TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Biden Tinjau Kebijakan untuk Atasi Maraknya Serangan Domestik

Biden Tinjau Kebijakan untuk Atasi Maraknya Serangan Domestik

By Bagas F Sinaga
24 Januari 2021
405
0

TIKTAK.ID – Beberapa minggu pascamassa pro-Donald Trump menyerbu Capitol AS, Presiden Joe Biden memerintahkan aparat penegak hukum dan intelijen untuk melakukan penilaian penuh terhadap ancaman ideologi kekerasan domestik di Amerika Serikat. Gedung Putih mengumumkan hal itu pada Jumat (22/1/21).

“Kami menginginkan analisis berbasis fakta, di mana kami dapat membuat kebijakan,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki kepada wartawan, seperti yang dikutip dari Aljazeera.

Penilaian akan dilakukan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional berkoordinasi dengan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, tambahnya.

Psaki mengatakan bahwa, selain penilaian ancaman, Gedung Putih akan membangun kemampuan Dewan Keamanan Nasional untuk melawan kelompok-kelompok kekerasan dalam negeri, termasuk tinjauan kebijakan tentang bagaimana Pemerintah Federal dapat berbagi informasi terkait sebuah ancaman dengan lebih baik.

“Serangan 6 Januari di Capitol dan kematian serta kehancuran tragis yang terjadi menggarisbawahi apa yang kita semua ketahui: Munculnya ekstremisme kekerasan domestik adalah ancaman keamanan nasional yang serius dan terus berkembang,” kata Psaki.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah akan menghadapi masalah tersebut dengan sumber daya, kebijakan, dan “penghormatan terhadap kebebasan berbicara dan aktivitas politik yang dilindungi secara konstitusional”.

Gedung Putih juga akan mengoordinasikan Badan-badan Pemerintah yang relevan untuk “meningkatkan dan mempercepat upaya” untuk mengatasi masalah tersebut, kata Psaki.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan yang gamblang atas ancaman keamanan nasional yang oleh para pejabat dinilai sebagai sesuatu yang ditimbulkan warga orang Amerika yang dimotivasi oleh kekerasan oleh ideologi garis keras.

Keterlibatan Direktur Intelijen Nasional, sebuah kantor yang dibentuk setelah serangan 11 September 2001 untuk mencegah kekerasan dari kelompok garis keras internasional, menunjukkan bahwa pihak berwenang Amerika sedang menimbang bagaimana berupaya untuk lebih fokus terhadap kekerasan dari ancaman domestik.

Kerusuhan di Capitol, yang pekan lalu menyebabkan pemakzulan kedua Trump, memicu pertanyaan tentang apakah aparat keamanan nasional Pemerintah Federal yang selama bertahun-tahun telah bergerak secara agresif untuk memerangi ancaman dari kelompok teror asing dan pengikutnya di AS telah cukup diperlengkapi untuk mengatasi masalah tersebut? Yaitu ancaman kelompok garis keras domestik.

Ini merupakan masalah yang telah bergeliat secara berkala selama bertahun-tahun, dengan berbagai serangan -termasuk pembantaian di sinagoga Pittsburgh- memperbaharui perdebatan tentang apakah diperlukan undang-undang khusus untuk menangkal serangan domestik.

Tidak jelas kapan penilaian ancaman akan selesai atau apakah itu akan mempercepat penegakan hukum dan intelijen mendapatkan alat atau otoritas baru untuk mengatasi masalah yang menurut para pejabat terbukti menantang untuk diperangi, sebagian karena perlindungan Amandemen Pertama.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniJoe Bidenkerusuhan ASPresiden ASSerangan Domestik

Related articles More from author

  • Serangan Drone AS Tewaskan Warga Sipil Termasuk Tiga Anak Afghanistan
    Internasional

    Serangan Drone AS Tewaskan Warga Sipil Termasuk Tiga Anak Afghanistan

    6 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • 'Adu Mulut' AS dan China Soal Virus Corona di Sidang Dewan Keamanan PBB
    Internasional

    ‘Adu Mulut’ AS dan China Soal Virus Corona di Sidang Dewan Keamanan PBB

    27 Maret 2020
    By William Putra Wijaya
  • AS Berencana Jatuhi Sanksi Kapal Tanker Pengirim Minyak Iran ke Venezuela
    Internasional

    AS Berencana Jatuhi Sanksi Kapal Tanker Pengirim Minyak Iran ke Venezuela

    10 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Dua Konvoi Pasukan Koalisi AS Dihantam Ledakan di Irak
    Internasional

    Dua Konvoi Pasukan Koalisi AS Dihantam Ledakan di Irak

    14 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Pasukan AS Dilaporkan Angkut Peralatan Militer dari Irak ke Pangkalan Ilegalnya di Suriah
    Internasional

    Pasukan AS Dilaporkan Angkut Peralatan Militer dari Irak ke Pangkalan Ilegalnya di Suriah

    5 April 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 24 Orang
    Internasional

    Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 24 Orang

    27 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pengamat: Anies Butuh Cawapres dari Unsur Militer
    Nasional

    Pengamat: Anies Butuh Cawapres dari Unsur Militer

  • Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Resmi Dimulai
    Internasional

    Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Resmi Dimulai

  • Istana Buka-bukaan Alasan Jokowi Terapkan Kebijakan Tapera
    Nasional

    Istana Buka-bukaan Alasan Jokowi Terapkan Kebijakan Tapera

  • Rizieq Shihab Tak Bisa Pulang, Fadli Zon Sebut Ada Invisible Hand
    InternasionalNasional

    Pernyataan Fadli Zon Usai Ditunjuk sebagai Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina

  • Izin Acara Desak Anies di Yogyakarta Mendadak Dicabut, Total Sudah 7 Kali
    Nasional

    Izin Acara Desak Anies di Yogyakarta Mendadak Dicabut, Total Sudah 7 Kali

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.