Tag: Keracunan

  • Navalny Tuding Putin yang Meracunnya

    Navalny Tuding Putin yang Meracunnya

    TIKTAK.ID – Pengkritik Kremlin paling keras, Alexei Navalny mengaku kepada sebuah majalah Jerman bahwa dirinya yakin Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan dalang di balik dugaan keracunannya, tetapi dia menegaskan tidak takut dan akan kembali ke Rusia untuk melanjutkan kampanyenya, tulis Al-Jazeera, Kamis (1/10/20).

    Navalny diterbangkan dari Rusia ke Berlin pada Agustus lalu setelah jatuh sakit dalam penerbangan domestik. Dia menerima perawatan di rumah sakit Charite akibat yang oleh Jerman disebut sebagai keracunan agen saraf yang mematikan, Novichok, sebelum pulih dan keluar dari rumah sakit pada September kemarin.

    “Saya yakin Putin berada di balik kejahatan tersebut dan saya tidak memiliki versi lain tentang apa yang terjadi,” kata Navalny kepada Der Spiegel, menurut kutipan wawancara yang akan diterbitkan Kamis malam.

    Barat menuntut penjelasan dari Kremlin, yang membantah terlibat dalam insiden itu dan mengatakan belum melihat adanya bukti kejahatan.

    “Kamu tidak merasakan sakit apa pun tetapi kamu tahu kamu sedang sekarat,” kata Navalny tentang saat racun agen saraf mulai berpengaruh padanya. Dia berkata bahwa dia mengalami pemulihan yang stabil dan sekarang belajar kembali bagaimana menyeimbangkan diri dengan satu kaki.

    Navalny mendapat pendampingan dalam kunjungannya ke kantor majalah oleh penjaga keamanan, yang bersikeras bahwa mereka harus memilih sendiri botol air mana di lemari es yang harus dia minum. Sekutunya mengatakan jejak Novichok telah ditemukan di sebotol air yang dia minum di kamar hotelnya sebelum melakukan penerbangan.

    Kremlin menuduh Navalny berkolusi dengan spesialis Badan Intelijen Pusat Amerika, mengatakan pihaknya yakin dia menerima instruksi dari orang-orang yang digambarkan sebagai “instruktur”.

    Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa tuduhan Navalny tidak dapat diterima, tidak berdasar, dan menghina tetapi dia bebas untuk kembali ke Rusia.

    Juru Bicara State Duma, majelis rendah parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin menyebut Navalny “tidak tahu malu” dan “tidak terhormat”.

    “Putin menyelamatkan hidupnya,” kata Volodin dalam pernyataan yang dirilis oleh Duma. “Semua orang, dari pilot dan dokter hingga presiden, benar-benar menyelamatkannya. Hanya orang yang tidak terhormat yang bisa membuat pernyataan seperti ini.”

    Volodin menuduh bahwa komentar Navalny hanya masuk akal jika “apa yang terjadi padanya telah diatur oleh layanan keamanan negara-negara Barat”.

    “Sangat jelas bahwa Navalny bekerja dengan dinas keamanan dan otoritas negara-negara Barat. Bekerja sesuai keinginan mereka,” kata Volodin.

    Navalny mengatakan kepada Der Spiegel bahwa dia akan kembali ke Rusia, dan menambahkan, “Tugas saya sekarang adalah tetap tidak takut. Dan saya tidak takut! Jika tangan saya gemetar, itu karena racun, bukan karena ketakutan. Saya tidak akan memberi Putin hadiah untuk tidak kembali.”

    Dia dan istrinya saat ini tinggal di sebuah flat sewaan di Berlin, tetapi dia mengatakan dia hanya akan melanjutkan memposting ke saluran video online populernya begitu dia kembali ke Rusia. “Saya tidak ingin menjadi pemimpin oposisi di pengasingan,” imbuhnya.

  • Berbahayakah Makan Telur Mentah?

    Berbahayakah Makan Telur Mentah?

    TIKTAK.ID – Telur mentah kerap dijadikan bahan olahan makanan. Misalnya pada minuman atau jamu, krim pada kue, mayonnaise, maupun saus untuk salad buah.

    Namun, bukan berarti hal tersebut bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, mengonsumsi telur mentah bisa menimbulkan keracunan atau bahaya kesehatan pada seseorang.

    Umumnya, orang mengonsumsi telur mentah karena menganggap kandungan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan telur yang telah dimasak. Mereka percaya proses pemanasan telur hanya akan mengurangi kadar vitamin A, vitamin B5, kalium, dan protein yang terkandung di dalam telur.

    Sebenarnya pandangan itu tak sepenuhnya salah. Sebab, proses penggorengan atau perebusan yang terlalu lama bisa menurunkan nilai protein telur, meski relatif tidak banyak. Meski begitu, pengolahan telur ini membuat kandungan protein meningkat hampir dua kali lipat, sehingga dapat diserap tubuh daripada telur mentah.

    Berdasarkan penelitian International Journal of Food Sciences and Nutrition pada 2004, manusia justru menyerap protein lebih banyak dari telur yang sudah matang. Tubuh hanya bisa menyerap protein dalam telur mentah sebesar 50 persen. Berbeda dengan telur sudah matang, protein yang diserap tubuh mencapai 90 persen.

    Tidak hanya itu, telur mentah mengandung 51 persen zat gizi biologis, sedangkan telur yang sudah dimasak bisa mengandung hampir 91 persen zat gizi biologis.

    Mengutip Kompas.com dalam buku Defisiensi Yodiym, Zat Besi, dan Kecerdasan (2018) oleh Toto Sudargo dkk., konsumsi telur mentah tak dianjurkan karena berisiko terinfeksi Salmonella. Salmonella sendiri merupakan suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan (Salmonella food poisoning) dengan gejala-gejala. Di antaranya mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedingininan, demam, dan diare. Namun Salmonella dapat dinonaktifkan dengan pemanasan.

    Untuk menghindari keracunan Salmonella, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) pun mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 derajat Celsius atau 6,2 menit pada suhu 55,50 derajat Celsius untuk putih telur, serta 6,2 menit pada suhu 60 derajat Celsius untuk telur utuh.

    USDA menyatakan bila telur yang akan dikonsumsi dalam keadaan kotor, lebih baik tidak dimakan dalam keadaan mentah, sekalipun untuk orang dewasa. Hal itu bisa menyebabkan kelainan saraf.