Tag: Sakit Jantung

  • Inilah 6 Ciri dan Tanda Sakit Jantung di Usia Muda yang Jarang Disadari

    Inilah 6 Ciri dan Tanda Sakit Jantung di Usia Muda yang Jarang Disadari

    TIKTAK.ID – Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali apa saja ciri dan tanda penyakit jantung di usia muda agar dapat terdeteksi sejak dini dan penanganan dapat dilakukan secepatnya.

    Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2019 sendiri ada sekitar 17,7 juta orang di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang diprakarsai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia kian meningkat setiap tahunnya.

    Setidaknya ada 15 dari 1.000 orang atau lebih kurang 2,7 juta penduduk Indonesia yang menderita kondisi ini. Sebagian dari jumlah penderita penyakit jantung tersebut adalah orang dewasa muda yang masih produktif.

    Meningkatnya jumlah kasus penyakit jantung pada kelompok dewasa muda disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan tidak sehat, jarang olahraga, kebiasaan merokok, hingga penyakit tertentu seperti kolesterol tinggi, obesitas, hipertensi, dan diabetes.

    Oleh karena itu, orang dewasa muda pun perlu waspada. Agar bisa terhindar dari penyakit jantung beserta komplikasinya, kenali apa saja gejala penyakit jantung di usia muda, sehingga kondisi ini bisa terdeteksi sejak dini dan segera diobati.

    Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda yang Jarang Disadari

    Penyakit jantung dapat menimbulkan berbagai gejala dan setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda. Namun, ada beberapa ciri penyakit jantung di usia muda yang mungkin jarang disadari atau kerap disalahartikan, antara lain:

    1. Tubuh mudah lemas
    Tubuh lemas setelah beraktivitas, apalagi setelah melakukan aktivitas fisik berat seharian, merupakan kondisi yang wajar terjadi.

    Namun, jika Anda tiba-tiba merasa mudah lemas atau napas terengah-engah setelah melakukan aktivitas ringan yang sebelumnya tidak membuat Anda cepat lelah, bisa jadi hal tersebut menandakan adanya gangguan pada jantung.

    2. Nyeri dada yang menjalar ke leher atau lengan
    Salah satu ciri khas dari penyakit jantung di usia muda maupun usia tua adalah munculnya nyeri dada berat secara mendadak yang dapat menjalar ke lengan, leher, atau rahang.

    Sebagian orang menggambarkan bahwa sensasi nyeri tersebut dirasakan sebagai nyeri tajam, berat, dan kuat. Nyeri dada akibat penyakit jantung terkadang juga bisa menyebar hingga ke bahu.

    3. Pusing
    Ada banyak hal yang bisa membuat Anda pusing, misalnya kurang makan atau minum, dehidrasi, stres, hingga kelelahan.

    Hanya saja, jika pusing muncul secara tiba-tiba dan disertai rasa tidak nyaman, nyeri, atau sesak di dada, Anda perlu waspada dan sebaiknya segera hubungi dokter. Gejala pusing yang demikian bisa jadi merupakan salah satu gejala penyakit jantung yang sedang Anda alami.

    4. Nyeri ulu hati
    Nyeri ulu hati disertai mual sering kali disebabkan oleh gangguan pada lambung atau masalah pencernaan. Namun, gejala tersebut terkadang bisa juga muncul akibat penyakit jantung.

    Jika Anda memiliki faktor risiko untuk terkena penyakit jantung, sebaiknya jangan abaikan gejala nyeri ulu hati yang muncul secara mendadak karena bisa jadi gejala tersebut merupakan salah satu ciri penyakit jantung di usia muda.

    5. Sakit pada rahang atau tenggorokan
    Salah satu ciri penyakit jantung adalah nyeri dada yang menjalar ke bagian tubuh lain. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, nyeri dada tersebut bisa menjalar ke leher, rahang, atau bagian di sekitarnya seperti tenggorokan.

    Jika Anda merasakan keluhan nyeri yang demikian, segera ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

    6. Keringat dingin
    Ketika mengalami penyakit jantung, seseorang dapat mengalami keringat dingin atau keringat berlebih secara tiba-tiba. Ciri penyakit jantung di usia muda ini bisa muncul bahkan saat Anda sedang tidak melakukan aktivitas atau sedang berada di dalam ruangan yang sejuk.

    Apabila Anda masih berusia muda namun pernah mengalami gejala-gejala di atas, segera ke dokter untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami merupakan ciri penyakit jantung di usia muda atau bukan.

    Setelah diagnosis penyakit jantung dipastikan oleh dokter, Anda akan mendapatkan penanganan agar terhindar dari komplikasi penyakit jantung yang berbahaya.

    Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda Lainnya
    Terlepas dari ciri penyakit jantung di usia muda yang jarang disadari di atas, penyakit jantung juga bisa menimbulkan beragam gejala lainnya, yaitu:

    Sesak napas
    Dada berdebar
    Detak jantung menjadi lebih cepat atau melambat
    Pembengkakan di kaki, perut, atau sekitar mata
    Muncul rasa cemas atau gelisah
    Pucat
    Pingsan
    Mata berkunang-kunang

    Penyakit jantung merupakan kondisi berbahaya yang perlu ditangani secepatnya oleh dokter. Semakin lambat penanganan dilakukan, semakin tinggi risiko terjadinya komplikasi seperti kerusakan jantung permanen atau bahkan kematian.

    Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang merupakan ciri penyakit jantung di usia muda, segera periksakan diri ke dokter. Jika memang Anda menderita penyakit jantung, dokter akan memberikan penanganan agar kondisi tersebut tidak berkembang dan menimbulkan komplikasi.

  • Tak Seperti Madu, Khasiat Royal Jelly Masih Jarang Diketahui Orang

    Tak Seperti Madu, Khasiat Royal Jelly Masih Jarang Diketahui Orang

    TIKTAK.ID – Madu kerap kali dipandang sebagai obat dari beragam penyakit, bahkan dikenal mampu memperkuat imunitas tubuh. Tidak kalah dari madu, ternyata royal jelly termasuk bisa menyuplai sejumlah manfaat salah satu di antaranya untuk sistem pencernaan. Tetapi, manfaat royal jelly mungkin belum diketahui banyak orang.

    Dilansir Detik Health mengutip dari Healthline (3/8/20), royal jelly semacam zat yang dihasilkan lebah yang selanjutnya bakal diberikan untuk makanan sang ratu lebah. Pada dasarnya royal jelly acap kali dipergunakan sebagai obat tradisional untuk beragam penyakit fisik dan kronis. Berikut ini di antaranya:

    1. Gula Darah Terkontrol
    Kontrol gula darah termasuk sensitivitas insulin dalam tubuh bisa diatasi dengan mengonsumsi royal jelly. Sejumlah penelitian terhadap hewan mendapati peningkatan sensitivitas insulin serta efek terlindunginya bagian hati, pankreas, serta jaringan reproduksi dalam tikus diabetes dan gemuk yang diobati dengan royal jelly. Mengonsumsi royal jelly secara teratur dijelaskan bisa menurunkan peradangan dan stres oksidatif.

    2. Mengobati Sakit Mata
    Mengonsumsi royal jelly mampu meningkatkan sekresi air mata melalui pengobatan oral. Sebuah penelitian kecil terhadap manusia yang mengalami mata kering kronis, memperoleh peningkatan sesudah diobati menggunakan royal jelly secara oral. Walaupun pada penelitian itu tak didapati efek samping, sempat menjadi solusi dengan risiko rendah bagi penyakit mata kering.

    3. Tekanan Darah Turun
    Jantung dan sistem peredaran darah terlindungi dengan mengonsumsi royal jelly dan menurunnya tekanan darah. Sejumlah penelitian memperlihatkan protein spesifik yang terdapat pada royal jelly bisa merelaksasi sel otot polos di arteri dan pembuluh darah.

    4. Mengobati Sakit Perut
    Royal jelly memiliki kandungan vitamin serta senyawa fenolik yang mempunyai efek antiinflamasi dan antioksidan. Kedua hal tersebut yang dapat meredakan beragam gangguan dalam lambung semisal nyeri ulu hati serta kembung.

    5. Menurunkan Risiko Sakit Jantung
    Mengonsumsi royal jelly dapat memengaruhi tingkat kolesterol dalam tubuh. Salah satu penelitian selama 12 pekan mendapati kelinci yang diberi asupan royal jelly secara signifikan menurunkan kadar kolesterol secara total serta kolesterol buruk sampai kisaran 28 persen dan 23 persen.

  • Gus Sholah Adik Mendiang Gus Dur Wafat Usai Alami Aritmia atau Gangguan Irama Jantung

    Gus Sholah Adik Mendiang Gus Dur Wafat Usai Alami Aritmia atau Gangguan Irama Jantung

    TIKTAK.ID – Adik mendiang Gus Dur, Kiai Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, dikabarkan wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Minggu (2/2/20). Gus Sholah wafat di usia 77 tahun.

    “Gus Sholah baru saja wafat pada pukul 20.55, mohon dimaafkan seluruh kesalahan, Allahummaghfirlahu warhamhu wa’wafihi wa’fuanhu…” tulis putra Gus Sholah, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid alias Ipang Wahid di akun Twitternya, @ipangwahid, Minggu.

    Informasi wafatnya pengasuh pesantren Tebuireng, Jombang itu, juga disampaikan Ketua PBNU yang juga Staf Khusus Wakil Presiden, Robikin Emhas.

    “Innaa lillaahi wa innaa lillaahi raaji’uun. Duka mendalam atas wafatnya KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) di RS Harapan Kita pada hari Ahad (2/2) pukul 20.59,” ujar Robikin melalui pesan singkat.

    Baca juga: Tak Lolos Pemeriksaan Virus Corona, 3 WNI di Wuhan Batal Dipulangkan

    “Semoga seluruh salah khilaf beliau diampuni oleh Allah SWT, ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggal tabah,” lanjutnya.

    Menurut Ipang, Gus Sholah sempat drop dan dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    “Jumat kemarin Bapak drop banget,” ujar putra Gus Sholah, Irfan Wahid atau yang dikenal Ipang Wahid kepada Kompas.com, Minggu (2/2/20).

    Baca juga: Siapa Sebenarnya Zikria Dzatil, Wanita Penghina Risma di Facebook?

    Ipang mengatakan, sekitar dua pekan lalu, ayahnya mengeluh ritme jantungnya yang tak beraturan. Di dunia medis, penyakit semacam ini dikenal dengan nama Aritmia atau gangguan irama jantung.

    Adanya keluhan tersebut membuat Gus Sholah sempat dilakukan tindakan ablasi, semacam kateter untuk mengisolasi elektromagnetik liar di jantungnya.

    Tindakan itu sukses sehingga Gus Sholah pun sempat kembali ke rumah. Namun kondisi Gus Sholah kembali menurun.

    “Alhamdulillah sukses (saat ablasi). Balik ke rumah, beberapa hari kemudian lemas. Rawat lagi ke RS sampai sekarang,” kata Ipang sebelum Gus Sholah wafat.

  • Rutin Sikat Gigi Bisa Jadi Cara Mudah Jaga Jantung Tetap Sehat

    Rutin Sikat Gigi Bisa Jadi Cara Mudah Jaga Jantung Tetap Sehat

    TIKTAK.ID – Pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, beberapa di antaranya jarang diketahui banyak orang. Salah satunya, soal kesehatan mulut dan gigi. Cara paling umum dalam menjaga kesehatan gigi lazimnya adalah dengan cara menyikat gigi secara rutin.

    Tahukah Anda bahwa kebiasaan menyikat gigi secara rutin memiliki banyak manfaat, tidak terbatas hanya pada bagian gigi saja?

    Dikutip dari The Health Site, ternyata rutin menyikat gigi disebut juga dapat menurukan risiko gagal jantung dan fibrilasi atrial. Hasil temuan ini sudah terpublikasi di European Journal of Preventive Cardiology, jurnal yang meneliti hubungan antara kebersihan mulut dengan kondisi kesehatan secara umum.

    Baca juga: Panduan 3J: Pola Makan Tepat Bagi Penderita Diabetes

    Hasil temuan tersebut didapat dari sebanyak 161.286 partisipan di rentang usia dari 40 hingga 79 tahun dan tidak mempunyai riwayat gagal jantung atau fibrilasi atrial. Penelitian dilakukan pada tahun 2003 dan 2004 dengan melakukan pemeriksaan rutin mencakup informasi dari tinggi, berat, tes laboraturuim, gaya hidup, penyakit, kesehatan mulut, dan kebiasaan menjaga kebersihan mulut.

    Saat penelitian sudah berjalan sekitar 10,5 tahun, terdapat sekitar 4.911 partisipan yang mengalami fibrilasi atrial. Pada tahun yang sama diketahui terdapat sekitar 4,9 % atau 7.971 yang mengalami gagal jantung.

    Disebutkan, cara mengatasi masalah tersebut sebenarnya cukup mudah. Salah satunya adalah menyikat gigi rutin tiga kali sehari.

    Diketahui, dengan cara itu ternyata risiko fibrilasi atrial menurun 10 persen dan gagal jantung menurun 12 persen. Namun hasil tersebut terlepas dari beberapa faktor lain, di antaranya dari jenis kelamin, usia, status sosio-ekonomi, konsumsi alkohol, olahraga rutin, indeks massa tubuh, dan masalah kesehatan.

    Baca juga: Cuti Melahirkan: Ketentuan, Undang-Undang dan Syaratnya

    Lebih lanjut dinyatakan bahwa menyikat gigi secara rutin dapat menurunkan timbunan bakteri antara gigi dan gusi, selain juga bisa mencegah perubahan posisinya ke alirah darah.

    Peneliti senior dari Ewha Womans University, dr. Tae Jin Son mengatakan, meski analisis yang dilakukannya hanya terbatas pada satu negara saja, namun dengan banyaknya jumlah partisipan pada peneliian tersebut, diharapkan dapat mendukung temuan lain lebih akurat di masa mendatang.