Tag: Asupan bergizi

  • Konsumsi Buah dan Asupan Bergizi Tinggi Kalori ini Saat Tipes

    Konsumsi Buah dan Asupan Bergizi Tinggi Kalori ini Saat Tipes

    TIKTAK.ID – Pasien yang mengidap tipes atau demam tifoid, disarankan untuk sementara hanya makan dan minum asupan yang mudah dicerna. Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, termasuk buah-buahan, maka gangguan pencernaan yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi ini tidak bertambah parah.

    Penderita tipes sebenarnya boleh makan buah-buahan, asalkan jenis buahnya banyak mengandung air, teksturnya lunak, serta mudah dicerna.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa rekomendasi buah dan makanan yang tepat bagi penderita penyakit tipes:

    • Air kelapa
    • Semangka tanpa biji
    • Melon kupas atau bisa juga dibuat jus
    • Pepaya matang, boleh dikupas atau dibuat jus
    • Pisang matang
    • Alpukat
    • Jeruk manis yang diambil sari atau airnya

    Untuk diketahui, selama gejala tipes masih belum menunjukkan tanda-tanda sembuh, maka sebaiknya penderita tipes tidak makan buah yang kulitnya tidak dikupas. Kemudian setelah buah dikupas, perlu juga mencucinya dengan air bersih dan pastikan sumber air tidak terkontaminasi bakteri atau kuman lain.

    Tidak hanya buah di atas, penderita tipes juga perlu mengonsumsi asupan bergizi dan tinggi kalori supaya cepat sembuh.

    NetMeds memaparkan, berikut ini beberapa makanan yang dianjurkan bagi penderita tipes:

    • Makanan padat kalori yang mudah dicerna, seperti bubur, telur rebus, dan makanan yang dikukus.
    • Makanan kaya protein. Contohnya telur, susu, dan kacang rebus.
    • Makanan berkuah, seperti sayur bening, sup wortel, dan sup ayam bening.

    Pasien tipes juga sebaiknya untuk sementara hanya mengonsumsi makanan yang jelas terjaga kebersihannya dan perlu menghindari makan makanan yang tidak higienis, lantaran dapat membuat gangguan pencernaan semakin parah.

    Penderita tipes pun harus banyak minum air putih yang direbus atau air mineral yang jelas terjaga kebersihannya. Hal itu untuk mencegah dehidrasi akibat gejala tipes, seperti demam dan diare.

    Lebih lanjut, ada sejumlah makanan yang harus dihindari penderita tipes, yaitu:

    • Makanan yang dapat meningkatkan produksi gas di perut, seperti kubis, kembang kol, dan paprika.
    • Segala jenis makanan yang pedas.
    • Gorengan atau segala makanan yang digoreng.
    • Makanan olahan, berpengawet, atau makanan cepat saji.
  • Jaga Kesehatan Jantung, Ganti Mentega dengan Sejumlah Asupan Rendah Kolesterol

    Jaga Kesehatan Jantung, Ganti Mentega dengan Sejumlah Asupan Rendah Kolesterol

    TIKTAK.ID – Mentega sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol dalam tubuh karena terbuat dari porduk susu tinggi lemak. Sebagian besar lemak yang terkandung dalam mentega merupakan lemak jenuh yang telah lama dikaitkan dengan peningkatan Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.

    Tingginya kolesterol LDL dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    American Heart Associaton merekomendasikan hanya mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari lima hingga enam persen dari total kalori harian. Selain itu, kita juga disarankan mengganti mentega dengan lemak nabati seperti alpukat dan minyak zaitun untuk menjaga kesehatan jantung.

    Dalam satu sendok makan mentega mengandung sekitar 31 miligram kolesterol. Dilansir Kompas.com, ilmuwan dari Departemen Pertanian AS merekomendasikan kita untuk membatasi asupan kolesterol sekitar 100 hingga 300 miligram sehari.

    Kita pun bisa membantu mengurangi tingkat kolesterol dalam tubuh, dengan cara memilih produk pengganti mentega yang memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah. Di antaranya minyak alpukat, minyak kelapa, minyak zaitun, dan yogurt.

    Selain menggunakan pengganti mentega, kita juga bisa mengurangi konsumsi kolesterol dengan membatasi konsumsi makanan tertentu. Sebab, beberapa jenis makanan juga bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL. Makanan yang bisa meningkatkan kolesterol dalam darah seperti gorengan, makanan yang dipanggang, alkohol, dan margarin terhidrogenasi.

    Seiring berjalannya waktu, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis. Penyakit itu merupakan suatu kondisi yang dapat mengurangi aliran darah di arteri Anda.

    Aterosklerosis dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri dada, serangan jantung, stroke, penyakit arteri perifer, penyakit ginjal kronis, dan penyakit arteri karotis.

    Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi dalam tubuh disebabkan karena faktor genetik. Meski begitu, perubahan gaya hidup bisa membantu kita mengelola kadar kolesterol dalam tubuh.

    Berikut ini sejumlah tips menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Di antaranya mengonsumsi makanan yang kaya lemak sehat, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Kemudian hindari makanan yang digoreng, lemak trans, dan makanan yang mengandung minyak terhidrogenasi parsial.

    Selain itu, konsumsi makanan kaya asam lemak omega-3 seperti salmon dan biji rami, tingktkan asupan serat, olah raga teratur, serta hindari kebiasaan merokok.