Tag: Zainut Tauhid

  • Singgung Bahaya Dai Berpaham Takfiri, Wamenag Jelaskan Tujuan Sertifikasi Penceramah

    Singgung Bahaya Dai Berpaham Takfiri, Wamenag Jelaskan Tujuan Sertifikasi Penceramah

    TIKTAK.ID – Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi mengatakan program sertifikasi penceramah bertujuan untuk menyaring pemahaman yang sampai kepada umat dari dai yang berpaham radikal, yang salah satu cirinya yaitu mengafirkan pihak lain.

    “Jadi setiap dai dan penceramah agama harus terbebas dari unsur paham radikal tersebut. Sebab, hal itu bisa mengancam eksistensi Pancasila, NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Zainut, dalam keterangan resmi, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (8/9/20).

    Kemudian Zainut menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan paham radikal itu mesti memenuhi tiga unsur. Unsur pertama, yakni paham yang menistakan nilai-nilai kemanusiaan. Unsur kedua, paham yang mengingkari nilai-nilai kesepakatan nasional, seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Baca juga : Eks Dirut Transjakarta: Buronan Diangkat Anies Baswedan, Diciduk Kejaksaan

    “Dan ketiga, paham yang menolak kebenaran paham orang lain, menganggap hanya kelompoknya yang paling benar, sedangkan orang lain dianggap sesat atau kafir (takfiri),” terang Zainut.

    Zainut pun menegaskan bahwa program penceramah bersertifikat sifatnya sukarela, bukan kewajiban. Ia menilai tidak ada alasan program itu akan menjadi ancaman bagi dai dan penceramah agama yang tidak mengikutinya.

    “Karena tidak ada sanksi apa pun yang akan diberikan kepada penceramah yang tidak mengikutinya,” tutur Zainut.

    Baca juga : Usai Pernyataan Puan Tuai Polemik, PDIP Janji Sumatera Barat Tetap Dibangun oleh Jokowi

    Zainut menyatakan program tersebut juga sudah sering dilakukan oleh ormas-ormas Islam atau lembaga keagamaan lainnya. Menurutnya, hal itu bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas para dai dan penceramah agama, sehingga memiliki bekal dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam berdakwah.

    Zainut lantas mencontohkan bahwa seorang penceramah agama perlu dibekali dengan ilmu psikologi massa hingga public speaking.

    Halaman selanjutnya…

  • Ini Penjelasan Wamenag Saat Terciduk Beri Like Konten Porno di Twitter

    Ini Penjelasan Wamenag Saat Terciduk Beri Like Konten Porno di Twitter

    TIKTAK.ID – Jagad media sosial tak pernah sepi dari isu-isu yang menerpa berbagai kalangan, utamanya tokoh publik tak terkecuali pejabat negara. Kali ini media sosial kembali geger setelah beredar sebuah gambar tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan akun twitter Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi, memberi like (menyukai) konten pornografi.

    Peristiwa beredarnya gambar tangkapan layar tersebut terjadi persis dua hari setelah Zainut dilantik Jokowi sebagai Wamenag.

    Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Akan Demo Lagi Tagih Perppu KPK

    Zainut kemudian mengklarifikasi peristiwa ini dengan mengatakan bahwa akun twitter miliknya telah diretas (dihack) oleh oknum tak bertanggung jawab.

    “Saya sudah laporkan kejadian tersebut ke Subdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya,” kata Zainut di hadapan awak media di Jakarta, Minggu (27/10/19).

    TIKTAK.ID - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi, Saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan

    Zainut melaporkan lebih dari 32 akun media sosial yang diduga melakukan pencemaran nama baik dan fitnah serta dugaan peretasan dan penyebaran konten yang melanggar kesusilaan.

    Akun twitter Zainut, yang memiliki tiga ribuan followers itu, selama ini dikelola oleh tim media (admin). Dirinya baru mengetahui jika akunnya diretas setelah memperoleh laporan dari admin yang diketuai Sya’ron Mubarok.

    Saat ini akun twitter Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dalam keadaan terkunci.

    Baca Juga: Lagu ‘Tanah Perjanjian’, Pesan Glenn Fredly Tentang Papua Untuk Jokowi