TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Kelompok Sipil Usulkan Pengadilan Khusus Kasus Agraria di Rapat DPR

Kelompok Sipil Usulkan Pengadilan Khusus Kasus Agraria di Rapat DPR

By Johan Arif
11 September 2026
0
0
Kelompok Sipil Usulkan Pengadilan Khusus Kasus Agraria di Rapat DPR

Dari pertemuan itu, UPC membawa satu usulan penting: pembentukan pengadilan khusus agraria yang bertugas menyelesaikan sengketa dan konflik pertanahan. Usulan tersebut lahir dari keprihatinan organisasi ini melihat masyarakat kecil yang terlibat konflik agraria kerap tumbang di meja hukum.

Rakyat Sering Kalah karena Tak Punya Bukti

Keluhan itu disampaikan langsung oleh Koordinator Advokasi UPC, Guntoro Gugun Muhammad. Menurutnya, dalam berbagai kasus agraria yang berujung persidangan, masyarakat nyaris selalu berada di posisi yang dirugikan. Pasalnya, warga kerap tidak memiliki bukti yang cukup untuk memperjuangkan hak mereka.

“Sehingga perlu ada pengadilan agraria. Tetapi pengadilan agraria, menurut kami, selama ini, kasus selama ini, pengadilan kita positif banget. Jadi rakyat yang tidak punya bukti, pasti kalah,” kata Guntoro dalam rapat tersebut.

Komentar itu menyoroti peradilan yang sangat bertumpu pada pembuktian formal. Bagi UPC, kondisi semacam ini justru membebani warga kecil, sehingga ia menilai dibutuhkan lembaga peradilan khusus yang benar-benar memahami problematika persoalan agraria di tanah air.

Menolak BRAN Merangkap Kewenangan Yudikatif

Selain mengusulkan pengadilan khusus, UPC juga menolak skema penyelesaian kasus reforma agraria melalui Badan Reformasi Agraria Nasional (BRAN), lembaga yang sebelumnya diusulkan untuk hadir dalam RUU tersebut.

Guntoro menjelaskan bahwa organisasinya keberatan bila BRAN memegang dua topi sekaligus, yakni berperan sebagai legislatif sekaligus yudikatif dalam penyelesaian kasus reforma agraria. Bagi UPC, merangkapnya dua kewenangan itu dinilai berisiko memunculkan persoalan baru.

Karena itu, UPC mengusulkan BRAN diberi legal standing untuk menjadi pengaju permohonan penetapan yang ditetapkan oleh pengadilan agraria.

BRAN Cukup Jadi Pengaju, Bukan Penentu

Meski demikian, penolakan tersebut bukan berarti UPC menolak keberadaan BRAN sepenuhnya. Guntoro menegaskan BRAN tetap boleh memegang kewenangan sebagai pengaju kasus sengketa konflik, sehingga masyarakat tidak perlu mengajukannya secara langsung ke pengadilan.

Alasannya sederhana: posisi warga terlalu jomplang bila harus berhadapan langsung dengan negara maupun korporasi. “Karena begitu masyarakat langsung berhadapan dengan negara, berhadapan dengan korporasi, jomplang ini Pak. Sehingga di sini kami usulkan, beran tidak memutus, tapi beran punya legal standing untuk mengajukan penetapan ke pengadilan agraria,” kata Guntoro.

Dengan skema yang diusulkan itu, BRAN hanya bertugas mengajukan penetapan sengketa ke pengadilan agraria, sementara kewenangan memutus perkara sepenuhnya berada di tangan lembaga peradilan. Model semacam ini diharapkan mampu menyeimbangkan posisi antara warga, negara, dan korporasi dalam penyelesaian konflik pertanahan.

Kehadiran UPC dan sejumlah kelompok masyarakat sipil lain dalam rapat Baleg menjadi bagian dari proses pengumpulan masukan untuk penyusunan RUU Reforma Agraria. Kini tinggal menunggu apakah usulan pengadilan agraria itu akan ditampung dalam rancangan undang-undang yang tengah disusun.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Divonis 6 Tahun Bui Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Bambang Tri Mulyono Siap Banding
    Nasional

    Divonis 6 Tahun Bui Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Bambang Tri Mulyono Siap Banding

    20 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Buntut Ledakan di SMAN 72, Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Gim PUBG
    Nasional

    Buntut Ledakan di SMAN 72, Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Gim PUBG

    10 November 2025
    By Johan Arif
  • Deklarasi ‘Kampus Menggugat’, UGM Tak Berhenti Ganyang Jokowi
    Nasional

    Deklarasi ‘Kampus Menggugat’, UGM Tak Berhenti Ganyang Jokowi

    18 Maret 2024
    By Joni Sitohang
  • Beri Ucapan Selamat Ultah, Hubungan AHY-Anies Kian Mesra
    Nasional

    Peluang Anies-AHY Bertambah Besar Jika PDIP Pilih Puan dan Korbankan Ganjar

    15 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Anies Tunjuk Dirut TransJakarta Baru, PDIP: Jangan Lagi Asal Tunjuk
    Nasional

    Anies Tunjuk Dirut TransJakarta Baru, PDIP: Jangan Lagi Asal Tunjuk

    31 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Muncul Isu Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Fokus Bantu Pemerintah Tangani Pandemi!
    Nasional

    Muncul Isu Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Fokus Bantu Pemerintah Tangani Pandemi!

    21 Agustus 2021
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • LG Luncurkan TV OLED Evo untuk Streaming dan Gaming
    Teknologi

    LG Luncurkan TV OLED Evo untuk Streaming dan Gaming

  • Asosiasi Petani Jerman Sebut Harga Pangan di Negara itu Bakal Terus Naik
    Internasional

    Asosiasi Petani Jerman Sebut Harga Pangan di Negara itu Bakal Terus Naik

  • Seorang Polisi Tewas dalam Serangan di Capitol AS
    Internasional

    Seorang Polisi Tewas dalam Serangan di Capitol AS

  • TikTok Akan Rilis Aplikasi Streaming Musik
    Teknologi

    TikTok Akan Rilis Aplikasi Streaming Musik

  • Basuki Tunggu Instruksi Jokowi untuk Bangun Istana Baru di IKN
    Nasional

    Basuki Tunggu Instruksi Jokowi untuk Bangun Istana Baru di IKN

Artikel Terbaru

  • KPK Panggil Lagi Direktur Bela Parahiyangan di Kasus Suap HGB ATR/BPN, Ini Alasannya 6 November 2026
  • 7 Fakta tentang Slamet Uliandi Tersangka Baru Penyadapan Ilegal Prabowo 6 November 2026
  • Cara Menggunakan Google Drive Offline di HP Agar Tidak Kehilangan Kerja 6 November 2026
  • Samsung Galaxy A36 5G: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihan 5 November 2026
  • Pesan Kapolri ke Semua Polisi Usai Penyadapan Prabowo Terbongkar 5 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,047)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,315)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.