TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Mendukung Agresi Arab Saudi ke Yaman dan Membela Muslim Uighur, Satu Lagi Ironi dari Donald Trump!

Mendukung Agresi Arab Saudi ke Yaman dan Membela Muslim Uighur, Satu Lagi Ironi dari Donald Trump!

By Bagas F Sinaga
28 Desember 2019
1470
0
TIKTAK.ID - Mendukung agresi Arab Saudi atas rakyat Yaman dan membela muslim Uighur, satu lagi dari ironi Donald Trump!

TIKTAK.ID – Selama ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang kerap memicu sentimen keagamaan di negaranya. Sebut saja diantaranya, saat Trump mengakui yarusalem sebagai ibu kota Israel dan mengakui dataran tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel. Kemudian Trump juga menganggap penggusuran rumah-rumah Palestina di daerah pendudukan,  untuk dijadikan pemukiman warga Israel sebagai tindakan yang tidak melanggar hukum internasional. Dan yang terakhir, Trump mendukung agresi Arab Saudi atas rakyat Yaman sehingga mengakibatkan jatuhnya ribuan korban sipil dan bencana kemanusian di Yaman.

Kali ini, Trump kembali menarik perhatian. Beberapa saat lalu ia mengundang sejumlah kelompok korban persekusi di berbagai negara, termasuk Muslim Uighur, ke Gedung Putih pada Rabu, 17 Agustus.

Dalam pertemuan di Ouval Office itu, Jewher Ilham, perwakilan komunitas Muslim Uighur, menceritakan kepada Trump sedikit kisah pilunya saat hidup di Xinjiang, China.

Seperti dilansir Reuters, Ilham menyatakan ayahnya adalah salah satu dari banyak orang Uighur yang “dikurung di kamp konsentrasi” di Xinjiang. Sudah sejak 2017 Ilham tidak pernah lagi berbicara dengan ayahnya.

Tidak hanya Muslim Uighur, Gedung Putih juga mengundang tiga orang lainnya yang berasal dari kelompok korban diskriminasi China. Korban tersebut adalah Yuhua Zhang selaku praktisi Falun Gong, Nyima Lhamo, penganut Buddha Tibet; dan Manping Ouyang, seorang Kristen.

Baca juga: Warga Hongkong Demonstrasi Dukung Muslim Uighur

Selama ini, AS tengah mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi atas China akibat perlakuan mereka terhadap Muslim Uighur. Namun AS tidak kunjung mengambil keputusan terkait sanksi itu karena khawatir akan aksi balas dendam dari China. Apalagi, relasi kedua negara sendiri sudah memanas akibat perang dagang.

Selain kelompok termarjinalkan di China, Trump juga mengundang sejumlah kelompok lain dalam pertemuan itu, termasuk Muslim Rohingya dari Myanmar.

Sehari sebelum pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengumumkan hukuman tambahan kepada Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing, yang diduga bertanggung jawab atas pembantaian Rohingya.

Korban persekusi lainnya berasal dari Negara Vietnam, Korea Utara, Iran, Turki, Kuba, Eritrea, Nigeria, Sudan, hingga Afghanistan juga turut meramaikan pertemuan tersebut.

Duta Besar AS untuk Urusan Kebebasan Beragama, Sam Brownback, menuturkan pemerintahannya akan mengumumkan “langkah lanjutan” untuk menjamin kebebasan beragama dalam rapat di Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 18 Agustus.

Seperti diberitakan, kelompok minoritas Muslim Uighur di China dilaporkan tidak hidup dengan bebas. Mereka berada di bawah tekanan Pemerintah, bahkan kabarnya dipaksa masuk ke kamp-kamp di mana mereka dicekoki paham komunisme. Diduga di dalamnya terdapat upaya pelunturan keyakinan yang dianut warga Uighur.

Baca juga: Serangan Udara Afghanistan Tewaskan 17 Anggota Taliban

 

TagsAfghanistanArab SaudiChinaDonald TrumpIsraelMajelis Umum PBBMuslim UighurMyanmarRohingyaYaman

Related articles More from author

  • Mantan Koleganya Dituding 'Antek Yaman', Grace Natalie: Saya Bersaksi Tsamara Bukan Kadrun
    Nasional

    Mantan Koleganya Dituding ‘Antek Yaman’, Grace Natalie: Saya Bersaksi Tsamara Bukan Kadrun

    30 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Penasihat Presiden AS: Pemerintah Biden Tetap Lanjutkan Normalisasi Arab-Israel Warisan Trump
    Internasional

    Penasihat Presiden AS: Pemerintah Biden Tetap Lanjutkan Normalisasi Arab-Israel Warisan Trump

    1 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Taliban Kecam Sanksi Ekonomi AS
    Internasional

    Taliban Kecam Sanksi Ekonomi AS

    16 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Polisi Myanmar Tembak Mati Anak Perempuan Usia 7 Tahun
    Internasional

    Polisi Myanmar Tembak Mati Anak Perempuan Usia 7 Tahun

    25 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Ledakan Bom di Kabul, Lima Orang Tewas
    Internasional

    Ledakan Bom di Kabul, Lima Orang Tewas

    4 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng
    Internasional

    Beijing Ingatkan AS Tak Menekan China atau Akan Ada Konsekuensi ‘Tak Terbayangkan’

    31 Maret 2022
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Bareskrim Polri Jelaskan Penanganan Perkara Terbunuhnya Laskar FPI
    Nasional

    Bareskrim Polri Jelaskan Penanganan Perkara Terbunuhnya Laskar FPI

  • Tak Persoalkan Jika Ridwan Kamil Batal Gabung, Golkar: Bukan Kiamat
    Nasional

    Tak Persoalkan Jika Ridwan Kamil Batal Gabung, Golkar: Bukan Kiamat

  • Demokrat Klaim Simbol Perubahan Saat Ini Hanya Anies dan AHY
    Nasional

    Soal AHY Kandidat Cawapres Ganjar, Demokrat: Tetap Bersama Anies

  • Jadi Produser Film Guru-Guru Gokil, Dian Sastro Angkat Keseharian Para Pengajar
    Selebriti

    Jadi Produser Film Guru-Guru Gokil, Dian Sastro Angkat Keseharian Para Pengajar

  • Tips Cegah Bibir Kering Saat Puasa
    Tips & Tutorial

    Tips Cegah Bibir Kering Saat Puasa

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.