Tag: Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi

  • Astaga! Pasca Luhut Ketemu Trump, Indonesia Mendadak Buka ‘Calling Visa’ untuk Israel

    Astaga! Pasca Luhut Ketemu Trump, Indonesia Mendadak Buka ‘Calling Visa’ untuk Israel

    TIKTAK.ID – Pemerintah mendadak membuka layanan calling visa di tengah pandemi Covid 19. Calling visa tersebut diperuntukkan bagi delapan negara termasuk Israel.

    Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Arvin Gumilang mengatakan pelayanan mulai dibuka pada hari Senin.

    “Uji coba pelayanan telah kami lakukan sebelumnya dan Senin nanti akan kami buka pelayanan e-Visa bagi subjek calling visa untuk tujuan penyatuan keluarga, bisnis, investasi, dan bekerja,” jelas Arvin melalui keterangan tertulis, Selasa (24/11/20).

    Baca juga : Jokowi Tweet Soal Charlie Chaplin, Sindir Jusuf Kalla?

    Ia menjelaskan, alasan pelayanan calling visa dibuka kembali karena banyak tenaga ahli dan investor yang berasal dari negara-negara calling visa. Selain itu juga untuk mengakomodasi hak-hak kemanusiaan para pasangan kawin campur.

    Namun pemberian calling visa untuk Israel terjadi tak lama setelah kunjungan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ke AS.

    Seperti yang diketahui, melalui pemerintahan AS, Israel semakin kencang ingin menormalisasi hubungan dengan negara berpenduduk Muslim.

    Saat dikonfirmasi, Dubes Lutfi membantah ada pembicaraan soal Israel dalam pertemuan Menko Luhut dengan Trump, maupun saat bertemu dengan menantu Trump, Kushner. “Pembicaraan hanya soal persahabatan dan ekonomi,” ujar Lutfi (21/11/20).

    Baca juga : Soal Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online, Bahar Smith Menolak Diperiksa Polisi

    Kushner sendiri adalah utusan dan pelobi utama Trump untuk mencari solusi konflik Israel-Palestina, lewat proposal Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century). Hasilnya, UAE, Bahrain, dan Sudan, meneken normalisasi hubungan dengan Israel.

    Terkait hal tersebut muncul dugaan, ketujuh negara calling visa hanyalah “pelengkap”, agar tidak terlalu vulgar sehingga rawan diprotes publik bahwa kebijakan calling visa tersebut sebenarnya demi kepentingan Israel.

  • Mantan Jenderal Kopassus ini Siap Bantu Said Didu Hadapi Luhut

    Mantan Jenderal Kopassus ini Siap Bantu Said Didu Hadapi Luhut

    TIKTAK.ID – Perseteruan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dengan mantan Sekretaris BUMN, Said Didu makin meruncing. Diketahui terdapat dua purnawirawan TNI yang ikut melawan Luhut, bergabung sebagai kuasa hukum Said Didu.

    Tidak sembarang orang, kuasa hukum Said Didu tersebut merupakan purnawirawan TNI bintang tiga, yakni Letjen TNI (P) Yayat Sudrajat dan Letkol CPM (P) MH. Helvis.

    Mengutip Tribun-medan.com, Yayat adalah jebolan Akademi Militer 1982. Selama di militer, ia dikenal sebagai purnawirawan jenderal Kopassus.

    Baca juga : Makin Rajin Kritik Pemerintah, Benarkah PDIP Bakal Tinggalkan Jokowi di Tengah Gelanggang?

    Kemudian pada Pemilihan Presiden 2019 silam, Yayat bergabung menjadi pendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Yayat sendiri tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Berkarya. Ia dan beberapa purnawirawan lainnya juga menyuarakan penolakan terkait hasil Pilpres 2019 yang memenangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

    Selain Yayat dan Helvis, nama-nama kuasa hukum Said Didu yaitu:
    1. Amir Syamsuddin, Dr. SH. MH.
    2. Ahmad Yani, Dr. SH, MH
    3. Arief Rachman, SH. MH.
    4. Abdul Rohim, SH. MH.

    Baca juga : Serang Ahok, Roy Suryo Akui Kecewa dan Jijik Soal Penunjukan Komut Pertamina hingga Kabar Ahok Maju Pilpres 2024
    5. Bambang Widjojanto, Dr. SH. LL.M.
    6. Denny Indrayana, Prof. SH. LL.M. Ph.D.
    7. Dindin S. Maolani, SH.
    8. Hotman Sinambela, SH, MH
    9. Letkol CPM (P) MH. Helvis
    10. Muhammad Mahendradatta, SH. MA. MH
    11. Munarman, SH
    12. Sophyan Kasim, SH. MH.
    13. Teuku Nasrullah, SH. MH.
    14. Tezar Yudhistira, SH. MH.
    15. Toni Butar-Butar, SH

    Baca juga : Mendadak Heboh, di Medsos Ada Sayembara Foto Wisuda Jokowi Berhadiah Motor Ducati Senilai Rp 500 Juta
    16. Letjen TNI (P) Yayat Sudraja, serta 200 advokat yang berasal dari berbagai organisasi dan daerah di Indonesia.

    Sementara itu, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan ada empat kuasa hukum yang akan mewakili Luhut. Keempat kuasa hukum itu yakni Nelson Darwis, Malik Bawazier, Patra M Zen, dan Riska Elita.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Luhut melaporkan Said Didu ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Hal itu merupakan buntut sindiran Said Didu kepada Luhut di YouTube beberapa waktu lalu.

    Baca juga : Luhut Siapkan 4 Pengacara untuk Seret Said Didu ke Polisi

    Luhut kemudian mengerahkan empat kuasa hukum untuk memproses atau sebagai perwakilan dari Luhut pada kasus tersebut. Jodi mengungkapkan alasan Luhut melaporkan Said Didu karena tidak terima dengan pernyataan Said Didu ketika diwawancarai Hersubeno Arief melalui YouTube.