Tag: Abraham Lunggana

  • Dulu Jadi Lawan Politik, Begini Ucapan Duka Ahok Atas Meninggalnya Haji Lulung

    Dulu Jadi Lawan Politik, Begini Ucapan Duka Ahok Atas Meninggalnya Haji Lulung

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan duka cita atas kepergian politisi PPP, Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung, pada Selasa (14/12/21). Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta di era Jokowi-Ahok tersebut diketahui telah meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya.

    “Turut berduka cita, semoga arwah almahum diterima di sisi Allah,” ucap Ahok, seperti dilansir Kompas.com.

    Semasa hidupnya, Lulung dan Ahok pernah menarik perhatian publik lantaran berseteru mengenai masalah pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS). Perseteruan tersebut pun bergulir sampai ke ranah hukum dan penetapan beberapa tersangka.

    Baca juga : DPR Sepakati 30 Orang Jadi Tim Pansus Ibu Kota Negara Baru, Siapa Saja?

    Sekadar informasi, Lulung dikabarkan harus menjalani perawatan intensif di RS Harapan Kita, Jakarta, lantaran menderita penyakit jantung.

    “Sekarang masih berada di rumah sakit, di ICU,” terang Ketua Majelis Adat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Nuri Thahir, pada Jumat (3/12/21).

    “Sudah selama 10 hari kali ya (dirawat di RS Harapan Kita),” imbuh Nuri.

    Kemudian Haji Lulung juga dikabarkan mengalami serangan jantung berulang pada Kamis (2/12/21) malam. Sebelum meninggal, Lulung disebut memperoleh perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita.

    Baca juga : Jokowi Tanggapi Pernyataan Anwar Abbas Soal 59 Persen Lahan RI Dikuasai 1 Persen Warga

    Lulung dikabarkan sudah dirawat di RS Harapan Kita terhitung sejak 24 November silam karena mengalami serangan jantung. Pihak RS mengatakan bahwa Lulung awalnya datang ke rumah sakit dalam keadaan sadar.

    “Kondisinya memang datang dengan keluhan tidak nyaman, sesak di dada, karena ya mengalami serangan jantung,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medik RS Harapan Kita, Isman Firdaus, Jumat (3/12/21) lalu.

    Lantas usai dirawat di RS, kondisi kesehatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta tersebut terus mengalami penurunan. Bahkan Lulung juga sempat mengalami serangan jantung berulang pada 2 Desember.

    Baca juga : Relawan Ganjar Gerilya di DKI, Relawan Anies: Tak Gentar!

    “Hasil serangan jantung berulang, kondisi beliau masih belum stabil,” jelas Isman.

    Lebih lanjut, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengumumkan bahwa Haji Lulung meninggal dunia pada Selasa, 14 Desember pukul 10.51 WIB di RS Harapan Kita. Baidowi pun meminta seluruh pihak agar memaafkan segala kesalahan dan dosa Haji Lulung selama hidup, serta meminta supaya mendoakan almarhum Haji Lulung.

  • Badan Musyawarah Betawi Nobatkan Anies Baswedan dan Haji Lulung Jadi Tokoh Adat

    Badan Musyawarah Betawi Nobatkan Anies Baswedan dan Haji Lulung Jadi Tokoh Adat

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung, diketahui telah dinobatkan sebagai tokoh adat Betawi oleh Majelis Adat Badan Musyawarah Betawi. Penghormatan tersebut diselenggarakan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Minggu, (31/10/21).

    “Sehubungan dengan penghormatan para tokoh yang sudah berjasa bagi kemajuan Masyarakat Hukum Adat Betawi dan Peradaban Kota Jakarta, maka sudah selayaknya diberikan penganugerahan Gelar Kehormatan,” tulis Majelis Adat Badan Musyawarah Betawi, seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu (31/10/21).

    Penganugerahan Gelar Kehormatan Majelis Adat Badan Musyawarah Betawi tersebut bertujuan membangun keteladanan dan motivasi kepada generasi penerus dalam rangka dharma bakti kepada bangsa dan negara.

    Baca juga : Program Jokowi Soal Pemberdayaan UMKM Diapresiasi PM Italia

    Sejumlah tokoh mendapatkan langsung gelar kehormatan tersebut. Di antaranya Mayjend TNI Purn. Eddi Marzuki Nalapraya, Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Rasyid Baswedan, Prasetyo Edi Marsudi, Syukron Ma’mun, Abraham Lunggana, Mohammad Taufik, Sylviana Murni, Merry Chotma, dan Khairuddin.

    Badan Musyawarah Betawi menjelaskan, gelar kehormatan yang diberikan adalah Pemuka Utama Budaya Betawi, dan Pemuka Madya Budaya Betawi oleh Ketua Majelis tersebut, Nuri Thaher.

    Kemudian Badan Musyawarah Betawi menyebut keberadaan mereka yang memperoleh gelar kehormatan cukup signifikan dan strategis dalam membangun DKI Jakarta yang berbudaya tinggi dengan daya dukung nilai-nilai religius.

    Baca juga : Lepas Kepergian Jokowi ke Eropa, Kasad Andika Bakal Jadi Panglima TNI Baru?

    Tidak hanya Anies dan Haji Lulung, gelar kehormatan itu juga diberikan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Fauzi Bowo, serta Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

    “Saya Ketua Majelis Adat bersama Bamus Betawi memberikan kehormatan kepada para tokoh yang bertugas di Jakarta yang dianggap oleh keluarga besar Majelis Adat Bamus Betawi baik dan mampu membimbing masyarakat pada umumnya,” ucap Ketua Majelis Adat Bamus Betawi, Haji Nuri Thaher di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (31/10/21).

    Thaher melanjutkan, terutama Anies yang telah berjasa untuk masyarakat Betawi, lantaran meneladani pemikiran-pemikiran rakyat Betawi dan mencintai rakyat Betawi.

    Baca juga : Relawan Puan Maharani Deklarasi Nasional untuk Pilpres 2024

    “Pak Anies adalah orang yang betul-betul meneladani pemikiran-pemikiran rakyatnya bagaimana dia mencintai rakyatnya, dan bagaimana dia membangun Jakarta untuk kebahagiaan masyarakat Jakarta khususnya kaum Betawi,” sambungnya.

  • Ditanya Soal Maju Pilkada DKI, Begini Kata Haji Lulung

    Ditanya Soal Maju Pilkada DKI, Begini Kata Haji Lulung

    TIKTAK.ID – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Abraham Lunggana atau Haji Lulung mengklaim bahwa dirinya masih belum berniat maju ke Pilkada DKI Jakarta mendatang. Sebelumnya, Haji Lulung kembali ke PPP sejak Senin (6/9/21).

    “Masih belum terpikir ke arah sana (Pilkada DKI, red). Besarkan dulu deh partainya, sehingga kepercayaan masyarakat kepada PPP kembali,” ujar Haji Lulung, seperti dilansir SINDOnews, Sabtu (11/9/21).

    “Kalau (Pilkada) itu sih gimana masyarakat. Iya (siap) kalau ada kepercayaan masyarakat,” ucap Lulung, mengutip Merdeka.com, Rabu (8/9/21).

    Baca juga : Anak Buah AHY Berhasil Bubarkan Acara HUT Demokrat Kubu Moeldoko

    Lulung menjelaskan, yang penting saat ini adalah konsolidasi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap PPP. Sebab, ia mengaku sempat ada konflik internal selama hampir lima tahun.

    “Jadi soal Pilkada nanti lagi, bicarakan nanti, sekarang ini fokus kita mengambil kembali hati masyarakat,” sambung Lulung.

    Meski begitu, Lulung menyatakan bersyukur jika ada kabar dirinya cocok untuk maju Pilkada DKI. Ia lantas meminta didoakan dalam karier politiknya.

    Baca juga : Wow, Kekayaan Prabowo Bertambah Rp79 Miliar Setelah Jadi Menhan

    “Bersyukur lah, saya hanya minta doakan apa yang dipimpin saya bisa berjalan dengan baik,” tutur Lulung.

    Untuk diketahui, Haji Lulung sempat mengirimkan surat pengunduran dirinya dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada Rabu 1 September 2021 silam. Haji Lulung sendiri adalah salah satu anggota DPR RI periode 2019-2024. PAN menempatkan Haji Lulung di Komisi VII DPR yang membidangi energi, riset, dan teknologi.

    Saat ini Haji Lulung telah kembali ke PPP dan dijadikan Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Banyaknya internal PPP yang mengajaknya kembali, menjadi alasan Haji Lulung untuk balik ke partai berlambang Kakbah tersebut. Ajakan itu sebenarnya sudah sejak Januari 2021, mulai dari para ulama di PPP yang dekat dengannya, Pengurus Cabang, sampai Pusat.

    Baca juga : Haji Lulung Buka Suara Soal Alasan Kembali dari PAN ke PPP

    “Disuruh oleh para kiai untuk kembali, karena DKI kursinya PPP turun dari 10 ke 1 kursi. Jadi saya kembali menjadi Ketua DPW Jakarta,” ungkap Lulung.

    Lantas Lulung menjelaskan, alasan utama perpindahannya yakni permintaan para ulama. Dia juga mengaku tidak ada masalah sama sekali selama berkarier di PAN.

  • Haji Lulung Buka Suara Soal Alasan Kembali dari PAN ke PPP

    Haji Lulung Buka Suara Soal Alasan Kembali dari PAN ke PPP

    TIKTAK.ID – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Abraham Lunggana atau yang kerap disapa Haji Lulung diketahui kembali ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak Senin (6/9/21).

    Seperti diberitakan, sebelumnya pada Rabu (1/9/21), Haji Lulung mengirimkan surat pengunduran dirinya dari PAN.

    Haji Lulung sendiri adalah salah satu anggota DPR RI periode 2019-2024. PAN menempatkan Haji Lulung di Komisi VII DPR yang membidangi energi, riset, dan teknologi.

    Baca juga : Somasi Luhut Dibalas Haris Azhar dengan Undangan Diskusi dan Klarifikasi ‘Bermartabat’ di YouTube

    Haji Lulung mengatakan bahwa para ulama dari PPP yang dekat dengannya telah meminta dirinya untuk kembali ke partai Kakbah itu sejak Januari 2021 silam.

    “Saya sih masih belum mau pindah ya saat itu karena masih menjadi anggota DPR,” ujar Haji Lulung, seperti dilansir SINDOnews, Rabu (8/9/21) malam.

    Akan tetapi, Haji Lulung mengklaim semakin banyak internal PPP yang membujuknya untuk balik, baik dari pengurus cabang maupun pusat.

    Baca juga : Arus Survei Indonesia: PDIP Parpol Teratas, PAN Salip PKS

    “Nah, atas pertimbangan-pertimbangan itu, kemudian saya mencoba bicara dengan orang dekat saya, tim saya, ring satu saya,” terang Haji Lulung.

    Ia melanjutkan, ketika itu orang-orang terdekatnya menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya ke Haji Lulung.

    “Kalau PPP mah, sebelum jadi pengurus, dari kecil juga ikut-ikut kampanye. Kalau ditanya sudah sejak kapan? Ya saya dari kecil sudah di PPP. Waktu pecah PPP dulu, saya sempat ikut PBR, itu kan PPP juga, PBR pecahan PPP. Setelah Pemilu saya masuk PPP, 2002 deh,” ucap Haji Lulung.

    Baca juga : Siapakah ‘Menteri Elitis’ yang Disentil Muhammadiyah?

    Sebelumnya, Ketua Umum PPP Djan Faridz telah memberhentikan Haji Lulung dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan WIayah (DPW) PPP DKI pada Maret 2017. Pasalnya, saat itu Haji Lulung menolak mendukung pencalonan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot dalam Pilkada DKI.

    Setelah itu, Lulung mengaku ada banyak partai menawarinya untuk bergabung, seperti PKS, Partai Golkar, dan Nasdem. Namun ia lebih memilih hijrah ke Partai Amanan Nasional (PAN) pada Juli 2018. Ia mengaku ingin membuktikan bahwa dirinya merupakan tokoh yang memiliki basis konstituen signifikan.

    Lebih lanjut, kini Haji Lulung bersedia kembali ke PPP dan memimpin untuk wilayah DKI Jakarta. Haji Lulung menyatakan merasa ikut bertanggung jawab untuk memulihkan kondisi PPP yang rapuh, serta mengembalikan kejayaannya di Jakarta.

  • Sebut Korban Tewas Akibat Banjir Era Anies ‘Hanya’ 4 Orang, Haji Lulung Disemprot Rosi: Itu Nyawa Pak!

    Sebut Korban Tewas Akibat Banjir Era Anies ‘Hanya’ 4 Orang, Haji Lulung Disemprot Rosi: Itu Nyawa Pak!

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Bamus Betawi, Abraham Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung menyebut korban meninggal akibat banjir di Jakarta awal tahun hanya empat orang. Ia membandingkan jumlah korban banjir pada era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Lulung mengatakan banjir Jakarta di era Ahok lebih parah ketimbang era Anies. Sebab, saat Ahok menjabat Gubernur Jakarta, terdapat lima orang korban. Bahkan banjir sampai memasuki Istana.

    “Tetapi faktanya hari ini, ini semua terjadi artinya siklus 100 tahun, yang meninggal dunia cuma empat orang. Cuma empat orang yang meninggal dunia,” ujar Lulung, dalam acara Talkshow Rosi di Kompas TV.

    Baca juga: Dipuji Global Re-Thinkers Hingga New York Times, Berikut Prestasi Ahok yang Disorot Dunia Saat Jabat Gubernur

    Presenter Rosianna Silalahi pun membenarkan penyampaian Lulung mengenai jumlah korban banjir di Jakarta. Rosi menyatakan berdasarkan data yang dibawanya, terdapat 16 korban meninggal.

    “Itu nyawa ya, Pak,” tegas Rosi.

    Meski begitu, Lulung tetap berkukuh bahwa data yang ia sebutkan berdasarkan data.

    “Datanya Bapak berarti salah,” kata Rosi.

    “Oh enggak,” ucap Lulung.

    Halaman selanjutnya…

  • Haji Lulung Tunjukkan Bukti Kerja Anies Urus Banjir Lebih Baik Ketimbang Ahok

    Haji Lulung Tunjukkan Bukti Kerja Anies Urus Banjir Lebih Baik Ketimbang Ahok

    TIKTAK.ID – Gara-gara banjir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali di-bully di media sosial. Sejumlah politisi pun tak ketinggalan ikut-ikutan menyerang eks Mendikbud tersebut.

    Kali ini, Anies dikritik soal terendamnya 19 ruas jalan di Ibu Kota, pascahujan deras yang mengguyur pada Selasa (17/12/19) sore lalu.

    Meski demikian, tak sedikit pihak yang membela Anies. Salah satunya datang dari anggota DPR Fraksi PAN, Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

    Baca juga: Antara Klaim Pemprov dan ‘Nasihat’ Jokowi Soal Banjir Jakarta, Bagaimana Kondisi Terkini Waduk Ibu Kota?

    Haji Lulung secara terang-terangan mengapresiasi kinerja Anies dalam hal mengurus penanganan banjir selama dua tahun terakhir. Dia pun tanpa ragu menunjukkan bukti atas klaimnya itu.

    “Buktinya, banjir yang merendam 19 lokasi kemarin yang diperkirakan baru bisa surut dua hari, ternyata cukup 20 menit air sudah menghilang dari jalan raya,” kata Haji Lulung di Jakarta, Sabtu (21/12/19).

    Haji Lulung menegaskan, genangan yang muncul beberapa hari lalu tak separah tahun-tahun sebelumnya.

    Menurutnya, cepat surutnya banjir merupakan hasil kerja Anies dan jajarannya yang sudah membangun sejumlah waduk hingga mengeruk waduk, kali, saluran penghubung, dan saluran air di jalan lingkungan.

    Baca juga: Dejavu, Tinjau Kilang TPPI di Tuban Jatim, Ahok Dampingi Jokowi Lagi

    “Jangan nyinyir deh, pastinya kerja Anies mengurus banjir lebih baik ketimbang Ahok (Basuki Tjahaja Purnama),” ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2009-2019 ini.

    Haji Lulung menambahkan, pada Selasa lalu dirinya juga terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui hasil kerja Anies selama memimpin Ibu Kota.

    “Kerja Anies terlihat nyata, bukan pencitraan,” tutup Haji Lulung.