Tag: Egy Maulana Vikri

  • Prediksi Pemain Lokal Liga 1 yang Bakal Jadi Andalan di Musim Baru

    Prediksi Pemain Lokal Liga 1 yang Bakal Jadi Andalan di Musim Baru

    TIKTAK.ID – Liga 1 2025/2026 dijadwalkan bergulir mulai pertengahan Agustus 2025 mendatang. Berikut ini prediksi lima pemain lokal yang berpotensi menjadi andalan klub.

    Untuk diketahui, pada musim lalu, daftar pencetak gol dan penyumbang assist tertinggi masih dikuasai oleh pemain asing. Dalam banyak hal, pemain asing memang tampak lebih menonjol.

    Meski begitu, bukan berarti pemain-pemain di dalam negeri tidak mampu bersaing. Terdapat beberapa nama yang memiliki potensi. Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini sejumlah potensi pemain lokal yang dinilai dapat bersaing.

    Baca juga : Labrak Wasit, Lionel Messi Nyaris Dapat Kartu Merah

    1. Egy Maulana Vikri

    Pada musim lalu, Egy didapuk sebagai pemain Indonesia tersubur di Liga 1. Pasalnya, pemain Dewa United ini mampu mengoleksi 12 gol semusim. Egy pun menempati urutan kedelapan pemain tersubur Liga 1 2024/2025.

    Pada musim depan, pemain yang sempat membela Lechia Gdansk tersebut berpotensi jadi pemain yang tajam lagi. Tak hanya karena usia yang semakin matang, rekan setimnya juga mendukung.

    2. Rizky Ridho

    Baca juga : Ketahui 3 Negara Asia Paling Sulit Lolos Langsung Piala Dunia 2026

    Bisa dibilang kalau bek terbaik Indonesia saat ini yaitu Ridho. Pemain asal Surabaya yang membela Persija Jakarta tersebut tampil impresif tidak hanya di Liga 1, namun juga di Timnas Indonesia.

    Dengan usia yang masih muda, Ridho memiliki potensi terus berkembang. Akan tetapi, ada tantangan yang juga harus diatasi, yakni tekanan dan beban yang semakin tinggi.

    3. Yakob Sayuri

    Salah satu faktor kunci Malut United berhasil menempati peringkat ketiga klasemen akhir Liga 1 musim lalu adalah Yakob Sayuri. Sebab, pergerakannya di sisi kanan mampu membuat lawan kewalahan. Yakob tak hanya bisa bermain sebagai sayap kanan, namun juga bek kanan, sehingga membuatnya menjadi pemain cukup subur pada musim lalu, yaitu 10 gol.

    Baca juga : Pelatih Australia Optimis Bungkam Indonesia di Sydney

    4. Toni Firmansyah

    Sempat menyita perhatian ketika membela Timnas Indonesia U-19, Toni Firmansyah mulai menunjukkan tajinya di Persebaya pada musim lalu. Ia tampil sebanyak 18 kali dan sukses menyumbang dua assist.

    Meski statistiknya belum menonjol, terdapat potensi menjadi makin matang pada musim depan. Dia perlu menjaga diri dan menjalankan instruksi dari pelatih.

    5. Saddil Ramdani

    Baca juga : PBSI Targetkan Ginting Pulih dari Cedera dan Kembali Main di Maret 2025

    Usai merantau cukup lama di Malaysia, Saddil Ramdani pulang kampung. Akan tetapi, bukan Malut United yang dibela, melainkan juara bertahan Persib Bandung. Potensi Saddil menjadi andalan Maung Bandung pada musim depan dianggap sangat besar. Tak hanya karena Persib ditinggal oleh banyak pemainnya, tapi juga karena kualitas yang dimiliki Saddil.

  • Pengamat: STY Tegur Egy Bentuk Perhatian Bapak terhadap Anak

    Pengamat: STY Tegur Egy Bentuk Perhatian Bapak terhadap Anak

    TIKTAK.ID – Pengamat sepak bola nasional, Kusnaeni mengatakan bahwa teguran pelatih Shin Tae Yong kepada Egy Maulana Vikri saat Timnas Indonesia membantai Brunei di Piala AFF 2022, pada Senin (26/12/22), merupakan bentuk perhatian seorang bapak terhadap anaknya.

    Sebelumnya, Shin Tae Yong “menyentil” Egy lantaran terlalu lama menggiring bola, sehingga kerap terlambat mengambil keputusan, ketika Indonesia menang dengan skor 7-0 atas Brunei. Pelatih asal Korea Selatan tersebut pun mendesak Egy agar lebih cepat menentukan langkah usai memegang bola.

    Menurut Kusnaeni, sikap Shin Tae Yong kepada Egy adalah hal yang biasa terjadi dalam dinamika sebuah tim. Dia pun menilai “ceramah” STY untuk Egy menjadi bentuk perhatian orang tua kepada anaknya.

    “Tidak apa-apa pemain ditegur oleh pelatih. Egy, Witan [Sulaeman], Asnawi [Mangkualam], dan Pratama [Arhan] itu sudah seperti anaknya sendiri, mereka lebih dari sekadar pemain [bagi STY],” ungkap Kusnaeni, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    “Jadi kalau ditegur itu lantaran hubungan antara orang tua dengan anak. Terlepas dari ditegur berapa kali, nanti Egy juga bakal dipasang [bermain] lagi,” imbuhnya.

    Kusnaeni menjelaskan bahwa Egy termasuk salah satu pemain Timnas Indonesia yang bisa menerjemahkan dengan cepat keinginan Shin Tae Yong. Oleh sebab itu, dia menganggap mantan pemain FC ViOn Zlate Moravce tersebut memperoleh jam terbang reguler bersama Skuad Garuda.

    Di satu sisi, kata Kusnaeni, kurangnya kuantitas penampilan Egy di level klub dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu penghambat perkembangan pemain 22 tahun tersebut dalam mengeluarkan kemampuan terbaik di Piala AFF 2022.

    “Memang di level klub, Egy jarang mendapatkan kesempatan, begitu pula dengan Arhan. Saat mereka masuk Timnas, sentuhannya banyak yang hilang. Itu yang terjadi kepada Egy,” tutur Kusnaeni.

    Kusnaeni meyakini dengan perhatian lebih yang diberikan Shin Tae Yong, maka pemain asal Sumatera Utara tersebut akan menemukan ritme bermain di pertandingan Piala AFF 2022 berikutnya.

    “STY juga memberikan perhatian kepada pemain penting lain seperti Fachruddin, Marc Klok, dan lainnya. Namun secara khusus Egy, Witan, Asnawi, dan Arhan memang mendapat perhatian khusus dari STY. STY mampu melakukan manajemen personal kepada pemain, itu yang membuat pemain berkembang,” jelasnya.

  • Kapten Zlate Moravce Menyesal Gagal Bikin Egy Bersinar

    Kapten Zlate Moravce Menyesal Gagal Bikin Egy Bersinar

    TIKTAK.ID – Kapten ViOn Zlate Moravce, Tomas Dubek, mengaku menyesal karena telah gagal menuntaskan peluang mencetak gol yang muncul dari Egy Maulana Vikri dalam laga melawan Zilina pada lanjutan liga Slovakia.

    Sebelumnya, Zlate Moravce menelan kekalahan dengan skor 0-1 dalam laga akhir pekan kemarin di markas Zilina. Padahal, Zlate Moravce sebenarnya memiliki kesempatan unggul lebih dulu atas tuan rumah pada babak kedua.

    Peluang itu pun hadir dari sepakan Egy Maulana dari luar kotak penalti yang mengenai tangan Adan Kopas, yang tengah mencoba melakukan blok di dalam kotak 16. Dubek yang menjadi algojo lantas gagal menunaikan tugas.

    Akhirnya, Zlate Moravce gagal mencetak gol dan harus kebobolan. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang FC Vion Zlate Moravce yakni dicetak oleh penyerang MSK Zilina, David Duris, pada menit ke-76.

    “Bila saya dapat mengonversi penalti, maka pertandingan bakal berakhir secara berbeda. Sulit bagi saya untuk menilainya, rekan-rekan sudah bekerja keras. Karena saya, kami tidak mampu meraih poin dan saya sungguh-sungguh minta maaf,” ungkap Tomas Dubek, seperti dikutip CNN Indonesia dari situs resmi klub.

    “Saya pikir kami belum pernah bermain seperti ini di musim ini,” imbuh Tomas Dubek.

    Sementara itu, pengakuan mengenai permainan apik Zlate Moravce juga diakui oleh pelatih Jan Kocian. Dia menekankan kemampuan para pemain melakukan strategi serangan balik.

    “Kami punya organisasi permainan yang bagus. Kami dapat melakukan serangan balik. [Denys] Balan cedera dan setelah itu Karol Mondek harus membantu pertahanan, ada peluang dari penalti. Sebetulnya saya puas dengan penampilan, namun tidak dengan hasilnya,” ucap Kocian.

    Sebelumnya, dalam laga Zilina vs Zlate Moravce, Egy bermain sebagai pemain pengganti pada menit ke-19 untuk menggantikan Balan. Tidak hanya menghasilkan kans penalti, Egy sempat mencatatkan satu shot on target sebelum diganti lagi pada menit ke-83. Laga ini pun menjadi debut pemain Timnas Indonesia tersebut bersama Zlate Moravce, usai pekan lalu diresmikan sebagai pemain di klub liga Slovakia itu.

  • Ini Alasan Egy dan Witan Dapat Tempat di Tim Utama Klub Baru

    Ini Alasan Egy dan Witan Dapat Tempat di Tim Utama Klub Baru

    TIKTAK.ID – Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman diketahui telah resmi mendapat klub baru, usai sempat berstatus pemain bebas transfer. Egy dan Witan pun bakal memperoleh tempat di tim utama ViOn Zlate Moravce dan AS Trencin. Zlate sendiri mengumumkan kedatangan Egy pada Senin (8/8/22) malam, lalu disusul Trencin yang merilis telah resmi menggaet Witan pada Selasa (9/8/22) dini hari.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini lima alasan Egy dan Witan akan mendapat tempat di tim utama Zlate Moravce dan Trencin:

    Tidak Rindu Kampung Halaman

    Egy dan Witan sudah empat tahun berada di Eropa, sehingga tahu “tata krama” merumput di Benua Biru. Faktor jauh dari keluarga yang dapat menyebabkan seorang pemain rindu pulang atau homesick tampaknya bukan lagi menjadi masalah bagi kedua pemain. Keduanya pun telah membuktikan mampu hidup mandiri sejak tahun-tahun sebelumnya.

    Nyali Berani Duel

    Egy dan Witan membuktikan sebagai pemain yang “bandel” dan “ngeyel” beradu badan saat berhadapan dengan lawan yang memiliki postur lebih besar. Kemampuan adu bodi dalam sepak bola Eropa, ditambah dengan aksi olah bola apik dari kedua pemain, dapat menjadi nilai plus di mata pelatih.

    Tidak Perlu Adaptasi Liga Slovakia

    Pengalaman selama bergabung dengan Senica mengajarkan Egy dan Witan cara untuk bertahan di liga Slovakia. Jebolan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan tersebut pun sudah memotong satu fase adaptasi dengan sepak bola ala Slovakia. Untuk itu, pelatih bisa menaruh kepercayaan lebih cepat kepada Egy dan Witan yang sudah memiliki curriculum vitae merumput di negara Eropa Tengah.

    Rekam Jejak

    Egy dan Witan punya track record yang cukup impresif di liga Slovakia. Egy berhasil mengantongi 20 penampilan berdurasi 1109 menit bermain di Senica musim lalu dengan tambahan dua gol. Sedangkan Witan yang baru bergabung pada awal 2022 dengan Senica, mampu mengoleksi sembilan penampilan dengan 596 menit bermain plus dua gol di Fortuna Liga.

    Pamor Media Sosial

    Selain mendongkrak penampilan tim secara teknik dan taktik di atas lapangan, kehadiran pemain-pemain Indonesia di sebuah klub terbukti dapat mengerek pamor di media sosial. Hal itu terjadi pada FK Senica, Ansan Greeners, dan Tokyo Verdy usai mendatangkan pemain-pemain top asal Indonesia.

  • Shin Tae Yong Tak Bawa Egy dan Evan di Piala Asia 2023

    Shin Tae Yong Tak Bawa Egy dan Evan di Piala Asia 2023

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong diketahui telah memutuskan 23 nama yang bakal ikut memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang. Dari 23 nama yang dipanggil, ternyata Shin Tae Yong tidak membawa dua sosok yang sudah menjadi pemain langganan tiap kali Timnas Indonesia bermain di bawah asuhannya.

    Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut memanggil 29 pemain ke dalam pemusatan latihan, sehingga ada enam nama yang dicoret. Egy Maulana Vikri dan Evan Dimas Darmono termasuk yang gagal berlaga di Kuwait bersama rekan-rekan yang lain.

    Egy dan Evan dikabarkan tidak dibawa Shin dalam tiga laga melawan Kuwait, Jordania, dan Nepal, karena sedang menjalani perawatan pemulihan cedera. Selain Egy dan Evan, Shin juga mencoret nama Irfan Jauhari, Ilham Rio, Rizky Dwi Febrianto, dan kiper Ernando Ari Sutaryadi.

    Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari laman Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Ernando dan Irfan mengalami cedera sehingga bernasib sama seperti Egy dan Evan.

    Timnas Indonesia sendiri bakal diperkuat oleh tiga pemain naturalisasi di Kualifikasi Piala Asia 2023, yaitu Elkan Baggott, Marc Klok, dan Stefano Lilipaly. Sedangkan nama-nama seperti Nadeo Argawinata, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, hingga Witan Sulaeman yang kerap menjadi pilihan Shin, berada dalam daftar terbang ke Kuwait.

    Indonesia tergabung di Grup A dalam Kualifikasi Piala Asia 2023. Mereka akan menjalani laga penentu ke putaran final pada 8 hingga 14 Juni mendatang.

    Berikut ini daftar 23 Pemain Timnas Indonesia ke Kualifikasi Piala Asia 2023:

    1. Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners
    2. Muhammad Rafli, Arema FC
    3. Rizky Ridho, Persebaya
    4. Irfan Jaya, Bali United
    5. Nadeo Argawinata, Bali United
    6. Stefano Lilipaly, Borneo FC
    7. Terens Puhiri, Borneo FC
    8. Witan Sulaeman, FK Senica
    9. Elkan Baggott, Ipswich Town
    10. Fachruddin Aryanto, Madura United
    11. Koko Ari, Persebaya
    12. Marselino Ferdinan, Persebaya
    13. Marc Klok, Persib
    14. Rachmat Irianto, Persib
    15. Ricky Kambuaya, Persib
    16. Syahrian Abimanyu, Persija
    17. Muhammad Adisatryo, Persik
    18. Moh Edo Febriansah, Rans Cilegon FC
    19. Dimas Drajad, Persikabo
    20. Syahrul Trisna, Persikabo
    21. Alfeandra Dewangga, PSIS
    22. Saddil Ramdani, Sabah FC
    23. Pratama Arhan, Tokyo Verdy
  • Situasi Sulit FK Senica Bawa Keuntungan Timnas U-23

    Situasi Sulit FK Senica Bawa Keuntungan Timnas U-23

    TIKTAK.ID – Situasi sulit FK Senica tampaknya dapat membawa keuntungan bagi Timnas Indonesia U-23, terkait pemanggilan Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman.

    Untuk diketahui, kini Timnas Indonesia U-23 masih kesulitan perihal pemanggilan pemain di luar negeri. Hal itu karena agenda SEA Games tidak masuk dalam agenda internasional FIFA.

    Dengan begitu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu berupaya keras jika ingin melobi klub-klub tempat pemain Indonesia bernaung. Elkan Baggott, Saddil Ramdani, sampai Pratama Arhan, hingga kini masih belum mendapat sinyal jelas untuk dapat bergabung dengan Timnas Indonesia U-23.

    Kemudian soal Egy dan Witan, sebenarnya kedua pemain itu sudah tampil baik bersama FK Senica. Bahkan Egy dan Witan rutin mengisi posisi starter dan menjadi salah satu andalan di lini serang.

    Akan tetapi, FK Senica dikabarkan sedang dalam masalah finansial serius. Permasalahan tersebut pun membuat pemain-pemain Senica dilaporkan telat memperoleh gaji. Para pemain FK Senica disebut sudah tidak menerima gaji selama berbulan-bulan. Pasalnya, klub tersebut memiliki utang sebesar 1 juta Euro atau sekitar Rp15,5 miliar.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, media Slovakia melaporkan Egy dan Witan sudah pulang ke Indonesia akibat masalah penunggakan gaji yang tak terselesaikan. Sebelumnya, Egy dan Witan telah absen dalam dua laga terakhir FK Senica.

    “Egy dan Witan sudah tidak berada di Slovakia lagi. Menurut informan kami, mereka pulang dan beberapa fans berjumpa Egy di Doha, Qatar,” tulis laporan itu.

    Di sisi lain, kondisi sulit Senica tersebut tentu bakal memudahkan pelatih Shin Tae Yong dan Timnas Indonesia untuk memanggil Egy dan Witan ke skuad SEA Games 2021.

    Shin Tae Yong sendiri telah berani menyiratkan kalau Witan dan Egy akan bermain dalam skuad pilihannya pada SEA Games mendatang.

    Sekadar informasi, dalam laga Piala AFF 2020 akhir tahun lalu, Witan dan Egy terbilang bermain cemerlang. Mereka pun berhasil mengantarkan Timnas Indonesia menjejakkan kaki ke babak final. Namun saat babak final, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand.

    Indonesia terakhir kali meraih medali emas SEA Games pada 1991 silam.

  • Egy Maulana dan Witan Sulaeman Jadi Starter, FK Senica Kalah 4-0

    Egy Maulana dan Witan Sulaeman Jadi Starter, FK Senica Kalah 4-0

    TIKTAK.ID – Dua pemain bintang Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, diketahui menjadi starter saat FK Senica beruji coba melawan FC Zlin, pada Sabtu (29/1/22) sore WIB di Stadion Letna, Zlin, Republik Ceko. Keduanya pun turun sejak menit pertama. Namun duet Egy dan Witan gagal berkontribusi, karena FK Senica dibantai dengan skor 0-4.

    Sebenarnya Witan dan Egy telah bermain baik di babak pertama. Akan tetapi, gol urung tercipta untuk kedua tim, sehingga babak pertama berakhir sama kuat 0-0.

    Kemudian perubahan permainan terjadi pada babak kedua. Mengutip Okezone.com, FC Zlin lebih ganas menyerang. Akhirnya gol FK Senica bobol di menit 65 akibat aksi Youba Dramae. Lalu 12 menit setelahnya, gawang FK Senica kembali bergetar. Dominik Simersky berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

    Lebih lanjut, jelang laga hendak berakhir, dua gol tambahan untuk FC Zlin tercipta lewat aksi Chwaszcz di menit 85 dan Janetzky pada menit ke-88. Hal itu membuat FK Senica harus mengakhiri laga dengan kekalahan telak 0-4 dari FC Zlin.

    Untuk diketahui, Witan dan Egy sempat punya sejumlah peluang untuk memberikan gol kepada FK Senica. Di menit ke-50, Egy melepaskan tendangan keras setelah menggocek sejumlah pemain belakang Zlin. Sayangnya bola melaju lambat setelah terbentur pemain bertahan FC Zlin.

    Witan sendiri memperoleh peluang emas di laga itu. Namun tendangannya masih belum keras lantaran kiper FC Zlin dengan mudah menangkap bola dari pemain yang sedang dipinjamkan oleh Lechia Gdansk tersebut.

    Sebelumnya, Witan dan Egy telah menjalani debut sebagai rekan setim di FK Senica ketika melawan Zlate Moravce di Liga Tipsport, Sabtu (22/1/22). Direktur FK Senica David Balda, lantas memuji debut duo Egy dan Witan. Balda mengatakan puas atas penampilan perdana Witan dan Egy sebagai rekan setim di FK Senica. Dia pun meyakini performa Witan dan Egy masih dapat berkembang.

    “Debut Witan dan Egy main bersama sangat bagus, tapi masih ada ruang untuk dikembangkan. Anda dapat melihat koneksi bagus antara mereka berdua. Egy dan Witan bakal tampil lebih bagus dalam beberapa pekan ke depan,” ungkap Balda, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

  • Egy Maulana Hapus FK Senica dari Bio Instagram

    Egy Maulana Hapus FK Senica dari Bio Instagram

    TIKTAK.ID – Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, kini sudah tidak lagi menempatkan FK Senica dalam keterangan di akun Instagram miliknya. Pada Selasa (4/1/22) sore WIB, pada bio Instagram Egy kini hanya terdapat keterangan bahwa dirinya adalah pemain asal Indonesia.

    Padahal, pada Desember 2021 silam, keterangan di bio Instagram pemain kelahiran Medan tersebut menyandingkan FK Senica dan Indonesia. Hilangnya FK Senica dari bio Egy itu pun diduga lantaran kontrak pemain jebolan SKO Ragunan tersebut sudah habis per Desember 2021.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, ketika menandatangani kontrak dengan FK Senica di awal musim, Egy diikat dengan kontrak enam bulan dengan opsi perpanjangan. Kemudian saat Liga Slovakia memasuki jeda musim pada Desember, kontrak Egy pun habis di klub tersebut.

    Hingga saat ini masih belum ada pengumuman resmi dari FK Senica mengenai masa depan Egy. Oleh sebab itu, kepastian Egy tetap bermain di FK Senica atau hengkang ke klub lain masih serba tidak pasti.

    Lantas warganet membanjiri pertanyaan di kolom Instagram FK Senica ketika mereka mengunggah tayangan ulang gol Egy ke gawang Thailand. Kolom komentar tersebut pun didominasi oleh warganet yang berasal dari Indonesia. Mereka mempertanyakan kontrak Egy. Beberapa dari mereka juga mendesak Senica agar segera mengumumkan perpanjangan kontrak.

    Saat bermain bersama FK Senica, Egy sendiri menampilkan performa yang menjanjikan. Dengan menit bermain yang lebih banyak ketimbang saat berseragam Lechia Gdansk, Egy mampu menunjukkan kualitas terbaik.

    Ketika itu, Egy berhasil mencetak dua gol dan memberikan empat assist di semua ajang bersama FK Senica. Egy bahkan sukses mencatatkan menit bermain selama 815 menit dari 15 pertandingan.

    Lebih lanjut, saat Piala AFF digelar pada awal Desember, Egy juga tidak bisa langsung bergabung dengan Timnas Indonesia. Sebab, Senica masih memerlukan tenaga Egy dalam menghadapi jadwal padat di Liga Slovakia.

    Usai Liga Slovakia memasuki jeda tengah musim, barulah Egy bisa bergabung dengan Timnas Indonesia di Singapura. Meski baru bergabung di babak semifinal, tapi Egy mencetak dua gol di Piala AFF. Sayangnya, perjalanan Timnas Indonesia tidak berujung juara karena harus kalah agregat 2-6 dari Thailand di babak final.

  • Egy Maulana Vikri Jadi Pemain Terbaik Asia Pekan Ini

    Egy Maulana Vikri Jadi Pemain Terbaik Asia Pekan Ini

    TIKTAK.lD – Egy Maulana Vikri diketahui telah resmi menjadi pemain terbaik Asia yang berada di luar negeri, pekan ini berdasarkan jajak pendapat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Penyerang sayap Timnas Indonesia tersebut masuk menjadi salah satu nomine pemain terbaik Asia, usai berhasil mengemas dua gol dalam pertandingan FK Senica vs Zilina yang berakhir dengan skor 2-2.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, dalam polling yang berlangsung sejak Rabu (1/12/21) hingga Sabtu (4/12/21), Egy menang mutlak atas kandidat-kandidat lain yang dinominasikan oleh AFC.

    Situs resmi AFC menyatakan bahwa Egy memperoleh 92,28 persen suara. Kemudian pesaing terdekat Egy, Justin Meram asal Irak, hanya mendapatkan 4,08 persen, dan Oday Dabagh asal Palestina menduduki peringkat ketiga dengan capaian 1,43 persen.

    Tiga pemain tersebut pun mampu mengungguli bek Jepang yang bermain di Arsenal, Takehiro Tomiyasu, dengan suara mencapai 0,9 persen. Sedangkan enam pemain lainnya mendapat suara di bawah 0,5 persen.

    Ini adalah kali pertama Egy menjadi pemain terbaik Asia dalam jajak pendapat AFC. Sebab, walaupun sudah berkarier di Eropa sejak 2018 silam, Egy baru mencetak gol.

    Untuk diketahui, sejak bergabung dengan Senica pada akhir Agustus 2021, Egy cukup sering mendapatkan menit bermain, bahkan belakangan ini dia rutin mengisi posisi starter. Egy telah mencetak dua gol dan empat assist selama membela FK Senica, baik dalam ajang Liga Slovakia maupun Piala Slovakia.

    Pada pertandingan terakhir FK Senica, Sabtu (4/1/21), Egy pun kembali tampil menjadi pemain inti. Akan tetapi, dia gagal mencetak gol ke gawang Liptovsky.

    Berikut ini hasil jajak pendapat pemain terbaik Asia periode 24-30 November 2021:

    1. Egy Maulana Vikri (Indonesia, FK Senica) memperoleh 92,28 persen
    2. Justin Meram (Irak, Real Salt Lake) mendapatkan 4,08 persen
    3. Oday Dabbagh (Palestina, Arouca) meraih 1,43 persen
    4. Takehiro Tomiyasu [Jepang, Arsenal] memperoleh 0,9 persen
    5. Musa Al Taamari (Yordania, OH Leuven) mendapatkan 0,44 persen
    6. Aias Aosman (Suriah, Ionikos) meraih 0,34 persen
    7. Cameron Devlin (Australia, Heart of Midlothian) memperoleh 0,2 persen
    8. Hiroki Ito (Jepang, Stuttgart) mendapatkan 0,14 persen
    9. Kaoru Mitoma (Jepang, Union Saint-Gilloise) meraih 0,11 persen
    10. Atomu Tanaka (Jepang, HJK Helsinki) memperoleh 0,09 persen.
  • Usai Bela Timnas Indonesia, Ini PR Egy Maulana di FK Senica

    Usai Bela Timnas Indonesia, Ini PR Egy Maulana di FK Senica

    TIKTAK.ID – Egy Maulana Vikri dan para pemain FK Senica diketahui mempunyai tugas mengangkat skuad berjuluk Zahoraci tersebut dari papan bawah klasmen Liga Slovakia. Pasalnya, FK Senica kembali gagal meraih poin penuh.

    Ketika menghadapi Vion Zlate Moravce yang sebelumnya berada di posisi juru kunci, anak asuh Pavel Sustr itu kalah dengan skor 1-2.

    FK Senica pun saat ini menempati peringkat kesembilan dari 12 peserta dengan 14 poin. Posisi Senica turun satu peringkat jika dibandingkan pekan sebelumnya.

    Kemudian saat tim asuhannya mendekati zona degradasi, Sustr mengingatkan agar para pemain pantang menyerah. Dengan begitu, mereka mampu memperbaiki performa FK Senica yang belum pernah menang lagi sejak 11 September silam.

    “Saya mengatakan kepada pemain apa yang benar-benar diinstruksikan tim pelatih, selanjutnya kami bakal berjuang demi setiap poin. Para pemain harus berusaha semaksimal mungkin, sehingga dapat meraih kemenangan lagi,” ujar Sustr, seperti dikutip CNN Indonesia dari situs resmi Liga Slovakia.

    Setelah kemenangan dengan skor 1-0 atas Pohronie, berkat gol Elvis Sukisa yang berasal dari assist Egy, FK Senica sudah tidak pernah lagi menang dalam tujuh laga beruntun dengan perincian dua kali imbang dan lima kali kalah. Lantas di saat jeda internasional, Egy Maulana akan bergabung dengan Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan di Turki.

    Egy kemungkinan akan mengikuti laga uji tanding melawan Afghanistan, Selasa (16/11/21) mendatang. Akan tetapi, mantan pemain Lechia Gdansk tersebut tidak memperoleh izin untuk bergabung lebih lama dengan skuad arahan Shin Tae Yong. Hal itu karena FK Senica hanya memberi waktu hingga jeda internasional usai.

    Egy pun diprediksi tidak akan ikut bermain ketika Timnas Indonesia bertemu Myanmar, Kamis (25/11/21). Sedangkan untuk Piala AFF 2021 yang digelar Desember, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) saat ini tengah mencoba melobi FK Senica supaya mau melepas pria kelahiran Medan, 7 Juli 2000 tersebut ke Timnas Indonesia.

    Egy sendiri dipastikan akan mendapatkan perpanjangan kontrak dari FK Senica. Sebelumnya, kontrak Egy bersama FK Senica berdurasi enam bulan dan bakal berakhir pada 31 Desember 2021.