabinet, bahwa dalam 24 bulan ini, kita akan punya, mungkin hingga sebanyak 50 kapal perang yang siap tempur,” sambung Prabowo.

    Baca juga : Survei CSIIS Ungkap 3 Capres Pilihan Masyarakat NU, Siapa Saja?

    Kemudian Prabowo menyebut penjualan KRI Teluk Penyu dan Mandar bakal dilakukan melalui lelang. Dia sendiri hingga saat ini masih belum bisa memastikan siapa yang akan mengambil alih dua kapal tersebut.

    “Tadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) sudah menjelaskan, jadi yang dihapus atau yang akan kita katakanlah keluarkan, dari daftar aktif dilelang dan sebagainya, sudah ada penggantinya,” ucap Prabowo.

  • TNI AL Terima Tanah Rampasan Kasus Korupsi Senilai 55 Miliar dari KPK

    TNI AL Terima Tanah Rampasan Kasus Korupsi Senilai 55 Miliar dari KPK

    TIKTAK.ID – TNI Angkatan Laut (AL) melalui Kementerian Pertahanan menerima tanah rampasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa aset tanah serta bangunan di atasnya senilai Rp55.823.297.000 yang merupakan barang rampasan negara dari perkara korupsi.

    Serah terima aset tersebut dilakukan di atas KRI Dewaruci pada Selasa (23/2/21).

    Ketua KPK, Firli Bahuri dalam kesempatan acara itu menyatakan bahwa serah terima aset tersebut sebagai bentuk pengelolaan barang rampasan negara dari hasil penindakan.

    Baca juga : Survei Kepuasan Ormas Pada Jokowi, Dari NU, Muhammadiyah, hingga FPI

    “Hal ini dilakukan agar semua aset yang ada dapat dimanfaatkan oleh negara untuk sebesar-besar kepentingan rakyat. Dalam hal ini, TNI Angkatan Laut sebagai salah satu penjaga kedaulatan negara,” terang Firli pada pembukaan acara serah terima aset yang dihadiri dari unsur KPK, Kementerian Keuangan dan TNI.

    Firli menyatakan KPK senantiasa berkomitmen dalam pengelolaan aset rampasan negara untuk dapat dimanfaatkan bagi bangsa dan negara.

    Penyerahan aset itu disambut baik oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono. Ia menyatakan aset TNI AL di daratan sangat sedikit sekali sehingga aset yang diberikan kali ini bakal sangat berguna bagi lembaganya.

    Baca juga : Sandiaga-Ridwan Kamil Jajaki Peluang Duet di Pilpres 2024

    Aset yang diperoleh TNI AL merupakan barang rampasan negara yang bersumber dari perkara tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas nama terpidana mantan Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin yang telah menjalani persidangan beberapa waktu yang lalu.

    Tanah yang juga didirikan bangunan di atasnya itu terletak di Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan luas tanahnya sekitar 2.100 meter persegi, sedangkan bangunannya seluas 2.400 meter persegi di atasnya.

    Pada acara serah terima aset, turut hadir Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, serta Nurul Ghufron.

    Baca juga : Elektabilitas Masih Paling Top, Anak Buah Prabowo Wacanakan Jokowi Ikut Maju Lagi di Pilpres 2024

    Sementara itu, dari Kementerian Keuangan datang Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Purnama T Sianturi serta perwakilan Kementerian Pertahanan hadir Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsda TNI Yusuf Jauhari.

  • Siapakah John Lie, WNI Etnis Tionghoa yang Namanya Jadi Nama Kapal Perang RI?

    Siapakah John Lie, WNI Etnis Tionghoa yang Namanya Jadi Nama Kapal Perang RI?

    TIKTAK.ID – Pemerintah Indonesia diketahui telah mengabadikan nama pahlawan nasional dari etnis Tionghoa, John Lie, menjadi nama bagi kapal perang TNI AL jenis Multi Role Light Frigate (MRLF).

    Laksamana Muda John Lie sendiri merupakan prajurit tempur laut andal yang berani menembus blokade pertahanan Belanda dalam operasi lintas laut (1945-1949).

    Pemilik nama lengkap John Lie Tjeng Tjoan tersebut mengenyam pendidikan di Hollands Chinese School (HCS) dan Christelijke Lagere School, kemudian menapaki Jakarta pada usia 17 tahun.

    Baca juga : Dipolisikan Akibat Cuitannya Soal Kematian Maaher di Rutan, Ini Reaksi Novel Baswedan

    Selama di Ibu Kota, John Lie sempat menjadi buruh di Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum akhirnya bekerja di perusahaan pelayaran Belanda Koninklijk Paketvaart Mattschappij (KPM) pada 1929.

    Pekerjaan pertama pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara pada 9 Maret 1911 ini yakni sebagai Mualim III. Ia bertugas mengatur, memeriksa, memelihara semua alat keselamatan kapal, serta mengatur arah navigasi.

    Seperti dikutip CNN Indonesia dari buku “Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi: Biografi Laksamana Muda John Lie” (2008), pada Februari 1942 John Lie berada di Pelabuhan Cilacap, di atas kapal MV Tosari milik KPM menuju Pangkalan Inggris Khoramshar di Iran.

    Baca juga : Pakar Komunikasi Politik Nilai Anies Muliakan Jokowi Saat Tunjukkan Prestasinya Pimpin DKI

    Ia dan para awak MV Tosari lainnya mendapat pelatihan militer untuk menghadapi Perang Dunia II, seperti taktik perang laut, menggunakan berbagai macam senjata api, dan manajemen pengapalan logistik.

    Setelah perang Dunia II, tepatnya usai Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, John Lie memutuskan kembali ke Indonesia. Begitu berlabuh di Yogyakarta, ia bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) -saat ini TNI AL- sebagai Kelasi III.

    Halaman selanjutnya…

  • Laut China Selatan Memanas, TNI AL Bersiaga di Natuna

    Laut China Selatan Memanas, TNI AL Bersiaga di Natuna

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono memiliki rencana untuk memindahkan markas Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada (Koarmada) I ke Natuna. Guspurla sendiri saat ini bertugas menjalankan operasionalnya di Jakarta.

    Rencana pemindahan markas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan dan atau pecahnya perang di Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) Indonesia di wilayah Natuna, terutama yang berasal dari konflik negara lain yang ada di Laut China Selatan. Selain itu, di wilayah Natuna juga kerap kali terjadi pelanggaran wilayah kedaulatan.

    “Nanti ke depan saya akan memberi kebijakan Komandan Guspurla untuk pindah ke Natuna. Iya, akan dipindah ke sana (markasnya),” ujar Yudo di Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (23/11/20).

    Baca juga : Baru Dilantik, Kapolda Metro Jaya Silaturahmi ke Anies di Balai Kota, Pertanda Apa?

    Menurut Yudo, pelanggaran kedaulatan masih terjadi di Natuna. Bahkan beberapa waktu lalu, lanjutnya, Coast Guard China juga kedapatan masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di Natuna.

    Tidak hanya itu, konflik yang terjadi antara Amerika bersama sekutunya terhadap China di wilayah Laut China Selatan pun kian memanas. Yudo pun menyatakan jika sampai pecah perang, maka Indonesia khususnya Natuna akan terkena imbasnya.

    Oleh sebab itu, Yudo menegaskan hal-hal tersebut mesti diantisipasi oleh Indonesia. Ia mengatakan salah satunya dengan cara menempatkan dan memfokuskan Guspurla untuk berjaga di wilayah tersebut.

    Baca juga : Anies Baswedan Baca Buku ‘How Democracies Die’, Tsamara Amany: Memalukan!

    “Untuk mengantisipasi situasi yang terjadi sewaktu-waktu, terjadi sesuatu, maka Guspurla bisa langsung pimpin kapal perang yang ada satuan tugas yang ada di sana,” tutur Yudo.

    Yudo menjelaskan bahwa pemindahan markas Guspurla Koarmada I tak hanya sementara. Ia menyebut markas yang semula berada di Jakarta itu akan berada di Natuna secara permanen. Ia menilai keputusan itu demi menjaga kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan.

    “Wilayah operasinya akan berada di Laut Natuna, sehingga akan lebih efektif apabila satuan Gugus Tempur Laut akan kita tempatkan di Natuna,” terang Yudo.

    Baca juga : Pengalaman Ahok di Ibu Kota yang Kini Juga Dirasakan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung

    Meski begitu, Yudo masih belum memerinci kapan waktu pemindahan markas Guspurla Koarmada I dilakukan.