#
Keluarga almarhum Mad Sunarto di Desa Tugu, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, harus kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka ludes terbakar. Melihat kondisi ini, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak kini menyiapkan bantuan untuk membangun kembali hunian yang lebih layak bagi keluarga tersebut. Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau lokasi kebakaran pada Kamis (1/10). Dalam kunjungan tersebut, Lilis menyerahkan bantuan berupa perabot rumah tangga, sembako, dan uang tunai kepada keluarga korban. Dukungan selanjutnya difokuskan pada pembangunan kembali rumah keluarga yang masuk kategori prasejahtera tersebut. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT “Kami akan membantu lewat kolaborasi bersama Dinsos, PMI, dan unsur lainnya, termasuk Karang Taruna, untuk bergotong royong membangunkan rumah almarhum Pak Mad Sunarto,” kata Lilis. Rumah yang ditempati dua anak almarhum, Tugimin dan Tursini, terbakar pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta hingga Rp30 juta. Rumah dengan konstruksi tradisional Jawa yang sudah berusia tua tersebut diduga terbakar akibat korsleting listrik. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB setelah petugas pemadam kebakaran, BPBD, PLN, serta unsur Forkopimcam Buayan datang ke lokasi. Pembangunan hunian baru direncanakan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Dinas Sosial, PMI, Baznas, BPBD, Karang Taruna, dan unsur terkait lainnya. Rumah Tugimin ju
—
*Berita ini merupakan rewrite dari sumber berita terpercaya untuk tiktak.id.*
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










