Tag: Piala Dunia 2022

  • 5 Bukti Performa Messi Meningkat di Piala Dunia 2022

    5 Bukti Performa Messi Meningkat di Piala Dunia 2022

    TIKTAK.ID – Sebelum melakoni ajang final melawan Prancis, bintang Timnas Argentina, Lionel Messi disebut-sebut tengah dalam performa terbaiknya bersama Argentina di Piala Dunia 2022.

    Kemenangan Argentina saat menghadapi Prancis di final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, pada Minggu (18/12/22) malam, membuat Messi berhasil meraih satu-satunya trofi bergengsi yang selama ini belum diraihnya dalam karier spektakulernya.

    Piala Dunia 2022 ini dinilai menjadi momen yang tepat bagi Messi untuk mengangkat trofi paling bergengsi tersebut. Hal itu tidak lepas dari penampilan Messi yang meningkat di Piala Dunia 2022 bersama Argentina.

    Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari Marca, berikut ini penyebab peningkatan performa Messi di Piala Dunia 2022 bersama Argentina:

    1. Lebih Banyak Mencetak Gol

    Messi telah berhasil mencetak gol lebih banyak dari Piala Dunia sebelumnya. Pada Piala Dunia 2022, Messi mampu mencetak tujuh gol dari tujuh pertandingan yang dilakoninya. Itu berarti jumlah gol yang disumbangkan Messi hampir separuh dari total gol Argentina (15). Torehan Messi hanya kalah dari top skor Piala Dunia 2022 yang jatuh ke tangan bomber Prancis, Kylian Mbappe dengan delapan gol dan dua assist.

    1. Kepemimpinan

    Kedewasaan rupanya membuat Messi bisa menjadi pemimpin yang baik bagi Timnas Argentina, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bahkan Messi dinilai lebih dari seorang kapten tim, melainkan juga menjadi ruh dalam permainan Argentina.

    1. Lebih Banyak Assist

    Hingga sejauh ini, Messi mencatatkan tiga assist dari tujuh pertandingan yang dimainkannya di Piala Dunia 2022. Messi pun telah mencatatkan total delapan assist di Piala Dunia yang menyamai rekor Diego Maradona.

    1. Kematangan

    Messi memperlihatkan kematangan yang luar biasa baik dalam lapangan maupun di luar lapangan. Dia juga tampil dengan ketenangan dan kebijaksanaan baik di dalam maupun di luar lapangan.

    1. Pintar Mengontrol Fisik

    Messi sadar kalau dirinya sudah tidak lagi pemain muda yang memiliki fisik prima dan bugar. Usia Messi kini sudah 35 tahun. Dia juga menyadari tidak dapat lagi banyak berlari di lapangan. Meski begitu, dia cerdas menggunakan fisiknya sehingga hanya berlari dalam momen-momen tertentu.

  • Merasa Diusir dari Piala Dunia, Karim Benzema Ribut dengan Pelatih

    Merasa Diusir dari Piala Dunia, Karim Benzema Ribut dengan Pelatih

    TIKTAK.ID – Striker Karim Mustofa Benzema saat ini dikabarkan tengah ribut dengan pelatih Didier Deschamps, jelang final Piala Dunia 2022, Argentina vs Prancis. Seperti dikutip CNN Indonesia dari Libertaddigital, Benzema marah dengan Deschamps lantaran merasa diusir dari Piala Dunia 2022, usai pulih dari cedera.

    Sebelumnya, Benzema dilaporkan mengalami cedera paha saat sesi latihan Prancis, beberapa jam jelang pertandingan pembuka. Kondisi tersebut pun membuat pemain klub Real Madrid itu harus meninggalkan Qatar.

    Namun baru-baru ini striker Real Madrid itu disebut merasa kalau Deschamps tidak menyukai dirinya. Benzema pun merasa bingung terkait jawaban Deschamps ketika ditanya wartawan soal peluang sang striker bermain di ajang final Piala Dunia 2022.

    Walaupun Benzema mengalami cedera dan meninggalkan Qatar, tapi dia tidak dicoret dari daftar pemain Prancis untuk Piala Dunia 2022. Oleh sebab itu, Benzema diberitakan bakal tetap memperoleh medali, bila Prancis kembali juara Piala Dunia.

    Saat ini situasinya sudah lebih baik. Benzema telah pulih dan berlatih bersama Madrid. Bahkan pria keturunan Aljazair ini mampu bermain selama 30 menit di dalam laga uji coba Madrid vs Leganes yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Meski Benzema berlatih dengan Los Blancos, Deschamps tetap menolak menjawab pertanyaan wartawan mengenai peluang pemain berusia 34 tahun itu di dalam duel Prancis vs Argentina.

    “Saya tidak bakal menjawab, pertanyaan berikutnya,” ucap Deschamps.

    Respons Deschamps tersebut pun dianggap berkaitan dengan hengkangnya Benzema dari Les Bleus. Benzema pergi bukan karena kemauannya sendiri, melainkan dikeluarkan. Hal itu karena saat mengalami ketidaknyamanan pada otot, Benzema merasa tidak mendapat reaksi positif dari Deschamps.

    “Sayang sekali, Karim, tapi kamu harus pergi,” ujar Deschamps.

    Kemudian usai meninggalkan Qatar, Benzema hanya dirawat selama tiga hari oleh dokter dan fisioterapis di pemusatan latihan Madrid di Valdebebas. Setelah berlibur di Kepulauan Reunion, Benzema pun pulih, dan melakoni uji coba bersama Madrid. Laporan di Spanyol menyatakan bahwa Benzema sudah tidak punya masalah fisik apa pun.

  • Kenali Flu Unta yang Ancam Suporter Piala Dunia 2022

    Kenali Flu Unta yang Ancam Suporter Piala Dunia 2022

    TIKTAK.ID – Para penggemar yang menghadiri ajang Piala Dunia 2022 di Qatar ternyata sedang dihadapkan dengan risiko penyakit flu unta. Metro UK melaporkan bahwa Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) sudah mendesak dokter agar mewaspadai orang yang menderita demam dan kesulitan bernapas. Walaupun sama-sama disebabkan oleh Coronavirus, tapi MERS jauh lebih mematikan ketimbang COVID-19.

    “Risiko infeksi pada penduduk Inggris memang sangat rendah. Namun mungkin lebih tinggi pada mereka yang terpapar faktor risiko tertentu di wilayah tersebut seperti unta,” jelas HAS, seperti dilansir detik.com.

    Flu unta atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sendiri adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Flu unta berasal dari virus COVID yang mengakibatkan demam dan flu.

    Mengutip Mayo Clinic, kasus pertama flu unta berasal dari Arab Saudi. Sejak saat itu, telah dilaporkan di negara-negara lain di Timur Tengah dan di Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Sebagian besar kasus di luar Timur Tengah juga sudah dilaporkan oleh orang yang baru saja bepergian ke sana.

    Perlu diketahui, gejala yang timbul pada penderita flu unta mulai sedang hingga berat. Meski begitu, sejumlah orang tidak mengalami gejala atau mengalami gejala ringan seperti flu biasa. Gejala flu unta di antaranya demam, batuk, pneumonia, dan gangguan pencernaan (mual, muntah, diare).

    Kemudian pada kondisi tertentu, flu unta juga bisa memengaruhi kerja ginjal dan jaringan di sekitar jantung. Hal itu mengakibatkan banyak pasien flu unta mengalami kesulitan bernapas dan gagal ginjal.

    Sebetulnya flu unta bisa menyerang siapa saja. Ciri-ciri orang yang rentan terpapar flu unta yaitu lansia, punya penyakit kronis, pengidap diabetes, dan pengidap sakit paru-paru.

    Meski begitu, flu unta bisa diobati dengan cara istirahat yang cukup, minum air putih, dan minum obat-obatan seperti pereda nyeri. Namun pada kasus yang parah, pasien memerlukan terapi oksigen.

    Hingga saat ini vaksin untuk flu unta memang masih belum tersedia. Akan tetapi terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi flu unta, yakni rajin cuci tangan menggunakan sabun, dan tutupi wajah saat batuk atau bersin dengan tisu.

    Selain itu, semprot disinfektan pada permukaan yang sering disentuh (seperti gagang pintu atau barang yang digunakan sehari-hari), hindari memegang wajah, mulut dan hidung dengan tangan yang belum dicuci, serta jangan berbagi gelas, alat makan, atau alat lainnya kepada orang sakit.

  • Maroko Jadi Pembunuh Berantai Tim Raksasa Eropa di Piala Dunia

    Maroko Jadi Pembunuh Berantai Tim Raksasa Eropa di Piala Dunia

    TIKTAK.ID – Maroko tampaknya dapat melanjutkan tren mereka sebagai pembunuh berantai tim-tim raksasa Eropa di Piala Dunia 2022, dalam duel lawan Prancis saat babak semifinal. Maroko menjadi tim paling mengejutkan yang berada di semifinal Piala Dunia 2022, jika dibandingkan dengan tiga tim lainnya, yakni Argentina, Kroasia, dan Prancis.

    Akan tetapi, bila menilik perjalanan Maroko untuk bisa sampai ke semifinal Piala Dunia 2022, mereka memang terbukti layak dan pantas untuk bersanding dengan tiga tim lainnya. Dalam perjuangan mencapai babak semifinal, Maroko berhasil menyisihkan Belgia di babak fase grup.

    Maroko menghajar Belgia dengan skor 2-0, melalui gol Romain Saiss dan Zakaria Aboukhlal. Kemenangan Maroko atas Belgia tersebut pun menjadi salah satu faktor penentu Belgia gagal lolos ke babak 16 besar.

    Kemudian usai sukses menjejakkan kaki ke babak 16 besar dengan status juara grup, nama Maroko mulai diwaspadai. Meski begitu, mereka belum benar-benar difavoritkan untuk banyak membuat kejutan.

    Setelah itu, Maroko membuktikan kalau mereka memiliki kemampuan untuk mengalahkan tim-tim kuat Eropa. Melalui duel melawan Spanyol, Maroko berhasil menang adu penalti. Hebatnya, Maroko mampu menang adu penalti dengan skor 3-0. Artinya, tak ada satu pun eksekutor penalti La Furia Roja yang dapat membobol gawang Maroko.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, tim bertabur bintang lainnya, Portugal, mengadang Maroko di babak perempat final. Pada laga tersebut, Yassine Bounou dan kawan-kawan menunjukkan kualitas pertahanan yang solid dan rapat.

    Maroko lantas menaklukkan Portugal dengan skor 1-0 dan saat ini berdiri menantang Prancis di babak semifinal. Dengan rangkaian kemenangan fantastis atas tim-tim raksasa Eropa, Maroko tak akan dipandang sebelah mata oleh Prancis, saat jelang laga nanti.

    Prancis sendiri masih memiliki tugas besar untuk membongkar pertahanan rapat Tim Singa Atlas serta mewaspadai serangan cepat Hakim Ziyech dan kawan-kawan. Jika tugas itu sampai tidak bisa dilaksanakan dengan baik oleh Kylian Mbappe dan kawan-kawan, maka bukan tak mungkin mereka justru menjadi korban lanjutan dari keganasan Maroko di Piala Dunia 2022.

  • Pelatih Ungkap Alasan Neymar Tak Tendang Penalti di Kroasia Vs Brasil

    Pelatih Ungkap Alasan Neymar Tak Tendang Penalti di Kroasia Vs Brasil

    TIKTAK.ID – Pelatih Timnas Brasil, Tite mengungkapkan alasan Neymar tak menendang penalti saat tim Samba kalah dari Kroasia pada babak perempat final Piala Dunia 2022. Untuk diketahui, Brasil kalah dari Kroasia melalui babak adu penalti. Kedua kesebelasan itu bermain imbang hingga 120 menit.

    Skuad Canarinho tampak unggul lebih dulu melalui Neymar, saat akhir babak pertama extra time. Setelah itu, Bruno Petkovic menyamakan kedudukan ketika pertandingan memasuki menit ke-117.

    Dalam babak adu penalti, Kroasia menang dengan skor 4-2. Empat eksekutor Kroasia tak ada yang gagal melaksanakan tugas, sedangkan dua dari empat pemain Brasil gagal memasukkan bola. Dua pemain itu yakni Rodrygo yang merupakan penendang pertama dan Marquinhos sang algojo keempat.

    Kemudian dua eksekutor Brasil lain yang mampu menyarangkan si kulit bundar yaitu Casemiro dan Pedro. Usai skor 4-2 untuk Kroasia, adu penalti selesai lantaran Brasil tidak mungkin lagi mengejar skor. Setelah laga berakhir, Tite pun menyampaikan alasan Neymar tidak menendang penalti.

    “Dia menjadi penendang kelima dan penendang penalti yang menentukan,” ujar Tite, seperti dikutip CNNIndonesia.com dari 90min.

    “Pemain yang punya kualitas dan mentalitas untuk melangkah berada di bawah tekanan terbesar,” imbuh Tite.

    Sekadar informasi, kekalahan dari Kroasia membuat keputusan Tite dalam menyusun algojo penalti dipermasalahkan. Usai pertandingan melawan Kroasia, Neymar awalnya terlihat tegar. Namun berangsur kemudian Neymar tampak menangis.

    Neymar dihibur oleh rekan setimnya Dani Alves, lalu anak Ivan Perisic, Leo, datang menghampiri Neymar. Leo datang menghibur Neymar yang sedang bersedih. Neymar langsung memeluk hangat anak gelandang Kroasia itu.

    Sebetulnya Neymar mampu menyamai rekor Pele sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil, yaitu 77 gol. Akan tetapi, torehan itu seakan tidak berarti lantaran Brasil harus tersingkir. Tidak hanya itu, Neymar juga mengisyaratkan pensiun dari Timnas Brasil. Dia mengaku tidak akan menjamin “100 persen” akan bermain kembali untuk tim Samba.

    “Saya tidak menutup pintu apa pun di Tim Nasional. Namun saya juga tidak menjamin 100 persen akan kembali,” jelas Neymar usai pertandingan, mengutip Viva.co.id dari AFP.

  • Al Rihla, Bola Canggih Piala Dunia yang Bisa Di-Charge

    Al Rihla, Bola Canggih Piala Dunia yang Bisa Di-Charge

    TIKTAK.ID – Belakangan ini di media sosial viral soal Al Rihla, bola Piala Dunia 2022 yang tampak sedang di-charge seperti smartphone sebelum digunakan dalam pertandingan. Ternyata di dalam bola itu terdapat sensor yang difungsikan oleh baterai. Untuk itu, bola harus di-charge dan terisi penuh sebelum bertanding.

    Adidas selaku pemasok bola Piala Dunia mengklaim baterai mampu bertahan selama enam jam saat penggunaan aktif. Namun bila tidak digunakan, baterai pada bola bisa bertahan sampai 18 hari.

    Seperti dikutip detikINET dari FIFA.com, Al Rihla memiliki teknologi baru bernama Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Dengan adanya SAOT, bola dapat terkoneksi, dan hal itu menjadi bagian penting yang bisa membantu wasit ketika laga berlangsung. Untuk diketahui, Piala Dunia 2022 menjadi yang pertama memasukkan teknologi tersebut ke dalam sepak bola.

    Kemudian di dalam tubuh Al Rihla, terdapat sensor gerak Inertial Measurement Unit (IMU). Sensor berukuran kecil seberat 14 gram tersebut dibuat oleh perusahaan teknologi sensor KINEXON.

    Al Rihla dibekali sensor gerak 500Hz, sehingga bola mampu memberikan informasi lokasi, dampak, dan pergerakan dari setiap tendangan serta sundulan di lapangan. Bahkan kecepatan tangkapan bola ini mencapai 500 frame per detik.

    Contohnya untuk menentukan offside, bola bakal mengirimkan data ke ruang operasional video guna memberitahukan titik bola secara presisi. Bola dan sensornya itu pun dibantu dengan dua belas kamera pemantau di stadion.

    Dengan memadukan data pelacakan anggota badan pemain dan bola lewat kecerdasan buatan, teknologi baru tersebut secara otomatis akan memberi tahu bila pemain menerima bola di posisi ilegal. Setelah itu, tim wasit secara manual memeriksa untuk menguatkan keakuratannya sebelum melaporkan ke wasit utama dan mengambil keputusan.

    Adanya sensor pada bola Piala Dunia 2022 benar-benar mengubah permainan di lapangan dan sangat membantu wasit. Salah satunya dalam kasus gol kontroversial Jepang vs Spanyol.

    Sementara itu, hasil penelitian seorang profesor di bidang fisika University of Lynchburg, Amerika Serikat, John Eric Goff menyebut bola Piala Dunia 2022 menjadi yang terbaik dari sisi aerodinamika.

    Al Rihla sendiri dibuat dengan tinta dan lem berbasis air dan berisi 20 panel. Delapan di antaranya merupakan segitiga kecil dengan sisi yang kira-kira sama, dan 12 lainnya berukuran lebih besar serta berbentuk seperti es krim.

  • Menang Lawan Argentina, Seluruh Pemain Arab Saudi Dapat Rolls Royce dari Pangeran MbS

    Menang Lawan Argentina, Seluruh Pemain Arab Saudi Dapat Rolls Royce dari Pangeran MbS

    TIKTAK.ID – Seluruh pemain Arab Saudi dikabarkan memperoleh hadiah gila dari Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), lantaran berhasil menang dengan skor 2-1 atas Argentina dalam ajang Piala Dunia 2022.

    Untuk diketahui, Arab Saudi tampil secara impresif pada pertandingan pertama Piala Dunia 2022 melawan juara Copa America, Argentina, di Stadion Lusail, pada Selasa (22/11/22). Mulanya, Arab Saudi sempat tertinggal melalui gol penalti Lionel Messi pada menit ke-10.

    Namun Arab Saudi mampu berbalik unggul dengan skor 2-1 pada babak kedua, lewat tendangan Saleh Al Shehri (48′) dan Salem Al Dawsari (53′). Kemenangan atas Argentina tersebut pun membuat The Green Falcons memuncaki klasemen Grup C dengan mengoleksi tiga poin.

    Selain itu, Arab Saudi juga telah memecahkan sejumlah rekor. Mulai dari tim Asia pertama yang membobol Argentina dengan dua gol, kemenangan pertama di laga pertama Piala Dunia, sampai kemenangan pertama atas La Albiceleste.

    Pencapaian apik dari tim asuhan Herve Renard tersebut lantas mendapatkan apresiasi dari Kerajaan Arab Saudi. Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud, disebut-sebut memberikan setiap pemain Arab Saudi hadiah mobil Rolls Royce Phantom, setelah menang fantastis atas Argentina.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, hadiah gila dari Pangeran MbS untuk pemain Arab Saudi itu viral di media sosial Twitter. Pebisnis India, Suhel Seth, merupakan salah satu yang mengunggah kabar pemain Arab Saudi mendapat Rolls Royce dari Pangeran MbS.

    Kemudian penggiat media sosial kenamaan sekaligus dokter gigi, Awab Alvi menyatakan seluruh pemain Arab Saudi mendapatkan mobil Rolls Royce tipe Phantom. Mengutip Rolls Royce Pasadena, harga tipe Phantom keluaran 2022 berkisar dari US$460 ribu sampai 550 ribu, atau setara dengan Rp7,212 hingga Rp8,624 miliar.

    Tidak hanya itu, The Green Falcons juga dilaporkan menerima Rp41 miliar dari konglomerat Arab Saudi. Informasi tersebut disampaikan oleh Saudi News FR yang disertai dengan mengunggah poster dari konglomerat Abdullah Saleh Al Othaim.

    “Miliarder Saudi ‘Al-Othaim’ menawarkan 10 juta riyal [sekitar Rp41,723 miliar] kepada tim nasional Arab Saudi atas kesuksesan bersejarah mereka melawan Argentina dalam Piala Dunia,” terangnya.

  • Tabrakan dengan Rekan Sendiri, Kiper Iran Diduga Gegar Otak

    Tabrakan dengan Rekan Sendiri, Kiper Iran Diduga Gegar Otak

    TIKTAK.ID – Penjaga gawang Timnas Iran, Alireza Beiranvand, tampak ambruk dengan kondisi hidung berdarah. Beiranvand bertubrukan dengan rekannya sendiri, Majid Hosseini, setelah menghalau tendangan Harry Kane dalam laga melawan Inggris di ajang Piala Dunia 2022, pada Senin (21/11/22) malam.

    Manajer Timnas Iran, Carlos Queiroz menyebut pemain berusia 30 tahun tersebut mengalami patah hidung akibat insiden itu.

    “Menurut informasi medis saya dan wasit, mereka tidak bisa menghentikan pendarahan pemain. Ternyata itu ada hubungannya dengan hidungnya yang patah,” ungkap Queiroz, seperti dikutip CNN Indonesia dari UK Daily pascalaga.

    Kecaman terhadap Iran pun muncul karena Beiranvand tidak lekas diganti. Padahal, Beiranvand diyakini mengalami insiden horor yang membuatnya harus dalam penanganan medis serius. Akan tetapi ia justru tetap berada di lapangan selama kurang lebih sepuluh menit dalam penanganan darurat, sampai akhirnya meminta untuk diganti lantaran pendarahan yang terus terjadi di hidungnya.

    “Ketika kembali ingin bermain, pendarahan sempat berhenti, sehingga kami pikir dia bisa melanjutkan. Namun kami memiliki beberapa indikasi bahwa kemungkinan gegar otak. Dia mengalami gegar otak parah dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Queiroz.

    “Makanya terjadi keterlambatan, itu adalah keraguan antara hidung yang patah dan gegar otak,” imbuh Queiroz.

    Sebelumnya, staf medis menghabiskan lebih dari 10 menit untuk memeriksa Beiranvand, yang terlihat bingung tapi ingin tetap berada di lapangan. Usai pergantian jersey, dan meski khawatir dia mungkin mengalami gegar otak, kiper tersebut mencoba untuk terus bermain. Akan tetapi, semenit kemudian dia memberi isyarat ke bangku cadangan, yang menunjukkan dia harus segera digantikan.

    Para penggemar dan pakar sepak bola pun heran penjaga gawang diizinkan untuk tetap bertahan. Mantan pemain Timnas Inggris, Alan Shearer, ikut buka suara.

    “Jelas dia tak pernah dalam kondisi fit. Anda tidak akan pernah bisa membuat pemain mengatakan ‘ya, saya ingin keluar’. Pemain bakal mengaku mereka baik-baik saja. Harusnya pihak medis hadir untuk memberikan saran. Mereka sudah gagal,” ucap Shearer, mengutip BBC Sport.

  • Qatar Gunakan Pendingin Canggih di Stadion Piala Dunia 2022

    Qatar Gunakan Pendingin Canggih di Stadion Piala Dunia 2022

    TIKTAK.ID – Qatar dikenal sebagai negara yang memiliki suhu sangat panas. Untuk itu, stadion yang digunakan pada gelaran Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di negara tersebut, mengimplementasikan teknologi pendinginan yang canggih.

    Qatar pertama kali memamerkan sistem revolusioner itu dalam acara peresmian Stadion Internasional Khalifa pada 2017 silam. Sejak saat itu, teknologi tersebut sudah diadaptasi di 6 tempat turnamen lainnya, serta fasilitas lain di seluruh negeri.

    Ke depannya, teknologi ini memungkinkan acara olahraga diadakan di sepanjang tahun, sehingga stadion pun tetap dapat dipakai pasca-Piala Dunia 2022.

    Qatar disebut-sebut mengembangkan sendiri sistem pendingin hemat energi, setelah mereka resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia. Profesor Teknik di Qatar University, Saud Abdulaziz Abdul Ghani memiliki peran penting dalam teknologi tersebut.

    “Studi PhD saya fokus pada AC di dalam mobil. Jadi kami menerapkan teori yang sama ke stadion Piala Dunia. Akan tetapi, jelas dalam skala jauh lebih besar,” ungkap Dr. Saud, seperti dikutip detikINET dari FIFA.com.

    Perlu diketahui, teknologi pendinginan ini sudah dipasang di tujuh dari delapan stadion Qatar 2022. Satu-satunya stadion yang tidak menggunakan teknologi pendingin itu adalah Stadium 974, karena dapat dibongkar dan punya ventilasi alami. Masing-masing teknologi pun diimplementasikan secara berbeda, disesuaikan dengan kondisi stadion.

    Teknologi pendingin stadion Qatar memakai energi surya. Udara luar akan didinginkan, lalu didistribusikan lewat perangkat di tribun dan pipa besar di sisi lapangan.

    “Kami hanya mendinginkan area di mana orang memerlukannya, misalnya di lapangan atau tribun. Setiap stadion didinginkan ke temperatur yang nyaman, yakni sekitar 20 derajat celsius,” ucap Dr. Saud.

    Ternyata teknologi pendinginan tersebut tidak dipatenkan. Dengan begitu, negara lain bisa ikut menggunakannya.

    “Teknologi ini memiliki potensi menjadi game changer bagi negara dengan iklim panas. Oleh sebab itu, saya memastikan kalau siapa pun dapat memakainya,” tegas Dr. Saud.

    Dr. Saud menyatakan bahwa dirinya sangat bangga karena teknologi dari Qatar ini dapat ditiru oleh negara dan bisnis lain.

  • Laga Pembuka Piala Dunia Diwarnai Kericuhan

    Laga Pembuka Piala Dunia Diwarnai Kericuhan

    TIKTAK.ID – Laga pembuka Piala Dunia antara tuan rumah Qatar melawan Ekuador, pada Senin (21/11/22) dini hari WIB sempat diwarnai kericuhan antarsuporter di Stadion Al-Bayt. Peristiwa tersebut bermula ketika seorang penggemar Ekuador mengeluarkan gestur yang menuding ada praktik suap yang dilakukan oleh tuan rumah, usai wasit menggagalkan gol yang dilesakkan Enner Valencia saat laga baru mulai.

    Gol yang dianulir tersebut memang menimbulkan kontroversi. Seorang penggemar Ekuador dari tribun dengan berani berdiri. Kemudian sambil bercanda, dia tampak memberi isyarat kepada orang-orang di sekitarnya kalau wasit sudah dibeli dengan uang tuan rumah.

    Rupanya seorang penggemar Qatar tidak melihat sisi lucu dari hal-hal tersebut. Dia lantas berteriak kepada pendukung Ekuador untuk “duduk dan tutup mulut”. Akan tetapi pascalaga bubar, kedua pria itu ternyata sudah berbaikan. Mereka pun mengunggah di media sosial tentang akhir dari ketegangan selama pertandingan tersebut.

    “Dia orang Ekuador dan dia berada di sini untuk menonton pertandingan hari ini,” ungkap suporter Qatar yang sebelumnya geram itu, seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Pada akhirnya kita semua ada di sini untuk menonton pertandingan yang indah,” imbuhnya.

    Sebelumnya, kerusuhan pecah kurang lebih satu jam jelang kick off laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador. Insiden itu terjadi di Fan Zone atau Festival Fan di Taman Al Bidda, Doha, Qatar pada Minggu (20/11/22) malam WIB.

    Mengutip Kumparan.com dari Mirror, kerusuhan tersebut terjadi ketika para penggemar sedang mengantre masuk ke zona festival untuk menyaksikan pembukaan Piala Dunia 2022. Kabarnya, puluhan ribu orang ricuh dan saling dorong di pintu masuk. Lantas aparat keamanan menurunkan polisi anti huru-hara untuk meminimalisasi kerusuhan yang terjadi di pintu masuk festival fan tersebut.

    Untuk diketahui, Timnas Qatar telah mengukir catatan memalukan, setelah takluk dengan skor 0-2 dari Ekuador dalam laga pembuka Piala Dunia 2022, pada Senin (21/11/22) dini hari WIB. Awalnya, Ekuador mampu unggul lebih dini atas Qatar, ketika pertandingan baru berjalan tiga menit melalui Enner Valencia. Namun gol itu dianulir oleh wasit akibat ada pemain Ekuador yang berada dalam posisi offside.

    Hal itu membuat Ekuador bisa membuka keunggulan, berkat gol Valencia pada menit ke-16 yang tercipta lewat titik penalti. Setelah itu, penyerang Fenerbahce kembali mengukir angka baru di papan skor, setelah mencetak gol kedua melalui sundulan usai menerima umpan terukur Angelo Preciado.