TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Direktur Intelijen AS Tuding China ‘Ancaman Terbesar Demokrasi dan Kebebasan’

Direktur Intelijen AS Tuding China ‘Ancaman Terbesar Demokrasi dan Kebebasan’

By William Putra Wijaya
4 Desember 2020
686
0
John Ratcliffe

TIKTAK.ID – Pejabat tinggi intelijen AS pada Kamis (3/12/20) kemarin menyebut China sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua dan menuduh Beijing memilki ambisi untuk dominasi global.

“Intelijennya menjelaskan: Beijing bermaksud untuk mendominasi AS dan seluruh planet secara ekonomi, militer, dan teknologi,” kata Direktur Intelijen Nasional, John Ratcliffe dalam artikel opininya di situs Wall Street Journal.

Dikutip dari Reuters, Ratcliffe, mantan anggota kongres Partai Republik yang ditunjuk oleh Presiden Donald Trump untuk menjabat sebagai mata-mata teratas AS pada musim semi lalu, mengatakan China merupakan “ancaman terbesar bagi Amerika saat ini, dan ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua”.

Dia mengatakan bahwa dirinya telah mengalihkan sumber daya anggaran Federal tahunan sebesar $ 85 miliar yang dialokasikan untuk intelijen demi meningkatkan fokus terhadap China.

Ratcliffe mengatakan pendekatan spionase ekonomi China ada tiga: “Rob, Replicate and Replace”.

Dia menerangkan strategi Beijing adalah mencuri kekayaan intelektual perusahaan Amerika, menyalinnya, dan kemudian menggantikan perusahaan AS di pasar global.

Terkait tuduhan itu, Juru Bicara kedutaan China membantah tudingan Ratcliffe dan menyebutnya sebagai “memutarbalikkan fakta” dan munafik, dan mengatakan bahwa komentar tersebut menunjukkan “pola pikir Perang Dingin yang mengakar dan prasangka ideologis dari beberapa orang di AS”.

Beijing sering meminta para pemimpin AS untuk tidak memutar balik retorika mereka tentang China, hanya karena ketakutan mereka akan peran China yang semakin meningkat di dunia.

Esai Ratcliffe adalah laporan terbaru melawan China dari pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai upaya memperkuat warisan keras presiden yang akan keluar dari Gedung Putih setelah kekalahannya dalam pemilihan 3 November.

Pendekatan Trump telah membawa hubungan antara dua negara ekonomi terbesar dunia ke titik terendahnya dalam beberapa dekade dan analis mengatakan hal itu akan menjadi pekerjaan rumah pemerintahan Biden yang akan datang saat berhubungan dengan Beijing.

Ratcliffe menyinggung laporan yang dikumpulkan oleh Badan Intelijen AS bahwa perwakilan China berusaha mencampuri politik dalam negeri AS.

Dia juga menuduh China telah mencuri teknologi pertahanan AS untuk mendorong rencana modernisasi militer Presiden Xi Jinping.

“Pemilihan sudah selesai. Sekarang mari kita jujur tentang China,” kata Ratcliffe kepada Reuters setelah artikelnya itu diterbitkan.

Masalah lain yang menimpa Washington dan Beijing adalah perselisihan mengenai penanganan wabah virus Corona oleh China, cengkeramannya yang semakin ketat di Hong Kong, klaim yang disengketakan di Laut China Selatan, perdagangan, dan tuduhan kejahatan hak asasi manusia di Xinjiang.

Dalam esainya, Ratcliffe mengatakan pihak berwenang China telah “melakukan pengujian manusia” pada anggota tentara China “dengan harapan mengembangkan tentara dengan kemampuan yang ditingkatkan secara biologis”. Namun dia tidak menjelaskan lebih detail soal itu.

Lembaga think tank yang berbasis di AS telah melaporkan bahwa China semakin mementingkan bioteknologi dalam strategi militernya, tetapi mereka belum merilis laporan terperinci tentang jenis pengujian yang dituduhkan oleh Ratcliffe.

Dalam pernyataan yang dikirim melalui email, Jubir Kedutaan China mengatakan, “Tidak ada yang pantas mendapatkan gelar Empire of Hacking and Spying lebih baik dari AS” dan menuduh bahwa baik Pemerintah maupun perusahaan AS telah lama melakukan “pencurian, pengawasan, dan serangan dunia maya berskala besar, terorganisir, dan tanpa pandang bulu”.

Bonnie Glaser, pakar Asia di lembaga pemikir Pusa…

TagsBerita Dunia Hari IniChinademokrasiDirektur Intelijen ASJohn RatcliffeKonflik AS-China

Related articles More from author

  • Cegah Virus Corona Menggila, China Isolasi 13 Kota dan Karantina 41 Juta Warganya
    Internasional

    Cegah Virus Corona Menggila, China Isolasi 13 Kota dan Karantina 41 Juta Warganya

    25 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Top! IMF Bilang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua setelah China
    Nasional

    Top! IMF Bilang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua setelah China

    25 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Dituduh Lecehkan Belasan Wanita, Gubernur New York Mengundurkan Diri
    Internasional

    Dituduh Lecehkan Belasan Wanita, Gubernur New York Mengundurkan Diri

    13 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Jokowi Jawab Kritik Anies Baswedan Soal Kemunduran Demokrasi
    Nasional

    Jokowi Jawab Kritik Anies Baswedan Soal Kemunduran Demokrasi

    20 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • AS Gunakan WhatsApp untuk Mata-matai Penggunanya di Berbagai Negara
    InternasionalTeknologi

    AS Gunakan WhatsApp untuk Mata-matai Penggunanya di Berbagai Negara

    21 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Sejumlah Pemimpin Myanmar Ditahan Kelompok Militer
    Internasional

    Sejumlah Pemimpin Myanmar Ditahan Kelompok Militer

    1 Februari 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Peneliti: Ribut-ribut Sandiaga Vs Putra Nababan Lucu!
    Nasional

    Peneliti: Ribut-ribut Sandiaga Vs Putra Nababan Lucu!

  • Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Cegah Kematian Dini, Mitos atau Fakta?
    Tips & Tutorial

    Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Cegah Kematian Dini, Mitos atau Fakta?

  • Virus Maut Korona Mulai Serang Amerika, Turis China Terancam Ditolak di Seluruh Dunia?
    Internasional

    Virus Maut Korona Mulai Serang Amerika, Turis China Terancam Ditolak di Seluruh Dunia?

  • Waketum MUI Jadi Sorotan Usai Kritik Jokowi, Siapa Sebenarnya Anwar Abbas?
    Nasional

    Waketum MUI Jadi Sorotan Usai Kritik Jokowi, Siapa Sebenarnya Anwar Abbas?

  • Rela Pasang Badan untuk Jokowi, Megawati Dinilai Tak Siap Berdemokrasi
    Nasional

    Rela Pasang Badan untuk Jokowi, Megawati Dinilai Tak Siap Berdemokrasi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.