Tag: KSAD

  • Mendikdasmen: Pembelajaran di Daerah Bencana Sudah 100 Persen, Tapi Bergantian di Tenda

    Mendikdasmen: Pembelajaran di Daerah Bencana Sudah 100 Persen, Tapi Bergantian di Tenda

    TIKTAK.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pembelajaran di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah berlangsung 100 persen, walaupun masih belum sepenuhnya ideal. Dia menyebut siswa masih memakai sistem belajar gantian atau shift hingga belajar di tenda.

    “Untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara, pembelajaran memang sudah berlangsung 100 persen, hanya saja belum ideal. Pertama, ada yang memang masih menumpang di sekolah lain, atau yang kedua, belajar di sekolah sendiri, tapi sistemnya shift. Jadi ada yang pagi, ada yang sore, dan ada juga yang masih belajar di tenda,” ujar Mu’ti dalam rapat kerja dengan Komisi X, pada Rabu (21/1/26), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Mu’ti mengeklaim Pemerintah sedang berusaha melakukan akselerasi, sehingga pembelajaran dapat berjalan kembali seperti semula.

    Baca juga : Keponakan Prabowo Lepas Atribut Gerindra demi Kursi Deputi Gubernur

    Sementara itu, Mu’ti menilai pembelajaran di Aceh sudah hampir 100 persen. Dia mengatakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan berat adalah Aceh Tamiang.

    “Nah untuk Aceh, 95 persen sudah belajar, sudah mulai pembelajaran. Yang belum itu memang ada di terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, karena memang ada yang mengalami kerusakan sangat berat,” tutur Mu’ti.

    Mu’ti sendiri mengaku sudah melakukan rapat dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, demi mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang.

    Baca juga : Bupati Sudewo Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Gerindra

    “Kami barusan tadi rapat dengan KSAD untuk dapat bekerja sama terkait percepatan penyelesaiannya. Sebab, memang kondisi dan kerusakannya perlu perhatian dan perlu kerja sama lintas kementerian,” imbuh Mu’ti.

    Lebih lanjut, Mu’ti menyatakan kementeriannya telah menyalurkan sejumlah bantuan pendidikan ke daerah terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Tak hanya bantuan dalam bentuk tunai untuk guru hingga siswa, Kemendikdasmen menyerahkan 27 ribu paket school kit.

    “Tercatat sebanyak 4.549 satuan pendidikan terdampak yang berimplikasi pada terganggunya layanan pendidikan bagi sekitar 657.193 peserta didik serta aktivitas pembelajaran oleh 56.882 guru,” papar Mu’ti, mengutip Kumparan.com.

    Baca juga : Masih Banyak Lumpur, Aceh Tamiang Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Hingga 3 Februari

    “Melalui anggaran Kemendikdasmen, sudah disalurkan berbagai bentuk bantuan. Di antaranya 27.000 paket school kit untuk peserta didik, 168 unit tenda pembelajaran darurat, 147 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat untuk 1.339 satuan pendidikan, tunjangan guru terdampak bencana bagi 16.467 guru, dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan, serta 147.670 buku untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran,” sambungnya.

  • KSAD Kembali Tegaskan Letkol Teddy Tak Perlu Mundur dari TNI Meski Jabat Seskab Prabowo

    KSAD Kembali Tegaskan Letkol Teddy Tak Perlu Mundur dari TNI Meski Jabat Seskab Prabowo

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak kembali menyatakan bahwa Letkol Teddy Indra Wijaya tidak perlu mundur dari TNI, walaupun menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) Prabowo Subianto.

    Maruli menjelaskan, saat ini jabatan Seskab berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Maruli menyampaikan hal itu untuk menjawab polemik jabatan Teddy menyusul RUU TNI yang sedang dibahas DPR dan Pemerintah.

    “Mestinya di situ kalau berdasarkan itu tidak harus mundur. Kan di Sesmilpres sudah ada tentara memang, dan Sesmilpres kan tentara,” ujar Maruli setelah rapat di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis (13/3/25), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Baca juga : Prabowo Akan Cari Pulau Terpencil untuk Bangun Penjara Koruptor

    Maruli menerangkan, posisi Sesmilpres sudah diatur dalam UU TNI Nomor 34 Tahun 2004. Dia pun merujuk pada Pasal 47 yang mengatur penempatan TNI di jabatan sipil.

    Menurut Maruli, selama ini Sesmilpres termasuk satu dari 10 lembaga sipil yang bisa diduduki oleh TNI. Dia mengatakan pada praktiknya, Sesmilpres selalu dipimpin maksimal jenderal bintang dua atau mayor jenderal, dan didampingi oleh sekretaris yang diwakili perwira kepolisian.

    “Sesmilpres itu memang dari dulu dipimpin mayor jenderal. Sekretarisnya polisi, tak ada yang keluar dari kemiliteran dan polisi,” tutur Maruli.

    Baca juga : Begini Respons Sri Mulyani Saat Ditanya Isu Akan Hengkang dari Kabinet Prabowo

    Kemudian dalam RUU TNI, jumlah instansi sipil yang dapat diduduki prajurit TNI aktif bertambah dari 10 menjadi 15. Sesmilpres sendiri masih termasuk di dalamnya. Adapun posisi Sesmilpres berubah dari periode sebelumnya yang merupakan lembaga setingkat menteri.

    Berkaitan dengan itu, usai ada UU TNI hasil revisi, Maruli mengaku bakal mengambil sikap tegas terhadap anggota TNI aktif yang kini menduduki instansi sipil di luar 15 instansi yang diizinkan. Dia melanjutkan, dua di antaranya ada Kepala Bulog dan Irjen Kementerian Pertanian.

    “Ya, mengikuti revisi. Jika nanti revisinya harus pensiun, ya pensiun,” kata Maruli.

    Baca juga : Megawati Kumpulkan Anggota Komisi III DPR PDIP, Atur Strategi Jelang Sidang Hasto?

    Untuk diketahui, pengangkatan Teddy sebagai Seskab berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 143/P tahun 2024 tentang Pengangkatan Sekretaris Kabinet. Pada 21 Oktober 2024, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi sempat menyatakan Teddy tidak perlu pensiun dari TNI meski jadi Seskab. Dia menilai posisi Teddy layaknya Sekretaris Militer Presiden yang dapat diemban oleh anggota militer yang masih aktif.

  • Soal Kandidat KSAD Baru, Jokowi Sebut Peluang Menantu Luhut

    Soal Kandidat KSAD Baru, Jokowi Sebut Peluang Menantu Luhut

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo atau Jokowi membenarkan kabar mengenai sosok Pangkostrad, Letjen TNI Maruli Simanjuntak menjadi salah satu kandidat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) baru. Bila terpilih, Maruli bakal menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang baru saja dilantik menjadi Panglima TNI pada Rabu (22/11/23).

    “(Maruli menjadi) salah satu kandidat, iya,” ujar Jokowi di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan pada Sabtu (25/11/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Jokowi menilai terdapat beberapa sosok lain yang juga dipertimbangkan. Akan tetapi, dia tidak mengungkapkan nama-nama yang menjadi calon KSAD tersebut.

    Baca juga : Mahfud MD Hadiri Deklarasi Dukungan Kelompok Tionghoa di Kalbar untuk Ganjar-Mahfud

    Jokowi mengaku dirinya masih belum menentukan sosok KSAD baru hingga saat ini. Dia mengeklaim bakal menunjuk KSAD baru pekan depan.

    “Belum, kira-kira minggu depan ini lah kita putuskan,” terang Jokowi.

    Untuk diketahui, potensi Letjen Maruli Simanjuntak menjadi KSAD cukup menarik atensi publik. Pasalnya, dia adalah menantu dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia sekaligus purnawirawan Jenderal TNI AD, Luhut Binsar Panjaitan.

    Baca juga : Anies Tegaskan Tak akan Fokus Kerjakan Food Estate Garapan Jokowi-Prabowo Jika Menang Pilpres

    Letjen Maruli Simanjuntak kini menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Pria kelahiran 27 Februari 1970 di Bandung, Jawa Barat ini merupakan alumni Akademi Militer 1992 dan punya spesialisasi dalam bidang infanteri. Dia pun pernah menduduki berbagai posisi dan jabatan strategis selama kariernya dalam dunia militer.

    Pada 2002 silam, Maruli sempat menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur Cakra. Tiga tahun setelah itu, ia menjadi Perwira Bantuan Madya Operasi Kopassus. Pada 2008, Maruli dipercaya menjadi Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus. Masih di tahun yang sama, ia ditunjuk menjadi Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus.

    Dua tahun kemudian, Maruli dipromosikan menjadi Wakil Komandan Grup 1 Kopassus. Pada 2014, ia menjabat sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

    Baca juga : Ridwan Kamil: Kalau Allah Izinkan, Prabowo Akan Bangun Kembali RS Indonesia di Gaza

    Pada 2016-2017, Maruli diangkat menjadi Komandan Korem 074/Warastratama dan Wakil Komandan Paspampres. Selanjutnya, ia menjabat Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro dan menjadi Komandan Paspampres sejak 2018 hingga 2020.

  • KSAD Dudung Bawa Putranya Temui Panglima Andika Saat Wisuda Taruna

    KSAD Dudung Bawa Putranya Temui Panglima Andika Saat Wisuda Taruna

    TIKTAK.ID – Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa tampak mengacungkan jempol kepada anak Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman, Muhammad Akbar Abdurachman, setelah wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) Akademi TNI.

    Momen tersebut terlihat dari unggahan Instagram pribadi milik Dudung @dudung_abdurachman. Dudung mengunggah potret momen dirinya dan keluarga sedang menghadiri wisuda Prabhatar di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

    Dalam kesempatan itu, Dudung pun membawa putranya untuk menemui Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa dalam suatu ruangan. Dalam foto tersebut, Andika tampak tengah menyalami Akbar, didampingi Dudung yang ikut tersenyum sumringah.

    Baca juga : Komando dari Jokowi, Prabowo Targetkan Separuh Alutsista Bisa Diproduksi Lokal

    Kemudian pada unggahan foto lainnya, Dudung terlihat sedang memeluk sang putra dan berfoto bersama seluruh anggota keluarga. Dudung juga mengunggah foto Andika sedang menyematkan tanda di barisan. Pada foto keempat, tampak sang istri, Rahma Dudung Abdurachman, tengah memeluk erat Akbar.

    Selain itu, Dudung juga mengunggah foto prosesi upacara wisuda Prabhatar tersebut. Dudung mengatakan bahwa wisuda Prabhatar diikuti sebanyak 1.028 prabhatar Akademi TNI dan Akpol.

    “Rasa haru, bahagia, dan bangga terlihat dari para orang tua yang ikut hadir dalam acara tersebut, usai acara wisuda. Termasuk saya bersama istri ketika menemui anak kami tercinta, Prajurit Taruna Muhammad Akbar Abdurachman,” terang Dudung, pada Selasa (1/11/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Jokowi Sebut 3 Kepala Negara Belum Konfirmasi Hadir di KTT G20 Bali

    Menurut Dudung, Pendidikan Dasar Integrasi TNI-Polri itu bertujuan menyamakan materi dasar keprajuritan bagi para Taruna. Tidak hanya itu, Dudung menyebut pendidikan integrasi juga memiliki tujuan memupuk rasa kebersamaan dan soliditas.

    “Dengan begitu, para taruna dari seluruh matra bisa saling mengenal dan menumbuhkan jiwa korsa yang kuat,” tutur Dudung.

    Sekadar informasi, pertemuan Dudung dan Andika menjadi menarik perhatian lantaran sebelumnya mereka disebut tidak harmonis. Isu tersebut muncul ketika anggota Komisi I Fraksi PDIP DPR RI, Effendi Simbolon dan sejumlah legislator lainnya menyinggung mengenai hal itu dalam rapat. Effendi mengungkit kembali kabar anak Jenderal Dudung yang tidak lulus Akmil karena masalah umur dan tinggi badan.

  • KSAD Dudung Ziarahi Makam Bung Karno dan Berkunjung ke Istana Gebang

    KSAD Dudung Ziarahi Makam Bung Karno dan Berkunjung ke Istana Gebang

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman, diketahui berziarah ke makam Presiden ke-1 RI, Soekarno atau Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, pada Kamis, (6/10/22). Dudung bersama rombongan terlihat berziarah ke makam Bung Karno, di sela rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah Kodam V/Brawijaya.

    Menurut Dudung, Bung Karno sejak muda sudah punya idealisme, patriotisme, dan nasionalisme yang tinggi. Dia mengatakan hal itu yang membuat Bung Karno mampu memproklamasikan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

    “Kita berterima kasih kepada beliau (Bung Karno) yang telah mendirikan bangsa ini. Mudah-mudahan jiwa dan semangat idealismenya, patriotismenya, serta nasionalismenya bisa menyerap kepada diri kita semua untuk membangun bangsa Indonesia lebih maju dan kuat,” terang Dudung dalam keterangan tertulis Dispenad, pada Jumat (7/10/22), seperti dilansir Kompas.com.

    Baca juga : Diusung PSI Jadi Capres 2024, Begini Respons Ganjar

    Dalam ziarah tersebut, Dudung melakukan tabur bunga. Dia pun mendoakan semoga jasa-jasa perjuangan Bung Karno bagi bangsa Indonesia dapat menjadi amal ibadah dan ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

    “Kita juga mohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia, semoga TNI Angkatan Darat bisa semakin dekat dengan rakyat dan selalu dicintai serta mencintai rakyat,” ucap Dudung.

    Dudung lantas mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa berziarah ke Makam Bung Karno.

    “Memang sejak dulu cita-cita saya pingin ke Blitar untuk nyekar ke Makam Bung Karno,” imbuhnya.

    Baca juga : Respons NasDem Soal Risiko Suara Melorot Gara-gara Anies

    Usai melakukan ziarah, Dudung lanjut mengunjungi Istana Gebang di Kelurahan Bendo Gerit, Kecamatan Sanan Wetan, Blitar. Lokasi tersebut dulunya adalah rumah Bung Karno ketika masih remaja. Dalam kesempatan itu pula, Dudung memberikan tali asih berupa sembako kepada para pengurus makam dan Istana Gebang Bung Karno.

    Dudung menjelaskan, kegiatan ziarah ke Makam Bung Karno itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja yang dia lakukan. Awalnya, KSAD berkunjung ke Kabupaten dan Kota Malang guna meninjau hal-hal terkait tragedi Stadion Kanjuruhan.

    Ketika di Malang, Dudung mengunjungi dan memberikan santunan kepada beberapa korban tragedi Kanjuruhan. Dia juga mengunjungi anggota TNI yang terlibat dalam pengamanan laga Arema FC Vs Persebaya tersebut.

  • KSAD Dudung Temui Prabowo, Ada Apa?

    KSAD Dudung Temui Prabowo, Ada Apa?

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman, terlihat menemui Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat (16/9/22). Tim Prabowo mengungkapkan pertemuan tersebut dengan membagikan foto dan video perbincangan Prabowo dengan Dudung.

    “Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas soal pembangunan postur pertahanan teritorial”, begitu keterangan tertulis tim Prabowo Subianto, Minggu (19/8/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Pertemuan itu untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pertahanan teritorial. Prabowo sendiri menekankan pentingnya pertahanan teritorial dalam menjaga kedaulatan negara.

    Baca juga : Gerindra: Hanya Prabowo yang Bisa Bicara Peluang Jokowi 2024

    Oleh sebab itu, Prabowo mendorong TNI Angkatan Darat agar selalu menyiapkan diri. Dia mengaku ingin TNI AD selalu mengetahui perkembangan situasi, baik di dalam maupun luar negeri.

    “Kita memang mengejar teknologi tinggi, namun tulang punggung pertahanan kita, ya teritorial. Kita harus percaya kepada pertahanan teritorial,” tegas Prabowo.

    Sebelumnya, Jokowi dan Prabowo sempat meninjau wilayah perbatasan di Maluku Barat Daya. Sejumlah lokasi yang dikunjungi Prabowo bersama Jokowi yakni Pulau Moa di Maluku Barat Daya, yang dia sebut termasuk kabupaten terluar sebelah timur, paling timur selatan. Ketika itu, Jokowi menekankan pentingnya desain pertahanan untuk menjaga keutuhan negara.

    Baca juga : Demokrat: Ada ‘Genderuwo’ yang Tak Hendaki Anies Jadi Capres

    “Hari ini saya dengan Pak Menhan, Pak Menteri KKP, serta Menteri PU melihat titik-titik yang tadi saya sebutkan dalam rangka, sekali lagi, pertahanan dan keamanan negara,” jelas Jokowi di Maluku Barat Daya, melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (15/9/22).

    Kemudian keduanya melihat salah satu titik terluar NKRI, Pulau Leti, yang berbatasan dengan Timor Leste. Pulau Leti itu tampak dari seberang Pantai Tiakur, di Pulau Moa, yang dikunjungi Jokowi.

    Lantas Prabowo mengaku pada 2,5 tahun yang lalu, Jokowi telah memerintahkan pihaknya agar membuat suatu desain besar pertahanan negara. Dia memaparkan, di dalamnya termasuk bagaimana pengamanan jalur-jalur laut kepulauan di Indonesia yang menjadi jalur bagi 60 persen perdagangan laut dunia.

    Baca juga : Siap Nyapres 2024, Anies Ngaku Belum Dapat Panggilan Partai

    “Pulau-pulau terluar di kawasan ini memang harus sudah dirancang untuk menjadi bagian dari pertahanan kita. Tentunya ini bakal kita lakukan dengan teliti dan mengikutsertakan semua lembaga terkait,” jelas Prabowo, mengutip Tempo.co.

  • Akhirnya KSAD Dudung Akui Ada Perselisihan dengan Jenderal Andika Pasca-Super Garuda Shield

    Akhirnya KSAD Dudung Akui Ada Perselisihan dengan Jenderal Andika Pasca-Super Garuda Shield

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman mengakui bahwa terdapat perselisihan antara dirinya dan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. Dudung menyebut ada perbedaan pandangan dengan Andika. Meski begitu, dia menganggap perselisihan itu sebagai hal yang biasa.

    “Kalau saya dengan Pak Andika terdapat perselisihan sedikit,” ujar Dudung di Bengkalis, seperti dikutip CNN Indonesia dari Detikcom, pada Rabu (14/9/22).

    “Itu biasa, perbedaan itu hal biasa. Pejabat lama dengan pejabat baru itu hal biasa,” imbuh Dudung.

    Baca juga : Diisukan Jadi Cawapres di 2024, Begini Respons Dingin Jokowi:

    Kemudian Dudung mengatakan perselisihan itu tidak mengganggu soliditas TNI. Dia pun mengklaim masih berhubungan baik dengan Andika. Selain itu, Dudung mengatakan masih menjalankan tugas yang diberikan Andika, salah satunya adalah memastikan ketahanan pangan di berbagai daerah.

    “Kita masih solid, dan masih melaksanakan perintah-perintah. Ini salah satunya mengenai ketahanan pangan,” terang Dudung.

    Untuk diketahui, Andika dan Dudung sempat diterpa isu ketidakharmonisan. Isu tersebut mencuat usai gelaran Super Garuda Shield.

    Baca juga : Anies Tegaskan Dirinya Siap Nyapres di 2024, Dengan Syarat…

    Panas dingin hubungan keduanya bahkan sampai dibawa ke parlemen. Ketika itu, Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Effendi Simbolon mempertanyakan penyebab ketidakharmonisan Andika dan Dudung.

    “Ingin penjelasan dari Saudara Jenderal TNI Andika dan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Ada apa, sampai terjadi disharmoni begini?” tanya Effendi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dengan Kemenhan dan TNI, Senayan, Jakarta, pada Senin (5/9/22).

    “Sampai urusan anak KSAD gagal masuk Akmil pun menjadi isu. Memang kalau anak KSAD kenapa? Apa harus masuk?” sambung Effendi.

    Baca juga : Ini yang Diminta Ketum PP Muhammadiyah Saat Temui Jokowi

    Tidak hanya itu, Effendi sempat menjadi sorotan prajurit TNI Angkatan Darat lantaran menyebut TNI seperti gerombolan. Pernyataan itu lantas membuat prajurit TNI AD naik pitam, mulai dari level Komando Distrik Militer (Kodim), Komando Resor Militer (Korem), Komando Daerah Militer (Kodam), hingga ring utama di lingkungan Mabes AD.

    Setelah itu, Effendi meminta maaf terkait pernyataannya yang menganggap TNI sebagai “gerombolan lebih-lebih organisasi masyarakat (ormas)”.

    “Saya dari lubuk hati yang paling dalam atas apa pun perkataan yang menyinggung, menyakiti prajurit TNI, mulai dari tamtama, bintara, perwira, sesepuh yang tidak nyaman dengan perkataan yang mungkin tadi sudah ditekankan,” jelas Effendi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/22), mengutip Kompas.com.

    Baca juga : Janji Ubah Budaya Warga Solo Makan Daging Anjing, Gibran: Bukan Soal Halal atau Haram

    “Saya sendiri enggak ada maksud menyatakan sebagaimana yang sekarang bergulir. Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh prajurit, baik yang sedang bertugas dan sudah purna,” imbuhnya.

  • Ikuti Arahan Jokowi, KSAD Dudung Minta para Komandan Tak Undang Penceramah Radikal

    Ikuti Arahan Jokowi, KSAD Dudung Minta para Komandan Tak Undang Penceramah Radikal

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman mewanti-wanti para komandan satuan agar hati-hati dalam mengundang penceramah, sehingga tidak terjerumus radikalisme.

    Dudung menyampaikan hal itu untuk merespons peringatan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Selasa (1/3/22) lalu.

    “Itu menjadi suatu poin yang nanti bakal saya sampaikan kepada para Pangdam dan Danrem,” ujar Dudung saat Rapim TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/22).

    Baca juga : Pengamat: Wacana Tunda Pemilu Strategi Parpol untuk Kerek Elektabilitas

    Dudung mengatakan, kehati-hatian dalam memilih penceramah akan menghindarkan penyebaran paham radikal di lingkungan TNI, termasuk keluarga prajurit.

    “Jangan sampai kita salah dalam memilih, malah mengundang penceramah yang ternyata sudah terpapar radikalisme. Jadi jangan sampai pemahaman-pemahaman yang tidak bagus itu sampai ke keluarga kita,” terang Dudung.

    Untuk diketahui, Presiden Jokowi sempat mengingatkan supaya keluarga anggota TNI-Polri bisa ikut disiplin. Jokowi menjelaskan, salah satu bentuk kedisiplinannya adalah istri-istri TNI-Polri tidak sembarangan mengundang penceramah agama.

    Baca juga : Setya Novanto Cekcok dengan Nurhadi di Lapas Sukamiskin

    Awalnya, Jokowi menyinggung soal disiplin nasional untuk seluruh anggota TNI-Polri. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menilai kedisiplinan ini juga harus diterapkan dalam keluarga mereka.

    “Hal seperti ini juga harus mulai dikencangkan lagi, shingga masyarakat dapat melihat dan bisa kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional. Ini bukan hanya Bapak Ibu yang bekerja (sebagai TNI-Polri), melainkan yang di rumah juga sama,” ungkap Jokowi ketika memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Selasa (1/3/22).

    “Hati-hati. Ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya harus sama. Enggak bisa ibu-ibu manggil, mengumpulkan ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi,” imbuh Jokowi.

    Baca juga : Tolak Wacana Perpanjangan Masa Jabatan, PDIP: Lebih Baik Jokowi Jadi Wantimpres Saja

    Jokowi menyebut TNI-Polri dapat mengoordinasi pemanggilan para penceramah atau pemuka agama untuk istri maupun keluarga mereka. Dia menganggap hal itu perlu dilakukan demi meminimalisasi penyebaran paham-paham radikal.

    “Sekali lagi, di tentara, polisi, tidak bisa seperti itu. Harus dikoordinir oleh kesatuan, makro dan mikronya harus kita juga. Tahu-tahu mengundang penceramah radikal, hati-hati,” kata Jokowi.

  • Prabowo Sebut TNI Akan Lebih Kuat di Bawah Kepemimpinan KSAD Dudung, Kok Bisa?

    Prabowo Sebut TNI Akan Lebih Kuat di Bawah Kepemimpinan KSAD Dudung, Kok Bisa?

    TIKTAK.ID – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan dukungan Pemerintah terhadap pengembangan kekuatan TNI AD. Prabowo mengungkapkan hal itu ketika menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Senin (7/2/22).

    Kemudian Prabowo juga mengaku optimis terhadap kepemimpinan KSAD Dudung. Dia mengatakan di bawah kepemimpinan Dudung, TNI AD bakal semakin kuat, karena menurutnya Dudung mengerti keadaan pasukan di lapangan.

    “Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, TNI AD bisa semakin kuat dan lebih hebat lagi,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (8/2/22).

    Baca juga : Diperiksa KPK, Ketua DPRD DKI Bawa Dokumen Kasus Formula E

    Prabowo mengklaim sudah mengenal Dudung sejak masih berpangkat Letnan Dua di Batalyon 744 di Dili, Timor Timur. Prabowo menjelaskan, kala itu Dudung bertugas di Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti atau Yonif RK 744/SYB.

    Satuan militer itu termasuk pasukan elite pertempuran infanteri yang berada di bawah kendali Brigif 21/Komodo Kodam IX/Udayana. Dudung yang merupakan lulusan Akmil tahun 1988 menjabat sebagai Komandan Peleton Kompi B Yonif RK 744/SYB dari tahun 1989 hingga 1994.

    “Beliau orang lapangan dan mengerti keadaan pasukan, prajurit, serta peduli akan kesejahteraan anggotanya,” ucap Prabowo.

    Baca juga : Begini Kata Kader Gerindra Kaltim Soal Alasan Prabowo Tak Pasang Baliho

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo pun menyatakan bahwa pembangunan kekuatan TNI AD adalah salah satu program prioritas Kementerian Pertahanan.

    “Kemhan mendukung pembangunan kekuatan TNI AD, yang menjadi salah satu prioritas,” jelas Prabowo.

    Sementara itu, Dudung mengatakan bahwa pembangunan postur TNI AD, baik alutsista, personil dan pangkalan saat ini adalah fokus utama ke depan.

    “Pembangunan postur TNI AD, baik alutsista, personel dan pangkalan, kini menjadi fokus utama kami ke depan dalam rangka mewujudkan profesionalisme TNI AD,” tutur Dudung dalam siaran pers TNI AD di Jakarta, Senin (7/2/22), mengutip Suara.com.

    Baca juga : Komunitas Ojek Jabodetabek Gelar Deklarasi Dukung Erick Thohir Capres 2024

    Dalam pertemuan itu, Prabowo juga didampingi oleh Wamenhan M. Herindra. Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan KSAD sebelumnya ke Kemhan pada 30 Desember 2021 silam. Ketika itu, pertemuan membahas soal rencana modernisasi dan kesiapan alutsista TNI matra darat.

  • Bawa-bawa Nama Cak Nun, KSAD Dudung Buka Suara Soal ‘Tuhan Bukan Orang Arab’

    Bawa-bawa Nama Cak Nun, KSAD Dudung Buka Suara Soal ‘Tuhan Bukan Orang Arab’

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menyebut “Tuhan bukan orang Arab” melalui salah satu siniar di media sosial YouTube beberapa waktu silam.

    Untuk diketahui, ucapan Dudung tersebut dilaporkan oleh Koalisi Ulama, Habaib & Pengacara Anti Penodaan Agama ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad) dengan tuduhan penghinaan terhadap agama.

    Dudung menjelaskan, Tuhan memang bukan orang dan bukan orang Arab. Dia menyebut Tuhan akan mengetahui doanya saat disampaikan dengan bahasa apa pun. Dia pun mengaku kalau pernyataannya itu persis dengan yang disampaikan oleh tokoh intelektual Muslim, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun.

    Baca juga : Ganjar Pranowo Jatuh dari Sepeda Saat Cek Kerumunan, Begini Kronologinya

    “Tuhan itu bukan orang, apalagi orang Arab, persis pernyataan saya dengan Pak Ainun Nadjib. Saya pakai bahasa apa saja saya berdoa, bisa Allah, karena Tuhan itu Mahatahu. Ngapain menggunakan bahasa Arab?” ucap Dudung dalam acara coffee morning di Mabesad, Jakarta, Senin (7/2/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Lantas mantan Pangkostrad mengklaim bisa menyampaikan doa tertentu dengan bahasa Arab. Namun dia kembali menegaskan bahwa Tuhan bisa memahami doa dalam bahasa apa pun.

    “Bahasa Arab saya juga bisa. Untuk hal-hal krusial, misalnya saya berdoa saya bisa itu doa (memohon) selamat,” terang Dudung.

    Baca juga : Soal Petisi Penolakan Pemindahan IKN, Begini Penjelasan Pemerintah

    “Namun jika, ‘Ya Allah, saya ingin membantu orang ya Allah, saya ingin menolong’. Cita cita saya hanya satu dari dulu, saya ingin menolong orang, saya ingin membantu orang, itu doa saya. Tapi kalau (doa itu dalam) bahasa Arab kan saya enggak bisa, lalu apa Tuhan, Allah, itu mengerti bahasa saya? Bahasa Indonesia? Paham, karena di mana pun dunia ini, (semua) bahasa Tuhan tahu,” tutur Dudung.

    Sebelumnya, elemen masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Ulama, Habaib & Pengacara Anti Penodaan Agama melaporkan Dudung ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad) terkait dugaan penghinaan terhadap agama.

    “Pada kenyataannya Jenderal Dudung telah melakukan tindakan yang sebaliknya daripada kewajiban-kewajiban Tupoksinya sebagai salah satu peran sebagai aparatur abdi pilar ketahanan negara. Untuk itu, tidak sepantasnya secara etika dan secara hukum terkait pernyataan ‘Tuhan ukan orang Arab’,” tegas Koordinator Koalisi Ulama, Damai Hari Lubis dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (30/1/22).