Tag: Koalisi Perubahan untuk Persatuan

  • Anies-Cak Imin ke Petamburan Sambangi Rizieq, Galang Dukungan Pilpres?

    Anies-Cak Imin ke Petamburan Sambangi Rizieq, Galang Dukungan Pilpres?

    TIKTAK.ID– Bakal calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin diketahui bertemu dengan mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, pada Rabu (27/9/23) malam.

    Berdasarkan foto yang beredar di kalangan awak media, Anies dan Muhaimin yang mengenakan baju koko putih dan kopiah hitam tampak duduk di antara Rizieq Shihab.

    Kemudian Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid membenarkan bahwa foto yang beredar tersebut diambil di kediaman Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Barat. Akan tetapi, dia menyebut kehadiran Anies dan Cak Imin hanya untuk menghadiri undangan pernikahan putri Rizieq Shihab.

    Baca juga : Batas Pendaftaran Pilpres 2024 Sisa Sebulan, Pengamat Ungkap Peluang Erick Thohir

    “Iya, sedang menghadiri undangan akad nikah putri Habib Rizieq di Petamburan,” ujar Jazilul, pada Rabu, seperti dilansir Kompas.com.

    Jazilul pun menampik kedatangan Anies dan Cak Imin sebagai bentuk dukung-mendukung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Betul, (hanya) sebagai tamu undangan dan saksi akad nikah,” ucap Jazilul.

    Senada dengan Jazilul, pengacara Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menjelaskan bahwa foto kliennya dengan Anies-Cak Imin diambil dalam acara pernikahan putri Rizieq Shihab.

    Baca juga : Bahas Kampanye 2024, Cak Imin Sebut AMIN Pakai Baju Koko, Sandal Jepit dan Naik Vespa

    “Benar, itu tadi (Rabu malam),” terang Aziz saat dikonfirmasi, pada Rabu.

    “Acara Pernikahan putri keenam HRS, yang bernama Fairuz Syihab dengan Muhammad Bagir Alatas, sekaligus Maulid Nabi shalallahu alaihi wassalam 1445 Hijriah,” sambung Aziz.

    Sementara itu, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Iqbal mengaku pihaknya menyambut baik silaturahmi yang dilakukan oleh Anies-Cak Imin ke Rizieq Shihab. Iqbal menilai pasangan Anies-Cak Imin memang harus merangkul semua kelompok.

    Baca juga : Enam Bulan Dipimpin Erick Thohir, PSSI Hanya Raup Dana Sponsor 250 Miliar

    “PKS menyambut baik silaturahim yang dilakukan, pasangan AMIN harus dapat merangkul semua kelompok,” tegas Iqbal saat dimintai konfirmasi, pada Jumat (29/9/23), mengutip Kompas.com.

    Lebih lanjut, Iqbal menyebut pasangan Anies-Cak Imin harus bisa merangkul semua kelompok demi membangun Indonesia yang lebih baik. Dia bahkan menganggap Rizieq dan jemaahnya punya pengaruh. Iqbal lantas menyatakan semua elemen harus dilibatkan, bila memang ingin memenangkan Pemilu 2024.

  • Cak Imin Ungkap Najwa Shihab Masuk Kandidat Ketua Tim Pemenangan Koalisi Perubahan

    Cak Imin Ungkap Najwa Shihab Masuk Kandidat Ketua Tim Pemenangan Koalisi Perubahan

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Koalisi Perubahan sudah membentuk Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies-Muhaimin. Dia menjelaskan bahwa tim tersebut bakal diketuai oleh satu sosok yang bertugas untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

    Kini Partai NasDem, PKB, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan pembahasan dan pematangan terkait nama Kapten atau Ketua Timnas Pemenangan itu. Cak Imin mengeklaim salah satu nama yang cocok menempati posisi tersebut adalah presenter Najwa Shihab.

    “Timnas masih dalam proses pematangan, inventarisasi nama-nama tokoh, serta mencari ketua yang sesuai dengan harapan kita,” ungkap Cak Imin kepada wartawan, Senin (18/9/23), seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Beredar Isu Prabowo Gampar dan Cekik Wamen, Gerindra Buka Suara

    “Masih semua alternatif, jadi belum ada yang pasti. Salah satunya ada Najwa Shihab dan macam-macam, banyak nama, masih belum dikonklusi,” sambung bakal calon wakil presiden (Cawapres) dari Anies Rasyid Baswedan tersebut.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, sempat menyatakan Koalisi Perubahan siap melakukan konsolidasi dalam pemenangan pasangan Anies-Muhaimin. Dia mengaku koalisinya kini diisi oleh Partai NasDem, PKB, dan PKS, yang sudah memenuhi presidential threshold sebesar 20 persen.

    Kemudian Koalisi Perubahan juga telah membentuk Timnas Pemenangan Anies-Muhaimin. Dia mengatakan koalisinya akan segera melakukan pemetaan wilayah dalam perumusan strategi pemenangan pasangan tersebut.

    Baca juga : Beberkan Alasan Kenapa Gabung Koalisi Prabowo, Demokrat: Kami Pilih yang Akan Menang

    “Pastilah (melakukan pemetaan wilayah), dalam perhelatan besar seperti ini kita pasti bakal memakai ilmu pengetahuan sebagai basis untuk strategi pemenangan,” tegas Ali di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (15/9/23) malam.

    Lantas Ali menampik persepsi soal Koalisi Perubahan menggandeng PKB demi merebut suara di Jawa Timur. Sementara PKS untuk mendulang pemilih di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

    “Bila terjadi persoalan yang prinsip dalam dua basis kekuatan ini atau dua kelompok ini pasti akan terjadi gesekan, ini hal-hal yang sangat prinsip kan. Namun faktanya, selama berdirinya PKS dan PKB tidak pernah ada gesekan di tingkatkan akar rumput,” tutur Ali.

    Baca juga : Tanggapi Isu Prabowo Cekik dan Tampar Wamentan, Jokowi: Ini Tahun Politik, Jangan Terima Mentah-mentah

    Selain itu, Ali menilai bergabungnya PKS bersama Partai NasDem dan PKB membuktikan komitmen Koalisi Perubahan untuk menghentikan politik identitas di masyarakat. Terlebih, lanjutnya, Pilpres 2024 menjadi momen langka yang kembali menyatukan PKB dan PKS dalam satu koalisi.

  • Golkar-PAN Beri Kode Partai Parlemen ‘Biru’ Bakal Gabung Koalisi Prabowo, Demokrat?

    Golkar-PAN Beri Kode Partai Parlemen ‘Biru’ Bakal Gabung Koalisi Prabowo, Demokrat?

    TIKTAK.ID – Ketua DPP Golkar, Dave Laksono menyampaikan kode-kode mengenai partai politik yang merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM). Ketika ditanya mengenai ciri-ciri parpol yang bakal ikut mendukung Prabowo Subianto, Dave menulis sebait kalimat soal “birunya langit”.

    “Birunya langit senada dengan kuningnya padi, membawa Garuda menuju kemenangan,” ujar Dave, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Jumat (15/9/23).

    Menurut Dave, bergabungnya parpol itu bakal menambah dukungan suara untuk Prabowo dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Untuk itu, ia mengimbau publik agar menunggu parpol tersebut mendeklarasikan dukungannya.

    Baca juga : HIPMI Babel Ingin Yusril Maju Pilpres 2024 Dampingi Prabowo

    “Kita lihat perkembangannya kemana, yang pasti bakal ada penguatan dalam tubuh KIM,” tutur Dave.

    Sekadar informasi, warna kuning merupakan representasi Partai Golkar, dan kepala Garuda merupakan lambang dari Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo. Sedangkan biru adalah warna dasar dari sejumlah partai seperti Demokrat, PAN, Gelora, dan NasDem.

    Adapun PAN dan Gelora saat ini telah bergabung dalam KIM. Sementara NasDem berada dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) mendukung Anies Baswedan. Kini satu-satunya parpol di parlemen yang masih belum menyatakan dukungan yakni Demokrat, usai memutuskan mundur dari koalisi Anies.

    Baca juga : Klarifikasi Menag Yaqut Usai ‘Guyon’ Pilih Anies-Imin Bid’ah

    Terkait adanya tambahan parpol yang ikut mendukung Prabowo, awalnya diungkapkan oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Fikri Yasin, juga sudah memberikan kode kalau partai yang akan bergabung dengan KIM merupakan partai yang saat ini berada di parlemen.

    “Saya tidak sebut nama partai, namun partai parlemen,” jelas Fikri.

    Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut partainya sedang berkomunikasi dengan koalisi pendukung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

    Baca juga : Ganjar Silaturahmi ke Ulama Besar Saudi Sayyid Ahmad bin Muhammad Al Maliki

    Herzaky sendiri masih enggan membocorkan siapa sosok Bacapres yang bakal didukung oleh Demokrat. Tapi dia optimis keputusan yang akan diambil nantinya merupakan pilihan yang terbaik untuk Demokrat, serta bangsa dan negara.

    “Kata kuncinya ‘wo’ alias kita harus dapat legowo. Bisa Prabowo, bisa juga Pranowo. Berjuang terus supaya calon kita bisa mendapatkan amanah dari rakyat dan benar-benar amanah jika terpilih,” terang Herzaky, Kamis (14/9/23).

  • Cak Imin Ingin PKS Tak Tinggalkan Koalisi Perubahan

    Cak Imin Ingin PKS Tak Tinggalkan Koalisi Perubahan

    TIKTAK.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terlihat tak hadir dalam sejumlah kesempatan bersama Koalisi Perubahan untuk Persatuan pascapendeklarasian Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (Cawapres) Anies Baswedan.

    Untuk diketahui, walaupun sudah mengumumkan tetap mendukung Anies, namun suara PKS terkait Cawapres Cak Imin masih belum diputuskan. Mereka bakal menunggu hasil keputusan musyawarah Dewan Syuro mengenai Cak Imin.

    Sementara itu, Cak Imin berharap supaya PKS tetap berada di barisan pendukung pasangan Anies-Cak Imin.

    Baca juga : Relawan Koalisi Ojol Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    “Saya bersama Mas Anies Baswedan berharap supaya PKS bisa tetap menjadi salah satu pilar utama perekat persatuan bangsa dan menjadi pilar utama di Koalisi Perubahan,” ungkap Cak Imin setelah ziarah di makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (8/9/23).

    Kemudian Cak Imin menyebut keberadaan PKS dapat semakin mempermudah mewujudkan cita-cita bersama untuk perubahan Indonesia lebih baik.

    “Kami berharap keberadaan PKS bisa semakin memperkokoh semangat, supaya terus menjaga persatuan antarelemen bangsa, dan mewujudkan cita-cita bersama untuk perubahan Indonesia lebih baik,” tutur Cak Imin.

    Baca juga : Dinilai Dekat dengan NU, Erick Thohir Bisa Kuatkan Keterpilihan Capres

    Terlebih, lanjut Cak Imin, PKB dan PKS memiliki pengalaman berkoalisi bersama, baik di Pilpres maupun di Pilkada.

    “Kalau tak salah, koalisi PKB dan PKS sudah memenangkan 40 Pilkada di daerah, 4 Pilgub, 36 Pilkada kabupaten dan kota,” jelas Cak Imin.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi mengeklaim pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan dan Cak Imin adalah kabar baik bagi partainya.

    Baca juga : Jajaki Kerja Sama dengan Demokrat, PDIP Siap Komunikasi Intens Pekan Depan

    “Karena kami pendekatannya positive thinking, maka apa pun yang terjadi, fi sara’i wa darra, kami ada di situ,” ungkap Aboe Bakar dalam akun Youtube Refly Harun yang tayang pada Kamis (7/9/23).

    Tidak hanya itu, Juru bicara PKS, Ahmad Mabruri juga mengaku partainya tetap mendukung Capres Anies Baswedan, merujuk pada hasil Musyawarah Majelis Syura VIII. Meski begitu, hingga kini PKS belum mengadakan Musyawarah Majelis Syura untuk membahas Cak Imin sebagai Cawapres mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Mabruri pun menilai tak ada kendala dalam mengatur dan mengonsolidasi Majelis seluruh Indonesia.

  • Demokrat Sindir Tajam Anies-Cak Imin yang Masih Pakai Nama Koalisi Perubahan

    Demokrat Sindir Tajam Anies-Cak Imin yang Masih Pakai Nama Koalisi Perubahan

    TIKTAK.ID – Elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda mengatakan bahwa pihaknya dan Partai NasDem hampir menyetujui nama Koalisi Perubahan yang mengusung duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Demokrat lantas menyindir kubu Anies-Cak Imin yang masih menggunakan tagline “Perubahan”.

    “Kami ini sudah move on dari Anies Baswedan dan telah keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Jadi, agak kehilangan memori mengenai hal itu. Karena diingatkan, nama Koalisi Perubahan tetap dipakai oleh Pak Anies. Mungkin karena beliau sedang kehilangan kreativitas,” ujar Deputi Balitbang DPP Demokrat, Syahrial Nasution, pada Jumat (8/9/23), seperti dilansir detik.com.

    Syahrial menjelaskan bahwa sebelum Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP lahir, Demokrat sudah memposisikan diri dan menggunakan tagline “Perubahan dan Perbaikan”. Dia pun menduga sikap Anies-Cak Imin yang tetap menggunakan tagline perubahan bisa jadi karena bisikan spiritual.

    Baca juga : Usai Usulkan Gibran Jadi Cawapres, Relawan Prabowo Juga Ingin Putri Gus Dur Pimpin Timses

    “Atau barangkali juga ada bisikan melalui misalnya, pandangan spiritual, wallahualam,” ucap Syahrial.

    Senada dengan Syahrial, Deputi Bappilu Demokrat, Kamhar Lakumani menyebut tagline “Perubahan dan Perbaikan” sudah sejak lama dipresentasikan Partai Demokrat, jauh sebelum penjajakan serta pembicaraan koalisi.

    “Sebelum Anies Baswedan dideklarasikan oleh Partai NasDem pada Oktober 2022 silam,” tutur Kamhar.

    Kamhar melanjutkan bahwa wajar bila ada kader Partai Demokrat yang kemudian mempertanyakan tetap digunakannya nama Koalisi Perubahan setelah Partai Demokrat memutuskan keluar. Kamhar menganggap tagline kubu Anies-Cak Imin tak tepat, lantaran kedua pengusungnya, NasDem dan PKB, merupakan bagian dari pemerintahan saat ini.

    Baca juga : Soal Pemeriksaan Cak Imin oleh KPK, Eks Ketua KPK: Nuansa Politiknya Keras!

    “Lagi pula paket Anies-Muhaimin yang motor utamanya NasDem dan PKB sangat tidak tepat memakai nama ini. Perubahan merupakan simbol antitesis terhadap kekuasaan saat ini. Sedangkan kedua partai ini selama dua periode Pemerintahan Jokowi berada di dalamnya,” jelas Kamhar.

    “Jadi bila terus menggunakan nama Koalisi Perubahan, bukan hanya tak orisinil, malah lebih tepatnya diterjemahkan sebagai ‘antitesis’ kenyataan. Katanya perubahan, tapi nyatanya di pemerintahan. Pembajakan atas gerakan perubahan,” sambung Kamhar.

    Di sisi lain, Partai NasDem mengeklaim bakal membahas usulan pergantian koalisi pengusung Anies-Cak Imin setelah Ketua Umum NasDem, Surya Paloh pulang ke Tanah Air dari London.

    Baca juga : Politisi PDIP Bahas Peluang Khofifah dan Ridwan Kamil di Bursa Cawapres Ganjar

    “Tunggu ketua umum saya kembali ke Tanah Air baru dapat ditentukan pakai nama apa nantinya,” kata Ahmad Sahroni, mengutip Tempo.co, Sabtu (9/9/23).

  • Pengamat Nilai Koalisi Pendukung Anies Lebih Kuat Bersama PKB Ketimbang Demokrat

    Pengamat Nilai Koalisi Pendukung Anies Lebih Kuat Bersama PKB Ketimbang Demokrat

    TIKTAK.ID – Pengamat politik dari Universitas Andalas, Najmuddin Rasul mengatakan bahwa kepastian Partai Demokrat keluar dari Koalisi Perubahan pendukung Anies Baswedan tidak akan terlalu berpengaruh. Apalagi, kata Najmuddin, Koalisi Perubahan telah memperoleh amunisi baru dengan masuknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Najmuddin menghitung saat Koalisi Perubahan terdiri dari Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), koalisi ini mengantongi sebanyak 163 kursi atau 25,03 persen. Akan tetapi dengan keluarnya Demokrat dan PKB masuk, maka total kursi Koalisi Perubahan di DPR berjumlah 167 persen atau 29,05 persen.

    “Dengan masuknya PKB, secara matematis kekuatan Koalisi Perubahan juga bertambah,” ujar Najmuddin, pada Sabtu (2/9/23), seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Anies Tegaskan Hormati Keputusan Demokrat Tinggalkan Koalisi Perubahan

    Najmuddin menilai Surya Paloh yang menjadikan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres pendamping Anies Baswedan sangat berani dan penuh perhitungan. Dia menduga tujuan Bos Media Group tersebut tak lain demi memaksimalkan perolehan suara Anies di Jawa Timur.

    Najmuddin menjelaskan bahwa Cak Imin dinilai memiliki basis massa yang kuat dari kaum nahdliyin. Sementara Anies sudah dianggap cukup kuat untuk merebut suara di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

    Dengan begitu, Najmuddin menyebut saat ini Koalisi Perubahan bisa fokus untuk memikirkan merebut sebagian suara dari Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai kantong suara PDIP yang mencapreskan Ganjar Pranowo.

    Baca juga : Cak Imin Terang-terangan Ngaku Terima Pinangan Anies karena Tak Kunjung Ditunjuk Prabowo

    Najmuddin memaparkan bahwa sudah empat edisi Pemilu dengan skema pemilihan langsung, penentuan pemenang Pilpres berada di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Najmuddin pun tak heran melihat para stakeholder partai sangat memerhitungkan perolehan suara di Pulau Jawa.

    “Menurut saya juga yang harus dikejar yaitu pemilih milenial. Hal itu perlu strategi yang matang dan harus didukung dengan team yang solid, militansi, dan ikhlas,” tutur Najmuddin.

    Untuk diketahui, teka-teki sosok Cawapres pendamping Anies telah terjawab, yaitu Cak Imin. Pasangan Anies-Cak Imin dideklarasikan di Hotel Majapahit, Kota Surabaya pada Sabtu (2/9/23).

    Baca juga : Bahas 10 Fokus Kebijakan Indonesia Emas, Prabowo Tegaskan Lanjutkan ‘Kartu Sakti’ Jokowi

    Adapun kepastian menunjuk Cak Imin sebagai Cawapres Anies, mengubah peta kekuatan Koalisi Perubahan. Pasalnya, Partai Demokrat yang sangat berharap Ketum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres sempat meradang, sampai mengumumkan keluar dari Koalisi Perubahan.

  • Anies Tegaskan Hormati Keputusan Demokrat Tinggalkan Koalisi Perubahan

    Anies Tegaskan Hormati Keputusan Demokrat Tinggalkan Koalisi Perubahan

    TIKTAK.ID – Bakal Calon Presiden Anies Baswedan buka suara soal keputusan hengkangnya Partai Demokrat dari Koalisi Perubahan. Anies mengatakan menghormati keputusan tersebut.

    “Kami menghormati pilihan dan langkah yang dilakukan oleh Partai Demokrat,” ujar Anies setelah deklarasi Capres-Cawapres bersama Muhaimin Iskandar di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Sabtu (2/9/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Anies pun berharap agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang dapat berjalan dengan baik dan demokratis, serta semakin matang dalam berpolitik.

    Baca juga : Cak Imin Terang-terangan Ngaku Terima Pinangan Anies karena Tak Kunjung Ditunjuk Prabowo

    “Insya Allah demokrasi kita bakal terus makin maju dan matang,” jelas Anies.

    Kemudian Anies juga mengaku mensyukuri partai politik yang tergabung dalam Koalisi Perubahan saat ini sangat solid.

    “NasDem, PKS, PKB itu solid, dan sekarang berjalan bersama,” tutur Anies.

    Tidak hanya itu, Anies turut memberikan apresiasi atas amanah yang diberikan sebagai pasangan Capres dan Cawapres dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Dia mengeklaim akan segera berkeliling Indonesia untuk menyampaikan misi, gagasan, dan cita-cita keduanya.

    Baca juga : Bahas 10 Fokus Kebijakan Indonesia Emas, Prabowo Tegaskan Lanjutkan ‘Kartu Sakti’ Jokowi

    “Insyaallah kita bakal bergerak cepat keliling indonesia untuk menyampaikan misi gagasan dan cita-cita kita. Jadi apa yang sudah dimulai di Surabaya ini, Insya Allah akan menular ke seluruh Indonesia,” terang Anies.

    Sebelumnya, Partai Demokrat sudah mengumumkan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng mengaku pihaknya sebenarnya telah otomatis keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, usai Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, membuat keputusan sepihak memasangkan calon presiden Anies dengan Cak Imin.

    Menurut Andi, rapat yang digelar partainya di kediaman Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat hanya sebagai formalitas untuk mengesahkan hal itu.

    Baca juga : Lagi-lagi Jokowi Tunjuk Luhut Pimpin Penanganan Polusi Udara Jakarta

    Demokrat memang merasa dikhianati oleh keputusan untuk menduetkan Anies dan Cak Imin. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menyebut pihaknya kecewa lantaran Anies sebagai Capres dari Koalisi Perubahan menyetujui keputusan Surya Paloh itu.

    Riefky juga menuding Anies tak menyampaikan kabar itu secara langsung kepada pihaknya, melainkan lewat Anggota Tim 8, Sudirman Said. Padahal, Riefky menyatakan Anies sudah membuat keputusan untuk menjadikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY sebagai Cawapres pendampingnya.

  • Tim 8 Ungkap Hasil Pertemuan Anies dan Petinggi Parpol Koalisi

    Tim 8 Ungkap Hasil Pertemuan Anies dan Petinggi Parpol Koalisi

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Anies Baswedan sekaligus Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Sudirman Said menyatakan setidaknya terdapat empat poin kesepakatan antara Anies dan tiga pimpinan parpol koalisi.

    Sudirman menjelaskan pada poin pertama, koalisi tetap pada komitmen awal bahwa Anies diusung sebagai calon presiden (Capres).

    “Anies Baswedan hanya bakal diajukan sebagai Calon Presiden, bukan untuk posisi yang lain,” ujar Sudirman dalam keterangannya, pada Senin (28/8/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Koalisi Prabowo Mendadak Ganti Nama, PKB: Tak Masalah Asal Cak Imin Penentu Cawapres

    Kemudian poin kedua, Sudirman menyebut semua klausul dalam piagam koalisi tetap berlaku. Dia melanjutkan, termasuk salah satunya Capres yang memperoleh mandat untuk memilih calon wakil presiden. Ia pun menegaskan bahwa partai anggota KPP akan mendukung siapa pun pilihan Cawapres dari Anies.

    Kesepakatan ketiga, Sudirman mengaku para pimpinan tertinggi partai memberi masukan kepada Anies, dan Tim 8 mulai menyiapkan opsi-opsi waktu terbaik guna mengumumkan pasangan dan melakukan deklarasi bersama tiga partai.

    Terakhir, Sudirman menilai para pimpinan partai mendorong segera dilakukan persiapan langkah dan strategi pemenangan yang lebih detail.

    Baca juga : Politisi PDIP Tanggapi Usulan Abraham Samad Jadi Cawapres Ganjar 

    “Sebagai panduan kerja bersama, termasuk menyiapkan organisasi pemenangan hingga ke level terdepan,” ucap Sudirman.

    Untuk diketahui, Anies Baswedan dan Tim 8 KPP mengadakan pertemuan dengan tiga pimpinan partai politik pengusung, yaitu Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Pada Kamis (25/8/23) malam, Anies mengawali pertemuan dengan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Pertemuan tersebut pun berlangsung selama lima jam.

    Baca juga : Sebut Atraksi Politik Belum Selesai, Jokowi Kembali Minta Relawan ‘Ojo Kesusu’ Tentukan Dukungan Capres

    Usai menemui Surya Paloh, Anies juga bertemu dengan SBY di Puri Cikeas pada Jumat (25/8/23) malam. Setelah itu, Anies melanjutkan pertemuannya dengan Salim Segaf Aljufri pada keesokan harinya atau Sabtu (26/8/23) pagi.

    Lebih lanjut, Anies mengeklaim pertemuan dengan para petinggi parpol di KPP ini untuk menyamakan langkah strategi demi pemenangan Pilpres mendatang. Akan tetapi, dia menyatakan tak ada pembicaraan soal deklarasi nama Cawapres.

    “Terdapat penekanan dari percakapan tadi soal bagaimana kita bisa terus menjaga persatuan dan menjaga kerekatan antaranak bangsa. Dengan begitu, apa yang kita ikhtiarkan, melakukan perubahan untuk persatuan itu benar-benar menghasilkan persatuan,” jelas Anies di kediaman Salim Segaf, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (26/8/23), mengutip Kumparan.com.

  • Bertemu 3 Petinggi Koalisi Perubahan, Anies: Samakan Langkah dan Strategi

    Bertemu 3 Petinggi Koalisi Perubahan, Anies: Samakan Langkah dan Strategi

    TIKTAK.ID – Bakal calon presiden (Capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, diketahui telah menemui tiga tokoh besar partai pengusungnya di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    Mereka adalah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri.

    Anies mengatakan bahwa arah pertemuan dengan ketiga tokoh politik tersebut merupakan sebuah strategi bersama, dan mulai membagi tugas serta tanggung jawab.

    Baca juga : Apel Deklarasi Capres, Ganjar: Saya Harus Sat Set Teruskan Pembangunan Era Jokowi

    “Supaya rencana perjalanan ke depan dapat diemban dengan baik. Jadi kebersamaan itulah yang menjadi topik utamanya,” ujar Anies Baswedan setelah bertemu dengan Salim Segaf di kediamannya, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/8/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    Kemudian Anies optimis bahwa Koalisi Perubahan sudah sepenuhnya solid. Oleh sebab itu, Anies menyebut pertemuan dengan ketiga petinggi partai pendukungnya itu bukan lagi membicarakan soal soliditas, melainkan terus menjalin komunikasi yang baik.

    “Jadi kalau pertanyaannya terkait solid atau tidak, itu sudah lewat. Jadi sudah tidak lagi kita bicara tentang solid, karena kita memang sudah solid,” tutur Anies.

    Baca juga : Bandingkan dengan Kasus Budiman Sudjatmiko, Guntur Romli Sebut Gibran Cerdas Tak Terjebak PSI

    “Kan jika bicara tidak solid ini yang mempersepsikan di luar, namun kalau di dalam itu sangat solid. Justru solid itu kami rasa tak perlu banyak bicara, tapi terus menjalin komunikasi,” sambung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Anies menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Salim Segaf, dirinya ingin memperkaya bekal-bekal dan strategi yang ingin dia bawa ke depan untuk Pemilu 2024.

    “Pertemuan ini tadi untuk memperkaya bekal-bekal yang bisa kami bawa dalam perjalanan ke depan. Sebab, kita menyamakan langkah, menyamakan strategi untuk menjalani hari-hari ke depan, dan pekan-pekan ke depan,” tegas Anies.

    Baca juga : Tanggapi Usul Megawati Bubarkan KPK, Jokowi: Lembaga Bagus Tetap Perlu Evaluasi

    Sementara itu, perwakilan Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Sudirman Said, menyebut Anies sudah mengantongi satu nama yang akan menjadi bakal calon wakil presiden (Cawapres). Dia mengaku nama tersebut telah disepakati oleh Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS.

    “Iya lah (tiga partai sudah sepakat), artinya hal itu telah dianggap bukan lagi sebagai hal yang perlu dibicarakan. Jadi hanya tinggal menunggu waktu yang baik untuk mengumumkan,” jelas Sudirman, jelang meninggalkan kediaman SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jumat (25/8/23) malam WIB, mengutip Republika.co.id.

  • Jubir Tim 8 Koalisi Perubahan Sambut Baik Wacana Duetkan Anies-Ganjar

    Jubir Tim 8 Koalisi Perubahan Sambut Baik Wacana Duetkan Anies-Ganjar

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Sudirman Said menyambut baik wacana menduetkan Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut menilai munculnya wacana itu menunjukkan politik yang sehat dan dewasa.

    “Seluruh pihak membuka kemungkinan bekerja sama dengan pihak lainnya. Tak ada yang secara apriori menolak atau mengharuskan bermitra dengan siapa pun, namun yang menyatukan perjuangan politik kita haruslah cita-cita memajukan bangsa,” ujar Sudirman, Selasa (22/8/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    Menurut Sudirman, masyarakat yang akan menilai mana kandidat yang terbaik dalam lomba adu gagasan dan adu rekam jejak. Ia juga menyebut konstelasi politik punya dinamika yang membuka segala kemungkinan.

    Baca juga : Tak Tertarik Wacana Duet Ganjar-Anies, PKS: Kita Konsisten Capreskan Anies

    “Bagi Koalisi Perubahan, semakin banyak komunikasi antartokoh dan institusi politik, maka bakal semakin baik untuk mendinginkan suhu kontestasi,” tutur Sudirman.

    Sudirman menjelaskan bahwa Anies banyak disandingkan dengan berbagai figur bakal calon wakil presiden (Cawapres).

    “Bagi kami ini menjadi pengakuan bahwa tokoh yang kami usung diterima luas, dan dengan begitu memiliki kapasitas untuk menyatukan berbagai elemen bangsa,” ucap Sudirman.

    Baca juga : Beberkan Isi Pertemuan Puan-Luhut, Hasto PDIP: Keren Pertemuannya

    “Soal jadi atau tidak berpasangan, itu kan jodoh, namun banyak pihak membuka komunikasi dengan Pak Anies merupakan sesuatu yang kami syukuri,” imbuhnya.

    Kemudian terkait apakah pernah ada pembicaraan di internal terkait wacana duet Anies-Ganjar, Sudirman mengeklaim Koalisi Perubahan selalu mengedepankan sikap terbuka dan membicarakan segala kemungkinan secara transparan.

    “Spesifik mengenai memasangkan Anies dan Ganjar kan baru muncul belakangan. Di samping itu, di Koalisi soal nama Cawapres telah mengerucut ke satu nama,” jelas Sudirman.

    Baca juga : NasDem-PKS-PDIP Respons Wacana Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024

    Sudirman mengaku semua pemimpin partai politik Koalisi Perubahan untuk Persatuan sudah mengetahui arah keputusan terkait pasangan Anies.

    “Jika ada perubahan, tentu akan melalui pembahasan dan persetujuan kolektif,” ungkap Sudirman.

    Sudirman pun menjawab diplomatis ketika ditanya jika duet tersebut terlaksana siapa yang akan menjadi presiden.

    “Capres KPP Anies Baswedan. Dan Sejauh ini semua partai pengusung punya komitmen dan confident yang tinggi bahwa Anies Baswedan adalah jawaban dari situasi dan kondisi bangsa ini. Untuk itu, tidak ada perubahan dalam soal pencalonan Anies sebagai Bacapres,” tegas Sudirman.