Tag: Serie A

  • Andrea Pirlo Jadi Pelatih Juventus, Berikut ini Alasan Penunjukannya

    Andrea Pirlo Jadi Pelatih Juventus, Berikut ini Alasan Penunjukannya

    TIKTAK.ID – Tanpa pengalaman sebagai pelatih, Andrea Pirlo ternyata jadi ditunjuk sebagai pelatih utama Juventus. Klub berjuluk Nyonya Tua memiliki alasannya sendiri.

    Juventus secara resmi mengangkat Pirlo menjadi Pelatih Kepala pada Minggu (9/8/20) dini hari WIB. Posisi tersebut sebelumnya diduduki oleh Maurizio Sarri yang telah dipecat pada Sabtu (8/8/20) malam.

    Baca juga: Klarifikasi Shin Tae-yong dan PSSI tentang Absen Latihan Sejumlah Pemain Timnas Indonesia

    Berbagai kabar yang beredar pun otomatis gugur, pengangkatan Pirlo berhasil menepis tentang isu Juventus yang membidik Mauricio Pochettino.

    Penunjukan Pirlo seperti pilihan nekad dari Juventus karena sang Pelatih Utama masih minim pengalaman.

    Padahal 31 Juli lalu, Pirlo telah diangkat untuk mengelola tim U-23 Juventus. Semestinya bakal jadi pengalaman pertama sang mantan gelandang itu di level manajerial.

    Baca juga: Pemain Juventus Geregetan Soal ‘Rekor Palsu’ Ronaldo

    Direktur Juventus, Fabio Paratici menyatakan bahwa keputusan mengangkat Pirlo sebagai pelatih baru lebih pada firasat tentang sosok yang tepat. Juventus mendapati Pirlo, sosok yang akan menggapai level top dalam karier kepelatihan, yang lantas diperkokoh dengan pendekatan permainan pria 41 tahun itu.

    Halaman selanjutnya…

  • Pemain Juventus Geregetan Soal ‘Rekor Palsu’ Ronaldo

    Pemain Juventus Geregetan Soal ‘Rekor Palsu’ Ronaldo

    TIKTAK.ID – Klaim FIFA yang menyatakan Cristiano Ronaldo sebagai pemain satu-satunya yang bisa menyandingkan gelar Liga Inggris, Spanyol, dan Italia, memperoleh respons tak senada dari Danilo Luiz yang notabene rekan setim CR7 di skuat Juventus.

    Baru-baru ini, Ronaldo dan Danilo berhasil memotori Juventus meraih gelar juara Serie A Liga Italia. Keberhasilan Ronaldo pun menjadikan FIFA menuliskan pernyataan untuk pemain bintang asal Portugal itu sebagai pemain spektakuler yang dapat mencapai gelar jawara di Serie A, La Liga, dan Premier League.

    “10 gol dalam 10 pertandingan sesudah @SerieA_EN dijalani lagi membantu @Cristiano menjadi juara Liga di Inggris, Spanyol & Italia. Tiada pemain yang pernah mencapai gelar di tiga liga semacam itu”.

    “Asal negara tak menjadi soal saat Anda berasal dari planet lain”, demikian tulis akun resmi Twitter FIFA pada lini masa yang lantas memperoleh tanggapan dari Danilo.

    Pemain sepak bola asal Brasil itu tak berujar dalam menanggapi cuitan akun @FIFA.com, melainkan sekadar menyertakan karakter gambar ekspresi wajah orang yang tengah berpikir dengan alis terkerut disertai jempol dan telunjuk di dagu.

    Respons Danilo tersebut telah memadai untuk menggambarkan perhatian pemain berusia 29 tahun pada 15 Juli lalu itu, yang mempunyai pencapaian serupa dengan Ronaldo, walaupun dengan urutan tak sama.

    Danilo terlebih dahulu mencapai keberhasilan di La Liga Spanyol bersama Real Madrid, juga bersama Ronaldo, di musim liga 2016/2017.

    Pemain yang berperan di lini bek kanan itu lantas menjadi bagian keberhasilan Manchester City saat meraih keberhasilan sebagai juara Premier League Inggris pada 2017/2018 lalu 2018/2019 sebelum akhirnya berlabuh di Juventus dan berhasil menjadikannya juara Serie A Italia pada musim tahun 2019/2020.

    Bersama Real Madrid, Danilo mencatatkan 41 penampilan dengan kontribusi 3 gol sepanjang 2015-2017. Lalu bersama Manchester City, ia diterjunkan dalam 34 penampilan dengan menjebloskan 4 gol selama musim 2017-2019.

    Saat ini, cuitan FIFA yang menyatakan Ronaldo sebagai satu-satunya pemain yang berhasil meraih gelar juara di kompetisi tertinggi sepak bola Inggris, Spanyol, dan Italia itu telah dihapus.

  • Cristiano Ronaldo Bikin Rekor Cetak 50 Gol di Tiga Liga Elite Eropa

    Cristiano Ronaldo Bikin Rekor Cetak 50 Gol di Tiga Liga Elite Eropa

    TIKTAK.ID – Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo kembali membuat rekor. Ronaldo menjadi pesepak bola pertama yang bisa mencetak lebih dari 50 gol di tiga liga elite Eropa.

    Diketahui Ronaldo muncul sebagai pahlawan Juventus ketika mengalahkan Lazio 2-1 pada pekan ke-34 Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, Selasa (21/7/20) dini hari WIB.

    Pria berjuluk CR7 itu memborong dua gol yang membuat Bianconeri semakin dekat dengan scudetto kesembilan beruntun.

    Kemudian tambahan dua gol ke gawang Lazio membuat Ronaldo sudah mencetak 30 gol di Liga Italia musim ini. Jika diakumulasi dengan 21 gol pada musim lalu, maka Ronaldo total berhasil mengemas sebanyak 51 gol.

    Dikutip CNN Indonesia dari Opta, Ronaldo adalah pemain pertama sepanjang sejarah yang bisa mencetak lebih dari 50 gol di tiga kompetisi berbeda. Kompetisi itu yakni Serie A, La Liga, dan Premier League.

    Saat masih berseragam Manchester United (MU), Ronaldo berhasil mencetak 84 gol dari 196 pertandingan di Premier League. Tidak hanya itu, pemain berusia 35 itu memberikan 45 assist.

    Sementara ketika bersama Madrid, Kapten Timnas Portugal ini sangat produktif. Dari 292 pertandingan, Ronaldo dapat menjaringkan 311 gol dan membukukan 96 assist di ajang La Liga.

    Ronaldo pun memiliki peluang besar menambah pundi-pundi golnya hingga akhir musim Liga Italia. Pasalnya, Juventus masih akan melakoni empat pertandingan lagi.

    Kini Ronaldo bersaing ketat dengan penyerang Lazio, Ciro Immobile dalam perburuan gelar top skor. Keduanya sama-sama mengoleksi 30 gol hingga pekan ke-34 Liga Italia.

    Perlu diketahui, Ronaldo merapat ke Juventus pada musim panas 2018/19. Hal itu setelah sedekade ia memperkuat Real Madrid, yang selama ia bela sukses memenangkan semua kompetisi mayor dan empat trofi Liga Champions.

    Sebelumnya, Ronaldo menghabiskan enam tahunnya di Manchester United. Ketika itu ia mendapatkan reputasi sebagai salah satu pemain terbaik dunia dengan keberhasilan meraih Ballon d’Or pada 2008 menyusul kemenangan Setan Merah di kompetisi elite Eropa.

    Di kedua klub tersebut, Ronaldo mencatatkan jumlah gol impresif, yakni 118 gol dari 292 penampilan bersama United dan 450 gol dari 438 penampilan untuk Madrid.

  • Ketinggalan dari Sassuolo, Ada Apa dengan Juventus?

    Ketinggalan dari Sassuolo, Ada Apa dengan Juventus?

    TIKTAK.ID – Meski masih memuncaki klasemen Liga Italia, statistik memperlihatkan bahwa belakangan ini ada yang berbeda dari Juventus. Pada Kamis (16/7/20) dini hari WIB, diketahui Bianconeri baru saja melewati laga penuh drama saat menghadapi Sassuolo, dengan hasil akhir imbang, yakni skor 3-3.

    Pada laga Sassuolo vs Juventus itu, si Nyonya Tua sebenarnya sempat terlihat melaju dengan mulus menuju raihan tiga angka. Juve sendiri telah unggul dua gol tanpa balas ketika laga baru berjalan 12 menit.

    Danilo berhasil membawa Juventus memimpin di menit kelima, dan keunggulan itu sukses digandakan Gonzalo Higuain tujuh menit berselang. Tim tamu pun unggul 2-0.

    Namun, Juventus bukan hanya membuang keunggulan dua gol tanpa balas tersebut. Tetapi mereka malah berbalik ketinggalan dari Sassuolo yang mencetak gol berturut-turut melalui Filip Djuricic (menit 29′), Domenico Berardi (51′), dan Francesco Caputo (54′).

    Tidak hanya keunggulannya sirna, mendadak La Vecchia Signora malah berada dalam tekanan lawan akibat perubahan skor tersebut. Lantas peraih 35 scudetto itu bisa bangkit lagi. Juventus pun mengamankan satu poin berkat skor akhir 3-3, setelah Alex Sandro bikin gol di menit ke-64.

    Mengutip Detik.com, Juventus memang masih tak tergoyahkan di puncak klasemen Serie A. Masih ada keunggulan tujuh angka dari Atalanta selaku pengejar terdekatnya di posisi kedua.

    Tetapi di sisi lain, hasil akhir lawan Sassuolo ini menegaskan sinyal bahwa Juventus sedang mengendur. Pasalnya, Juventus sudah kebobolan sembilan gol dari tiga laga terakhirnya di Serie A. Padahal sebelumnya, catat Opta, klub kota Turin itu mampu mencatatkan laju hingga 13 pertandingan, barulah sampai kebobolan tiga gol di ajang tersebut.

    Masih dalam catatan Opta, Juventus juga menghadapi 16 tembakan dari Sassuolo di babak pertama laga dini hari tadi. Sejak 2004/2005, baru kali ini lagi Bianconeri menghadapi tembakan sebegitu banyak pada babak pertama laga Serie A. Bagi Sassuolo pun jumlah 16 tembakan di 45 menit pertama itu sudah menjadi rekor tersendiri selama mereka berkiprah di Serie A.

    Meski begitu, Juventus masih memiliki lima laga sisa untuk mempertahankan posisinya di Serie A. Mereka juga masih memiliki waktu untuk membenahi performa. Tetapi tiga laga tanpa kemenangan di Serie A, setelah kalah 2-4 dari AC Milan dan imbang 2-2 lawan Atalanta, jelas menyiratkan sesuatu tidak sedang berjalan baik pada Juventus saat ini.

  • Coppa Italia-Liga Italia Resmi Bergulir Kembali

    Coppa Italia-Liga Italia Resmi Bergulir Kembali

    TIKTAK.ID – Teka-teki terkait keberlanjutan kompetisi Serie A, kasta teratas Liga Italia, akhirnya menemukan titik terang. Liga Italia resmi dinyatakan bergulir kembali pada 20 Juni 2020.

    Keputusan itu diambil usai pertemuan virtual besar antara Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Menteri Olahraga Italia pada Kamis (28/5/20) waktu setempat.

    “Pertemuan virtual ini sangat bermanfaat. Seperti yang telah kami katakan sejak awal, sepak bola selalu akan dilanjutkan ketika kondisinya sudah aman dan CTS (komite teknis ilmiah) mengesahkan protokol,” ujar Spadafora, seperti dilansir Kompas.com dari Football Italia.

    Spadafora mengatakan Italia mulai membaik, dan langkah yang tepat adalah memainkan sepak bola lagi. Ia pun menyebut CTS setuju dengan protokol medis, serta mengonfirmasi pentingnya periode karantina apabila ada pemain yang dinyatakan positif Corona.

    “Hari ini kami menyatakan Serie A dapat melanjutkan kompetisi lagi pada 20 Juni,” kata Spadafora.

    Tidak hanya Liga Italia yang dipastikan kembali bergulir pada 20 Juni, namun Coppa Italia juga dipastikan dapat melanjutkan kompetisi.

    Spadafora menyatakan Coppa Italia akan mulai terlebih dahulu pada 13 Juni dan diharapkan akan berakhir pada 20 Juni.

    “Saya berharap bahwa mulai 13 Juni hingga 20 Juni mereka bisa menyelesaikan Coppa Italia. Itu akan menjadi sinyal untuk seluruh negara,” ucapnya.

    Sebelumnya, Liga Italia musim 2019-2020 masih menyisakan 12 pekan laga dan Coppa Italia sudah memasuki babak semifinal. Tetapi sejak 9 Maret, kompetisi sepak bola di Negeri Pizza itu ditangguhkan karena pandemi virus Corona atau Covid-19.

    Leg pertama pada 12 dan 13 Februari lalu, Inter Milan kalah 0-1 dari Napoli dan AC Milan ditahan Juventus 1-1. Kemudian leg kedua dijadwalkan akan digelar tanggal 13-14 Juni, sedangkan final pada 17 Juni.

    Dengan menyelesaikan kompetisi Coppa Italia, Spadafora mengaku ingin publik melihat bahwa sepak bola bisa bangkit dan dituntaskan setelah situasi terburuk Covid-19 berhasil dilalui.

    Diketahui hak siar laga-laga Coppa Italia akan dipegang oleh stasiun televisi pemerintah, RAI, sehingga bisa ditayangkan di seantero Italia secara gratis.

  • Juventus Nyerah Rekrut Paul Pogba, Kenapa?

    Juventus Nyerah Rekrut Paul Pogba, Kenapa?

    TIKTAK.ID – Raksasa Serie A, Juventus disebut mundur dalam upayanya mendatangkan kembali gelandang Manchester United, Paul Pogba di musim panas mendatang.

    Sudah bukan rahasia jika Pogba ingin hengkang dari Old Trafford, bahkan sejak musim panas lalu. Dirinya secara terbuka mengatakan jika ingin mencari tempat berlabuh lain demi mendapat tantangan baru setelah empat musim membela Setan Merah.

    Dan salah satu klub yang dikaitkan dengan pemain timnas Prancis ini adalah Juventus. Juara bertahan Italia itu disebut ingin memulangkan kembali Pogba ke Turin usai menjualnya pada 2016 lalu.

    Baca juga: Kapten Juventus Anggap Kepindahan Bonucci ke AC Milan sebagai Pilihan Tak Logis

    Namun Corriere Dello Sport memberitakan bahwa Si Nyonya Tua kini membatalkan ketertarikannya. Juventus tak akan mendatangkan Pogba musim panas nanti.

    Alasan utama Juventus batal merekrut Pogba adalah mahar transfer yang selangit. MU dikabarkan siap melepas Pogba jika ada klub yang mau menebusnya 150 juta pounds atau sekitar 2,7 triliun rupiah. Harga yang fantastis.

    Sedangkan keuangan Juventus sekarang jelas terdampak wabah Corona dan membayar Pogba senilai tersebut bukan hal yang realistis dilakukan dalam waktu dekat.

    Baca juga: Momen Kembalinya Ronaldo Pasca 72 Hari Tinggalkan Juventus

    Halaman selanjutnya…

  • Momen Kembalinya Ronaldo Pasca 72 Hari Tinggalkan Juventus

    Momen Kembalinya Ronaldo Pasca 72 Hari Tinggalkan Juventus

    TIKTAK.ID – Cristiano Ronaldo turut serta dalam gelar latihan bersama skuad Juventus, sekembalinya ke Continassa. Sebelum bergabung, pemain yang telah menorehkan 21 gol di musim ini bersama Juventus tersebut, mengawali kedatangannya ke tim dengan tes medis terlebih dahulu.

    Pada 8 Maret lalu, Juventus telah mengalahkan Intermilan dengan skor 2-0. Setelahnya, pemain penyerang asal Portugal itu bepergian ke Madeira. Dia baru tahu bahwa kompetisi sepak bola Serie A telah mengalami penangguhan karena pandemi virus Corona.

    Usai 72 hari meninggalkan Turin, pria berusia 35 tahun itu kini kembali dan berlatih bersama skuad Nyonya Tua atau I Bianconeri julukan lawas Juventus, pada Selasa (19/5/20) waktu setempat.

    Pria berjuluk “The Myth” atau ‘Mitos yang menjadi kenyataan’ itu terhitung tiga jam berada di Juventus Training Center. Dia sempat terlihat meninggalkan tempat latihan sembari memberikan senyum dan mengacungkan jempol ke sorotan kamera yang telah menunggu.

    Tim Juventus menggelar latihan individu mulai 5 Mei 2020, sesuai peraturan yang telah diterapkan Pemerintah Italia. Di samping itu, latihan untuk seluruh personil tim, baru dapat serempak terwujud pada Senin (18/5/20) dengan syarat tetap menjaga jarak aman secara fisik (physical distancing) antarpemain.

    Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, dikabarkan akan memilah pemain di skuadnya menjadi beberapa kelompok kecil terdiri atas 6-7 orang personil. Sang pelatih yang sukses mengantarkan Chelsea meraih juara Liga Eropa 2019 tersebut, melakukan pengelompokan tersebut demi melaksanakan pembatasan jarak aman yang diperbolehkan.

    Serie A sebagai gelaran kompetisi sepak bola tertinggi di Italia yang sudah berlangsung 90 tahun, hingga kini belum memperoleh kepastian tentang kapan dapat menggelar pertandingan kembali. Nasib Liga yang telah membesut banyak tim menjuarai 12 kali Liga Champion Eropa itu kini semakin abu-abu setelah terbitnya Dekrit Pemerintah Italia pada 17 Mei 2020 yang memuat aturan larangan adanya pertandingan olah raga bersifat kompetisi sampai 14 Juni 2020.

    Saat ini Juventus berada di peringkat 1 kompetisi Serie A Liga Italia dengan torehan 63 poin dari 26 pertandingan dengan mencatat 20 kemenangan, 3 kali hasil seri, dan 3 kali kekalahan. Sedangkan surplus gol sebanyak 26 dari total 50 gol dan 24 kali kebobolan.

  • Tiba di Turin, Cristiano Ronaldo Jalani Isolasi 14 Hari Sebelum Kembali Berlatih

    Tiba di Turin, Cristiano Ronaldo Jalani Isolasi 14 Hari Sebelum Kembali Berlatih

    TIKTAK.ID – Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Italia membuat Juventus merasa lega. Sang pemain baru saja tiba di Turin pada Selasa (5/5/20).

    Seperti diketahui, Cristiano Ronaldo sebelumnya sempat pulang ke kampung halamannya di Funchal, Madeira, Portugal pada Maret lalu. Ketika itu, sang pemain pulang untuk menemani sang ibu yang mengalami stroke.

    Tak lama setelah sampai di rumahnya, hampir sebagian besar negara di Eropa memberlakukan kebijakan lockdown, seperti di Italia dan Portugal. Hal tersebut karena kemunculan wabah virus Corona atau Covid-19, membuat sang pemain tidak bisa kembali ke Italia.

    Beberapa waktu lalu, Juventus memutuskan untuk memanggil kembali para pemainnya yang berada di luar negeri. Hal tersebut seiring dengan keluarnya izin bagi klub untuk kembali melakukan latihan.

    Sebelumnya, jet pribadi Cristiano Ronaldo sempat mengalami masalah ketika di Madrid. Pada awalnya jet tersebut tidak mendapat izin untuk terbang dari Madrid ke Portugal. Bahkan jet tersebut ditolak sebanyak 3 kali untuk terbang.

    Namun pada akhirnya, jet tersebut bisa berangkat ke Funchal menjemput sang pemain di Funchal, Portugal pada Minggu (3/5/20).

    Pada Senin malam, sang pemain memutuskan untuk terbang dan pada Selasa pagi sudah tiba di Turin.

    Berdasarkan video yang diunggah oleh SportItalia, kedatangan Cristiano Ronaldo langsung dikawal sangat ketat oleh petugas keamanan.

    Kendati sudah berada di Turin, bukan berarti Ronaldo langsung bisa berlatih di markas Juventus. Sebab, dia datang dari luar Italia dan membuatnya wajib menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama dua pekan ke depan.

    Setelah itu, mantan pemain Real Madrid tersebut baru diperbolehkan bergabung dengan rekan setim usai menjalani tes kesehatan. Barulah kemudian sang pemain bisa bergabung dalam sesi latihan Juventus bersama rekan-rekannya.

    Sedangkan kompetisi Serie A, hingga kini belum ada kepastian waktunya. Namun menurut informasi yang beredar, Serie A rencananya akan digelar kembali pada Juni mendatang.

  • Takut Risiko Serangan Corona, 7 Klub Serie A ini Tolak Musim 2019/2020 Dilanjutkan Kembali di Italia

    Takut Risiko Serangan Corona, 7 Klub Serie A ini Tolak Musim 2019/2020 Dilanjutkan Kembali di Italia

    TIKTAK.ID – Beberapa klub di Serie A dikabarkan menolak kompetisi kembali dilanjutkan. Hal ini karena penyebaran virus Corona masih sangat tinggi di Italia.

    Seperti informasi yang dilansir Andkronos, sejak 9 Maret lalu kompetisi Serie A ditunda. Operator Liga Serie A pun memutuskan untuk tidak menggelar kembali pertandingan di tengah masih meningkatnya serangan virus Corona di Italia.

    Sedangkan laporan dari Coronavirus menyebutkan, hingga kini di Italia sudah tercatat 183.957 kasus positif virus Corona yang 51.600 orang di antaranya dikabarkan sudah sembuh dan 24.268 lainnya dikabarkan meninggal dunia.

    Sebab itu, 7 klub Serie A pun meminta agar kompetisi pada musim ini dihentikan. Ketujuh klub tersebut adalah Udinese, SPAL, Torino, Brescia, Parma, Bologna, dan Sampdoria.

    Sejumlah klub tersebut memiliki alasan tersendiri memilih kompetisi dihentikan. Salah satunya adalah mengingat risiko yang harus ditanggung apabila kompetisi dianjutkan. Termasuk terancamnya keselamatan dan kesehatan para pemain, pelatih, staf, dan banyak orang penting lainnya di Italia.

    Selain ketujuh klub tersebut, awalnya Fiorentina disebut juga ikut menolak kompetisi dilanjutkan kembali. Akan tetapi, kabar tersebut langsung ditampik oleh pihak Fiorentina.

    Sementara itu, meski angka positif Corona sangat tinggi di Italia, nasib kompetisi tersebut akan kembali pada keputusan awal. Yaitu menyelesaikan kompetisi pada musim ini, asalkan mendapat persetujuan dari Pemerintah Italia.

    “Pada hari ini (Senin, 20/4/2020) Dewan Liga Serie A melakukan pertemuan. Mereka tetap bersikukuh dengan niat awal untuk merampungkan kompetisi musim ini. Apabila Pemerintah mengizinkan kompetisi tersebut untuk dilaksanakan, maka pihak Serie A akan mematuhi aturan perlindungan kesehatan dan keselamatan sepenuhnya,” kata pernyataan resmi Liga Serie A.

    “Digelarnya kembali kegiatan olahraga tersebut, menjadi bagian dari apa yang disebut Fase Dua, yang akan dilaksanakan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh FIFA dan UEFA, keputusan FIGC dan sesuai dengan protokol medis untuk melindungi pemain dan semua pekerja profesional yang menjalankan tugas,” imbuh pernyataan tersebut.

  • Serie A Bakal Digelar Tanpa Penonton Hingga Januari 2021, Benarkah?

    Serie A Bakal Digelar Tanpa Penonton Hingga Januari 2021, Benarkah?

    TIKTAK.ID – Kemungkinan besar kompetisi Serie A akan dilanjutkan kembali. Bisa jadi kompetisi tersebut akan digelar tanpa kehadiran penonton di stadion hingga Januari 2021. Hal ini karena pandemi virus Corona.

    Seperti diketahui, virus Corona hingga kini semakin meluas dan meresahkan banyak orang. Bahkan, hal tersebut berdampak pada kegiatan sepak bola di seluruh dunia. Termasuk juga di Italia.

    Penyelenggara kompetisi di Italia menghentikan sementara pertandingan. Pada awalnya, penundaan pertandingan tersebut dijadwalkan hingga 3 April. Namun karena semakin parahnya virus Corona di Italia, penundaan kompetisi pun diperpanjang hingga batas waktu yang belum diketahui.

    Baca juga: Imbas Wabah Corona, Nilai Transfer 30 Pemain Paling Berharga Premier League Langsung Anjlok

    Italia merupakan negara pertama di Eropa yang terdampak virus Corona. Untuk saat ini, kondisi di Italia semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jumlah angka kasus baru dan kematian semakin menurun dari hari ke hari.

    Terkait pandemi ini, Italia sudah memasuki fase kedua. Hal tersebut bertujuan untuk mengakhiri kebijakan lockdown dari Pemerintah. Namun setelah ini atau dalam beberapa bulan ke depan, akan muncul kebijakan physical distancing yang harus dilakukan oleh warga Italia.

    Halaman selanjutnya…