Tag: Serie A

  • Juventus Alami Kerugian Lima Kali secara Beruntun

    Juventus Alami Kerugian Lima Kali secara Beruntun

    TIKTAK.ID – Juventus diketahui kembali menelan kerugian pada tahun keuangan musim lalu. Hal itu pun menjadi kelima kalinya secara beruntun Bianconeri mengalami defisit neraca keuangan.

    Berdasarkan dokumen yang dirilis Juventus, pada Jumat (23/9/22), musim 2021-22 ditutup dengan kerugian total sebesar 254,3 juta Euro (sekitar 3,72 triliun Rupiah) dengan kurs 1 Euro = 14.643,62 Rupiah.

    Jumlah tersebut lebih besar dari kerugian musim sebelumnya yang “hanya” sebesar 209,9 juta Euro.

    Kerugian itu juga menjadi yang terbesar di antara klub-klub Serie A. Meningkatnya kerugian klub itu akibat menurunnya pendapatan, bertambahnya biaya operasi, dan berkurangnya nilai amortisasi serta penyusutan dibanding musim 2020-21.

    Sebelumnya, direksi Juventus sempat memprediksi kalau kerugian ini bakal terjadi kembali, mengingat keuangan klub masih terpengaruh dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Tidak hanya itu, prestasi klub yang tanpa gelar di musim lalu pun turut berperan terhadap keuangan klub.

    Pada musim 2020-2021, Juventus telah menerima uang hak siar lebih banyak lantaran adanya laga-laga musim 2019-2020 yang digeser menjadi bulan Juni – Agustus, akibat penundaan jadwal karena pandemi. Hal itu membuat jumlah pertandingan di periode tersebut menjadi bertambah.

    Pada musim lalu, semua berjalan normal. Jadi ketika Juventus tersingkir cepat di Liga Champions, jumlah uang yang diterima baik dari hadiah maupun hak siar jadi berkurang.

    Kali ini menjadi tahun kelima secara berturut-turut Juventus mengalami kerugian. Pada musim 2017-2018 silam, mereka mengalami kerugian senilai 19 juta Euro. Setelah itu disusul rugi 40 juta Euro pada 2018-2019, rugi 90 juta Euro pada 2019-2020, dan rugi 209,9 juta Euro pada 2020-2021.

    Akan tetapi, utang bersih Juventus telah berkurang jauh, dari awalnya 389,2 juta Euro menjadi 153 juta Euro. Hal itu karena adanya kucuran modal dari klub sebesar 393,8 juta Euro, dan dikurangi berbagai pengeluaran sebesar 157,6 juta Euro.

    Lebih lanjut, muncul tekanan terhadap Juventus agar memenangkan laga berikutnya kontra Maccabi Haifa di pentas Liga Champions. Pasalnya, bila tidak, maka mereka berpotensi gagal meraih tiket lolos ke babak gugur.

    Mengutip Ligaolahraga.com dari Corriere dello Sport, Si Nyonya Tua bahkan berpotensi kehilangan hingga jutaan Euro jika sampai gagal mengamankan diri tampil di babak 16 besar.

  • Cristiano Ronaldo dan Juventus Terancam Turun Kasta

    Cristiano Ronaldo dan Juventus Terancam Turun Kasta

    TIKTAK.ID – Cristiano Ronaldo dan Juventus diketahui terancam turun kasta ke Liga Europa musim depan, setelah mengalami kekalahan telak dengan skor 0-3 dari AC Milan dalam pekan ke-35 Serie A liga Italia. Meski tampil di kandang sendiri, namun Ronaldo tetap tidak berkutik dan terpaksa menyerah dari Milan di Stadion Allianz, pada Senin (10/5/21) dini hari WIB.

    Perlu diketahui, gol-gol kemenangan Rossoneri masing-masing dicetak oleh Brahim Diaz, Ante Rebic, dan Fikayo Tomori. Milan sendiri hampir saja berhasil menambah skor, andai Franck Kessie sukses menunaikan tugasnya sebagai algojo penalti.

    Kekalahan itu pun membuat Juventus terlempar ke posisi lima dengan perolehan 69 poin. Sedangkan Milan saat ini berada di peringkat ketiga dengan raihan 72 poin, sama seperti Atalanta di posisi kedua.

    Kemudian di urutan keempat terdapat Napoli dengan perolehan 70 poin. Akan tetapi, persaingan menembus empat besar tampaknya masih sengit, walaupun Inter Milan sudah memastikan gelar juara Liga Italia.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, kekalahan dari Milan merupakan sinyal negatif bagi Juventus menjelang akhir kompetisi yang menyisakan tiga pertandingan. Tidak hanya membuat mental pemain ambruk, Juve juga masih harus bertemu Inter dan Atalanta.

    Dua laga berat jelang akhir musim pun dapat menjadi batu sandungan bagi Bianconeri untuk tampil di Liga Champions musim depan. Meski begitu, hal ini bukan berarti peluang Juve sudah habis. Pasalnya, Milan dan Atalanta juga bisa terpeleset di menit-menit akhir akibat keduanya masih akan berhadapan satu sama lain.

    Lebih lanjut, Lazio yang kini menempati urutan keenam juga masih memiliki peluang untuk membuat kejutan. Tim arahan Simone Inzaghi tersebut saat ini telah mengemas 64 poin dari 34 pertandingan.

    Di sisi lain, mantan pelatih AC Milan dan Juventus, Fabio Capello, ikut mengomentari hasil pertandingan tersebut dan tidak terkesan oleh penampilan kedua tim. Ia menilai penampilan Juventus sangat memalukan, dan AC Milan juga tak terlihat agresif.

    “Juventus memalukan, karena mereka tidak terlihat pada babak pertama. Mereka seperti tanpa gagasan, dan seperti ketika menghadapi Udinese pada pekan sebelumnya,” ucap Fabio Capello, dikutip bola.com dari Sky Sport Italia.

  • Usai 27 Tahun, Kerja Sama Pirelli-Inter Milan Berakhir

    Usai 27 Tahun, Kerja Sama Pirelli-Inter Milan Berakhir

    TIKTAK.ID – Kerja sama perusahaan multinasional Pirelli dengan klub Inter Milan diketahui telah berakhir. Artinya, mulai musim depan kostum salah satu kontestan Liga Italia itu tak lagi dihiasi oleh Pirelli.

    Perlu diketahui, kerja sama Inter Milan dan Pirelli sendiri merupakan salah satu kerja sama klub dengan sponsor yang bertahan lama menghiasi dunia sepak bola saat ini. Mulai era 90-an, Pirelli sudah identik menghias kostum biru-hitam milik Inter.

    Padahal sejumlah tim besar lain kerap berganti sponsor kostum. Contohnya Manchester United dari Sharp ke berbagai sponsor hingga Chevrolet saat ini, serta Liverpool yang dulu identik dengan Carlsberg kini menjadi Standard Chartered. Akan tetapi, Inter terus setia dengan perusahaan multinasional yang didirikan di Milan.

    Hal serupa pun terjadi di Italia. AC Milan yang pada 90-an identik dengan Opel, telah berganti ke berbagai macam sponsor, hingga kini dihias oleh Fly Emirates.

    Meski begitu, kerja sama panjang antara Inter dan Pirelli akhirnya usai. Seperti dilansir CNN Indonesia dari BR Football, kerja sama yang sudah terjalin selama 27 tahun tersebut akhirnya berakhir di pengujung musim.

    Sementara itu, CEO Pirelli, Marco Tronchetti Provera menyatakan bahwa Inter Milan bakal mengganti sponsor kaos mereka mulai musim depan. Menurutnya, meski sudah berpisah, namun ia memastikan hubungan Pirelli dengan Inter tetap baik.

    “Kami tengah dalam pembicaraan dengan Antonello, Marotta, dan Direktur Inter lainnya. Kami memang tidak akan menjadi sponsor seragam Inter lagi, tetapi hubungan kami dengan klub akan terus berlanjut,” terang Tronchetti Provera, dikutip Indosport.com dari Football Italia.

    Sebelumnya, Inter sendiri pada musim ini tengah difavoritkan untuk bisa menjadi juara Liga Italia. Romelu Lukaku beserta kawan-kawan saat ini mengoleksi sebanyak 56 poin. Mereka berhasil unggul empat angka atas AC Milan yang kini berada di posisi kedua.

    Lebih lanjut, Inter terakhir kali menjadi juara Liga Italia pada 2009/2010 saat mereka meraih treble. Namun setelah momen itu, Inter tidak lagi bisa menjadi yang terbaik di Liga Italia.

  • Tak Ada Pemasukan, Juventus Rugi 1,9 Triliun

    Tak Ada Pemasukan, Juventus Rugi 1,9 Triliun

    TIKTAK.ID – Juventus tampaknya betul-betul terdampak pandemi virus Corona (Covid-19). Musim 2020/2021 baru berjalan setengah, namun Bianconeri telah mengalami kerugian hingga sebesar 113 juta Euro atau sekitar Rp1,9 Triliun.

    Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memberikan efek yang buruk untuk segala industri di dunia ini, termasuk sepakbola. Penyebaran virus ini pun sangat cepat, sehingga membuat banyak negara terdampak dan akhirnya menghentikan banyak aktivitas.

    Setelah kompetisi berhenti selama empat bulan, lantas membuat Juventus tidak memiliki pemasukan sama sekali. Bahkan saat kompetisi sudah berjalan lagi, tetap tidak ada penonton yang hadir, demi menekan angka penularan.

    Hal itu menyebabkan klub mengalami kerugian karena tidak mendapat pemasukan dari sisi tiket dan penjualan merchandise. Kemudian begitu musim 2019/2021 berakhir, Juventus melaporkan kerugian mencapai 71,4 juta Euro atau sekitar Rp1,2 Triliun.

    Kondisi tersebut pun terus bergulir di musim ini. Pasalnya, pertandingan masih belum bisa dihadiri penonton mengingat pandemi virus Corona belum tuntas. Walhasil, kerugian klub semakin besar dan mencapai 113 juta Euro (Rp1,9 T) di paruh pertama musim ini, sekitar September hingga Januari.

    Angka itu bahkan telah melewati total kerugian Juventus di musim lalu dalam waktu sama, yaitu sekitar 50,3 juta Euro atau sekitar Rp875 juta.

    “Laporan finansial pertengahan musim 2020/21 ditutup dengan kerugian sebesar 113,7 juta Euro, dibandingkan dengan kerugian senilai 50,3 juta Euro pada pertengahan awal tahun finansial sebelumnya”, sebut pernyataan resmi klub dengan julukan Si Nyonya Tua itu, seperti dilansir Detik.com.

    Menurut Juventus, dengan kondisi keuangan yang merah itu, maka mau tak mau mereka harus lebih mengencangkan ikat pinggang lagi. Contohnya pada musim ini, Juventus mendatangkan empat pemain dengan tiga di antaranya berstatus pinjaman, termasuk Alvaro Morata.

    Memang ada Arthur, namun Juventus harus rela mengorbankan Miralem Pjanic untuk mendapatkannya dari Barcelona. Sedangkan Luis Suarez tidak jadi digaet oleh Juventus dengan alasan gajinya terlalu tinggi.

    Sementara itu, rumor Paul Pogba kembali ke Juventus sepertinya hanya isapan jempol belaka, karena tidak mungkin mengeluarkan uang banyak dalam situasi seperti saat ini.

    Tidak hanya itu, Juventus bahkan kemungkinan akan melepas banyak pemain pada musim panas nanti.

  • Cristiano Ronaldo Seret Gol, Ini Kata Pelatih Juventus

    Cristiano Ronaldo Seret Gol, Ini Kata Pelatih Juventus

    TIKTAK.ID – Cristiano Ronaldo belakangan ini sedang seret gol di Juventus. Pasalnya, sudah tiga laga beruntun di Liga Italia, Ronaldo tidak berhasil melesakkan gol.

    Sebelumnya, Juventus bertandang ke markas Sampdoria di Stadion Luigi Ferraris, pada Minggu (31/1/21) dini hari WIB. Kemudian si Nyonya Tua pulang dengan hasil kemenangan 2-0 melalui gol-gol Federico Chiesa dan Aaron Ramsey.

    Akan tetapi, pada laga tersebut tidak ada nama Ronaldo di papan skor. Dia hanya menciptakan umpan kunci untuk dua gol Juventus.

    Meski begitu, Andrea Pirlo selaku pelatih Juventus tetap memuji Ronaldo. Pirlo menyebut pria asal Portugal itu telah cukup berkontribusi terhadap dua umpan sebelum assist, yang berujung pada gol.

    “Ronaldo memberikan kontribusinya lagi hari ini dengan operannya untuk kedua gol, dan yang terpenting adalah tim berhasil menang,” ujar Pirlo, seperti dikutip Detik.com dari Sky Sport Italia.

    Untuk diketahui, Ronaldo terakhir mencetak gol di Liga Italia ketika Juventus mengalahkan Sassuolo dengan perolehan skor 3-1. Setelah itu, Ronaldo absen mencetak gol di laga melawan Inter Milan, Bologna, dan kini Sampdoria.

    Namun dengan mandulnya Ronaldo dalam mencetak gol, bukan berarti Juventus perlu segera mencari striker baru. Sebab, Pirlo menyatakan bahwa hal itu tidak dibutuhkan sejauh ini. Ia beralasan masih banyak pemain yang bisa dimainkan sebagai ujung tombak.

    “Kami mempunyai banyak pemain serba bisa yang dapat mengambil peran berbeda. Contohnya Chiesa, Dejan Kulusevski, dan bahkan Ramsey. Sedangkan Paulo Dybala akan segera kembali beraksi,” ucap Pirlo.

    Sebelum pertandingan di markas Sampdoria, Ronaldo juga hampa gol saat Juventus bertemu Inter Milan (0-2) dan Bologna (2-0). Namun ini bukanlah pertama kalinya Ronaldo gagal mencetak gol dalam tiga berturut-turut di Liga Italia. Pada 2018 hingga 2019 alias musim pertamanya di Juventus, pemain 35 tahun itu juga sempat mengalami seret gol.

    Ronaldo sendiri saat ini masih berada di puncak daftar top skor sementara Serie A dengan 15 gol. Kemudian terdapat nama Romelu Lukaku di posisi kedua dan Ciro Immobile di tempat ketiga. Sementara itu, Bianconeri duduk di posisi ketiga dengan 39 poin.

    Juventus diketahui tertinggal lima angka dari Inter Milan, serta tujuh poin dari AC Milan.

  • Hasil Imbang Lawan Benevento, Bukti Juventus Sulit Menang Tanpa Ronaldo

    Hasil Imbang Lawan Benevento, Bukti Juventus Sulit Menang Tanpa Ronaldo

    TIKTAK.ID – Juventus memperoleh hasil imbang ketika melawan Benevento pada pekan kesemblian Liga Italia. Hal itu pun menjadi bukti terbaru bahwa Juventus kesulitan menang jika bertanding tanpa Cristiano Ronaldo. Ronaldo sendiri memang sengaja diistirahatkan oleh sang pelatih, Andrea Pirlo.

    Sebenarnya, Juventus memulai pertandingan dengan baik. Mereka langsung membangun serangan dari sisi sayap, untuk menembus wilayah pertahanan Benevento. Namun di awal-awal permainan belum ada peluang yang mampu dikonversi menjadi gol.

    Sebelumnya, Juventus telah gagal menempel AC Milan di klasemen Liga Italia usai hanya memperoleh satu poin dalam laga tandang ke markas tim papan tengah Benevento. Akan tetapi, bukan kali ini saja Juventus gagal meraih kemenangan tanpa Ronaldo di lapangan. Bianconeri juga hanya meraih hasil imbang ketika Ronaldo absen, tepatnya saat bertemu Crotone dan Hellas Verona.

    Perlu diketahui, pemain veteran asal Portugal tersebut tercatat baru bermain lima kali untuk Juventus pada liga domestik dan dua kali berlaga di Liga Champions. Meski begitu, dalam lima penampilan bersama Ronaldo, Juventus berhasil meraih tiga kemenangan dan dua kali seri. Sedangkan satu-satunya kemenangan Juventus ketika tidak diperkuat oleh Ronaldo terjadi saat mengalahkan Napoli.

    Sebelum absen di laga melawan Benevento, Ronaldo sudah absen sebanyak tiga kali. Sebab, Ronaldo harus memperkuat Portugal di laga internasional pada awal Oktober. Kemudian ia dua kali dilarang tampil lantaran terinfeksi virus Corona pada pertengahan Oktober.

    Lebih lanjut, kontribusi Ronaldo pun cukup terlihat jelas dari jumlah gol yang dibukukan. Ketika bermain dalam lima laga dengan durasi 380 menit, mantan bintang Manchester United dan Real Madrid tersebut sukses mencetak delapan gol. Ia juga menjadi salah satu penyerang tajam di kompetisi sepakbola negeri Pizza.

    Hasil yang imbang dalam pertandingan melawan Benevento membuat Juventus kini terpaku di peringkat kelima dengan 17 poin. Juventus pun tertinggal tiga poin dari AC Milan. Selisih poin dengan Milan itu dapat berpotensi melebar, jika Rossoneri mampu menang atas Fiorentina dalam laga pekan kesembilan Serie A yang berlangsung pada Minggu malam.

  • Lazio Sukses Tahan Juventus, Bonucci Jadi Sorotan

    Lazio Sukses Tahan Juventus, Bonucci Jadi Sorotan

    TIKTAK.ID – Paolo Di Canio memandang Leonardo Bonucci tidak sepatutnya dikambinghitamkan dalam kegagalan Juventus meraih tiga angka dari Lazio. Ia lebih memperhatikan performa gelandang bertahan tim berjuluk si “Nyonya Tua”.

    Juventus berhasil dibendung oleh Lazio dalam pekan ke-7 Serie A, Senin (9/11/20) dini hari, saat bertandang ke Olimpico Roma, walau Juventus sempat unggul berkat aksi Cristiano Ronaldo pada menit ke-15 sampai menit akhir laga.

    Tetapi, kemenangan Bianconeri yang menantikan tiupan peluit harus sirna sesudah Filipe Caicedo mencetuskan gol di menit ke-5 injury time. Juventus akhirnya merelakan laga berujung imbang 1-1.

    Leonardo Bonucci menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran dipandang sebagai penyebab hasil seri Juventus dalam menghadapi Lazio. Ia dinilai tidak mampu menjaga Caicedo yang memperoleh umpan bola dari Angel Correa.

    Bonucci memang berada di dekat Caicedo kala gol bersarang ke gawang Juventus. Ia terlambat merespons saat penyerang dari Ekuador ini membalik badan untuk melesakkan tembakan ke gawang Wojciech Szczesny.

    Walaupun begitu, mantan pemain Juventus dan Lazio, Paulo Di Canio, memandang Bonucci tidak seharusnya dikambinghitamkan atas gol Lazio tersebut. Bagi Di Canio, lolosnya solo run Correa dari dua gelandang bertahan Juventus, Rodrigo Bentancur dan Adrien Rabiot, alih-alih dihadang, malah terjadi umpan ke Caicedo.

    “Bonucci adalah satu-satunya yang tak layak disalahkan. Dia berdiri di antara gawang dan lawannya serta dia melakukannya dengan baik,” sebut Di Canio seperti dikutip Detik Sport dari Football Italia.

    “Caicedo memindahkan bola dengan cepat. Dia patut memperoleh pujian lantaran dapat mengantisipasi kemungkinan Bonucci bakal melakukan intervensi.”

    “Masalahnya, di kala Correa menggiring bola melalui dua gelandang tengah yang seharusnya dapat menjadi benteng pertahanan.”

    “Dia mengolongi (Rodrigo) Bentancur yang seharusnya memaksa Correa bermain melebar. Terlalu gampang melewatinya.”

    “Terutama andai (Juan) Cuadrado tak ada di dekatnya, Anda seharusnya memaksa lawan Anda bermain melebar. Lalu, (Adrien) Rabiot juga tak melakukan tekel,” terangnya.

    Akhirnya Juventus harus bertahan di urutan kelima klasemen sementara Liga Itali dengan raihan 13 poin dari 7 laga.

  • Alasan Betah dan Nyaman di Juventus, Dejan Kulusevski: Di Sini Tak Ada Senioritas

    Alasan Betah dan Nyaman di Juventus, Dejan Kulusevski: Di Sini Tak Ada Senioritas

    TIKTAK.ID – Pemain klub Serie A Juventus, Dejan Kulusevski mengaku telah merasa nyaman di klubnya itu. Pasalnya, ia menilai seluruh orang di Bianconeri tak ada yang memandang usia, dan semua terasa sama.

    Sebelumnya, Kulusevski dibeli Juventus dari Atalanta pada Januari 2020 silam. Akan tetapi, dia baru memperkuat Si Nyonya Tua pada awal musim 2020/2021, yakni usai masa pinjaman di Parma berakhir.

    Pemain berusia 20 tahun itu pun langsung menjadi pilihan utama di tim besutan Andrea Pirlo.

    Diketahui dari semua laga yang dilalui bersama Juventus, dia sudah tampil selama 293 menit dan mencetak satu gol.

    Teranyar, Kulusevski ikut bermain sebagai starter saat Juventus menang dengan skor 2-0 dari tuan rumah Dynamo Kyiv di matchday 1 Liga Champions tengah pekan lalu.

    Kulusevski mengklaim Juventus sebagai tempat yang indah. Menurutnya, selama menginjakkan kaki di Turin, tidak ada yang bertanya terkait usianya dan semua orang malah dengan senang hati membantunya berkembang.

    Apa yang dirasakan Kulusevski itu berarti mengindikasikan di Juventus tak ada senioritas. Apalagi di Juventus sangat banyak pemain yang kenyang pengalaman, seperti halnya Cristiano Ronaldo, Leonardo Bonucci, Aaron Ramsey, Giorgio Chiellini, sampai Gianluigi Buffon.

    “Semuanya di sini indah, dan tidak ada pertanyaan tentang usia. Mereka tidak peduli berapa umur Anda,” ujar Kulusevski seperti dikutip Detik.com dari Football Italia.

    “Jika Anda harus bermain, maka Anda harus bermain. Semua orang sangat membantu, bahkan semua orang siap menjawab setiap pertanyaan yang saya miliki,” ucapnya.

    “Ketika saya melakukan sesuatu yang tidak benar, mereka segera memberi tahu saya. Hal itu untuk membantu saya menjadi lebih baik,” lanjut pria asal Swedia itu.

    Kulusevski sendiri merupakan pemain yang bisa bermain di beberapa posisi. Dia sempat bertugas sebagai striker, gelandang serang, dan winger kanan.

    Awalnya, Kulusevski bergabung dengan sistem pendidikan usia muda Atalanta, lalu mengawali debut di tim senior klub tersebut pada 2019. Kemudian ia bergabung dengan Parma dengan status pinjaman pada musim 2019–2020. Lebih lanjut, ia bergabung dengan Juventus saat bursa transfer musim dingin dengan nilai €35 juta, dan dikirimkan kembali dengan status pinjaman ke Parma hingga akhir musim.

  • Pelatih Inter Milan: AC Milan Sedang Tangguh-tangguhnya

    Pelatih Inter Milan: AC Milan Sedang Tangguh-tangguhnya

    TIKTAK.ID – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengungkapkan bahwa saat ini AC Milan sedang tangguh-tangguhnya menjelang Derby della Madonnina. Seperti diketahui, Il Diavolo belum pernah kalah sejak Maret.

    Inter dijadwalkan akan menjamu Milan di Giuseppe Meaza, pada laga pekan ke-4 Serie A, Sabtu (17/10/20) pukul 23.00 WIB. Dengan sejarah rivalitas dua tim sekota ini yang begitu panjang, maka laga bertajuk Derby della Madonnina ini pun diprediksi akan berlangsung panas.

    Apalagi, baik Inter maupun Milan telah mengawali Serie A pada musim ini dengan status belum terkalahkan. Inter sendiri saat ini berada di peringkat kelima, dengan raihan tujuh poin dari dua kemenangan dan sekali hasil imbang.

    Rossoneri berhasil menorehkan catatan yang lebih impresif. Sebab, mereka meraih hasil sempurna sembilan poin dari tiga laga dan bertengger di peringkat kedua.

    Kemudian Milan melanjutkan laju apik mereka sejak akhir musim lalu. Seperti dikutip Detik.com dari Transfermarket, pasukan Stefano Pioli tak terkalahkan dalam 19 laga. Kekalahan terakhir mereka pun terjadi pada Maret lalu, ketika tumbang 1-2 melawan Genoa.

    Conte juga mengklaim bahwa Milan kini memang sedang dalam kondisi terbaik. Oleh sebab itu, kondisi Milan membuat Derby della Madonnina akhir pekan nanti bakal sangat sulit untuk Inter.

    Akan tetapi, Conte mengatakan tidak ingin anak asuhannya menganggap pertandingan ini berbeda dengan laga-laga lainnya. Ia menuturkan bahwa semua pertandingan bernilai sama.

    “Kami berusaha tampil dengan baik di semua pertandingan. Sebab, setiap kemenangan selalu bernilai tiga poin. Derby juga menghadirkan kesulitan yang lebih besar; kami menghadapi Milan yang kuat dengan mereka tampil apik sejak akhir musim lalu,” terang Conte dikutip dari Football Italia.

    “Ini tim kuat lain, setelah sebelumnya menghadapi Lazio. Tetapi kami ingin melanjutkan langkah kami dan ini baru awal,” ucapnya.

    “Pertandingan krusial selalu hadir setiap saat, mulai dari sekarang hingga akhir musim nanti. Saya selalu ingin tim kami dapat terus berkembang, terutama dalam hal melihat target. Ini merupakan hal penting untuk mengambil langkah selanjutnya,” imbuh Conte.

  • Selangkah Lagi, Arturo Vidal Segera Gabung ke Inter Milan

    Selangkah Lagi, Arturo Vidal Segera Gabung ke Inter Milan

    TIKTAK.ID – Arturo Vidal diketahui hanya tinggal selangkah lagi untuk bergabung bersama Inter Milan. Pemain asal Chile tersebut dijadwalkan melakukan tes medis bersama La Beneamata pada awal pekan ini.

    Vidal sendiri merupakan salah satu pemain yang tak masuk ke dalam rencana jangka panjang pelatih Ronald Koeman di Barcelona. Oleh sebab itu, gelandang 33 tahun itu pun masuk ke dalam daftar jual Blaugrana.

    Sebenarnya mantan pemain Juventus itu masih terikat kontrak di Camp Nou hingga Juni 2021. Akan tetapi agen Vidal dikabarkan sudah berbicara dengan manajemen Barcelona terkait pemutusan kontrak Vidal.

    Gelandang tengah asal Chile tersebut dikabarkan bakal mengakhiri kontraknya pada Senin (14/9/20) waktu setempat. Setelah proses tersebut selesai, Vidal kemudian segera terbang ke Milan untuk merampungkan transfernya, dan menjalani tes medis.

    Sebelumnya, Inter Milan menjadi klub yang paling menginginkan jasa Vidal. Mengutip laporan AS, Nerazzurri telah menyodorkan kontrak dua tahun kepada pemain jebolan Colo-Colo tersebut dengan bayaran gaji sekitar 6 juta Ruro (Rp105,5 miliar) per musimnya.

    Dilansir Detik.com, Arturo Vidal diklaim sudah setuju dengan kesepakatan kontrak yang diberikan Inter. Pria dengan julukan Il Guerriero tersebut hanya tinggal menjalani tes medis, kemudian ia dapat diumumkan sebagai penggawa anyar La Beneamata.

    Inter pun disebut sudah mengatur pemeriksan kesehatan buat Vidal. Rencananya, tes medis itu akan berlangsung pada Senin (14/9/20) di klinik Humanitas de Rozzano, Milan.

    Kesepakatan kontrak Vidal dengan Inter Milan akan membuat ia bertemu kembali dengan Antonio Conte yang saat ini menjadi juru taktik di Giuseppe Meazza. Perlu diketahui, keduanya pernah bekerja bareng di Juventus selama tiga musim pada 2011-2014 dan memenangkan tiga Scudetto secara beruntun.

    Lebih lanjut, Arturo Vidal akan mengakhiri kerja sama dengan Barcelona hanya dua tahun setelah bergabung dari Bayern Munich.

    Selama memperkuat Los Cules, dia membuat hampir 100 penampilan di seluruh ajang dengan sumbangan sebanyak 11 gol dan 10 assist, serta memenangi titel Liga Spanyol 2018/19.