TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Doli DPR Sentil Jabatan Komisaris Hasyim Eks KPU di BUMN

Doli DPR Sentil Jabatan Komisaris Hasyim Eks KPU di BUMN

By Johan Arif
12 Oktober 2026
0
0
Doli DPR Sentil Jabatan Komisaris Hasyim Eks KPU di BUMN

Contents

  • 1. Doli DPR Sorot Jabatan Komisaris Hasyim Asy’ari di PTPN I
    • 1.1. Kritik Doli Soal Latar Belakang Hasyim
    • 1.2. Sindiran Usai Komentar “Munafik” Hasyim
    • 1.3. Doli Sebut Jabatan Komisaris Ibarat “Hadiah”
    • 1.4. Belum Ada Tanggapan Resmi

Doli DPR Sorot Jabatan Komisaris Hasyim Asy’ari di PTPN I

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyoroti jabatan mantan Ketua KPU Hasyim Asy’ari sebagai komisaris PTPN I. Kritik itu dilontarkan di tengah polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Kritik Doli Soal Latar Belakang Hasyim

Keberatan Doli disampaikan kepada awak media di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (12/10). Saat itu, perhatian publik memang sedang tertuju pada dugaan pasal selundupan dalam Peraturan KPU yang diduga memuluskan langkah Gibran menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.

Menurut Doli, kedudukan Hasyim sebagai Komisaris Independen di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perkebunan Nusantara I patut dipertanyakan. Pasalnya, sang mantan pucuk pimpinan KPU dinilai tidak memiliki rekam jejak di dunia perkebunan.

Doli menegaskan bahwa sepengetahuannya Hasyim tidak punya latar belakang yang relevan dengan posisi komisaris BUMN, khususnya di sektor perkebunan. Karena itu, ia meminta yang bersangkutan memberikan penjelasan atas jabatan yang diemban tersebut.

Sindiran Usai Komentar “Munafik” Hasyim

Sindiran itu merupakan respons Doli atas kritik Hasyim mengenai dugaan penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023 tentang pencalonan peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Ketentuan dalam pasal tersebut belakangan menjadi bahan perhatian dalam persidangan MK. Sejumlah kalangan menduga pasal itu sengaja dirancang untuk memenuhi syarat pencalonan Gibran sebagai cawapres.

Sebagai mantan Ketua KPU yang ikut merumuskan PKPU dimaksud, Hasyim menampik tuduhan bahwa pihaknya menyelipkan Pasal 18 Ayat 3 secara diam-diam. Ia justru menyerukan seluruh elemen agar tidak berpura-pura lupa atas apa yang terjadi.

“Lupa boleh, munafik jangan,” demikian pesan Hasyim dalam kesempatan tersebut.

Doli Sebut Jabatan Komisaris Ibarat “Hadiah”

Pernyataan Hasyim justru memicu kekesalan Doli karena dianggap terlalu menyentuh ranah personal. Anggota DPR itu kemudian menduga jabatan komisaris yang saat ini dijabat Hasyim semata-mata ibarat hadiah.

Doli bahkan mempertanyakan asal-usul posisi tersebut. “Komisaris itu hadiah dari siapa?” tukasnya, sambil mengajak publik menanyakan langsung kepada Hasyim dari mana sang mantan ketua KPU memperoleh jabatan itu.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Sampai laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Hasyim, pihak PTPN, maupun Kementerian BUMN terkait sorotan Doli atas jabatan komisaris yang disinggung tersebut.

Kontroversi ini menambah panasnya perdebatan seputar dugaan pasal selundupan dalam PKPU yang kini tengah diuji di MK. Sebelumnya, polemik serupa juga menyertai perbedaan pendapat soal ijazah Gibran Rakabuming usai vonis MK terkait syarat pencalonan wakil presiden.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Ahmad Riza Patria Tidak Disetujui oleh PKS
    Nasional

    Belum Setujui ARP, PKS Kembali Tagih Jatah Wagub DKI. Anies Terancam Ditinggal Sendirian

    2 Januari 2020
    By Adam Humain
  • Pengamat Psikologi Politik Soal Spanduk ‘Solo Bukan Gibran’: Kekhawatiran Kandang Banteng
    Nasional

    Pengamat Psikologi Politik Soal Spanduk ‘Solo Bukan Gibran’: Kekhawatiran Kandang Banteng

    31 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Roy Suryo Sibuk Soroti Panci di Video Ucapan Lebaran Jokowi, Gus Nadir: Gak Penting!
    Nasional

    Roy Suryo Sibuk Soroti Panci di Video Ucapan Lebaran Jokowi, Gus Nadir: Gak Penting!

    26 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Kerap Di Bully, Rocky Gerung Sarankan Anies Main TikTok Saja
    Nasional

    Kerap Dibully, Rocky Gerung Sarankan Anies Main TikTok Saja

    8 Maret 2020
    By Rusli Qomar
  • TPN Ganjar Sebut Tuduhan Prabowo Diserang secara Personal Saat Debat ‘Kurang Valid’
    Nasional

    TPN Ganjar Sebut Tuduhan Prabowo Diserang secara Personal Saat Debat ‘Kurang Valid’

    16 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • PDIP Pertanyakan Kenapa Prabowo Pilih Kirim Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
    Nasional

    PDIP Pertanyakan Kenapa Prabowo Pilih Kirim Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus

    2 Mei 2025
    By Johan Arif

Berita Menarik Lainnya

  • Lebih Baik Mandi Air Hangat atau Dingin Usai Olahraga?
    Tips & Tutorial

    Lebih Baik Mandi Air Hangat atau Dingin Usai Olahraga?

  • Bantah Dituduh Teroris, Munarman Pamer Foto Bareng Firli di Mobil Komando 212
    Nasional

    Keberatan Munarman Ditolak Hakim, Sidang Kasus Terorisme Dilanjutkan

  • Isu Fadli Zon Dapat Jatah Menteri, Hoaks atau Fakta?
    Nasional

    Isu Fadli Zon Dapat Jatah Menteri, Hoaks atau Fakta?

  • Viral Warga NTT Arak Patung Raksasa Jokowi ke Puncak Bukit
    Nasional

    Viral Warga NTT Arak Patung Raksasa Jokowi ke Puncak Bukit

  • Waspadai Dampak Buruk Sering Menahan Kencing untuk Kesehatan
    Tips & Tutorial

    Waspadai Dampak Buruk Sering Menahan Kencing untuk Kesehatan

Artikel Terbaru

  • Profil Megawati Hangestri: Biodata dan Karier Bintang Voli 12 Oktober 2026
  • Doli DPR Sentil Jabatan Komisaris Hasyim Eks KPU di BUMN 12 Oktober 2026
  • Apa Itu Refresh Rate di Layar HP dan Mengapa Penting 12 Oktober 2026
  • Usai Golkar, Kini PAN dan PKB Tegaskan Dukung Prabowo Capres 2029 12 Oktober 2026
  • Cara Menggunakan Google Translate Offline di HP Saat Traveling 12 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (69)
  • Keuangan (15)
  • Kuliner (1,061)
  • Nasional (7,975)
  • Olahraga (1,139)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,245)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.