TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Teknologi
Home›Teknologi›Google Minta Maaf Setelah Sebut Bahasa di Negara Bagian India Paling Jelek

Google Minta Maaf Setelah Sebut Bahasa di Negara Bagian India Paling Jelek

By Alfan Mahardika
5 Juni 2021
669
0
Google Minta Maaf Setelah Sebut Bahasa di Negara Bagian India Paling Jelek

TIKTAK.ID – Google menyampaikan permintaan maaf setelah mesin pencarinya menetapkan bahasa resmi negara bagian Karnataka, di India sebagai bahasa “paling jelek”. Hasil pencarian itu memicu kemarahan pejabat regional.

Raksasa teknologi itu mendapat kecaman setelah ditemukan bahwa jika mengetik “bahasa paling jelek di India” ke dalam mesin, maka pencarinya akan menghasilkan “Kannada”. Yaitu bahasa yang digunakan oleh lebih dari 40 juta orang, terutama di negara bagian Karnataka, India barat daya, seperti yang dilansir dari RTnews, (4/6/21).

Penunjukan yang keras segera menarik perhatian pejabat di Bangalore, Ibu Kota Negara Bagian. Sehingga memicu kemarahan pejabat wilayah itu. Pejabat di Bangalore kemudian mencela Google karena telah merendahkan bahasa resmi mereka.

“Bahasa Kannada memiliki sejarahnya sendiri, muncul sejak 2.500 tahun yang lalu! Sudah menjadi kebanggaan Kannadigas selama dua setengah milenium ini,” gerutu Arvind Limbavali, Menteri Kehutanan Karnataka.

Ia menuntut permintaan maaf dari Google “ASAP” karena menghina negara dan bahasanya, dan juga mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap raksasa Lembah Silikon itu, jika tak menyampaikan permohonan maaf.

P C Mohan, seorang anggota parlemen yang mewakili Bangalore (juga dikenal sebagai Bengaluru) Central, ikut marah. Ia mengatakan bahwa Kannada memiliki “warisan yang kaya” dan merupakan salah satu bahasa tertua di dunia.

“Kannada memiliki sarjana hebat yang menulis epos jauh sebelum Geoffrey Chaucer lahir pada abad ke-14”, cuit anggota parlemen itu.

Tokoh politik lain di negara bagian itu, HD Kumaraswamy, mantan Kepala Menteri Karnataka, mengatakan bahwa “kesalahan” Google tidak dapat diterima.

“Tidak ada bahasa yang buruk. Semua bahasa itu indah,” komentarnya.

Menanggapi reaksi tersebut, Google memperbaiki hasil pencariannya dan mengeluarkan permintaan maaf. Perusahaan itu mengakui bahwa fitur pencariannya terkadang campur aduk dan bahwa “cara kerja konten di internet dapat menghasilkan hasil sesuatu yang mengejutkan untuk kueri tertentu”.

“Tentu saja, ini tidak mencerminkan pendapat Google, dan kami meminta maaf atas kesalahpahaman dan melukai perasaan siapa pun,” perusahaan menekankan, menambahkan bahwa mereka terus berupaya meningkatkan algoritmenya.

Hasil pencarian yang aneh bukanlah hal baru bagi mereka yang sering menggunakan Google. Pada Maret lalu, mantan penjabat Direktur Intelijen Nasional pemerintahan Trump, Richard Grenell, telah salah dicantumkan sebagai Presiden Amerika Serikat oleh mesin pencari itu.

TagsgoogleIndiamesin pencarinegara bagian Karnatakapermintaan maaf

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Ngeri! Sepasang Bot AI Mampu Ciptakan Bahasa Komunikasi Mereka Sendiri
    Teknologi

    Ngeri! Sepasang Bot AI Mampu Ciptakan Bahasa Komunikasi Mereka Sendiri

    30 Januari 2020
    By Alfan Mahardika
  • Dewan Muslim India Memperingatkan Kasus Hagia Sophia akan Terjadi pada Kuil Ram
    Internasional

    Dewan Muslim India Memperingatkan Kasus Hagia Sophia akan Terjadi pada Kuil Ram

    6 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ma'ruf Amin Ingin Ajarkan India Soal Toleransi
    Nasional

    Abaikan Jejak Digital tentang Fatwa Sesat Ahmadiah, Ucapan Natal dan Syiah Sampang, Kiai Ma’ruf Ajari India Soal Toleransi? Hallow..

    10 Maret 2020
    By Adam Humain
  • Polisi India Tangkap 1.500 Demonstran
    Internasional

    Polisi India Tangkap 1.500 Demonstran

    22 Desember 2019
    By William Putra Wijaya
  • Kabar Gembira untuk Bollywood Mania, Amitabh Bachchan Dinyatakan Sembuh dari Corona
    Selebriti

    Kabar Gembira untuk Bollywood Mania, Amitabh Bachchan Dinyatakan Sembuh dari Corona

    3 Agustus 2020
    By
  • Google Luncurkan Smartwatch Pertama, Pixel Watch
    Teknologi

    Google Luncurkan Smartwatch Pertama, Pixel Watch

    11 Oktober 2022
    By Alfan Mahardika

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Terdampak Pandemi Corona, Sektor ini Jadi Penyumbang Terbesar Gelombang PHK
    Nasional

    Terdampak Pandemi Corona, Sektor ini Jadi Penyumbang Terbesar Gelombang PHK

  • Bantah Isu 'Pantangan Jokowi Ke Lirboyo', Pramono: Pak Presiden ke Afghanistan Saja Berani, Apalagi ke Kediri
    Nasional

    Bantah Isu ‘Pantangan Jokowi Ke Lirboyo’, Pramono: Pak Presiden ke Afghanistan Saja Berani, Apalagi ke Kediri

  • Usai Kaesang Surati Megawati, Pertemuan PDIP-PSI Segera Dijadwalkan
    Nasional

    Usai Kaesang Surati Megawati, Pertemuan PDIP-PSI Segera Dijadwalkan

  • Menpora: Usia Ideal Awal Pembibitan Atlet adalah 6 Tahun
    Olahraga

    Menpora: Usia Ideal Awal Pembibitan Atlet adalah 6 Tahun

  • Pengamat Sebut Erick Thohir Penuhi Faktor Cawapres yang Dibutuhkan Prabowo
    Nasional

    Pengamat Sebut Erick Thohir Penuhi Faktor Cawapres yang Dibutuhkan Prabowo

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.