Tag: infeksi

  • Ketahui Penyakit yang Biasa Menyerang Amandel

    Ketahui Penyakit yang Biasa Menyerang Amandel

    TIKTAK.ID – Amandel sering disalah diartikan sebagai suatu penyakit, padahal sebetulnya amandel merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh kita.

    Mengutip VerywellHealth, amandel adalah salah satu organ bagian dari sistem limfatik (sistem sirkulasi sekunder yang bertugas mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh).

    NewsMedical menjelaskan bahwa organ amandel memiliki peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh kita. Sebab, amandel mampu membantu mencegah atau menghalau benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi, seperti bakteri, virus, atau parasit.

    Usai terperangkap di amandel, kuman biang penyakit akan diangkut ke kelenjar getah bening, yang menjadi pusat tempat sel-sel kekebalan khusus berkumpul untuk melawan infeksi. Kemudian sel kekebalan yang ada di amandel menghasilkan antibodi yang membantu menghancurkan kuman dan mencegah infeksi tenggorokan atau paru-paru.

    Akan tetapi, amandel bisa mengalami masalah penyakit seperti nyeri, bengkak, dan infeksi.

    Seperti dilansir Kompas.com dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah penyakit amandel yang bisa terjadi:

    Tonsilitis atau radang amandel

    Mayo Clinic menyebut tonsilitis adalah peradangan pada amandel. Penyebab tonsilitis paling sering akibat infeksi virus, tapi infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab penyakit ini muncul.

    Bakteri yang paling umum menyebabkan radang amandel yakni Streptococcus pyogenes. Tanda dan gejala radang amandel di antaranya pembengkakan amandel, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan nyeri tekan pada kelenjar getah bening di sisi leher.

    Untuk mengobati amandel dengan kondisi tonsilitis, bisa dengan menggunakan ibuprofen atau acetaminophen (tylenol, lainnya) untuk meminimalkan sakit tenggorokan dan mengendalikan demam. Anda pun bisa berkumur dengan larutan air garam hangat guna membantu menenangkan sakit tenggorokan.

    Batu amandel

    Cleveland Clinic menyatakan batu amandel merupakan kondisi penyakit dengan tanda munculnya gumpalan kecil bertekstur keras yang terbentuk di amandel. Gumpalan mirip batu itu terbentuk karena terjadi penumpukan dari Mineral seperti kalsium, sisa makanan, dan bakteri atau jamur yang mengendap di amandel.

    Radang tenggorokan

    Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri Streptococcus (bakteri yang sama dengan penyebab penyakit radang amandel). Bakteri ini menginfeksi amandel dan tenggorokan, sehingga menyebabkan demam dan nyeri leher sering menyertai sakit tenggorokan. Secara umum, pengobatan radang tenggorokan bisa memakai antibiotik.

  • Viral Remaja Sakit karena Tidak Suka Minum Air Putih, Berikut Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Air

    Viral Remaja Sakit karena Tidak Suka Minum Air Putih, Berikut Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Air

    TIKTAK.ID – Seorang remaja mengklaim tak suka minum air putih. Ia malah suka mengonsumsi minuman bersoda, boba, es, dan sebagainya selain air putih.

    Ujungnya, saat ini ia menderita penyakit infeksi saluran kemih atau ISK. Remaja pengguna akun TikTok @itsmariaxcx ini pernah mengalami tak sadarkan diri, sampai perlu dilarikan ke klinik.

    “Dari dulu gak pernah suka minum air putih. Selalu minum2an yg berasa dan yg paling sering itu soda,” ungkap @itsmariaxcx melalui video yang viral itu.

    Lebih awal, ia mengeluhkan kerap merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya. Di samping itu, ia turut kerap demam tinggi di malam hari, mual, sampai sering buang air kecil.

    Seperti diketahui, 60 persen tubuh terdiri dari air, agar tubuh terjaga kesehatannya dan dapat membuang racun dari dalam tubuh.

    Seperti dilansir Healthcare Associated of Texas, ada 7 tanda kekurangan minum air putih.

    1. Mulut mengeluarkan bau tak sedap
    Air merupakan elemen untuk produksi air liur serta membantu menghilangkan bakteri, sampai gigi dan gusi senantiasa terjaga kesehatannya. Jika kekurangan air, dapat menghambat produksi air liur dan menyebabkan bakteri dapat menumpuk pada lidah, gigi, serta gusi, sehingga menimbulkan bau mulut.

    2. Cepat lelah
    Kekurangan minum air putih juga dapat menjadikan tubuh kehilangan cairan. Sehingga volume darah menurun serta memberi tekanan berlebih pada jantung yang mengalirkan oksigen dan nutrisi menuju organ lainnya, juga otot. Akibatnya, dapat menjadikan tubuh semakin lelah dan merasa lesu kalau kebutuhan air tak tercukupi.

    3. Sering sakit
    Jika konsumsi air putih tak terpenuhi, dapat menyebabkan kelelahan, kurang aktif secara fisik, serta kondisi tubuh melemah sampai mudah sakit. Kekurangan air putih juga menjadikan pembuangan bakteri tidak lancar.

    4. Sembelit
    Air ini bakal menjadikan feses semakin lembut sampai gampang dikeluarkan melalui saluran pencernaan. Kalau tak cukup minum air putih, tubuh bakal menarik air dari feses guna menggantikan cairan yang hilang. Ini bakal menjadikan feses semakin keras sehingga sulit dikeluarkan, sampai menjadikan sembelit.

    5. Kesehatan kulit semakin memburuk
    Air putih sebagai pengencang dan pelembap kulit, membuatnya semakin cerah serta awet muda. Sebaliknya, kurang konsumsi air dapat menjadikan kekenyalan dan elastisitas kulit berkurang. Ujungnya menjadikan kulit lebih kering, mengelupas, menimbulkan garis-garis halus di kulit, sampai kerutan.

    6. Semakin butuh asupan gula lebih banyak
    Dehidrasi lantaran kekurangan air putih bakal memengaruhi kemampuan tubuh mencapai simpanan glukosa untuk memenuhi kebutuhan energi. Di samping itu, dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula serta karbohidrat. Misalnya tiba-tiba berkeinginan makan manis seperti cokelat, permen, roti, kue, dsb.

    7. Buang air kecil semakin jarang
    Saat tubuh kekurangan air atau dehidrasi, ginjal bakal menahan cairan semakin banyak untuk mempertahankan fungsinya. Ini bakal mengakibatkan penurunan intensitas buang air kecil.

  • Kapan Waktu Paling Tepat ke Dokter Setelah Alami Batuk?

    Kapan Waktu Paling Tepat ke Dokter Setelah Alami Batuk?

    TIKTAK.ID – Batuk tidak termasuk dalam kategori penyakit. Lantaran, batuk merupakan refleks yang diwujudkan tubuh untuk membersihkan saluran udara serta melindungi paru-paru terhadap benda asing atau infeksi.

    Seseorang bisa jadi mengalami batuk wujud respons dari beragam iritasi. Contoh di antaranya dikarenakan serbuk sari, asap, infeksi, dsb.

    Walaupun sesekali normal, namun batuk tak kunjung sembuh bisa disebabkan kondisi makin serius yang membutuhkan perhatian medis.

    Penting untuk mengetahui kapan perlu ke dokter guna mengobati batuk.

    Dikutip Kompas dari Health Line, batuk bisa dibedakan menjadi dua macam yang ditandai menurut lamanya gejala yang tampak.

    1. Batuk akut
    Batuk akut berlangsung kurang dari 3 minggu.

    Batuk yang bisa terjadi selama antara 3 dan 8 minggu lantaran mengalami infeksi saluran pernapasan.

    Batuk akut dapat disebabkan oleh:
    a. Iritasi lingkungan dari asap atau debu
    b. Alergen misalnya serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan jamur

    2. Batuk kronis
    Batuk dinilai kronis jika berlangsung melampaui 8 minggu.

    Batuk kronis bisa disebabkan oleh:
    a. Kebiasaan merokok
    b. Penyakit jantung

    Batuk bisa juga dibedakan sesuai karakternya, yaitu batuk produktif dan batuk tidak produktif.

    Batuk produktif disebut batuk basah, yang disertai keluarnya lendir atau dahak. Sedangkan, batuk tidak produktif disebut batuk kering, yang tidak disertai keluarnya lendir.

    Lantas kapan waktu paling tepat mesti ke dokter jika batuk?

    Mengutip Mayo Clinic, batuk akut yang dipicu oleh iritan, alergen, maupun infeksi pada umumnya dapat hilang setelah beberapa minggu.

    Akan tetapi, kita sebaiknya mulai berkonsultasi ke dokter saat batuk melanda lebih dari 3 minggu atau berlangsung disertai gejala demam, sesak napas, lendir kental yang berwarna hijau atau kuning, keringat malam, mengalami pingsan, mengalami pembengkakan pergelangan kaki atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

    Di samping itu, cari pertolongan darurat medis secepatnya ketika setiap batuk bersamaan dengan sulit bernapas atau menelan, tersedak atau muntah, batuk darah, demam tinggi, dan nyeri dada.

  • Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak

    Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak

    TIKTAK.ID – Tanpa kita sadari, menggaruk ketiak menjadi sebuah kebiasaan yang sering kita lakukan sehari-hari. Kadang, ketika menggaruk tiba-tiba terganggu oleh sebuah benjolan yang ada di ketiak.

    Ketika menggaruk benjolan tersebut, maka kamu akan merasakan rasa sakit dan perih.

    Sebetulnya, apa sih penyebab dari munculnya benjolan di ketiak tersebut?

    Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi penyebab munculnya gangguan ini. Dikutip dari sejumlah sumber, berikut beberapa faktor yang menyebabkan munculnya benjolan tersebut. Di antaranya adalah:

    Hormon
    Ternyata, hormon menjadi salah satu penyebab munculnya benjolan di ketiak, hal seperti ini sering dialami oleh pria. Pada sejumlah pria, produksi hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan bengkak di ketiak.

    Baca juga: Beberapa Tanda yang Tampak di Kulit Saat Alami Diabetes

    Infeksi
    Pada usia tertentu, masalah infeksi yang terjadi di ketiak dapat menyebabkan munculnya benjolan. Kemudian pada sebagian besar remaja, infeksi bakteri tertentu akan membuat munculnya benjolan di ketiak.

    Pemakaian Deodoran
    Seseorang yang memiliki kulit gampang alergi, maka pemakaian deodoran bakal menyebabkan bengkak. Hal ini karena kandungan anti perspirant dapat menyumbat pori-pori dan kemudian menyebabkan pembengkakan di ketiak.

    Halaman selanjutnya…

  • Virus Maut Korona Mulai Serang Amerika, Turis China Terancam Ditolak di Seluruh Dunia?

    Virus Maut Korona Mulai Serang Amerika, Turis China Terancam Ditolak di Seluruh Dunia?

    TIKTAK.ID – Dilaporkan korban meninggal dunia dari virus korona Wuhan naik menjadi enam orang pada hari Selasa (21/1/20). Kini, pada hari yang sama, kasus pertama dilaporkan di Amerika Serikat.

    Kondisi itu membuat pasar jatuh karena kekhawatiran kerusakan ekonomi ketika wisatawan banyak yang membatalkan rencana perjalanan dan bandara meningkatkan penyaringan penumpang.

    Virus itu menyerang ketika jutaan warga China bersiap untuk melakukan perjalanan liburan Tahun Baru Imlek. Tak pelak, kondisi ini meningkatkan risiko penularan. Banyak warga China yang bergegas membeli masker wajah untuk melindungi diri mereka dari infeksi serupa flu yang sebelumnya tidak diketahui.

    Di sisi lain warga China mulai khawatir, bukan tak mungkin seluruh dunia menolak kehadiran mereka sebagai wisatawan karena dianggap potensial membawa serta virus berbahaya tersebut ke negara yang dikunjunginya.

    Baca juga: Polisi dan Demonstran Bentrok di Paris, 59 Orang Ditangkap

    Wabah itu, yang dimulai di kota Wuhan di China tengah, juga mengkhawatirkan pasar keuangan ketika para investor mengingat kembali epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) China pada 2002-2003, wabah koronavirus yang menewaskan hampir 800 orang.

    “Kami akan tinggal di rumah selama liburan. Saya takut karena saya ingat SARS dengan sangat baik,” kata Zhang Xinyuan, yang telah berencana untuk berlibur ke sebuah resor Thailand sebelum dia dan suaminya memutuskan untuk membatalkan tiket pesawat mereka.

    Seperti dilansir Reuters, seorang pelancong dari China didiagnosis terjangkit coronavirus Wuhan di Seattle. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ini merupakan kasus pertama yang diidentifikasi di Amerika Serikat. Pasien dalam kondisi baik, kata CDC.

    Halaman selanjutnya…

  • Kondisinya Memburuk, Justin Bieber Divonis Idap Penyakit Lyme

    Kondisinya Memburuk, Justin Bieber Divonis Idap Penyakit Lyme

    TIKTAK.ID – Beberapa waktu lalu, Justin Bieber menyampaikan pernyataan mengejutkan. Kali ini bukan lagi tentang gangguan mental seperti yang telah ia akui dalam sebuah unggahan panjang di Instagram, melainkan tentang dirinya yang tengah berjuang melawan penyakit Lyme.

    Ia mengungkapkan hal tersebut melalui serial dokumenter berjudul “Justin Bieber: Season”, dan akan tayang pada YouTube Originals.

    Informasi dari TMZ, sebenarnya sudah sejak tahun lalu gejala penyakit Lyme pada Justin Bieber menjadi perhatian keluarga. Namun, baru pada akhir tahun 2019 ia resmi divonis mengidap penyakit tersebut. Bahkan, belakangan kondisinya juga semakin memburuk.

    Baca juga: Dikenal Dermawan, Pink Sumbang Tim Pemadam Kebakaran Hutan Australia Rp6,9 Miliar

    Penyakit Lyme sendiri merupakan sebuah penyakit dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia sp dan tersebar melalui gigitan kutu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, terdapat beberapa gejala dari penyakit ini. Seperti kepala pusing, stres, kelelahan, kulit kemerahan atau ruam pada kulit (erythema migrans).

    Beruntung penyakit tersebut langsung ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit. Sehingga, kesehatan Justin Bieber berangsur-angsur pulih.

    Halaman selanjutnya…

  • Waspada, Ini 4 Bahaya Minum Air dari Botol Plastik Berulang Kali

    Waspada, Ini 4 Bahaya Minum Air dari Botol Plastik Berulang Kali

    TIKTAK.ID – Dalam menjaga kesehatan tubuh, air minum menjadi unsur yang sangat penting. Namun, peralatan yang digunakan untuk menyimpan air putih juga memiliki peranan penting.

    Jika Anda terbiasa menyimpan air minum dengan menggunakan botol plastik, pernahkan Anda berpikir bahwa hal tersebut sudah aman atau belum?

    Sebab, sebagian besar botol plastik terdiri dari molekul hidrokarbon dan bahkan sudah ditambahkan dengan bahan kimia dalam meningkatkan fleksibilitas dan warna pada botol. Keamanan pada botol juga bervariasi, tergantung dari jenis plastik yang digunakan. Hal ini bisa diperparah ketika produk yang memiliki kualitas rendah akan membuat masalah yang serius pada kesehatan, salah satunya adalah kanker.

    Baca juga: 5 Penyebab Rasa Demam Sepanjang Waktu

    Berikut beberapa dampak begatif dari penggunaan botol plastik:

    1. Komplikasi bagi kehamilan
    Dalam kemasan botol terdapat yang namanya BP-A atau Bisphenol A yang disebut dapat menyebabkan komplikasi bagi wanita hamil dan janin. Bahkan BP-U meniru estrogen palsu, sehingga menyebabkan kelainan kromosom, dan berakibat pada kecacatan ketika lahir.

    Halaman selanjutnya…

  • Jangan Anggap Sepele, Malas Mandi Bisa Bikin ‘Mandul’

    Jangan Anggap Sepele, Malas Mandi Bisa Bikin ‘Mandul’

    TIKTAK.ID – Kemungkinan besar, banyak orang yang pernah merasakan malas mandi. Bisa karena lelah, cuaca dingin, atau karena sedang waktu libur. Namun tanpa disadari, hal sepele seperti ini ternyata mempunyai dampak yang besar bagi kesehatan.

    Sebab, mandi merupakan sebuah kegiatan rutin yang dilakukan oleh seseorang agar bisa menghilangkan kotoran, bakteri, dan kuman yang ada pada tubuh. Umumnya, seseorang akan mandi sehari dua kali. Namun, jika tidak mandi, maka akan berdampak besar pada tubuh. Berikut dampak tidak mandi bagi kesehatan:

    Baca juga: 8 Kesalahan Tanpa Sadar yang Kerap Dilakukan Saat Berolahraga

    Muncul Infeksi dari Kuman
    Sepanjang hari, Anda melakukan banyak aktivitas dan berhubungan atau bersentuhan langsung dengan sejumlah benda. Mulai dari uang, transportasi umum, ponsel, dan lain sebagainya. Ketika Anda malas mandi dan Anda memiliki goresan di tubuh, mungkin akan terjadi infeksi dan tidak terawat. Dengan tidak mandi, bakteri akan tetap berada di kulit. Parahnya, hal ini berisiko terkena sejumlah jenis infeksi yang disebabkan oleh kuman.

    Rambut Sangat Berminyak
    Ketika Anda tidak mandi, sudah jelas rambut Anda rasanya akan sangat berminyak. Hal ini karena Anda tidak mencuci rambut selama beberapa hari dan rambut akan terlihat lembap. Akibatnya, sel-sel kulit akan menjadi kotor dan mati. Kemudian menumpuk dan membuat kulit kepada terasa gatal dan kering. Pada akhirya, kondisi ini akan membuat ketombe muncul.

    Baca juga: Jangan Bilang ‘Jangan’ Kepada Si Kecil Ya, Ganti dengan 7 Kalimat Baik ini Agar Hatinya Tak Luka

    Muncul Jerawat Pada Bagian Tubuh
    Jarang mandi akan membuat semua kotoran, keringat, kuman, dan sel-sel kulit mati akan menumpuk pada tubuh Anda. Hal tersebut yang kemudian menimbulkan jerawat pada bagian tubuh, biasanya akan muncul pada punggung. Selain itu, terkadang juga akan membentuk kerak seperti tanah yang padat serta bercak-bercak coklat pada area kulit.

    Mengurangi Tingkat Kesuburan Reproduksi
    Dengan tidak mandi, akan membuat diri Anda terkena infeksi, kulit kusam, dan masih banyak lagi. Namun, tidak mandi juga berisiko kehilangan kesempatan untuk memperkuat kesuburan. Berdasar penelitian, mandi dengan air dingin pada pagi hari membuat produksi hormon testostegon pada pria akan semakin meningkat. Begitu juga dengan hormon estrogen pada wanita.

    Baca juga: Konsumsi Antibiotik Tak Terkendali Bikin Indonesia Rentan Jadi Sumber Bakteri Resisten

  • Seputar Faringitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

    Seputar Faringitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

    TIKTAK.ID – Radang tenggorokan atau faringitis merupakan rasa sakit, kering, atau gatal pada tenggorokan. Dalam kondisi tersebut, lebih dari 13 juta pasien yang datang ke dokter setiap tahunnya.

    Penyebab paling umum dari faringitis adalah infeksi virus, salah satunya flu. Sakit karena virus tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Selain oleh virus, infeksi pada tenggorokan dapat juga disebabkan oleh faktor lingkungan, termasuk udara kering.

    Penyebab Radang Tenggorokan

    Baca juga: 7 Penyebab Bibir Hitam dan 3 Cara Membuatnya Cerah Kembali

    1. Alergi
    Ketika menghirup serbuk sari, kotoran hewan, dan rumput, sistem kekebalan tubuh manusia yang alergi dengan beberapa hal tersebut akan bereaksi. Tubuh akan melepaskan zat kimia, dan membuat hidung tersumbat, bersin, mata berair, dan iritasi tenggorokan.

    2. Flu
    Virus flu disebut bisa menyebabkan sakit tenggorokan hingga 90 %, dan masih banyak lagi di antara beberapa jenis virus lain penyebab sakit tenggorokan.

    3. Udara Kering
    Udara kering membuat mulut menyedot kelembapan. Hal ini yang kemudian membuat tenggorokan terasa kering dan gatal.

    Baca juga: 5 Cara Alami Atasi Sakit Gigi

    Halaman selanjutnya…