Tag: penyebab diabetes

  • Kenali Penyebab Diabetes

    Kenali Penyebab Diabetes

    TIKTAK.ID – Kementerian Kesehatan menjelaskan, diabetes terjadi saat insulin tidak dihasilkan atau tidak bekerja dengan baik, sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi. Ketika kita makan atau minum, tubuh akan mengurai karbohidrat menjadi gula (glukosa). Kemudian insulin yang diproduksi oleh pankreas memerintahkan sel tubuh untuk menyerap glukosa itu menjadi energi.

    Umumnya, diabetes disebabkan beberapa kebiasaan kita sehari-hari. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini di antaranya:

    1. Minum teh manis
      Mengutip buku “Teh Manis Tanpa Gula” (2019) oleh Agus Nurjaman, S.Pd, penyebab diabetes yang pertama yakni teh manis. Sebab, tingginya asupan gula dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi, terlebih ada risiko kelebihan kalori.

    Segelas teh manis mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Padahal kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas).

    Sebaiknya Anda mulai mengganti teh manis dengan air putih, teh tanpa gula, atau membatasi gula tidak lebih dari 2 sendok teh sehari.

    1. Makan gorengan
      Masih menurut Agus Nurjaman dalam “Teh Manis Tanpa Gula” (2019), kebiasaan makan gorengan dapat menjadi penyebab kuat selanjutnya dari penyakit diabetes. Pasalnya, gorengan yang kita makan mengandung kolesterol jahat, sehingga membuat kolesterol baik menurun.

    Live Strong menyatakan sifat lemak dalam makanan yang digoreng (lemak trans) sangat buruk bagi penderita diabetes lantaran tinggi kalori.

    Makan lebih banyak kalori ketimbang yang dibutuhkan akan menimbulkan penambahan berat badan atau tubuh kelebihan lemak. Hal itu pun bisa mengganggu kemampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif dan mengakibatkan gula darah tinggi kronis.

    1. Suka ngemil
      Lebih lanjut Agus Nurjaman menyatakan, banyak orang salah mengira bahwa mengurangi porsi makan siang dan malam dapat menghindari diri dari obesitas. Padahal, kebiasaan itu justru membuat kita lebih suka ngemil, seperti camilan biskuit, kripik, dan kue-kue manis lainnya.

    Camilan tersebut mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan gizi memadai. Jenis makanan itu pun tergolong makanan dengan indeks glikemik tinggi yang dapat menjadi penyebab diabetes. Selain itu, gula dan tepung yang terkandung dalam camilan bisa memicu kenaikan kadar gula darah yang berujung pada penyakit diabetes.

  • Waspadai Penyebab Diabetes 2 pada Anak

    Waspadai Penyebab Diabetes 2 pada Anak

    TIKTAK.ID – Umumnya, diabetes tipe 2 dikaitkan dengan penyakit yang hanya bisa dialami orang dewasa atau kalangan lanjut usia (lansia). Padahal, penyakit ini dilaporkan telah menjadi lebih umum terjadi pada usia muda, termasuk pada anak-anak.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah faktor risiko penyebab diabetes tipe 2 pada anak yang perlu diwaspadai:

    1. Kelebihan berat badan
      Kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko yang kuat untuk diabetes tipe 2 pada anak-anak. Pasalnya, makin banyak jaringan lemak yang dimiliki anak, terutama di sekitar perut, kian resisten pula sel tubuh mereka terhadap insulin.
    2. Tidak aktif bergerak
      Jika anak kurang aktif, maka makin besar risiko mereka terkena diabetes tipe 2. Sebab, aktivitas fisik akan membantu anak-anak mengontrol berat badan, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel anak lebih responsif terhadap insulin.
    3. Riwayat keluarga
      Risiko anak-anak terkena diabetes tipe 2 akan meningkat bila mereka mempunyai orang tua atau saudara kandung dengan penyakit tersebut.
    4. Ras atau etnis
      Walaupun belum diketahui alasannya, tapi orang-orang tertentu, termasuk orang kulit hitam, Hispanik, Indian Amerika, dan Asia Amerika dilaporkan lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2.
    5. Usia dan jenis kelamin
      Ada banyak anak yang mengembangkan diabetes tipe 2 di awal masa remaja mereka. Remaja perempuan disebut-sebut lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 ketimbang remaja laki-laki.
    6. Berat badan lahir rendah dan lahir dari ibu dengan diabetes gestasional
      Jika anak memiliki berat badan lahir rendah dan lahir dari ibu yang menderita diabetes gestasional selama kehamilan, maka keduanya terkait dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
    7. Kelahiran prematur
      Bayi yang lahir prematur sebelum usia kehamilan 39-42 minggu disebut mempunyai risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2.

    Meski begitu, Anda perlu menyadari bahwa beberapa faktor risiko penyebab diabetes tipe 2 pada anak di atas masih bisa diubah.

    Pilihan gaya hidup yang sehat akan membantu mencegah diabetes tipe 2 pada anak.

  • Nasi Sebabkan Diabetes, Mitos atau Fakta?

    Nasi Sebabkan Diabetes, Mitos atau Fakta?

    TIKTAK.ID – Sebagai orang Indonesia, tentu kita telah terbiasa mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Bahkan mungkin Anda sudah tidak asing dengan ungkapan “belum makan namanya kalau belum makan nasi”. Sebab, banyak orang Indonesia yang merasa belum kenyang jika belum makan nasi, meski sudah makan jenis karbohidrat lain seperti roti atau mi.

    Ungkapan itu pun menjelaskan bagaimana masyarakat Indonesia sangat ketergantungan dengan nasi.

    Akan tetapi, makan nasi secara berlebihan diketahui memiliki dampak yang tidak baik bagi tubuh, salah satunya berisiko terkena diabetes tipe 2.

    Seperti dilansir Detik.com, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health menemukan kaitan di antara makan nasi dengan penyakit diabetes.

    Berdasarkan penelitian yang dipublikasi oleh British Medical Journal pada 2012 tersebut, peneliti menelaah empat studi yang melibatkan sebanyak 352 ribu orang dari China, Jepang dan Amerika Serikat.

    Penelitian yang dipimpin oleh Emily Hu dan Qi Sun itu memantau perkembangan kesehatan serta kebiasaan makan partisipan selama 4-22 tahun.

    Menurut hasil penelitian, partisipan yang paling banyak makan nasi yaitu 3-4 kali per hari, memiliki risiko 1,5 kali lebih banyak terkena diabetes dibandingkan orang yang makan paling sedikit nasi.

    Tidak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa risiko terkena diabetes dapat naik 10 persen untuk setiap tambahan porsi nasi yang dimakan dalam sehari.

    Peneliti menjelaskan, kaitan antara kuantitas makan nasi dengan risiko terkena diabetes tipe 2 berhubungan dengan indeks glikemik pada nasi yang tinggi sekitar 70. Indeks glikemik sendiri merupakan angka yang menunjukkan potensi meningkatkan gula darah.

    Untuk menghindari meningkatnya risiko terkena diabetes tipe 2, maka dapat dilakukan dengan mengganti kebiasaan mengonsumsi karbohidrat rafinasi, seperti nasi putih dan roti putih, menjadi serealia utuh.

    Pasalnya, selain mengakibatkan diabetes tipe 2, konsumsi nasi yang berlebihan juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan hingga mengganggu pencernaan.

    Tidak hanya mengganti asupan karbohidrat, Anda juga dapat membatasi asupan karbohidrat sebanyak 45-60 gram setiap kali makan. Dengan begitu, risiko terkena diabetes tipe 2 dapat ditekan.

  • Inilah 3 Makanan Terburuk bagi Penderita Kolesterol

    Inilah 3 Makanan Terburuk bagi Penderita Kolesterol

    TIKTAK.ID – Sebagian orang beranggapan, kolesterol tergolong penyakit yang sangat menakutkan karena dipercaya dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung. Selain itu, kolesterol juga dikenal berbahaya bagi penderita hipertensi.

    Informasi dari The List menyarankan, penderita kolesterol juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi, agar tidak memperburuk keadaan.

    Berikut 3 makanan terburuk bagi penderita kolesterol:

    1. Daging Olahan
    Daging olahan seperti hot dog, bacon, dan sosis sudah jelas memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Hal ini bisa mengakibatkan penyakit jantung bahkan kanker usus besar.

    Baca juga: Benarkah Santan Lebih Tokcer Atasi Refluks Asam Lambung Ketimbang Susu Sapi?

    Sebuah penelitian dengan jumlah partisipan sekitar 600.000 orang menemukan bahwa 50 gram daging olahan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sekitar 42%. Selain mengandung kolesterol jahat, daging olahan memiliki lemak jenuh yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

    2. Makanan yang Digoreng dan Cepat Saji
    Beberapa makanan cepat saji, biasanya dianggap lezat dan disukai oleh banyak orang, seperti steak, stik keju, dan fried chicken. Namun ternyata, makanan tersebut tinggi kolesterol dan sebisa mungkin harus dihindari.

    Di sisi lain, makanan tersebut mengandung lemak trans yang membuat risiko penyakit jantung meningkat. Bahkan juga berisiko menjadi penyebab diabetes dan obesitas.

    Baca juga: Bahaya, Tubuh Alami 6 Hal ini Saat Kurang Konsumsi Gula

    Halaman selanjutnya…