Tag: Kishore Mahbubani

  • Profesor Singapura: Klaim Jokowi Paling Efektif di Dunia Tak Ada yang Patahkan

    Profesor Singapura: Klaim Jokowi Paling Efektif di Dunia Tak Ada yang Patahkan

    TIKTAK.ID – Profesor di National University of Singapore (NUS), Kishore Mahbubani mengaku tak ada yang mematahkan pandangannya mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan presiden yang paling efektif di dunia saat ini.

    Mahbubani menyampaikan hal itu lewat sebuah artikel berjudul “The Genius of Jokowi” yang dirilis Project Syndicate. Dalam artikel berbentuk opini tersebut, Mahbubani mengatakan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi, menerapkan model pemerintahan yang baik atau good governance yang patut dipelajari seluruh dunia.

    “Belum ada orang yang mematahkan klaim saya bahwa Jokowi adalah salah satu presiden yang paling efektif dan dipilih secara demokratis di dunia,” ujar Mahbubani dalam dialog “Signifikasi Indonesia dalam Presidensi G20 Tahun 2022” yang digelar Golkar Institute secara daring pada Rabu (27/10/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Susi Pudjiastuti Desak Jokowi Turunkan Harga PCR RI jadi Rp96 Ribu, Tiru India

    Menurut Mahbubani, Indonesia adalah negara yang terberkati dengan kepemimpinan yang luar biasa. Dia pun menyebut masyarakat Indonesia harus bangga mempunyai seorang presiden seperti Jokowi. Sebab, Mahbubani menyatakan negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Brasil sedang menghadapi kesulitan dalam mempertahankan demokrasi saat ini.

    “Bila kita melihat bagaimana negara-negara besar di dunia ini kesulitan, seperti AS dan Brasil dalam mempertahankan demokrasinya,” tutur Dewan Penasihat Golkar Institute tersebut.

    Kemudian Mahbubani menilai kepemimpinan luar biasa Jokowi membuat Indonesia memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi KTT) G20. Dia lantas meyakini, Indonesia memiliki budaya musyawarah dan mufakat sehingga mampu membawa kegiatan internasional KTT G20 ke tingkat yang lebih tinggi.

    Baca juga : Mengenal Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Baru, Ada Ahok Hingga Tumiyana

    “Saya percaya, jika ada satu negara yang bisa membawa G20 ke tingkat yang lebih tinggi, maka Indonesia salah satunya,” tegas Mahbubani.

    “Jika Indonesia bisa menyebarkan budaya musyawarah dan mufakat, hal itu akan mengubah dunia, tidak hanya Indonesia,” imbuh Mahbubani.

    Seperti telah diberitakan, Mahbubani sempat menjadi sorotan publik usai menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin negara yang genius. Dia berpendapat negara lain mestinya cemburu kepada Indonesia, lantaran mempunyai pemimpin seperti Jokowi yang dapat meredam perpecahan politik hingga meredakan kesenjangan sosial yang tinggi di Indonesia.

  • Akademisi Sebut Pujian Profesor Singapura ke Jokowi ‘Subjektif dan Berbahaya’

    Akademisi Sebut Pujian Profesor Singapura ke Jokowi ‘Subjektif dan Berbahaya’

    TIKTAK.ID – Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengungkapkan bahwa pujian dari Prof. Kishore Mahbubani kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutnya jenius dan paling efektif, terlalu subjektif.

    “Hal itu mengabaikan prinsip-prinsip akademik pada ranah ilmu politik dengan area studi demokrasi, dan mengabaikan wajah lain Jokowi dalam indikator demokrasi,” ujar Ubedilah Badrun, seperti dilansir Tribunnews, pada Senin (11/10/21).

    Ubed mengatakan bila ukuran jenius hanya diukur dari efektifitasnya merangkul Prabowo-Sandi dalam Kabinet, mampu mengesahkan UU Omnibus Law yang pro oligarki, dan soal ekonomi dengan versi sepihak, maka ukuran tersebut sangat tidak utuh.

    Baca juga : Prabowo Fix Maju Capres 2024, Siapa Cawapresnya?

    “Saya menangkap atau menduga kuat terdapat subjektivitas yang kuat pada Prof Kishore karena menilai presiden dari indikator kemauan Singapura dan oligarki ekonomi,” ucap Ubed.

    Kemudian Ubed menyatakan keliru bila menilai ekonomi Indonesia hanya dari utang publik. Dia pun menyebut perkataan Prof Kishore sangat berbahaya, lantaran mengabaikan nilai-nilai demokrasi dan nyawa manusia.

    “Data lain yang saya maksud yakni mengabaikan data bahwa dalam kepemimpinan Jokowi indeks demokrasinya justru memperoleh skor terburuk sepanjang 14 tahun terakhir dengan angka 6,30,” tutur Ubed.

    Baca juga : Pilpres 2024, Peluang Puan, Sandi dan AHY Paling Bersinar?

    Menurut Ubed, skor kebebasan sipil juga tercatat hanya mencapai 5,59, dan indeks kebebasan internet skornya pun merah, yaitu hanya 49.

    “Bahkan indeks Hak Asasi Manusia juga rapotnya merah hanya 2,9. Profesor Kishore telah mengabaikan pelanggaran HAM atas tewasnya sejumlah anak muda dalam berbagai aksi memperjuangkan hak-hak rakyat banyak,” tegas Ubed.

    Seperti telah diberitakan, Kishore Mahbubani, seorang peneliti terkemuka Asia Research Institute di National University of Singapore, memuji kepemimpinan Jokowi. Kishore sendiri adalah penulis “Has China Won?” (Humas, 2020), dan terpilih sebagai salah satu dari 50 pemikir dunia terbaik versi majalah Prospect pada tahun 2014.

    Baca juga : Menohok, Bambang Pacul Sebut Kader PDIP Deklarasi Ganjar Capres ‘Bukan Banteng tapi Celeng’

    Melalui tulisan berjudul “The Genius of Jokowi”, Kishore memaparkan sejumlah prestasi Jokowi selama memimpin Indonesia yang dikenal sebagai negara besar dan terdiri dari beragam etnis. Tulisan Kishore tersebut dapat diakses di Project Syndicate yang dipublikasikan pada 6 Oktober 2021.

  • Mengenal Kishore Mahbubani, Profesor Singapura yang Puji Jokowi Jenius

    Mengenal Kishore Mahbubani, Profesor Singapura yang Puji Jokowi Jenius

    TIKTAK.ID – Profesor National University of Singapore, Kishore Mahbubani, yang sempat memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi), diketahui merupakan sosok kredibel dan cerdas. Kiprah Kishore di dunia akademik dan politik pun tidak perlu diragukan.

    “(Kishore) seorang terpelajar, memiliki visi luar biasa, dan tulisan-tulisannya mengena karena bahasa-bahasa yang mudah dan tidak selalu berteori-teori,” ujar Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo (Tommy), melalui diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk “Jokowi Presiden Jenius” Minggu (10/10/21), seperti dilansir Medcom.id.

    Menurut Tommy, Kishore terkenal sebagai pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Singapura. Dia menyebut Kishore juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di masa Pemerintahan Perdana Menteri Lee Kuan Yew.

    Baca juga : Mantap, RI Paling Top Pemulihan Covid Se-Asia Tenggara

    Tommy mengatakan bahwa Kishore mempunyai latar belakang sebagai ilmuwan politik. Teranyar, Kishore berhasil meraih gelar profesor dari sebuah universitas di Singapura.

    Kemudian Tommy menyatakan Kishore menjadi guru besar dan rutin mengisi kolom di surat kabar internasional. Ia menilai salah satu buku Kishore yang mengguncang dunia berjudul “Has China Won?” membahas persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok.

    “Jadi bukan hanya politik teori, melainkan juga politik praktis dijalankan,” ungkap Tommy.

    Baca juga : Sebut Prabowo Kembali Maju di Pilpres 2024, Gerindra: Permintaan Begitu Massif

    Tommy menjelaskan, Kishore juga sempat diundang Harvard University, Amerika Serikat (AS). Ketika itu, Kishore memaparkan alasan Tiongkok lebih kuat dari AS.

    “Karena Amerika Serikat menghabiskan sumber daya untuk perang, sementara Tiongkok untuk membangun. Hal itu membuat orang kaget dan jadi bahan pembicaraan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Kishore mengklaim Jokowi adalah sosok jenius dan pemimpin paling efektif di dunia. Dia menyampaikan hal itu melalui artikel berjudul “The Genius of Jokowi” yang terbit di Project Syndicate, sebuah media nirlaba berfokus pada isu internasional, pada 6 Oktober 2021.

    Baca juga : Tanggapi Isu Anies Baswedan ‘Dijegal Maju 2024’, Begini Kata Wagub DKI

    “Ketika sejumlah negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. Dia memberikan model pemerintahan yang baik yang bisa dipelajari oleh seluruh dunia,” tulis Kishore, mengutip dari Project Syndicate.

  • Jokowi Dipuji Jenius oleh Profesor Singapura, Begini Tanggapan Koalisi Hingga Oposisi

    Jokowi Dipuji Jenius oleh Profesor Singapura, Begini Tanggapan Koalisi Hingga Oposisi

    TIKTAK.ID – Peneliti dan profesor di National University of Singapore, Kishore Mahbubani, sempat memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun partai koalisi dan oposisi menanggapi pujian tersebut secara berbeda.

    PDI Perjuangan dari partai koalisi mengaku bangga Jokowi dipuji jenius, lantaran model kepemimpinannya sesuai dengan arahan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

    “Sebagai partai yang membesarkan dan pengusung utama beliau sebagai presiden, tentu saya cukup berbangga hati,” ujar Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, seperti dilansir detik.com, Jumat (8/10/21).

    Baca juga : Sebut ‘Partai Keluarga’, Pengamat Khawatir Partai Amien Rais Bubar sebelum Pemilu 2024

    Menurut Djarot, segala masukan dan sanjungan untuk Jokowi harus diapresiasi. Dia pun menyebut model kepemimpinan Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI, secara konsisten dilanjutkan di masa sebagai Presiden.

    Sementara itu, PPP juga menganggap pujian tersebut sebagai bentuk pengakuan internasional yang patut diapresiasi.

    Ketua DPP PPP, Ahmad Baidowi (Awiek), menyinggung langkah Jokowi yang mengajak lawan bergabung dalam Kabinet. Dia mengatakan hal itulah yang menjadi pemicu bedanya sistem demokrasi Indonesia dari negara lain.

    Baca juga : Amien Rais Jelaskan Beda Pemerintahan Jokowi dan Era SBY

    Di sisi lain, Partai Demokrat (PD) dari partai oposisi mengklaim teringat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga pernah mendapatkan pujian.

    “Kami mengapresiasi pujian dari Kishore Mahbubani terhadap Jokowi. Hal itu mengingatkan kami atas pujian darinya yang juga pernah disampaikan kepada Pak SBY pada 2012 silam,” ucap Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, dalam keterangannya, Jumat (8/10/21).

    Kamhar menyatakan bahwa SBY pernah dipuji oleh Ksihore Mahbubani. Dia memaparkan, pujian juga datang dari tokoh lain kepada SBY, soal kemampuan Indonesia menangani krisis ekonomi saat itu.

    Baca juga : Profesor Singapura: Jokowi Pemimpin Negara Jenius Kalahkan Joe Biden

    “Tidak hanya dari Kishore Mahbubani, pujian juga datang dari George Soros terhadap penanganan ekonomi Indonesia yang berhasil mengantisipasi dan mengatasi krisis ekonomi global pada 2008. Selain itu, dia mengungkapkan keyakinannya terhadap trend pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang mengalami super boom pertumbuhan ekonomi akan berkelanjutan,” tutur Kamhar.

    Kamhar menjelaskan, ketika itu Kishore Mahbubani menyebut prestasi SBY adalah kisah terbesar sepanjang masa. Dia melanjutkan, pujian Kishore berkaitan dengan transformasi hingga pertumbuhan ekonomi saat itu.