
Duel Redmi Note 15 dan Redmi Note 14: Mana yang Layak Dibeli?
Redmi Note 15 4G resmi meluncur di Indonesia pada 22 Januari 2026 sebagai penerus Redmi Note 14. Sekilas, spesifikasi keduanya terlihat mirip: kamera utama 108 MP, chipset MediaTek Helio, dan layar AMOLED 120 Hz. Namun begitu dibedah satu per satu, ada beberapa perubahan penting yang justru bisa menentukan pilihan Anda. Mulai dari kapasitas baterai, tingkat kecerahan layar, sampai sertifikasi ketahanan air.
Artikel ini membandingkan keduanya aspek per aspek, lengkap dengan tabel spesifikasi dan rekomendasi sesuai kebutuhan. Fokus pembahasan adalah versi standar 4G karena itulah dua model yang paling ramai dicari di segmen Rp 2–3 juta. Untuk lini yang lebih tinggi, Anda bisa membaca ulasan spesifikasi Redmi Note 15 5G sebagai pembanding.
Tabel Perbandingan Redmi Note 15 vs Redmi Note 14
| Aspek | Redmi Note 15 (4G) | Redmi Note 14 (4G) |
|---|---|---|
| Layar | AMOLED 6,77 inci, 2392×1080, 120 Hz, 3.200 nits | AMOLED 6,67 inci, 2400×1080, 120 Hz, 1.800 nits |
| Proteksi layar | Kaca daya tahan tinggi | Corning Gorilla Glass 5 |
| Chipset | MediaTek Helio G100-Ultra (6nm) | MediaTek Helio G99-Ultra (6nm) |
| RAM/Penyimpanan | 6/128, 8/128, 8/256 GB | 8/128, 8/256 GB |
| microSD | Hingga 2 TB (slot hybrid) | Hingga 1 TB (slot hybrid) |
| Kamera belakang | 108 MP (OIS) + 2 MP depth | 108 MP + 2 MP depth + 2 MP makro |
| Kamera depan | 20 MP | 20 MP |
| Video maksimal | 1080p 60fps | 1080p 60fps |
| Baterai | 6.000 mAh, 33W, reverse charging 18W | 5.500 mAh, 33W |
| Ketahanan | IP64 | IP54 |
| Dimensi & bobot | 164,03 × 75,42 × 7,94 mm; 183,7 g | 163,25 × 76,55 × 8,16 mm; 196,5 g |
| Sistem operasi | HyperOS 2 (Android 15) | HyperOS (Android 14) |
| Harga rilis | Rp 2.699.000 – Rp 3.099.000 | Rp 2.399.000 – Rp 2.599.000 |
Desain dan Ketahanan
Di sini perbedaannya paling terasa. Redmi Note 15 lebih tipis dan lebih ringan meski membawa baterai lebih besar: 7,94 mm dan 183,7 gram. Redmi Note 14 masih 8,16 mm dengan bobot 196,5 gram. Bagian depan dan belakangnya melengkung sehingga genggaman terasa lebih nyaman untuk layar berukuran 6,77 inci.
Ketahanan juga naik kelas. Rating tahan air naik dari IP54 ke IP64, artinya debu tidak lagi bisa masuk dan percikan air tertangani lebih baik. Xiaomi bahkan mengklaim Note 15 lolos uji jatuh SGS dari ketinggian 1,8 meter dengan layar menghadap marmer. Klaim itu berkat kaca depan berdaya tahan tinggi dan mid-frame yang diperkuat. Redmi Note 14 tetap mengandalkan Gorilla Glass 5 yang terbukti bagus, namun tanpa klaim uji jatuh setara itu. Keduanya sama-sama mendukung wet touch, sehingga layar tetap responsif meski jari basah atau berkeringat.
Layar
Dua-duanya memakai panel AMOLED dengan refresh rate 120 Hz, tetapi panel di Note 15 jelas lebih unggul. Ukurannya membesar dari 6,67 inci ke 6,77 inci, kecerahan puncak melonjak dari 1.800 nits ke 3.200 nits. Kedalaman warna naik dari 8-bit ke 12-bit dengan dukungan DCI-P3. Dalam pemakaian nyata, artinya layar Note 15 jauh lebih mudah terbaca di bawah sinar matahari langsung dan menampilkan gradasi warna yang lebih halus.
Kenyamanan mata juga ditingkatkan. Note 15 membawa dimming PWM 3.840 Hz yang lebih tinggi dibanding 960 Hz pada Note 14, disertai 16.000 tingkat penyesuaian kecerahan. Keduanya tetap membawa sertifikasi TÜV Rheinland untuk low blue light, flicker free, dan circadian friendly. Bagi Anda yang sering menatap layar berjam-jam atau sering di luar ruangan, peningkatan ini bukan sekadar angka di atas kertas.
Chipset dan Performa
Pada bidang performa, peningkatan tergolong inkremental. Redmi Note 15 ditenagai Helio G100-Ultra, sedangkan Redmi Note 14 memakai Helio G99-Ultra. Keduanya sama-sama dibuat dengan proses 6nm, berarsitektur octa-core hingga 2,2 GHz, dan ber-GPU Mali-G57 MC2. Dengan kata lain, jangan berharap lompatan performa besar di sini.
Untuk penggunaan harian — chat, media sosial, streaming, dan game kasual seperti Mobile Legends — keduanya sama-sama mampu. Bedanya, Note 15 menawarkan opsi RAM lebih fleksibel mulai dari 6 GB. Ada dukungan ekstensi memori hingga total 16 GB, serta varian penyimpanan 512 GB di sebagian pasar. Slot microSD-nya juga kini mendukung kartu hingga 2 TB, naik dari batas 1 TB pada Note 14.
Soal software, Note 15 langsung berjalan di HyperOS 2 berbasis Android 15, sementara Note 14 dimulai dari Android 14. Umur pakai pembaruan Note 15 jadi efektif lebih panjang. Keduanya dijanjikan empat kali upgrade OS dan enam tahun pembaruan keamanan.
Kamera
Sensor utama keduanya sama-sama 108 MP dengan aperture f/1,7 dan sensor 1/1,67 inci, namun ada dua perbedaan mendasar. Pertama, kamera utama Redmi Note 15 memakai sensor Samsung ISOCELL HM9 yang dilengkapi OIS, sehingga foto malam dan video lebih stabil. Redmi Note 14 tidak punya OIS di kamera utamanya dan hanya mengandalkan in-sensor zoom 3x.
Kedua, konfigurasi lensa berubah. Redmi Note 14 membawa tiga kamera: 108 MP, depth 2 MP, dan makro 2 MP. Pada Note 15, kamera makro dihapus sehingga tersisa dua kamera.
Sebagai gantinya, sensor 108 MP-nya menawarkan empat panjang fokus dalam satu lensa. Rentangnya dari 24 mm, 28 mm, 35 mm, sampai 72 mm untuk potret setara telefoto 3x. Kamera depan tetap sama-sama 20 MP dan rekaman video maksimal keduanya 1080p 60fps. Singkatnya, Note 15 unggul untuk potret dan kondisi minim cahaya, sementara Note 14 masih lebih fleksibel untuk foto objek jarak dekat berkat lensa makro.
Baterai dan Pengisian Daya
Ini salah satu alasan terkuat untuk memilih generasi terbaru. Kapasitas baterai naik dari 5.500 mAh ke 6.000 mAh, sementara kecepatan pengisian tetap 33W. Xiaomi mengklaim baterai Note 15 bertahan hingga dua hari pemakaian dan mampu memutar video hingga 24 jam. Kapasitasnya juga disisakan lebih dari 80% setelah 2.000 siklus pengisian, setara sekitar enam tahun pemakaian.
Redmi Note 14 sendiri tidak buruk: pengisian dari 0 ke 100% butuh sekitar 77 menit dengan daya tahan 1,48 hari menurut data Xiaomi. Namun Note 15 menambah satu fitur yang tidak ada di Note 14, yaitu reverse charging kabel 18W untuk mengisi ponsel atau earbud lain. Buat Anda yang mobilitas tinggi dan jarang dekat colokan, selisih 500 mAh ini terasa signifikan.
Fitur Pendukung
Fitur harian keduanya lengkap: NFC, IR blaster, sensor sidik jari di dalam layar, dual speaker Dolby Atmos, Bluetooth 5.3, dan Wi-Fi dual-band. Perbedaannya ada di detail. Redmi Note 14 masih menyediakan jack audio 3,5mm. Xiaomi tidak lagi mencantumkan jack tersebut pada spesifikasi resmi Note 15, jadi Anda perlu memakai adapter atau earbud nirkabel. Sebagai gantinya, Note 15 membawa sertifikasi Hi-Res audio dan fitur AI seperti AI Erase serta AI Remove Reflection yang lebih baru.
Harga dan Varian
Harga rilis resmi Redmi Note 15 4G di Indonesia terbagi dalam tiga varian.
- 6/128 GB: Rp 2.699.000 (online exclusive).
- 8/128 GB: Rp 2.899.000.
- 8/256 GB: Rp 3.099.000.
Sementara Redmi Note 14 4G saat dirilis Januari 2025 dijual seharga Rp 2.399.000 untuk 8/128 GB dan Rp 2.599.000 untuk 8/256 GB. Kini, setelah lebih dari setahun beredar, harga pasaran Note 14 umumnya sudah jauh lebih rendah dari harga rilisnya. Pilihan warna juga berbeda. Note 15 hadir dalam Glacier Blue, Purple, Black, dan Forest Green. Sementara Note 14 tersedia di Midnight Black, Mist Purple, dan Lime Green.
Detail spesifikasi lengkap keduanya terdokumentasi di laman produk Xiaomi Redmi Note 15.
Redmi Note 15 atau Redmi Note 14, Pilih yang Mana?
| Kategori | Pemenang | Alasan Singkat |
|---|---|---|
| Desain & ketahanan | Redmi Note 15 | Lebih tipis, lebih ringan, IP64, uji jatuh 1,8 m |
| Layar | Redmi Note 15 | Lebih besar, 3.200 nits, 12-bit, PWM 3.840 Hz |
| Performa | Redmi Note 15 | Helio G100-Ultra + Android 15, meski selisih tipis |
| Kamera | Redmi Note 15 | Ada OIS dan zoom 72 mm; Note 14 unggul di lensa makro |
| Baterai | Redmi Note 15 | 6.000 mAh + reverse charging 18W |
| Harga | Redmi Note 14 | Lebih murah dan sering dapat diskon. |
Pilih Redmi Note 15 jika Anda ingin HP yang siap dipakai jangka panjang: baterai 6.000 mAh, layar terang 3.200 nits, ketahanan IP64, kamera OIS. Umur pembaruan software-nya juga lebih panjang. Selisih harganya dengan Note 14 saat rilis memang ada, tetapi semua peningkatan tersebut relevan untuk pemakaian harian. Alternatif lain di rentang harga serupa ada di rekomendasi HP 3 jutaan terbaik dengan kamera bagus.
Pilih Redmi Note 14 jika anggaran Anda ketat dan menemukan harga promo di bawah Rp 2 jutaan. Untuk kebutuhan dasar — chat, streaming, dan game ringan — performanya masih memadai. Bonusnya: jack 3,5mm dan kamera makro yang justru hilang di generasi baru. Cek juga 8 rekomendasi HP 2 jutaan dengan baterai awet sebelum checkout agar tidak salah langkah.
Pertanyaan Umum
Apakah Redmi Note 15 mendukung jaringan 5G?
Tidak. Redmi Note 15 versi standar hanya 4G. Xiaomi merilis model Redmi Note 15 5G secara terpisah dengan harga lebih tinggi, jadi pastikan Anda tidak tertukar saat membeli.
Apakah Redmi Note 15 masih punya jack headphone?
Xiaomi tidak lagi mencantumkan jack 3,5mm pada spesifikasi resmi Redmi Note 15. Jika Anda masih mengandalkan earphone kabel, Redmi Note 14 lebih praktis karena jack-nya masih ada.
Apakah Redmi Note 14 masih layak dibeli di 2026?
Layak, asalkan harganya sudah turun cukup jauh dari harga rilis Rp 2,3–2,6 juta. Chipset dan kameranya masih mampu untuk pemakaian dasar, hanya saja layar, baterai, dan ketahanannya kalah dari Note 15. Bandingkan dengan generasi sebelumnya lewat perbandingan Redmi Note 14 vs Redmi Note 13.
Berapa lama dukungan pembaruannya?
Keduanya mendapat empat generasi upgrade OS dan enam tahun pembaruan keamanan. Karena Note 15 dimulai dari Android 15 dan Note 14 dari Android 14, dukungan Note 15 berakhir lebih lama sekitar satu tahun.
Harga yang tercantum dalam artikel ini merupakan harga rilis resmi dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti promo, stok, maupun kebijakan penjual. Selalu cek harga terkini di toko resmi sebelum melakukan pembelian.
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










