Tag: Abu Dhabi

  • Jokowi Dapat Penghargaan Internasional dari Forum Perdamaian Abu Dhabi

    Jokowi Dapat Penghargaan Internasional dari Forum Perdamaian Abu Dhabi

    TIKTAK.ID – Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) diketahui mendapatkan Abu Dhabi Forum for Peace Award atau penghargaan Forum Perdamaian Abu Dhabi.

    Pada Rabu (2/11/22), Jokowi memenangkan 2022 Imam Hasan bin Ali International Peace Prize (Penghargaan Perdamaian Internasional Imam Hasan bin Ali 2022) yang diserahkan oleh Forum Perdamaian Abu Dhabi -di bawah naungan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan.

    Presiden Abu Dhabi Forum for Peace, Sheikh Abdullah bin Bayyah menyerahkan penghargaan itu kepada Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin, yang menerimanya atas nama Jokowi dalam sebuah resepsi yang diadakan di Emirates Palace di Abu Dhabi, berdasarkan laporan Emirates News Agency (WAM).

    Baca juga : Tagar #tenggelamkanNasdem Menggema karena Usung Anies Jadi Capres 2024, Waketum Buka Suara

    “Dengan senang hati, Saya, atas nama Abu Dhabi Forum for Peace, menawarkan Imam Hasan bin Ali International Peace Prize 2022 kepada Presiden Jokowi sebagai pengakuan atas komitmen dan kontribusinya terhadap upaya luar biasa Indonesia, telah menunjukkan penyebaran perdamaian serta toleransi baik secara regional maupun internasional,” ungkap Bin Bayyah, seperti dikutip Liputan6.com dari Al Arabiya, pada Jumat (4/11/22).

    “Bangsa Indonesia yang besar merupakan sebuah paradigma untuk hidup berdampingan, diperkaya melalui beragam suku dan agama yang hidup berdampingan dengan ramah,” imbuhnya.

    Wakil Presiden RI pun mengucapkan terima kasih atas penerimaan penghargaan tersebut atas nama Jokowi dan masyarakat Indonesia. Dia menyebut penghargaan itu menjadi tanda kehormatan atas upaya Presiden Indonesia dan posisi penting yang dinikmati Indonesia dalam promosi soal toleransi dan koeksistensi.

    Baca juga : Pengamat Sebut Dukungan Jokowi ke Prabowo Langkah Tepat, Alasannya?

    Untuk diketahui, Imam Hasan bin Ali International Peace Prize 2022 adalah penghargaan tahunan yang diberikan oleh Abu Dhabi Forum for Peace sejak 2015, sebagai penghargaan atas inisiatif praktis dan keunggulan akademik dalam mempromosikan perdamaian serta koeksistensi. Penerima sebelumnya berasal dari tokoh masyarakat, cendekiawan, dan pekerja akar rumput.

    Sebelumnya, Jokowi juga masuk dalam daftar Muslim paling berpengaruh dunia, The World’s 500 Most Influential Muslims 2023. Dia pun bersanding dengan beberapa tokoh dunia lain, termasuk Raja Salman di peringkat teratas.

  • Yaman Balas Serang Abu Dhabi, Fasilitas Minyak Utama Terbakar

    Yaman Balas Serang Abu Dhabi, Fasilitas Minyak Utama Terbakar

    TIKTAK.ID – Serangan pesawat tak berawak yang diduga dilakukan militer Yaman ke fasilitas minyak utama di Abu Dhabi menewaskan tiga orang dan memicu kebakaran hebat di bandara internasional Abu Dhabi pada Senin (17/1/22), kata polisi setempat.

    Polisi di Uni Emirat Arab mengidentifikasi korban tewas sebagai dua warga negara India dan satu warga Pakistan. Mereka tidak mengidentifikasi korban terluka, yang menurut polisi menderita luka ringan hingga sedang di kawasan industri di mana perusahaan energi milik negara Abu Dhabi menjalankan jaringan pipa dan fasilitas penyimpanan kapal tanker minyak mereka.

    Tiga tanker transportasi terbakar di fasilitas itu, sementara kebakaran lain terjadi di Bandara Internasional Abu Dhabi, seperti yang dilansir The Associated Press.

    Polisi mengatakan bahwa saat ini penyelidikan sedang berlangsung. Temuan awal menunjukkan ada benda terbang kecil, mungkin drone, yang jatuh di dua area dan mungkin menyebabkan ledakan dan kebakaran. Mereka mengatakan tidak ada kerusakan signifikan dari insiden tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Sementara itu, militer Yaman mengklaim berada di balik serangan yang menargetkan Uni Emirat Arab pada Senin itu, tanpa segera memberi rincian serangan. Yaman telah melakukan sejumlah serangan ke UEA, namun dibantah oleh Abu Dhabi.

    Serangan itu terjadi ketika perang Yaman telah berkecamuk selama bertahun-tahun dan ketika sebuah kapal berbendera Emirat baru-baru ini ditangkap militer Yaman. Meskipun UEA sebagian besar telah menarik pasukannya sendiri dari konflik yang mencabik-cabik negara termiskin di dunia Arab itu, namun Abu Dhabi masih aktif terlibat perang di Yaman.

    UEA terlibat berperang di Yaman sejak awal 2015, dan merupakan anggota kunci dari koalisi pimpinan Saudi yang melancarkan serangan terhadap Yaman setelah mantan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi lengser dan lari ke Arab Saudi.

    Kebakaran bandara di Abu Dhabi digambarkan oleh polisi sebagai “kecil” dan terjadi di lintasan bandara internasional yang masih dalam pembangunan. Selama bertahun-tahun, bandara rumah Etihad Airways telah membangun Terminal Midfield barunya, tetapi tidak jelas apakah di sana kebakaran terjadi.

    Ledakan lainnya menghantam tiga kapal tanker pengangkut minyak di dekat kompleks Abu Dhabi National Oil Co. di kawasan industri Musaffah. Perusahaan menggambarkannya sebagai fasilitas pipa dan terminal yang terletak sekitar 22 kilometer (13 mil) dari pusat kota Abu Dhabi, di mana 36 tangki penyimpanan juga memasok truk pengangkut yang membawa bahan bakar. Itu juga tidak jauh dari Pangkalan Udara Al-Dhafra, sebuah instalasi militer yang menampung pasukan AS dan Prancis.

    Lokasi fasilitas ADNOC di mana tanker itu terbakar adalah sekitar 1.800 kilometer timur laut Saada, Yaman.

  • Nama Jokowi Dijadikan Nama Jalan di Uni Emirat Arab, Bagaimana Ceritanya?

    Nama Jokowi Dijadikan Nama Jalan di Uni Emirat Arab, Bagaimana Ceritanya?

    TIKTAK.ID – Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) diabadikan menjadi nama satu jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Jalan tersebut dinamai President Joko Widodo Street.

    Diketahui peresmian President Joko Widodo Street dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office, Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pada Senin (19/10/20) pukul 16.45 waktu setempat.

    Peresmian nama jalan itu, turut dihadiri pula oleh Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) serta sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri UEA dan Abu Dhabi Municipality.

    Baca juga : Sederet Menteri yang Bikin Geger di Tahun Pertama Jokowi-Ma’ruf

    “Mereka bersama-sama menyaksikan penyingkapan tirai merah yang sebelumnya menutup nama jalan President Joko Widodo Street itu,” ujar Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Nur Ibrahim, melalui keterangan tertulis resmi KBRI Abu Dhabi, seperti dilansir Kompas.com, Selasa (20/10/20).

    Nur Ibrahim menjelaskan, penamaan Jalan Presiden Joko Widodo sebagai refleksi hubungan yang erat antara Indonesia dan UEA. Selain itu, Nur Ibrahim mengatakan peresmian jalan itu sekaligus bentuk penghormatan Pemerintah UEA kepada Jokowi dalam memajukan hubungan bilateral kedua negara.

    Menurut Nur Ibrahim, Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama, yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dan Embassy Area. Ia melanjutkan, kawasan tersebut ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik.

    Baca juga : Mulai Berani Bersuara Beda dengan Jokowi, Ma’ruf Amin Pilih Pilkada Sebaiknya Ditunda

    Perlu diketahui, nama jalan itu sebelumnya yakni Al Ma’arid Street (dalam bahasa Indonesia artinya ekshibisi/pameran) yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

    Sementara itu, Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis menyampaikan harapannya agar penamaan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi bisa semakin memperkokoh dan meningkatkan hubungan bilateral RI-UEA yang semakin erat.

    “Penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi dapat menambah jumlah nama tokoh Indonesia yang ada di luar negeri,” terang Husin.

    Baca juga : Ternyata inilah yang Membuat Posisi Prabowo sebagai Menhan RI Makin Diperhitungkan Dunia

    “Di antaranya Jalan Sukarno di Rabat, Maroko, Jalan Muhammad Hatta di Harleem, Belanda, Jalan Raden Adjeng Kartini di Amsterdam, dan Jalan Munir di Den Haag,” imbuhnya.

  • Wah, Ternyata Jokowi Sudah Libatkan Pihak Asing Sejak Lama Terkait Pembangunan Ibu Kota Baru

    Wah, Ternyata Jokowi Sudah Libatkan Pihak Asing Sejak Lama Terkait Pembangunan Ibu Kota Baru

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA) dan menghasilkan sejumlah kesepakatan investasi, dengan nilai US$ 22,89 miliar atau setara Rp314,9 triliun.

    Dalam pertemuan itu pihak Abu Dhabi juga menyatakan kesiapan dan minatnya terlibat dalam proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) RI yang baru ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

    Merespons hal itu, Jokowi pun langsung menawarkan kepada Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed (MbZ) untuk masuk dalam Dewan Pengarah, bahkan sebagai Ketua Dewan Pengarah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru tersebut.

    “Pada pertemuan di Abu Dhabi, Presiden RI menawarkan Putra Mahkota untuk menjadi semacam Dewan Pengarah di dalam Ibu Kota baru yang akan segera dibangun pada 2020 sekarang ini,” ujar Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Detik.com, Senin (13/1/20).

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Kritisi Soal Impor Garam, Edhy Prabowo Ngaku Terpaksa

    Rupanya, ada tiga figur asing yang dipercaya Pemerintah untuk menjadi Dewan Pengarah pembangunan Ibu Kota baru. Figur asing itu yakni MbZ, pendiri SoftBank Masayoshi Son, dan mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007 Tony Blair.

    Fadjroel mengatakan pertimbangan Jokowi mempercayakan dan melibatkan ketiga tokoh asing sebagai upaya melibatkan semua pihak secara internasional dalam upaya untuk membangun Ibu Kota baru. Ia mengungkapkan salah satu yang diinginkan oleh Jokowi, IKN baru merupakan persembahan Indonesia untuk dunia.

    Selain itu, Fadjroel menjelaskan keterlibatan negara-negara lain dalam proyek pemindahan Ibu Kota agar beragam teknologi canggih ada di sana, seperti di Jepang dan Korea Selatan.

    Ia menyebut Jepang menawarkan diri untuk mengisi teknologi di sektor transportasi, salah satunya mobil listrik dan sistem transportasi publik.

    Baca juga: Rupiah Terlalu Kuat, Jokowi Malah Wanti-Wanti BI Hati-Hati. Kenapa?

    Halaman selanjutnya…

  • Anies Baswedan Tertawakan Jokowi yang Baru Pulang dari Abu Dhabi

    Anies Baswedan Tertawakan Jokowi yang Baru Pulang dari Abu Dhabi

    TIKTAK.ID – Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan, tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Selasa (14/1/20) pukul 00.43 WIB. Jokowi menempuh penerbangan selama 8 jam dari Terminal Kepresidenan Bandara Internasional Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab.

    Jajaran menteri dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambut Presiden yang baru pulang dari Abu Dhabi. Mereka terlihat memperhatikan jaket bomber berwarna cokelat yang dikenakan Jokowi. Kemudian mereka pun menertawakan gaya Jokowi itu.

    Selama berada di Abu Dhabi Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MbZ) di Istana Qasr Al Watan. Dalam pertemuan yang dihelat pada Minggu (12/1/20), Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed menyaksikan pertukaran 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan PEA.

    Baca juga: Kapolri Anjurkan Kapolda dan Kapolres Tiru Iriana Jokowi

    “Saya sangat menyambut baik, hari ini 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan,” ujar Jokowi, dilansir Tribunnews.com.

    Kerja sama tersebut terdiri atas 5 perjanjian antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme. Selain itu, terdapat 11 perjanjian bisnis, yakni di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Estimasi total nilai investasi sebesar US$ 22.89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

    Di hari kedua, Senin (13/1/20), Jokowi menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi. Dalam pidatonya, Jokowi mengundang investor di seluruh dunia untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia.

    Halaman selanjutnya…