Tag: Keluarga Cendana

  • Foto Anies Baswedan Bareng Keluarga Cendara Beredar, Ferdinand: Kembali ke Pangkuan Pengasuhnya

    Foto Anies Baswedan Bareng Keluarga Cendara Beredar, Ferdinand: Kembali ke Pangkuan Pengasuhnya

    TIKTAK.ID – Mantan politikus Partai Demokrat yang dikenal sebagai salah satu haters Anies, Ferdinand Hutahaean ikut mengomentari sejumlah foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan bersama keluarga Cendana yang belakangan ini beredar di media sosial.

    Melalui akun Twitter @FerdinandHaean3 yang diunggah pada Rabu (9/6/21), Ferdinand mengomentari cuitan seorang warganet yang mengunggah foto Anies bersama keluarga Cendana.

    Foto pertama adalah foto lama, yang memperlihatkan Anies muda tengah bersanding dengan istri Presiden kedua Indonesia, almarhumah ibu Siti Hatinah atau Tien Soeharto.

    Terdapat pula foto Anies bersama mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto. Kemudian foto ketiga menunjukkan potret kebersamaan Anies dengan putri keempat Soeharto, Titiek Soeharto, dalam sebuah acara.

    “Seperti yang sudah saya sampaikan, dia kembali ke pangkuan pengasuhnya”, tulis Ferdinand sambil me-retweet foto-foto tersebut.

    Perlu diketahui, Ferdinand sempat mengunggah sebuah cuitan yang disertai dengan foto Anies Baswedan tengah menghadiri acara syukuran 100 tahun Soeharto. Dalam foto tersebut, Anies terlihat bersanding dengan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan juga Titiek Soeharto.

    Acara syukuran 100 tahun Soeharto itu digelar di Masjid Agung At-Tin, TMII, Jakarta Timur (Jaktim), pada Selasa (8/6/21).

    Sekitar pukul 15.25 WIB, acara syukuran diawali dengan salat Asar berjemaah. Anak-anak Soeharto, yakni Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek), turut hadir dalam acara tersebut.

    “Kembali ke pangkuan! Tidak ada yang mau bicara tentang darah keringat air mata reformasi, saat melihat foto ini?” sindir Ferdinand.

    “Jangan hanya ketika orang lain berpendapat dalam bingkai demokrasi tentang tiga periode, responsnya ribut mengenai reformasi,” imbuh Ferdinand.

    Sekadar informasi, cuitan Ferdinand akhir-akhir ini memang banyak membahas soal Soeharto. Ia pernah mengomentari pernyataan Titiek Soeharto yang menyebut sang ayah akan sedih jika melihat jumlah utang Indonesia. Selain itu, Ferdinand juga menyoroti pernyataan Anies yang mengatakan Soeharto adalah sosok pemimpin yang mengayomi dan kebapakan.

  • Selain TMII, Berikut Aset Keluarga Cendana yang Dialih Kelola Negara

    Selain TMII, Berikut Aset Keluarga Cendana yang Dialih Kelola Negara

    TIKTAK.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bukan satu-satunya aset Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang dikelola oleh negara. Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Encep Sudarwan menyebut terdapat dua aset milik Soeharto yang sebelumnya sempat diambil alih, yaitu Gedung Granadi dan villa di Megamendung.

    “Selanjutnya yang Gedung Granadi dan aset di Megamendung, sepanjang itu BMN dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN),” ujar Encep melalui konferensi video, Jumat (16/4/21), seperti dilansir Kompas.com.

    Menurut Encep, Kemenkeu adalah pengelola barang atas aset-aset yang disita negara. Ia juga menjelaskan, pengguna barang yakni K/L terkait yang mengambil alih, seperti halnya TMII yang diambil alih Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

    “Sepanjang BMN apa pun juga ada pengelolanya. Jadi kalau itu sudah jadi barang milik negara, pasti dikelola untuk DJKN,” terangnya.

    Encep mengatakan penyerahan TMII ke negara membuat Pemerintah merogok kocek untuk mengasuransikan, karena setiap BMN memang perlu diasuransikan. Ia pun mengaku perlu menghitung valuasi dan menginventarisasi aset-aset di dalamnya, termasuk tanah dan bangunan. Ia melanjutkan, besaran asuransi tersebut dapat diketahui usai tim menginventarisasi tempat wisata yang sebelumnya di kelola Yayasan Harapan Kita itu.

    “Makanya ini sedang dilakukan, kita akan valuasi tanahnya dan bangunannya. Nanti kita lihat mana yang perlu diasuransikan. Sebab, prinsipnya semua BMN harus diasuransikan,” ucapnya.

    Encep menyatakan pengambilalihan tersebut diharapkan agar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bisa masuk ke kas negara. Ia menilai selama ini TMII tidak pernah menyetor PNBP ke negara. Hal itu karena dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977 tidak ada aturan lebih detil mengenai hak negara seperti PNBP.

    “Kita belum ada yang detil mengenai bagaimana hak negara, dan hak yayasan. Maklum, dulu tahun 77 apalagi baru berdiri yayasan. Saat itu tidak diatur, tapi sekarang akan diatur,” tegasnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Perpres itu telah diundangkan pada 1 April 2021.

  • Dituduh Bawa Kabur 100 Miliar Uang Tommy Soeharto ke Singapura, Tata Cahyani: Saya Selamatkan Diri dan Anak-Anak Saya

    Dituduh Bawa Kabur 100 Miliar Uang Tommy Soeharto ke Singapura, Tata Cahyani: Saya Selamatkan Diri dan Anak-Anak Saya

    TIKTAK.ID – Kisah cinta keluarga Cendana menjadi salah satu topik yang menarik perhatian publik. Termasuk kisah cinta mantan pasangan Tommy Soeharto dan Tata Cahyani.

    Beberapa tahun silam, mantan pasangan ini pernah ramai diperbincangkan karena masalah rumah tangga mereka. Akibat masalah tersebut, Tata Cahyani bahkan sampai dituduh melarikan diri ke Singapura.

    “Saya terpaksa ke Singapura untuk menyelamatkan diri serta kedua anak saya,” ujar Tata, berdasarkan warta Tabloid NOVA edisi 1001 pada 30 April – 6 Mei 2007 silam. Ia melanjutkan, kedua anaknya adalah harta yang paling berharga baginya.

    Baca juga: Sandiaga Uno Uji Nyali, Terobos Banjir Pakai Mobil Kesayangan

    Namun Tata enggan mengungkapkan alasannya minggat ke Singapura. Wanita berusia 44 tahun ini mengatakan, biarlah ini menjadi alasan tersendiri baginya.

    “Kalaupun kelak saya ungkapkan, tentu saya harus berkonsultasi dulu dengan pengacara saya,” ucap Tata.

    Ketika ditanya mengenai pemicu retaknya rumah tangganya dengan Tommy, ibu dua anak tersebut mengatakan namanya berumah tangga pasti ada selisih pendapat sehingga bertengkar. Ia pun merasa tidak pantas membicarakan masalah rumah tangga.

    Baca juga: Luhut Dukung Edi Prabowo Ekspor Bibit Lobster, Susi Pudjiastuti dan Faisal Basri Menyebutnya Gila dan Tamak

    “Dalam agama diajarkan, jika ada pernikahan harus ada pemberitahuan ke tetangga, teman, dan keluarga. Sebaliknya jika ada perceraian, cukup saya saja yang mengetahui,” tegas Tata.

    Tetapi Tata menampik jika dirinya membawa kabur uang Tommy sebanyak Rp100 miliar ke Singapura. Menurut Tata, dirinya tidak melarikan diri. Apalagi ia mengklaim Keluarga Cendana sudah mengetahui kepergiannya ke Singapura.

    Tata menjelaskan bahwa kepindahannya semata untuk pertimbangan psikologis anak-anaknya usai bercerai dari Tommy Soeharto.

    Baca juga: Kabulkan Permintaan Forum Peduli Papua Maju, Prabowo Bakal Perbanyak Prajurit Asal Papua

    Tata dan Tommy telah 13 tahun bercerai. Pasca perceraian, wanita bernama asli Ardhia Pramesti Regita Cahyani ini memilih menghindar dari sorotan publik dan fokus membesarkan kedua anaknya, Dharma Mangkuluhur dan Gayanti Hutami.

    Diketahui Tata kini tengah menjalin hubungan dengan seorang aktor Hollywood, Bobby Tonelli.