TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Olahraga
Home›Olahraga›Profil Greysia Polii, Juara Olimpiade Tokyo: Biodata dan Karier

Profil Greysia Polii, Juara Olimpiade Tokyo: Biodata dan Karier

By Mahdi Yahya
18 September 2026
0
0
Greysia Polii, juara olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.

Biodata Greysia Polii Lengkap: Umur, Prestasi, dan Perjalanan Kariernya

Malam 2 Agustus 2021 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, menjadi saksi sejarah. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menumbangkan pasangan Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-19 dan 21-15. Kok terakhir jatuh, dan untuk pertama kalinya ganda putri Indonesia juara Olimpiade. Emas itu sekaligus satu-satunya medali emas Indonesia di Tokyo 2020.

Di balik momen itu ada perjalanan panjang hampir dua dekade. Perjalanan Greysia Polii, juara olimpiade Tokyo 2020, memang bukan kisah instan. Ia melewati beberapa pergantian pasangan, cedera, dan masa sulit sebelum mencapai puncak di usia 33 tahun. Artikel ini merangkum biodata lengkap, perjalanan karier, sampai keputusan pensiunnya.

Biodata Greysia Polii

Usia Greysia Polii, juara olimpiade pada 2021, kini menginjak 39 tahun. Ringkasan biodata Greysia Polii, juara olimpiade Tokyo 2020, bisa kamu lihat pada tabel berikut.

Data Keterangan
Nama lengkap Greysia Polii
Tempat, tanggal lahir Jakarta, 11 Agustus 1987
Usia 39 tahun (per September 2026)
Tinggi, berat badan 164 cm, 57 kg
Orang tua Willy Polii dan Evie Pakasi
Suku Minahasa, Sulawesi Utara
Spesialisasi Ganda putri
Klub awal Jaya Raya Jakarta
Masuk pelatnas PBSI 2003
Peringkat dunia tertinggi No. 2 dunia (bersama Nitya, 2016)
Prestasi tertinggi Emas Olimpiade Tokyo 2020
Status Pensiun sejak 12 Juni 2022

Masa Kecil Greysia Polii di Manado

Kisah Greysia Polii, juara Asian Games 2014, bermula di Jakarta, 11 Agustus 1987. Ia lahir dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi yang berdarah Minahasa. Ia anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya meninggal saat Greysia berusia dua tahun, sehingga ia tumbuh di Manado bersama keluarganya.

Bulu tangkis masuk ke hidupnya lewat kakaknya serta sosok mantan pemain nasional Deyana Lomban. Ia mengidolakan Susi Susanti dan pebulu tangkis Tiongkok Zhang Ning. Bakatnya sudah terlihat sejak usia enam tahun. Melihat potensi itu, ibunya membawa Greysia kembali ke Jakarta pada 1995 agar bisa berlatih lebih serius.

Di Jakarta, ia masuk klub Jaya Raya. Pelatih Retno Koestijah menilai Greysia lebih cocok bermain ganda, sehingga di usia 14 tahun ia pindah dari tunggal ke ganda. Tidak ada yang membayangkan anak itu kelak tampil sebagai Greysia Polii, juara tertua sejarah bulu tangkis putri di Olimpiade.

Awal Karier: Pelatnas 2003 sampai Gelar Grand Prix Pertama

Masuk Pelatnas dan Juara Nasional

Greysia resmi masuk tim nasional pada 2003, saat usianya baru 16 tahun. Perkembangannya cepat. Bersama Heni Budiman, ia meraih perunggu ganda putri World Junior 2004, dan bersama Muhammad Rijal medali perak ganda campuran pada ajang junior yang sama. Tahun itu pula, ia memperkuat tim Indonesia di Piala Uber 2004.

Fondasi menuju status Greysia Polii, juara nasional dua nomor, dibangun dari sini. Ia menjuarai Kejuaraan Nasional ganda putri bersama Heni Budiman di awal kariernya. Kemitraan itu berakhir setelah Heni mengalami cedera. Greysia lalu dipasangkan dengan senior Jo Novita.

Gelar Grand Prix Pertama Bersama Jo Novita

Gelar penting pertama datang ketika Greysia Polii, juara Filipina Terbuka 2006, berpasangan dengan Jo Novita. Di final Filipina Terbuka Mei 2006, mereka menaklukkan rekan setim Endang Nursugianti/Rani Mundiasti 21-16 dan 21-13. Itu gelar Grand Prix Dunia IBF pertama bagi Greysia. Akhir 2006, pasangan ini menutup musim di peringkat 9 dunia.

Setelah sempat dicoba dengan Vita Marissa, termasuk lolos ke final Malaysia Open 2007, Greysia kembali berpasangan dengan Novita. Ia berhasil mempertahankan gelar juara nasionalnya di Solo pada 2007. Di SEA Games 2007 di Thailand, ia turut membawa Indonesia menjuarai nomor beregu putri.

Era Nitya Krishinda Maheswari: Emas Asian Games 2014

Babak baru dimulai pada 2009 ketika Greysia fokus berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Mereka langsung menembus final Singapura Terbuka 2009, bahkan setelah menumbangkan pasangan peringkat satu dunia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty di perempat final. Tahun 2010 menjadi tahun istimewa. Greysia menjuarai dua nomor sekaligus di Kejuaraan Nasional 2009: ganda putri bersama Meiliana Jauhari dan ganda campuran bersama Tontowi Ahmad.

Kemitraan dengan Nitya dihidupkan kembali pada 2013 dan langsung membawa hasil. Duo ini juara di turnamen pertamanya, SGC Thailand Open Grand Prix Gold 2013. Puncaknya datang di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan. Greysia/Nitya tampil gemilang dan pulang membawa emas ganda putri. Peringkat dunia mereka menembus posisi kedua pada 28 Januari 2016, pencapaian tertinggi Greysia sepanjang karier.

Pasangan yang mengantarkan Greysia Polii, juara Asian Games 2014, ke papan atas dunia itu juga mengoleksi perunggu World Championships 2015 di Jakarta. Mereka tampil di Olimpiade Rio 2016 dan melangkah ke perempat final. Meski gagal mendulang medali, status peringkat dua dunia menempatkan mereka sebagai salah satu ganda putri terbaik Indonesia pada masanya.

Pasangan Baru dengan Apriyani Rahayu

Setelah Nitya pensiun, PBSI memasangkan Greysia dengan pebulu tangkis muda Apriyani Rahayu pada 2017. Banyak yang awalnya pesimis karena selisih usia keduanya cukup jauh. Faktanya, kombinasi pengalaman Greysia dan tenaga Apriyani perlahan membuahkan hasil. Duo ini lolos ke final Indonesia Masters 2018, meski kalah dari pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Pada 2019, Greysia/Apriyani akhirnya menaklukkan SEA Games di Filipina. Itu gelar emas ganda putri SEA Games pertama bagi Greysia. Perunggu World Championships 2019 di Basel melengkapi tahun itu. Duo yang menjadikan Greysia Polii, juara SEA Games 2019, semakin matang di tahun berikutnya. Mereka juara Indonesia Masters 2020, gelar pertama Greysia di tanah air, lalu merebut Yonex Thailand Open 2020, gelar Super 1000 pertama mereka.

Emas Olimpiade Tokyo 2020: Puncak Karier

Jalur Menuju Final

Tokyo 2020 yang digelar pada 2021 menjadi Olimpiade ketiga bagi Greysia setelah London 2012 dan Rio 2016. Saat itu usianya 33 tahun, termasuk senior di lingkungan Olimpiade. Panggung ini pula yang menjadikan Greysia Polii, juara pada Olimpiade ketiganya, dikenal seluruh Indonesia.

Final Melawan Chen Qingchen/Jia Yifan

Pertandingan yang menjadikan Greysia Polii, juara olimpiade, berlangsung pada 2 Agustus 2021. Greysia/Apriyani menghadapi ganda utama Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan. Dengan permainan sabar dan pertahanan rapat, pasangan Indonesia menang 21-19 dan 21-15. Kok terakhir mengunci emas, dan Greysia menyemburkan air mata bahagia di tengah lapangan.

Makna Emas untuk Bulu Tangkis Indonesia

Emas itu berlapis makna. Greysia/Apriyani menjadi pasangan ganda putri pertama Indonesia yang juara Olimpiade, melanjutkan tradisi emas bulu tangkis Indonesia dari Susi Susanti 1992 dan Lilyana Natsir 2016. Pada usia 33 tahun 356 hari, Greysia Polii, juara tertua di cabang bulu tangkis putri sepanjang sejarah Olimpiade, menulis namanya dalam sejarah. Sebagai apresiasi, keduanya menerima bonus Rp5 miliar per orang sesuai aturan pemeringkatan prestasi pemerintah.

Pensiun dan Kehidupan Setelah Gantung Raket

Kurang dari setahun setelah puncak itu, Greysia Polii, juara olimpiade Tokyo, memilih gantung raket. Ia resmi pensiun melalui acara seremonial pada 12 Juni 2022 di Istora, Jakarta, satu hari sebelum penutupan Indonesia Masters 2022. Total kariernya di ganda putri mencatat 449 kemenangan dan 230 kekalahan di level internasional, bukti konsistensi selama hampir dua dekade.

Pasca pensiun, Greysia tetap dekat dengan dunia bulu tangkis. Ia dipercaya sebagai Ketua Komisi Atlet BWF periode 2022-2025, badan yang menyalurkan suara atlet ke dewan federasi dunia. Nama Greysia Polii, juara Asian Games 2014 dan Olimpiade 2020, kini sejajar dengan atlet Indonesia paling berprestasi, seperti angkat besi Eko Yuli Irawan yang mengumpulkan medali Olimpiade lintas periode.

Bulu tangkis Indonesia memang kaya atlet berbakat, dari era Susi Susanti hingga tunggal putra masa kini seperti Anthony Ginting dan Jonatan Christie. Generasi muda yang dulu mengidolakan Greysia kini menapaki jejak yang sama, seperti pelari cepat Lalu Muhammad Zohri yang menembus panggung dunia di usia muda.

Fakta Menarik tentang Greysia Polii

  • Nama Greysia berasal dari gabungan kata “grey” dan suku kata akhir “Indonesia”, harapan orang tuanya agar ia mengharumkan nama negara.

  • Peringkat dunia tertingginya adalah nomor 2 bersama Nitya Krishinda Maheswari pada 28 Januari 2016.

  • Greysia mengoleksi tiga medali perunggu World Championships: 2015 Jakarta, 2018 Nanjing, dan 2019 Basel.

  • Emas Olimpiade Tokyo diraihnya di usia 33 tahun 356 hari, menjadikannya peraih emas bulu tangkis putri tertua di Olimpiade.

  • Rekor kariernya di ganda putri: 449 kemenangan berbanding 230 kekalahan, ditambah 58 menang dan 37 kalah di ganda campuran.

  • Pada 2009, ia menerima Badzine Fair Play Trophy sebagai penghargaan sportivitas.

Pertanyaan Umum tentang Greysia Polii

Berapa usia Greysia Polii, juara olimpiade Tokyo 2020?

Lahir 11 Agustus 1987, Greysia berusia 39 tahun per September 2026.

Emas Olimpiade Tokyo 2020 diraih Greysia Polii bersama siapa?

Bersama Apriyani Rahayu. Mereka menang 21-19 dan 21-15 atas pasangan Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan pada 2 Agustus 2021.

Kapan Greysia Polii pensiun?

Ia resmi gantung raket pada 12 Juni 2022 lewat acara seremonial di Istora, Jakarta.

Apa prestasi terbesar Greysia Polii, juara Asian Games 2014, selain emas Olimpiade?

Emas Asian Games 2014 bersama Nitya Krishinda Maheswari menjadi yang terbesar. Ia juga meraih tiga perunggu World Championships serta peringkat dunia nomor 2.

Dari mana asal Greysia Polii?

Ia lahir di Jakarta dari orang tua berdarah Minahasa, Sulawesi Utara. Masa kecilnya dihabiskan di Manado sebelum kembali ke Jakarta untuk berlatih di Jaya Raya.

Related articles More from author

  • Kronologi Mbappe dan Olivier Giroud Ribut di Timnas Prancis Jelang Euro 2021
    Olahraga

    Kronologi Mbappe dan Olivier Giroud Ribut di Timnas Prancis Jelang Euro 2021

    12 Juni 2021
    By Mahdi Yahya
  • Joan Thomas, Kunci Kemenangan 1-0 Persija Lawan Persipura
    Olahraga

    Joan Thomas, Kunci Kemenangan 1-0 Persija Lawan Persipura

    29 November 2019
    By Mahdi Yahya
  • Tottenham Gagal Menang, Jose Mourinho: Saya Frustrasi
    Olahraga

    Tottenham Gagal Menang, Jose Mourinho: Saya Frustrasi

    6 April 2021
    By Mahdi Yahya
  • Pochettino Sempat Mengira Kabar Messi ke PSG Hanya Lelucon
    Olahraga

    Pochettino Sempat Mengira Kabar Messi ke PSG Hanya Lelucon

    16 Oktober 2021
    By Mahdi Yahya
  • Jelang Laga Napoli vs Barcelona: Gattuso Siapkan Jebakan untuk Lionel Messi
    Olahraga

    Jelang Laga Napoli vs Barcelona: Gattuso Siapkan Jebakan untuk Lionel Messi

    25 Februari 2020
    By Mahdi Yahya
  • Striker Inter Milan, Romelu Lukaku
    Olahraga

    Inter Milan Gagal di Liga Champions, Ini Dua Dosa Besar Lukaku

    11 Desember 2020
    By Mahdi Yahya

Berita Menarik Lainnya

  • Simulasi Indikator: Pemilih Ganjar dan Prabowo Berebut Cawapres Erick Thohir
    Nasional

    Simulasi Indikator: Pemilih Ganjar dan Prabowo Berebut Cawapres Erick Thohir

  • Sandiaga Kunjungi Zulhas, PAN: Tak Ada Agenda Politik
    Nasional

    Sandiaga Kunjungi Zulhas, PAN: Tak Ada Agenda Politik

  • Minta KPI dan Menkominfo Bertindak Soal Ganjar di Azan TV, Pengamat: Jika Anies Pasti Ribut
    Nasional

    Minta KPI dan Menkominfo Bertindak Soal Ganjar di Azan TV, Pengamat: Jika Anies Pasti Ribut

  • Sebut Banyak Cara Kotor dalam Politik, Fahri Hamzah Usul Pemerintah Lakukan Ini
    Nasional

    Sebut Banyak Cara Kotor dalam Politik, Fahri Hamzah Usul Pemerintah Lakukan Ini

  • Polda Jateng Tangkap Pelaku Aksi Premanisme dan Penganiayaan Gunakan Samurai di Surakarta
    Nasional

    Polda Jateng Tangkap Pelaku Aksi Premanisme dan Penganiayaan Gunakan Samurai di Surakarta

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.