Tag: Yunani

  • Resep Lukumades, Donat Yunani Tanpa Diuleni

    Resep Lukumades, Donat Yunani Tanpa Diuleni

    TIKTAK.ID – Lukumades atau Loukoumades merupakan donat versi Yunani yang belakangan ini menjadi tren di Indonesia. Banyak orang membuat Lukumades selama di rumah karena proses pembuatannya cukup mudah dan tidak perlu diuleni.

    Salah satu ciri khas Lukumades yakni bentuknya bundar seperti bola, lalu disiram madu sebelum disantap.

    Pada resep asli Lukumades, madu yang digunakan berasal dari daerah Yunani. Warga lokal pun mempercayai bahwa madu dapat meningkatkan imun tubuh terhadap alergi.

    Biasanya, cara penyajian tradisional Lukumades dengan dihidangkan di atas kertas koran atau kertas kuno. Lukumades pun makin nikmat jika disantap bersama secangkir kopi kental.

    Jika penasaran ingin mencoba Lukumades, berikut ini resepnya, seperti dikutip Kompas.com dari The Spruce Eats.

    Bahan Lukumades:
    1 sendok makan ragi
    1 cangkir (250 ml) air hangat suam-suam kuku untuk melarutkan ragi
    5 1/2 cangkir (610 gr) tepung terigu serba guna
    1 sendok teh garam
    Air hangat secukupnya
    2 cangkir (450 gr) gula
    1 cangkir (250 ml) madu
    1 gelas air
    Bubuk kayu manis secukupnya untuk taburan
    1 cangkir (250 ml) minyak (kurang lebih untuk menggoreng)

    Cara membuat Lukumades:
    1. Pertama, larutkan ragi dalam air, diamkan hingga ragi aktif, selama 10 hingga 15 menit. Jika sudah terlihat sedikit berbusa di bagian atas air, berarti ragi aktif.
    2. Campur rata tepung dan garam dalam mangkuk adonan, lalu buat lubang di tepung dan tuangkan campuran ragi.
    3. Campur tepung dan ragi, sambil ditambahkan air hangat perlahan-lahan sampai terbentuk adonan yang lembut dan lengket. Pada proses ini kamu hanya perlu mengandalkan perasaan.
    4. Kemudian tutup adonan dengan lap bersih dan lembap. Diamkan adonan hingga mengembang dua kali lipat.
    5. Sambil menunggu adonan donat mengembang, didihkan gula, madu, dan air. Rebus selama enam menit, lalu angkat dari api dan biarkan tetap hangat.
    6. Panaskan minyak di dalam wajan. Gunakan sendok makan takar untuk menbentuk bola adonan, dan masukkan adonan ke dalam minyak panas.
    8. Jika adonan sudah mulai mengapung dan sudah berwarna keemasan dan mengembang, maka angkat. Tiriskan Lukumades pada wadah yang beralas kertas tisu untuk menyerap minyak.
    9. Tata Lukumades yang masih panas di atas piring saji. Tuangkan madu ke atasnya, lalu taburi dengan bubuk kayu manis. Kamu juga dapat menambahkan es krim vanilla agar rasanya semakin mantap.

  • Harry Maguire Divonis 21 Bulan Penjara Akibat Kasus Penyerangan di Yunani

    Harry Maguire Divonis 21 Bulan Penjara Akibat Kasus Penyerangan di Yunani

    TIKTAK.ID – Bek Manchester United, Harry Maguire, divonis bersalah pada kasus perkelahian di Yunani. Maguire dikenai hukuman penjara selama 21 bulan 10 hari.

    Maguire dengan dua orang lainnya mengalami penahanan sesudah tersangkut perkelahian saat tengah berlibur di Mykonos, Yunani, Kamis (20/8/20) waktu setempat. Ia terlibat adu pukul dengan sejumlah orang yang satu di antaranya merupakan polisi setempat.

    Pelaksanaan persidangan berlangsung di pulau Syros pada Selasa (25/8/20) waktu setempat mengungkapkan bahwa Maguire terbukti bersalah terhadap segala tuduhan yang disematkan kepadanya. Kapten MU itu terbukti bersalah terhadap penyerangan, tidak terima ketika akan ditangkap, dan tindakan percobaan menyuap.

    Terhadap tindakannya itu Maguire dijatuhi hukuman penjara selama 21 bulan 10 hari. Walaupun begitu, Maguire tak bakal dijebloskan ke jeruji besi.

    Sebagaimana dilansir Detik Sport mengutip dari Sky Sports, Rabu (26/8/20) menyatakan bahwa hukuman penjara bakal ditangguhkan lantaran dipandang sebagai kejahatan pertama dan dakwaan untuknya masuk kategori tindak pidana ringan. Maguire dan tim kuasa hukumnya bakal mengajukan banding terhadap putusan ini.

    “Menyusul persidangan hari ini, saya telah menginstruksikan tim kuasa hukum saya agar secepatnya menginformasikan kepada pengadilan bahwa kami bakal mengajukan banding,” ungkap pria kelahiran Sheffield 5 Maret 1993 itu.

    “Saya senantiasa kuat dan yakin bahwa kami tak bersalah dalam hal ini. Justru saya, keluarga, dan teman-teman saya adalah korban,” lanjut pemain Timnas Inggris itu.

    Di samping itu, pengacara korban mengungkapkan bahwa korban tengah menanti permintaan maaf dari Maguire. Mereka kaget dengan sikap Maguire dan rekan-rekannya.

    “Saat Anda merupakan seorang atlet dan panutan, Anda perlu menerima apa yang telah Anda lakukan dan minta maaf,” kata sang pengacara.

    “Hingga hari ini, kami belum mendapatkan itu. Mereka bilang ini semua adalah salah polisi.”

    “Ini tak diterima oleh pengadilan. Para korban dan polisi diserang. Satu-satunya hal yang mereka inginkan adalah permintaan maaf,” terangnya.

  • Berkat Restu Prabowo, Perusahaan Raksasa Yunani Scytalys Tancapkan Kukunya di Indonesia

    Berkat Restu Prabowo, Perusahaan Raksasa Yunani Scytalys Tancapkan Kukunya di Indonesia

    TIKTAK.ID – Scytalys, perusahaan raksasa asal Yunani, sudah dipastikan sebagai pihak yang memperoleh kuasa terhadap pembangunan sistem pertahanan terpadu antara pertahanan darat, laut dan udara Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Kepastian Scytalys bakal menempatkan cakar usahanya di Indonesia, diperoleh melalui siaran resmi yang diperlihatkan laman situs resminya.

    Baca juga: Prabowo Wacanakan Pendidikan Militer 1 Semester untuk Mahasiswa, Buat Apa?

    Sebagaimana dilansir VIVA Militer, Sabtu (15/8/20), diungkapkan pada kesepakatan kontrak bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Scytalys memperoleh besar kontrak senilai 49 juta Dollar Amerika atau sekitar Rp730 miliar.

    Perusahaan yang bercokol di negeri mitologi para dewa ini, mengklaim nilai kontrak tersebut diperoleh dari Kementerian yang pucuk pimpinannya tengah dijabat Letnan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto via tender terbuka dan transparan.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Sakit Hati dan Tagih Ambisi Jokowi Soal Nasib Kelautan

    Scytalys menyatakan, dana sebesar itu akan dipakai untuk membangun sejumlah elemen yang bakal memperkuat sistem pertahanan TNI yang terpusat atau kerap disebut dengan Command, Control, Communication, Computer, Intellegence, Surveilance, and Reconnaisance (C4ISR).

    Halaman selanjutnya…

  • Yunani Halau Ribuan Imigran Suriah dari Turki

    Yunani Halau Ribuan Imigran Suriah dari Turki

    TIKTAK.ID – Yunani sengaja mengambil “jalan besi” demi menutup permohonan suaka baru untuk bulan depan. Hal itu dilakukan Yunani sebagai respons atas kebijakan Turki yang “membuka pintu” bagi para imigran untuk menyeberang ke Eropa, seperti yang dilaporkan BBC.

    Penangguhan permohonan suaka itu disampaikan Perdana Menteri Yunani, Mitsotakis. Melalui akun Twitternya, Mitsotakis mengumumkan pada Minggu (1/3/20) malam, bahwa Yunani telah mengajukan klausa darurat perjanjian UE “untuk memastikan dukungan penuh Eropa”.

    “Perbatasan Yunani adalah perbatasan eksternal Eropa. Kami akan melindungi perbatasan,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa ia akan mengunjungi perbatasan darat Evros dengan Turki bersama Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada Selasa ini.

    Baca juga: Lagi, Muslim Rohingya Menjadi Korban Pembantaian

    “Sekali lagi, jangan mencoba memasuki Yunani secara ilegal – Anda akan dikirim balik,” katanya.

    Pemerintah Yunani juga mengatakan bahwa hampir 10.000 imigran dihadang untuk memasuki Yunani dalam 24 jam terakhir.

    Secara terpisah, polisi Yunani mengatakan setidaknya 500 imigran dengan tujuh kapal telah mencapai pulau-pulau Lesbos, Samos dan Chios, di Yunani. Sementara kamp-kamp untuk para imigran di pulau-pulau itu sudah sangat padat.

    Halaman selanjutnya…

  • Situasi Mencekam Akibat Bentrok antara Demonstran Penolak Kamp Imigran dan Polisi di Yunani

    Situasi Mencekam Akibat Bentrok antara Demonstran Penolak Kamp Imigran dan Polisi di Yunani

    TIKTAK.ID – Bentrok antara Polisi anti huru-hara dengan penduduk Kepulauan Aegean Yunani membuat situasi di kepulauan itu mencekam. Penduduk setempat memprotes keputusan Pemerintah Yunani untuk membuat kamp-kamp tahanan bagi imigran atau para pengungsi, seperti yang dilaporkan The Guardian, Rabu (26/2/20).

    Penduduk setempat memprotes kebijakan Pemerintah itu karena mereka khawatir skema itu akan memunculkan gelombang kedatangan para imigran dari Turki ke pulau-pulau kecil di Yunani Timur.

    “Ketakutan besar kami adalah bila darah akan tumpah,” kata Wakil Wali Kota Mytilene, kota utama Lesbos, Efstratios Tzimis. “Ini adalah peristiwa yang sangat buruk, sebab orang-orang Yunani saling bentrok.”

    Di Lesbos, penduduk setempat terlibat bentrokan langsung dengan polisi yang berusaha membubarkan demonstran dengan gas air mata dan granat setrum. Saat itu demonstran berkumpul di lokasi puncak bukit.

    Baca juga: Tak Becus Atasi Wabah Corona, Presiden Korsel Hadapi Petisi Pemakzulan Diteken Lebih Sejuta Warganya

    Di Chios, penduduk setempat yang marah menyerbu sebuah hotel yang digunakan oleh unit polisi yang dikirim dari Athena. Serangan ke polisi itu setidaknya melukai delapan petugas. Setelah melakukan serangan mereka langsung melarikan diri.

    Sehari sebelumnya, polisi anti huru-hara dikirim ke pulau-pulau itu dengan buldoser dan alat berat lainnya untuk memulai pembangunan instalasi bagi imigran. Namun langkah itu membuat marah penduduk setempat. Padahal, sebelumnya masyarakat menunjukkan rasa simpati luar biasa kepada para pengungsi.

    Terlepas dari kekacauan yang terus meningkat, pemerintah Perdana Menteri, Kyriakos Mitsotakis, bersumpah melanjutkan rencana tersebut.

    Halaman selanjutnya…