Tag: kampanye

  • Sederet Blunder Gibran Saat Kampanye Jadi Trending Topik

    Sederet Blunder Gibran Saat Kampanye Jadi Trending Topik

    TIKTAK.ID – Nama calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, sempat beberapa kali jadi trending topik di media sosial akibat pernyataannya yang menuai sorotan. Bahkan, hal itu dianggap sebagai blunder Gibran selama berkampanye sebagai Cawapres.

    Teranyar, pernyataan Gibran mengenai asam sulfat untuk ibu hamil. Warganet langsung menyerbu Gibran dengan berbagai parodi dan satire atas pernyataannya yang keliru.

    Seperti dilansir Tempo.co, berikut ini beberapa blunder Gibran ketika berkampanye:

    Baca juga : Minta PBB Jalankan Fungsi dan Peran, Jokowi Desak Investigasi Pelanggaran Israel di Gaza

    Langgar Larangan Kampanye di CFD

    Pada Minggu (3/12/23), Gibran mendatangi kawasan Bundaran HI, Thamrin, Jakarta, untuk berolahraga di Car Free Day atau CFD. Dalam kesempatan tersebut, dia datang bersama rombongannya yang terdiri dari dua artis kader PAN, yaitu Uya Kuya dan Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, dan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rahayu Saraswati.

    Dalam momen tersebut, Gibran datang untuk menyapa warga sekaligus membagikan susu gratis kepada masyarakat. Ternyata bagi-bagi susu gratis itu adalah salah satu program unggulan Prabowo-Gibran yang direalisasikan dalam kampanyenya. Padahal kawasan CFD selama ini dilarang untuk aktivitas politik, termasuk kampanye. Untuk itu, sejumlah pihak menyebutnya sebagai pelanggaran kampanye.

    Baca juga : Kaesang Sambangi Pimpinan Ar Ridwan di Tuban, Jokowi dapat Kain Penutup Makam Rasul

    Kampanye Melibatkan Anak-Anak

    Gibran melakukan kampanye di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (1/12/23). Ketika itu, dia meminta anak-anak yang hadir pada acara kampanyenya naik ke atas panggung untuk menerima buku dan susu gratis.

    Tindakan Gibran tersebut menuai kontroversi, karena berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, anak-anak dilarang ikut kampanye. Pelaksana dan/atau tim kampanye dalam kegiatan kampanye Pemilu dilarang mengikutsertakan: warga negara Indonesia yang tidak punya hak memilih, salah satunya adalah anak-anak.

    Baca juga : Kebut Program PTSL, Jokowi Bagikan 2,5 Juta Sertifikat Tanah

    Asam Sulfat untuk Ibu Hamil

    Kontroversi terbaru Gibran ketika berkampanye adalah menyebut ibu hamil harus terpenuhi gizi dan asupan asam sulfatnya. Hal itu sontak menjadi topik hangat di kalangan warganet. Sebab, asam sulfat merupakan bahan untuk produk utama industri kimia, khususnya bahan membuat baterai. Adapun vitamin yang diperlukan oleh ibu hamil yakni asam folat yang mampu membantu pembentukan sel-sel dan sistem organ pada janin.

    Bahkan Gibran menyampaikan hal itu pada dua acara yang berbeda. Pertama, saat hadir dalam sebuah acara bertajuk “Diskusi Ekonomi Kreatif Bersama Mas Gibran” yang berlangsung pada Minggu (3/12/23) di bilangan Senopati, Jakarta. Kedua, ketika hadir dalam sebuah acara di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 2 Tangerang, pada Senin (4/12/23).

  • Trump: Jika Kalah, Saya Mungkin Harus Meninggalkan AS

    Trump: Jika Kalah, Saya Mungkin Harus Meninggalkan AS

    TIKTAK.ID – Orasi Donald Trump saat berkampanye terkenal dengan atmosfer optimis dan keberanian politiknya. Namun, pernyataan sang Presiden pada kampanye terbarunya mungkin sedikit membuat penggemar fanatiknya sedikit ketar-ketir.

    Sebab, Presiden AS itu telah menyatakan bahwa dia mungkin akan “meninggalkan negara AS” jika kalah dari pesaing Demokratnya, Joe Biden dalam pemilihan presiden AS bulan depan, tulis Sputniknews.

    Trump berkata di hadapan kerumunan yang ramai di rapat umum Make America Great Again di Georgia pada Jumat lalu, “Dapatkah Anda membayangkan jika saya kalah? Saya tidak akan merasa begitu baik. Mungkin saya harus meninggalkan negara ini, saya tidak tahu.”

    Trump mengatakan bahwa dirinya akan sangat malu jika kalah dalam pemilihan nanti dari Joe Biden.

    “Kamu tahu apa? Melawan kandidat terburuk dalam sejarah politik kepresidenan memberi tekanan pada saya. Bisakah Anda bayangkan jika saya kalah, sepanjang hidup saya apa yang akan saya lakukan? Saya akan katakan, saya kalah dari kandidat terburuk dalam sejarah politik,” kata Trump diiringi tawa hadirin.

    Trump juga mengklaim bahwa dia tidak akan terlibat dalam penggalangan dana lebih lanjut untuk upayanya pada tahun 2020 untuk mempertahankan tempatnya di Oval Office.

    “Saya bisa mengumpulkan lebih banyak uang,” katanya. “Saya akan menjadi penggalang dana terbesar di dunia, tetapi saya tidak ingin melakukannya.”

    Dilaporkan, Joe Biden telah mengumpulkan hingga $ 383 juta, sementara Trump hanya mampu mengumpulkan sekitar $ 247 juta.

    Dengan hanya tersisa 18 hari untuk pemilihan, dan sudah 20 juta surat suara telah diberikan yang dikatakan menunjukkan Demokrat memimpin. Sementara Trump hanya sedikit unggul di negara bagian Florida, yang secara luas dipandang sebagai negara bagian basis kemenangan bagi Trump.

    Laporan mengatakan bahwa dalam jajak pendapat nasional, Biden memimpin dari Trump dengan 54% hingga 43% di antara calon pemilih.

    Perkembangan itu membuat Partai Republik di Kongres menunjukkan tanda-tanda mereka takut Trump akan kalah dari Biden bulan depan. Senator Ted Cruz dari Texas baru-baru ini memperingatkan tentang “mandi darah Partai Republik dalam proporsi Watergate”.

  • Trump Kembali Berkampanye Pasca Dirawat Akibat Covid

    Trump Kembali Berkampanye Pasca Dirawat Akibat Covid

    TIKTAK.ID – Presiden Donald Trump kembali berkampanye, Selasa (13/10/20) setelah kurang dari dua minggu harus dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif virus Corona. Bahkan pada kampanye perdana pasca perawatannya, Trump mengatakan kepada ribuan pendukungnya yang tak mengenakan masker, dia bisa memberikan “ciuman besar”, pada rapat umum di negara bagian Florida itu.

    Trump, 74, dinyatakan positif Covid-19 sekitar 12 hari yang lalu, dan dirawat di rumah sakit sehari kemudian, tulis BBC.

    Tetapi pada Minggu kemarin, dokter pribadinya mengatakan bahwa dia tidak lagi berisiko menularkan Covid kepada orang lain dan mengungkapkan pada esok Seninnya bahwa hasil tes terbarunya negatif selama beberapa hari berturut-turut, meskipun dia tidak menyebutkan tanggal berapa Trump melakukan tes.

    Dalam penampilan tunggal pertamanya setelah diagnosis dan pemulihan dari Covid-19, Trump kembali mengangkat tema kampanyenya yang akrab dengan menyerang lawannya dalam pemilihan presiden bulan depan, Joe Biden.

    Dia menggembar-gemborkan pertumbuhan pasar saham, pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS dan konfirmasi sukses dari dua hakim Mahkamah Agung konservatif menduduki posisi hakim, dan Hakim Amy Coney Barrett akan menjadi yang ketiga, di depan Senat minggu ini.

    Di depan kerumunan ribuan orang, dia mengecam rencana untuk memperpanjang karantina atau lockdown terkait Covid yang didukung oleh partai Demokrat dan berusaha mempertanyakan ketajaman mental Biden.

    Trump dan beberapa pendukungnya di Florida tampak santai menghadapi virus Corona, yang telah mewabah di Florida dengan ganas, dengan lebih dari 15.000 orang meninggal akibat Covid-19.

    Merujuk pada kesembuhannya sendiri dari Covid-19, Trump berkata pada satu kesempatan, “Mereka mengatakan saya kebal -saya merasa sangat kuat. Saya akan masuk ke sana dan mencium semua orang. Saya akan mencium pria dan wanita cantik. Aku akan memberimu ciuman besar dan banyak.”

    Meskipun infeksi ulang virus masih menjadi peristiwa langka, para ilmuwan masih mempertanyakan berapa lama kekebalan potensial terhadap virus akan dapat bertahan.

    Sementara, sejumlah orang di kerumunan terlihat mengenakan masker atau mematuhi pedoman kesehatan masyarakat dengan menjaga jarak setidaknya 6 kaki (2m) untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

  • Bobby Mantu Jokowi Terbukti Jadi yang Pertama Langgar Protokol Kesehatan Saat Masa Kampanye Dimulai

    Bobby Mantu Jokowi Terbukti Jadi yang Pertama Langgar Protokol Kesehatan Saat Masa Kampanye Dimulai

    TIKTAK.ID – Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution baru melakukan kampanye perdana guna mengawali laga Pilkada 2020, tetapi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan sudah mencatat adanya pelanggaran dari pihak mereka selaku kontestan Pilkada.

    Tepatnya, pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman dinilai tidak memenuhi standar protokol kesehatan saat proses kampanye perdana pada Sabtu (26/9/20).

    “Yang kita terima itu yang mendominasi dari kubu 02 yang masih banyak yang berserakan, atau tidak memenuhi protokol kesehatan,” ungkap Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap kepada wartawan, seperti dikutip dari RRI pada Minggu (27/9/20).

    Baca juga : Terus Curigai Perpanjangan PSBB Ketat oleh Anies, PDIP DKI: Baunya Sangat Politis

    Lebih lanjut, Payung menilai pelanggaran itu terjadi karena kurangnya persiapan dari tim kampanye paslon bersangkutan.

    “Yang jadi permasalahan adalah ketika ada masyarakat atau tim yang melakukan kegiatan itu tidak mempersiapkan secara matang,” jelasnya.

    Berlainan dengan kampanye pasangan Bobby-Aulia, pada pasangan dengan nomor urut 01 Akhyar-Salman ternyata tidak ditemukan adanya bentuk pelanggaran protokol kesehatan pada aktivitas kampanye mereka.

    Baca juga : Ucapkan Terima Kasih ke Fahri Hamzah Usai Deklarasi Dukungan, Menantu Jokowi: Saya Makin Bersemangat

    “Jadi istilahnya mereka tidak terlalu ramai, dan kita lihat dari foto mereka jaga jarak lah,” tandasnya.

  • Gabung Kampanye #StopProfitForHate, Kim Kardashian Bekukan Akun Instagram dan Laman Facebook

    Gabung Kampanye #StopProfitForHate, Kim Kardashian Bekukan Akun Instagram dan Laman Facebook

    TIKTAK.ID – Artis Kim Kardashian diketahui membekukan akun Instagram pribadinya pada Rabu (16/9/20) waktu Amerika. Istri Kanye West itu pun mengumumkan akan membekukan akun Instagram pribadi dan laman Facebook sebagai bagian dari protes. Kim bergabung dengan selebriti lainnya lewat kampanye bertagar #StopProfitForHate.

    “Saya tidak bisa duduk diam, sementara platform ini terus menyebarkan kebencian, propaganda, serta informasi yang salah,” ujar Kim Kardashian, seperti dikutip Detik.com dari Variety, Rabu (16/9/20).

    Kim mengatakan informasi yang salah kerap dibagikan di media sosial, sehingga berdampak serius terhadap demokrasi di negaranya.

    “Penyebaran kebencian itu dibuat oleh kelompok yang ingin membuat perpecahan dan memisahkan antara sesama warga Amerika,” terang Kim.

    Sebelumnya, gerakan #StopHateForProfit menggema di Amerika Serikat untuk menuntut perusahaan induk Facebook agar mengambil tindakan dalam mengatasi rasisme, ujaran kebencian, dan disinformasi di platformnya.

    Kemudian Kim Kardashian mendesak agar orang-orang melakukan hal yang sama seperti dirinya. Bintang reality show itu juga menekan agar pendiri platform media sosial mau membuat kebijakan yang lebih baik.

    “Mengambil langkah hanya setelah orang terbunuh merupakan kegagalan perusahaan untuk menghapus kelompok milisi yang membawa senjata,” tutur Kim Kardashian kepada pendiri Facebook.

    Akun Instagram Kim Kardashian sendiri saat ini memiliki lebih dari 188 juta pengikut dan 30 juta pengikut di laman Facebook.

    Tidak hanya Kim Kardashian yang membekukan akun Instagram, melainkan ada seleb lainnya yang juga melakukan hal serupa. Di antaranya Katy Perry, Demi Lovato, Sacha Baron Cohen, Amy Schumer, Jamie Foxx, Mark Ruffalo, sampai Leonardo DiCaprio yang ikut gerakan yang sama.

    Perlu diketahui, gerakan tersebut mencuat usai Facebook tidak menghapus grup Kenosha Guard yang membuat kerusuhan di kota Kenosha, Wisconsin. Setelah diselidiki, ternyata dari grup tersebut, dua pengunjuk rasa di kota itu ditembak dan dibunuh oleh 17 anak laki-laki yang bepergian ke kota dengan senapan.

    Lebih lanjut, Facebook dikabarkan telah mengakui kesalahannya dengan tidak langsung menonaktifkan grup. Mereka lantas mengambil langkah-langkah proaktif terkait masalah tersebut.

  • Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol, Lupa Janji Kampanye?

    Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol, Lupa Janji Kampanye?

    TIKTAK.ID – Beberapa waktu terakhir, topik tentang reklamasi di Ibu Kota kembali mencuat. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menerbitkan izin reklamasi untuk perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara.

    Izin itu tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020, yang berisi tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan (Dunia Fantasi) seluas lebih kurang 35 hektare (ha) dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 hektar.

    Anies meneken Kepgub yang berlaku tiga tahun ini pada 24 Februari 2020. Kepgub tersebut menyebut pelaksanaan perluasan kawasan terbatas pada pembangunan tanggul penahan, pengurugan material, dan pematangan lahan hasil perluasan kawasan.

    Baca juga : PA 212 Janji Gelar Demo Tolak RUU HIP Jilid 2 Lebih Besar dari Demo Ahok

    Kemudian pembangunan di atas lahan perluasan kawasan harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Masterplan dan Panduan Rancang Kota (Urban Design Guidelines/UDGL) serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Hasil pelaksanaan perluasan kawasan, sebagaimana dimaksud pada dictum, harus disertifikatkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta menjadi beban biaya PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk,” begitu bunyi Kepgub tersebut.

    Karena diberikan izin perluasan, maka PT Pembangunan Jaya Ancol harus melakukan sejumlah kewajiban. Di antaranya menyediakan prasarana, sarana dan utilitas dasar yang dibutuhkan dalam pengembangan kawasan rekreasi Dufan dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur, antara lain jaringan jalan di dalam kawasan, dan angkutan umum massal.

    Baca juga : Marah Besar, Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet Bahkan Bubarkan Lembaga Penting di Tengah Pandemi Covid-19

    Selain itu, Ancol wajib menyediakan jaringan utilitas, infrastruktur pengendali banjir, ruang terbuka biru, ruang terbuka hijau serta sarana pengelolaan limbah cair dan padat. Kewajiban lainnya yakni melakukan pengerukan sedimentasi sungai di sekitar perluasan kawasan. Jika dalam jangka waktu tiga tahun itu pelaksanaan perluasan kawasan belum dapat diselesaikan, izin akan ditinjau kembali.

    Halaman selanjutnya…

  • The Rolling Stones Ancam Trump ke Pengadilan Jika ‘Bandel’ Gunakan Lagunya untuk Kampanye Presiden

    The Rolling Stones Ancam Trump ke Pengadilan Jika ‘Bandel’ Gunakan Lagunya untuk Kampanye Presiden

    TIKTAK.ID – Kelompok musik legendaris, The Rolling Stones memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk tak membawakan lagu-lagunya dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika atau akan menghadapi tindakan hukum, tulis BBC.

    Pernyataan itu disampaikan kuasa hukum Band asal London Inggris itu, BMI untuk menghentikan penggunaan musik mereka secara tidak sah dalam kampanye Trump.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (27/6/20), perwakilan untuk kelompok itu mengatakan bahwa “langkah lebih lanjut untuk mengecualikan” Trump menggunakan bahan Rolling Stones dalam kampanye presiden di masa depan sangat diperlukan setelah “anjuran” yang disampaikan diabaikan.

    BMI mengatakan akan melaporkan kampanye Trump atas nama Stones bahwa penggunaan lagu-lagu mereka tanpa izin merupakan pelanggaran lisensi, dan akan dikenakan tindakan hukum.

    Salah satu lagu Band berlambang lidah menjulur ini yang berjudul “You Can’t Always Get What You Want” dinyanyikan dalam demonstrasi para pendukung Trump di Tulsa, Oklahoma pekan kemarin.

    Lagu yang sama digunakan dalam kampanye Trump selama pemilu Amerika pada 2016.

    “The Rolling Stones tidak mendukung Donald Trump,” tulis band itu melalui akun resmi Twitter-nya pada 2016.

    Pada April lalu, kelompok musik yang digawangi oleh penyanyi 76 tahun, Sir Mick Jagger ini merilis single baru pertama mereka setelah delapan tahun absen dengan title “Living In A Ghost Town”.

    Bukan hanya The Rolling Stone, pada awal bulan ini, keluarga musisi rock Tom Petty juga mengeluarkan surat penghentian kampanye Trump karena menggunakan lagunya “I Won’t Back Down” tanpa izin di demonstrasi pendukung Trump di Tulsa.

    Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter, keluarga itu mengatakan bahwa almarhum artis itu “tidak pernah ingin lagu miliknya digunakan untuk kampanye kebencian”.

    Petty meninggal pada tahun 2017 karena overdosis dan kecelakaan setelah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, dalam usia 66 tahun.

    Langkah yang dilakukan The Rolling Stone dan Tom Petty ini mengikuti jejak penyanyi lain seperti Adele, Neil Young dan Steven Tyler yang melarang lagu-lagu dan musik mereka untuk kampanye presiden Trump.

    Sementara, kampanye Presiden Amerika masih akan berlanjut dalam beberapa bulan lagi ketika Trump bersiap menghadapi calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam pemilihan presiden November mendatang.