Tag: Sunscreen

  • Cara Agar Kulit Tidak Belang, Tak Cukup Pakai Sunscreen

    Cara Agar Kulit Tidak Belang, Tak Cukup Pakai Sunscreen

    TIKTAK.ID – Umumnya, kulit belang disebabkan oleh paparan cahaya matahari dalam periode waktu yang lama. Sebab, sinar ultraviolet (UV) bisa meningkatkan pigmentasi pada kulit dan membuat area yang terpapar tampak lebih gelap daripada area lainnya.

    Kulit belang memang tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun ada beberapa perubahan kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya.

    Seperti dilansir Kompas.com dari Cleveland Clinic dan Medical News Today, berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan agar kulit tidak belang:

    1. Melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan memakai sunscreen minimal SPF 30 dan mengenakan pakaian tertutup yang bisa melindungi kulit
    2. Menghindari kebiasaan mengelupas luka setelah mengalami cedera, atau memencet jerawat
    3. Berkonsultasi dengan tenaga medis profesional, seperti dokter kulit, sebelum menggunakan krim tertentu untuk mencerahkan kulit belang. Sebab, hal itu bisa menimbulkan reaksi tertentu
    4. Menghindari memakai produk pencerah kulit untuk mencerahkan seluruh bagian tubuh
    5. Berada di dalam ruangan atau berteduh, guna mengurangi paparan sinar matahari
    6. Menghindari konsumsi obat tertentu yang bisa memicu hiperpigmentasi, atau kulit menjadi lebih gelap dibandingkan sebelumnya
    7. Mengonsumsi vitamin tertentu untuk menjaga kesehatan kulit, misalnya vitamin C.

    Kulit belang umumnya memang bukan kondisi medis yang berbahaya. Akan tetapi, kulit belang bisa jadi merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu, seperti kanker kulit dan penyakit Addison.

    Oleh sebab itu, Anda sebaiknya segera mencari bantuan medis jika kulit belang disertai dengan gejala tertentu. Di antaranya kulit berubah kemerahan, kulit terasa panas ketika disentuh, gatal dan nyeri di kulit, serta muncul darah atau nanah dari kulit.

    Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab kulit belang, sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Namun beberapa cara agar kulit tidak belang di atas bisa dicoba agar tidak mengganggu penampilan.

    Meski kulit belang umumnya bukan masalah medis yang serius, tapi Anda tetap diimbau mencari bantuan medis dan menghindari melakukan diagnosis pribadi, supaya tidak memicu masalah medis lainnya.

  • Ini Alasan Tetap Perlu Gunakan Sunscreen Saat Iklim Dingin

    Ini Alasan Tetap Perlu Gunakan Sunscreen Saat Iklim Dingin

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang hanya rajin menggunakan tabir surya atau sunscreen ketika cuaca panas. Padahal, sunscreen tetap perlu dipakai saat iklim dingin demi menjaga kesehatan kulit.

    Sunscreen sendiri adalah produk perawatan kulit yang berfungsi melindungi paparan sinar ultraviolet, baik UV A maupun UV B. Mengaplikasikan sunscreen pada wajah, tangan, kaki, atau bagian tubuh lain akan membuat kulit terhindar dari terbakar (sunburn), flek hitam (freckles), kemerahan atau menghitam akibat sengatan sinar matahari.

    Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari Universitas Indonesia, dr. Matahari Arsy H. Permata, Sp. KK, pada iklim dingin tetap ada sinar UV yang dapat mengenai kulit. Untuk itu, dia menilai perlu menggunakan sunscreen ketika iklim dingin.

    “Tabir surya tentu tetap perlu walaupun iklim dingin. Iklim dingin itu bukan berarti tidak ada sinar UV yang mengenai kulit,” ungkap dr. Matahari, seperti dilansir Kompas.com dari Antara.

    Mengutip American Academy of Dermatology (AAD), sunscreen bahkan perlu dipakai ketika kita berada di dalam rumah. Sebab, sinar UV dari matahari masih dapat masuk ke dalam ruangan lewat jendela, pintu, atau celah-celah lain.

    Jika Anda hanya berada di rumah, bisa menggunakan tabir surya dengan sekali oles atau semprot saja. Akan tetapi, sebaiknya aplikasikan ulang jika kulit terkena air atau keringat.

    Dokter Matahari pun menyarankan untuk mengecek indeks ultraviolet, supaya dapat mengetahui tingkat paparan radiasi sinar UV di suatu tempat. Dia mengatakan pengecekan indeks UV juga berfungsi menentukan jenis sunscreen yang akan digunakan.

    “Sinar UV itu kan tidak terlihat oleh mata, jadi kita dapat memakai aplikasi di handphone. Secara umum, bila indeks UV-nya masih berwarna hijau, masih oke menggunakan SPF (Sun Protection Factor) di bawah 30,” terang Matahari.

    Untuk diketahui, Indonesia punya indeks ultraviolet yang sangat tinggi. Sebelum tengah hari saja indeksnya sudah belasan dan berada di zona merah. Untuk itu, sebaiknya menggunakan sunscreen dengan kandungan SPF di atas 30.

    Selain itu, terdapat sejumlah kesalahan penggunaan sunscreen yang mungkin sering tidak disadari. Di antaranya malas mengaplikasikan ulang tabir surya, tidak memperhatikan tanggal produksi serta masa kedaluwarsa sunscreen, memakai sunscreen dengan SPF di bawah 30 pada cuaca panas, serta hanya mengaplikasikan sunscreen di area yang langsung terpapar matahari (wajah, tangan, kaki).

  • Kenali Perbedaan Sunblock dan Sunscreen

    Kenali Perbedaan Sunblock dan Sunscreen

    TIKTAK.ID – Banyak orang yang masih bingung soal perbedaan Sunblock dan Sunscreen. Kedua produk perawatan kulit ini memang sama-sama dapat digunakan sebagai tabir surya untuk menangkal efek buruk radiasi sinar UV dari paparan sinar matahari. Meski begitu, ada sejumlah perbedaan mendasar dari kedua jenis tabir surya tersebut.

    Menurut ahli dermatologi dr. Kardiana Dewi, Sp.KK, FINSDV, ada tiga perbedan Sunblock dan Sunscreen, dilihat dari jenis dan cara kerja, karakteristik tekstur bahan, hingga penggunaannya.

    Dewi mengatakan Sunblock adalah jenis tabir surya physical, sementara Sunscreen merupakan jenis tabir surya chemical.

    “Jenis tabir surya physical artinya, ketika produk digunakan, maka produk secara otomatis langsung menangkal kandungan UVB dari sinar matahari,” ungkap Dewi, seperti dikutip Kompas.com dari Antara, pada Jumat (2/12/22).

    Kemudian tabir surya berjenis chemical berarti produk punya cara kerja mengubah paparan radiasi dari sinar matahari yang terserap kulit menjadi kandungan yang tak berbahaya bagi tubuh.

    Dewi menilai Sunblock memiliki karakteristik tekstur bahan yang lebih kental daripada Sunscreen. Hal itu dipengaruhi cara kerja Sunblock yang langsung menangkal bahaya UVB, sehingga bahannya pun lebih tebal atau kental.

    Dewi menyatakan tekstur Sunscreen lebih ringan dan bisa tercampur dengan produk perawatan lainnya.

    “Umumnya, Suncreen lebih nge-blend dengan warna kulit dan makeup. Saat menggunakan Sunblock, pengguna kerap mengalami whitecast (kondisi ketika permukaan kulit tampak putih di beberapa titik),” ungkap Dewi.

    Dewi menjelaskan, perbedaan Sunblock dan Sunscreen dari sisi karekteristik bahan atau tekstur juga memengaruhi manfaat atau penggunaannya.

    Dewi menganggap manfaat Sunblock lebih cocok untuk tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan dalam durasi yang panjang, misalnya berjemur di pantai atau mendaki gunung.

    Dewi melanjutkan, manfaat Sunscreen lebih cocok untuk penggunaan tabir surya sehari-hari, atau aktivitas yang tak terlalu banyak terpapar sinar matahari.

    Karena jamak dipakai untuk aktivitas sehari-hari, maka produk Sunscreen paling banyak jenis pilihannya. Mulai dari bentuk gel, krim, powder, spray, hingga stick.

    Terlepas dari perbedaan Sunblock dan Sunscreen tersebut, Dewi menyarankan penggunaan kedua tabir surya ini disesuaikan dengan jenis kulit. Dia mengimbau pemilik kulit wajah berminyak menggunakan tabir surya jenis gel atau spray. Sedangkan pemilik kulit kering, sebaiknya memakai tabir surya yang lebih melembapkan, seperti bentuk krim.

  • Agar Tak Sia-sia, Kenali Kesalahan Penggunaan Sunscreen atau Tabir Surya

    Agar Tak Sia-sia, Kenali Kesalahan Penggunaan Sunscreen atau Tabir Surya

    TIKTAK.ID – Penyerapan sinar UV, baik UV A maupun UV B, dapat memberikan pengaruh buruk bagi kulit. Untuk mencegah hal itu, Anda perlu memakai tabir surya atau sunscreen. Namun penggunaan sunscreen yang tidak tepat akan menyebabkan kulit tak terlindung dari paparan sinar UV secara optimal.

    Kesalahan dalam mengaplikasikan sunscreen berpotensi membuat kulit terbakar (sunburn), muncul flek hitam (freckles), warna kulit berubah kecokelatan dan tidak rata (uneven skin tone), penuaan dini, sampai kanker kulit.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukan ketika mengaplikasikan sunscreen.

    Hanya menggunakan tabir surya saat cuaca panas
    Kesalahan ini yang paling sering dilakukan banyak orang, lantaran berpikir kulit bakal rusak hanya ketika terkena sinar matahari yang cerah. Padahal, American Academy of Dermatology (AAD) mengatakan sunscreen harus tetap diaplikasikan saat cuaca mendung dan ketika di dalam rumah.

    Kita harus tetap menggunakan sunscreen di dalam rumah karena sinar UV dari matahari masih bisa masuk ke dalam ruangan lewat jendela dan memapar kulit. Ketika sedang berada di rumah, Anda bisa mengaplikasikan sunscreen sekali saja, tapi saat kulit berkeringat atau terkena air, wajib mengaplikasikan kembali.

    Tidak memperhatikan masa kedaluwarsa tabir surya
    Menurut peraturan Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, sunscreen harus digunakan maksimal tiga tahun setelah tanggal produksi. Jika tabir surya kedaluwarsa, maka bahan kimia di dalamnya akan rusak dan tidak memberikan perlindungan apa pun.

    Menggunakan sunscreen dengan SPF kurang dari 30
    Anda perlu memakai sunscreen dengan SPF minimal 15 atau di atas 30 dan tahan air jika ingin memperoleh manfaat maksimal.

    Malas mengaplikasikan ulang tabir surya
    Ketika Anda berenang atau melakukan banyak aktivitas di luar ruangan, sebaiknya Anda rajin mengaplikasikan kembali sunscreen. Sebab, tabir surya mudah luntur jika terkena air dan keringat. Anda dapat mengoleskan kembali sunscreen setiap dua jam demi melindungi kulit ketika berada di bawah sinar matahari langsung.

    Cara lain untuk menangkal sinar matahari selain menggunakan sunscreen
    Selain memakai sunscreen, Anda dapat menambah perlindungan diri dari sengatan sinar matahari, khususnya sekitar pukul 10-14. Anda bisa mengenakan pakaian ekstra untuk melindungi tubuh dari paparan sinar matahari, seperti topi, kacamata pelindung, dan jaket.

  • Pentingnya Pakai Sunscreen Meski di dalam Ruangan

    Pentingnya Pakai Sunscreen Meski di dalam Ruangan

    TIKTAK.ID – Sinar matahari diketahui dapat menjadi pemicu terbesar kondisi kulit yang tidak sehat. Baik untuk menjalani aktivitas di luar maupun dalam rumah, maka sunscreen atau tabir surya wajib digunakan sebagai langkah pertama untuk menjaga kesehatan kulit.

    Menurut dokter spesialis kulit dr Arthur S. Simon, Sp.KK alias pencetus Instagram @dokterkulitkucom, 80 persen kondisi kulit kusam sebenarnya akibat paparan matahari ketika seseorang masih berusia 17 tahun ke bawah.

    Oleh sebab itu, dr Arthur menyebut penggunaan sunscreen yang terlambat di usia 18 tahun ke atas, meski rutin digunakan, hanya dapat “menyelamatkan” 20 persen kondisi kulit.

    “Kulit yang sehat dan berbinar lebih mudah dicapai jika kulit telah dijaga sejak dini, dari kecil. Sebab, sinar matahari menimbulkan beragam efek jelek bagi kulit. Sinar matahari meningkatkan produksi pigmen, dan membuat flek. Kemudian sinar matahari juga bisa menghancurkan pondasi kulit sehingga menyebabkan kulit kendur atau peyot,” ujar dr Arthur dalam program e-Life, Jumat (12/3/21), seperti dilansir detik.com.

    Lebih lanjut dr Arthur menjelaskan, penggunaan sunscreen seharusnya sudah dilakukan sejak anak berusia 2 tahun. Atau setidaknya, kata dr Arthur, perlindungan dari paparan sinar matahari perlu dilakukan demi kesehatan kulit jangka panjang, seperti mengenakan topi, payung, dan lain-lain.

    “(Penggunaan sunscreen sejak anak-anak) aman, dan memang seharusnya begitu,” tutur dr Arthur.

    Lebih lanjut, sering kali orang yang bekerja di dalam ruangan atau yang menjalani Work from Home meremehkan pentingnya penggunaan sunscreen. Padahal, dr Arthur mengatakan kulit wajah tetap memerlukan perlindungan dari sinar matahari meski aktivitas hanya dilakukan dalam ruangan.

    Ia melanjutkan, begitu juga ketika langit tampak mendung, paparan sinar matahari yang terhalang sebenarnya tetap bisa membahayakan kulit.

    “Kalau kamu memang tinggal dalam goa yang benar-benar gelap dan tidak kena sinar matahari, ya enggak apa-apa sih. Tapi selama masih berada di dalam ruangan yang terang atau ada jendela, maka kamu masih tetap bisa mendapat efek jelek matahari. Hal itu bisa dilindungi dengan penggunaan sunscreen,” terang dr Arthur.