Tag: Stres Kerja

  • Tips Cegah Burnout atau Stres Parah Saat Kerja

    Tips Cegah Burnout atau Stres Parah Saat Kerja

    TIKTAK.ID – Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa kerja keras adalah kunci kesuksesan. Meski begitu, bekerja terlalu keras hingga mengabaikan jadwal istirahat dapat memicu burnout.

    Burnout sendiri merupakan kondisi stres parah yang dapat menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional. Burnout bukan sekadar kelelahan, karena kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya sulit mengatasi stres dan beraktivitas.

    Umumnya, penderita burnout seringkali merasa tak punya energi untuk kembali beraktivitas, bahkan sekadar bangun dari tempat tidur. Selain itu, mereka juga cenderung merasa putus asa dan berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

    Oleh sebab itu, ketika rasa lelah mulai muncul, sebaiknya segera mengambil langkah pencegahan.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tips mengatasi burnout:
    Menetapkan tujuan kerja
    Menemukan kembali tujuan Anda dalam bekerja dapat membantu menghindari burnout dan menjauhkan stres. Anda dapat mencoba mencari makna di setiap hal yang Anda lakukan. Sekali waktu, cobalah luangkan waktu untuk menentukan apa tujuan Anda melakoni pekerjaan tersebut.

    Kemudian jika Anda merasa peran atau karier yang Anda sedang lakukan adalah hal yang salah, sebaiknya merancang rencana lain yang spesifik. Jika memungkinkan, cari pekerjaan atau karier apa yang cocok sehingga Anda merasa bersemangat dalam melakukannya.

    Mengonsumsi makanan sehat
    Sebaiknya Anda rajin mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan asam lemak omega-3, karena makanan ini bisa menjadi antidepresan alami. Makanan yang kaya omega-3 seperti minyak biji rami, kenari, dan ikan dapat membantu meningkatkan suasana hati.

    Tidur yang cukup
    Tubuh membutuhkan waktu untuk istirahat, sehingga dapat mengisi kembali energi. Untuk itu, tidur nyenyak sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental kita.

    National Sleep Foundation mengimbau untuk menghindari kafein sebelum tidur, membuat ritual waktu tidur yang santai, dan menghindari penggunaan ponsel menjelang waktu tidur. Sebab, hal itu dapat membantu meningkatkan kualitas tidur kita.

    Rutin berolahraga
    Selain baik untuk kesehatan fisik, olahraga juga dapat meningkatkan suasana hati kita. Anda pun tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di gym untuk mendapatkan manfaat ini. Sekadar olahraga ringan seperti jalan kaki, sudah dapat membantu meningkatkan energi dan suasana hati kita.

  • Ciri-ciri Stres Kerja dan Cara Mengatasinya

    Ciri-ciri Stres Kerja dan Cara Mengatasinya

    TIKTAK.ID – Stres kerja bisa memengaruhi kinerja, kesehatan, serta kehidupan pribadi seseorang. Meski begitu, stres atau tekanan tidak selamanya buruk, karena stres dengan kadar ringan dapat membantu seseorang tetap fokus, energik, dan memberikan tantangan baru agar tidak gampang bosan.

    Selain itu, sedikit stres juga bisa membuat seseorang lebih waspada, sehingga bisa lebih cermat dan berhati-hati. Akan tetapi, terlalu banyak stres dapat membuat seseorang tidak berdaya sampai berada di situasi sulit.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Help Guide, ada beberapa penyebab stres kerja yang umum memicu kegelisahan para pekerja, yakni takut dipecat atau di-PHK, jam kerja yang terlalu panjang, terlalu banyak pekerjaan, atau jam kerja tidak jelas. Kemudian target untuk memenuhi ekspektasi pemberi upah meningkat, tanpa diimbangi kepuasan kerja, iklim kerja penuh tekanan, kerap berkejaran dengan tenggat yang mepet, dan lainnya.

    Mengutip Better Health, terdapat beberapa tanda stres kerja. Gejala stres kerja dari aspek fisik, di antaranya yaitu kelelahan, otot sering tegang, sakit kepala, jantung berdebar, susah tidur, gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, gatal atau kulit bermasalah.

    Sementara gejala stres kerja dari psikologis, dapat berupa depresi, gelisah, putus asa, mudah marah, pesimistis, kewalahan dan merasa tidak mampu mengatasi persoalan, susah konsentrasi dan mengambil keputusan.

    Terdapat pula gejala stres kerja dari perilaku, yakni sering sakit, malas bekerja, kreativitas dan inisiatif berkurang, kinerja atau performa menurun, relasi dengan teman kerja buruk, suasana hati berubah dan mudah tersinggung, toleransi minim, gampang frustasi, dan tidak sabaran, kehilangan minat pada banyak hal, serta lebih suka menyendiri.

    Jika Anda merasa memiliki beberapa tanda stres kerja di atas, sebaiknya segera atasi sebelum mengganggu kesehatan dan kehidupan pribadi.

    Terdapat beberapa cara mengatasi stres kerja yang bisa dilakukan, di antaranya:
    Diskusikan penyebab stres Anda bersama atasan untuk mendapatkan solusi.
    Mulai menyusun agenda atau daftar pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari. Anda dapat mengerjakan mulai dari yang paling sulit di pagi hari saat pikiran masih segar.
    Menjaga pola makan bergizi lengkap dan seimbang.
    Menyempatkan olahraga di sela-sela rutinitas.
    Meluangkan waktu untuk relaksasi secara teratur setiap hari.
    Rehat, paling tidak seminggu sekali.
    Sebaiknya hindari melampiaskan stres kerja kepada orang terdekat.
    Beri tahu orang terdekat mengenai masalah stres kerja Anda. Anda juga bisa meminta saran dan dukungan dari mereka.
    Hindari melampiaskan stres kerja ke hal negatif, seperti merokok atau minum minuman beralkohol.
    Jika stres kerja mulai mengganggu kesehatan dan berdampak pada kehidupan pribadi, maka tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke psikolog.