Tag: Yenny Wahid

  • Keluarga Gus Dur Dukung Pramono-Rano, Ungkit Soal Pelecehan Perempuan

    Keluarga Gus Dur Dukung Pramono-Rano, Ungkit Soal Pelecehan Perempuan

    TIKTAK.ID – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, terlihat mendatangi kediaman keluarga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Pondok Pesantren Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/11/24). Mereka pun disambut istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, dan putrinya Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid.

    Mantan Sekretaris Kabinet tersebut memperoleh dukungan dari keluarga Gus Dur, lantaran calon Wakil Gubernur yang diusungnya adalah Rano Karno.

    “Kader di Jakarta, kan, banyak dari masyarakat Betawi, sehingga tentu menginginkan tokoh Betawi juga. Nah di sini terdapat Bang Doel (Rano Karno),” ujar Yenny Wahid, seperti dikutip Tempo.co dari keterangan tertulis Tim Pramono Anung, pada Sabtu (2/11/24).

    Baca juga : Ketum Parpol Minta Rutin Bertemu Prabowo, Buat Apa?

    Menurut Yenny, pasangan nomor urut 3 tersebut tak pernah mengeluarkan pernyataan yang melecehkan perempuan. Dia menegaskan bahwa sikap seperti ini penting untuk menilai kriteria pemimpin yang sedang melaju di Pilkada.

    “Beliau tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang melecehkan perempuan, mengenai janda dan lain sebagainya. Itu juga menjadi hal yang sangat penting buat kita,” terang Yenny.

    Dalam kunjungan tersebut, Pramono dan Rano Karno juga mendapatkan wejangan dari Sinta Nuriyah tentang kesetaraan gender. Sinta meminta jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta nanti, keduanya bisa memperhatikan gender dengan saksama.

    Baca juga : Ahmad Luthfi Ungkap Sinyal Jokowi Akhirnya Turun Gunung Jadi Jurkam

    Sinta mengatakan laki-laki dan perempuan merupakan hal yang serupa. Ia menyatakan bila laki-laki adalah pakaian bagi perempuan, maka begitu pula sebaliknya.

    “Saya ingin seluruh warga Jakarta diperhatikan hak hidupnya, apapun status dan jenis kelaminnya,” tutur Sinta.

    Sinta juga berharap pasangan Pramono-Rano mampu memimpin Jakarta dengan adil dan baik. Ia lantas mendesak pasangan yang diusung PDIP ini agar menghormati dan tidak merendahkan perempuan.

    “Muliakanlah perempuan. Sebab, jika tidak ada perempuan, kita semua di sini tidak akan dilahirkan ke dunia,” kata Sinta.

    Baca juga : MAKI Minta Tiket Rp90 Juta per Penumpang Dibayar Kaesang, Usai KPK Tetapkan ‘Nebeng’ Jet Pribadi Bukan Gratifikasi

    Untuk diketahui, dalam lanskap Pilkada Jakarta 2024, Pramono-Rano Karno bersaing dengan pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono, dan pasangan nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana. Mereka dijadwalkan melakukan debat ketiga Pilkada pada Minggu (17/11/24) mendatang, dengan isu debat mengenai tata kota dan perubahan iklim.

  • Putri Gus Dur Beberkan Alasan Dirinya Dukung Ganjar-Mahfud

    Putri Gus Dur Beberkan Alasan Dirinya Dukung Ganjar-Mahfud

    TIKTAK.ID – Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid mengaku mendukung pasangan presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD karena alasan filosofis dan praktis. Dia menilai pasangan nomor urut 3 ini saling mendorong perdamaian.

    “Saya sangat terbantu oleh Ganjar Pranowo. Saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, dia banyak memberikan dukungan bagi program-program untuk menciptakan kedamaian terutama di akar rumput,” ujar Yenny di Balai Sarbini, Jakarta, pada Rabu malam (3/1/24), seperti dikutip Tempo.co dari keterangan tertulis.

    Untuk diketahui, program kedamaian tersebut bernama Desa Damai yang diusung Yenny Wahid sebagai Direktur Wahid Foundation. Desa Damai bertujuan membangun ketahanan dan kohesi sosial di tingkat desa melalui pendekatan ekonomi, pelatihan, pencegahan konflik, toleransi, serta pemberdayaan perempuan.

    Baca juga : Jokowi Diisukan Buntuti Daerah Kampanye Ganjar, Istana: Salahnya Apa?

    Yenny meyebut Ganjar pernah mendukung program tersebut, demi menciptakan kedamaian hingga pelosok desa di Jawa Tengah. Dia juga mengatakan Ganjar mendorong keberhasilan program Sekolah Damai.

    “Program Desa Damai dan program Sekolah Damai didukung oleh Pak Ganjar. Beliau sering hadir di acara-acara kami. Untuk itu, saya mengerti betul komitmen beliau dalam menciptakan kedamaian,” tutur Yenny.

    Kemudian Yenny menyatakan Mahfud MD merupakan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan alias Menkopolhukam yang juga mendukung perdamaian. Dia menjelaskan bahwa salah satunya karena mengusulkan Perpres Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan.

    Baca juga : Soal Isu Keretakan Timnas AMIN, Petinggi NasDem Minta Maaf ke Sudirman Said

    “Kebetulan kami ikut terlibat di dalamnya. Menkopolhukam-nya Pak Mahfud MD yang tanpa segan-segan langsung mendorong agar aturan ini dapat disahkan menjadi sebuah aturan legal,” terang Yenny.

    “Yang kemudian memayungi gerakan-gerakan untuk menciptakan perdamaian dan mencegah konflik di masyarakat. Jadi alasan saya mendukung pasangan Ganjar-Mahfud, komitmen mereka pada perdamaian sudah teruji,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Mahfud MD tampak menghadiri Konser Lilin Putih di Balai Sarbini, pada Rabu malam (3/1/24). Dalam sambutannya, Mahfud menganggap bagi seorang Muslim di Indonesia, nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan itu penting.

    Baca juga : Gibran Respons Pengeroyokan Relawan Ganjar oleh Oknum TNI

    “Saya merefleksi pada pengalaman pribadi saya dulu, ajakan kesatuan bangsa merupakan perjuangan yang saya lakukan sejak ikut dalam gerakan-gerakan mahasiswa,” ucap Mahfud MD seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

  • Putri Gus Dur Siap Bersaing Sehat dengan Khofifah dan Menangkan Ganjar-Mahfud di Jatim

    Putri Gus Dur Siap Bersaing Sehat dengan Khofifah dan Menangkan Ganjar-Mahfud di Jatim

    TIKTAK.ID – Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Yenny Wahid mengaku siap untuk bersaing dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang disebut-sebut bakal memenangkan bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jawa Timur.

    “Ya, nanti kita bersaing secara sehat, demi demokrasi yang lebih baik untuk Indonesia,” ujar Yenny di Gedung High End, Jakarta, pada Rabu (8/11/23), seperti dilansir Republika.co.id.

    Yenny pun mengatakan tidak khawatir dengan kekuatan Khofifah. Pasalnya, kata Yenny, persaingan ini dipastikan bakal berjalan secara sehat dalam merebut suara di Jawa Timur.

    Baca juga : Prabowo Resmi Serahkan Beasiswa Kuliah Unhan ke 22 Mahasiswa Palestina

    “Selama persaingan ini sehat, maka kami harus jalan dan kami melakukan itu dengan hati. Perjuangan kami selalu berdasarkan hati nurani,” tutur Yenny.

    Kemudian Yenny menegaskan bahwa dirinya juga orang Jawa Timur. Oleh sebab itu, dia optimis akan dibantu oleh teman-temannya sesama orang Jawa Timur dalam memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    “Saya juga orang Jawa Timur, jadi masih banyaklah kenalan-kenalan,” terang putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut.

    Baca juga : Ini Sederet Anak Presiden yang Masuk TPN Prabowo-Gibran

    Sebelumnya, pada Senin (6/11/23), Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sempat menyebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bertanggung jawab dalam memenangkan bakal Capres Prabowo Subianto dan bakal Cawapres Gibran Rakabuming Raka di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Untuk Jawa Timur, Ibu Khofifah didampingi oleh Pakde Karwo,” ucap Airlangga dalam acara HUT ke-59 Partai Golkar yang digelar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Senin.

    Airlangga menilai tim pemenangan Prabowo-Gibran di Jatim akan sangat kuat dan optimistis Prabowo mampu menang di wilayah itu.

    Baca juga : Anies Ikut Komentari Putusan MKMK Copot Anwar Usman dari Ketua MK

    “Jadi kalau sudah penyerangnya dua Pak (Prabowo), tandem, sepertinya kita di Jatim juga menang Pak,” terang Airlangga.

    Sementara itu, Khofifah tersenyum saat merespons pertanyaan dirinya positif bakal gabung dan jadi penyerang untuk Prabowo-Gibran di Jawa Timur. Khofifah menjawab pertanyaan itu setelah menghadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Kepala Desa Jawa Timur di Kota Batu, Jawa Timur, pada Selasa (7/11/23) malam. Khofifah justru balik bertanya sambil tersenyum.

    “Positif apa?” kata Khofifah.

    Baca juga : Dicopot dari Ketua MK, Ipar Jokowi: Jabatan Milik Allah

    Mengutip Kompas.com, Khofifah tampak mengenakan kerudung kuning saat berada di Kota Batu, Jawa Timur. Dia juga memakai kerudung warna yang sama ketika menghadiri puncak HUT ke-59 Partai Golkar di Jakarta, pada Senin (6/11/23).

  • Begini Kata Kubu AMIN Usai Putri Gus Dur Nyatakan Dukung Ganjar

    Begini Kata Kubu AMIN Usai Putri Gus Dur Nyatakan Dukung Ganjar

    TIKTAK.ID – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengaku telah meminta izin kepada bakal calon presiden (Bacapres) Prabowo Subianto, setelah resmi mengumumkan mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    Akan tetapi, Yenny mengatakan tidak sempat bertemu secara langsung dengan Prabowo. Yenny pun menyampaikan izin itu lewat orang dekat Prabowo.

    “Saya tidak bertemu langsung dengan Pak Prabowo. Tapi saya bertemu dengan orang-orang terdekatnya dan saya sudah menyampaikan,” ujar alumnus Universitas Trisakti tersebut di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Jumat (27/10/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP karena Dukung Prabowo, Bagaimana dengan Gibran?

    Yenny tidak mengungkap siapa orang dekat Prabowo yang dimaksud. Wanita kelahiran Kabupaten Jombang, 29 Oktober 1974 ini menilai kalau hal itu merupakan rahasia.

    Untuk diketahui, pada 6 September lalu, Yenny sempat bertemu dengan Prabowo di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Setelah pertemuan tersebut, Yenny yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengeklaim banyak kiai NU yang bersimpati kepada Prabowo.

    Di sisi lain, Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said mengatakan tidak masalah dengan keputusan Yenny Wahid mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024. Dia menganggap siapa pun boleh mendukung calon mana pun. Dia pun menghargai keputusan Yenny dan keluarga Gus Dur untuk mendukung Ganjar-Mahfud.

    Baca juga : Klaim Gibran Cawapres Tak Akan Pengaruhi Suara Ganjar-Mahfud, Hanura: Masyarakat Sudah Pintar Memilih

    “Kita menghargai sikap politik karena kan memang pilihannya ada tiga, sehingga tiap pribadi boleh punya pilihan dan kita hormati pilihan itu,” tutur Sudirman di Gedung Joeang ’45, Jakarta, pada Jumat (27/10/23).

    Sudirman enggan berkomentar mengenai kemungkinan suara Anies-Muhaimin tergerus akibat keputusan Yenny. Terlebih lagi terkait perseteruan antara keluarga Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar.

    Sudirman menjelaskan bahwa pasangan calon mana pun punya tujuan yang sama, yakni menghadirkan perbaikan bangsa. Dia menegaskan bahwa perbedaan pilihan saat Pilpres hanya bersifat sementara.

    Baca juga : Muncul Dugaan AMIN Tak Akan Lanjutkan Proyek IKN, Cak Imin Buka Suara

    “Insyaallah Pemilu ini bisa berjalan dengan lancar, adil, jujur, objektif, dan penyelenggara negara mampu bersikap netral,” kata Sudirman.

  • Balas Yenny yang Sebut Ogah Dukung AMIN, Cak Imin: Gak Ngaruh

    Balas Yenny yang Sebut Ogah Dukung AMIN, Cak Imin: Gak Ngaruh

    TIKTAK.ID – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus politikus, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid menyatakan enggan bergabung dengan tim pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN). Cak Imin pun membalas pernyataan Yenny.

    Awalnya, Yenny menjawab soal peluang dirinya menjadi calon wakil presiden (Cawapres). Ia mengatakan tengah fokus pada hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat.

    “Persiapan opo? Rasah (tidak usah) geer to, Mas Mas. Udah saya malah ingin fokusnya itu tadi, ada banyak sekali hal-hal yang perlu menjadi perhatian kita. Pilpres ini memang penting, namun tanpa Pilpres pun kita harus tetap berjuang demi kepentingan masyarakat,” ujar Yenny, seperti dilansir detikJogja, Jumat (13/10/23).

    Baca juga : Syahrul Yasin Limpo Ditahan KPK, Jusuf Kalla: Tentu Kita Prihatin

    Kemudian Yenny mengeklaim tidak ada pendekatan khusus kepada bakal calon presiden (Bacapres) Prabowo Subianto. Sebab, dia sudah merasa dekat dengan Prabowo maupun Ganjar Pranowo. Yenny juga masih belum bisa memastikan soal kesediaan menjadi Cawapres.

    “Siapa yang melakukan pendekatan khusus? Udah dekat kok, saya dekat dengan Pak Prabowo dan Mas Ganjar,” tutur Yenny.

    Adapun soal kemungkinan bakal merapat ke tim pemenangan Ganjar Pranowo, Yenny mengatakan bisa saja merapat. Tapi dia menegaskan tidak akan merapat pada koalisi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

    Baca juga : Demokrat Klaim Gibran Tak Masuk 2 Kandidat Kuat Cawapres Prabowo, Lalu Siapa?

    “Gak papa, asal bukan di tempat Cak Imin,” kata Yenny sambil tertawa.

    Sementara itu, Cak Imin menilai pernyataan Yenny tidak perlu ditanggapi. Cak Imin menjelaskan bahwa terkait Yenny Wahid yang enggan merapat ke Koalisinya, hal tersebut tidak berpengaruh pada pemenangan AMIN.

    “Ngapain ditanggapi, enggak ngaruh,” terang Cak Imin setelah melakukan cek kesehatan untuk pendaftaran Cawapres, di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/10/23).

    Cak Imin enggan berkomentar lebih jauh, lantaran menganggap persoalan tersebut tidak penting.

    Baca juga : PBNU Tetapkan Jokowi Jadi Dewan Pengampu Gerakan Keluarga Maslahat NU

    “Ya sudah tidak perlu ditanggapi,” jelas Cak Imin.

    “Nggak penting, Nggak penting,” imbuhnya.

    Cak Imin pun tak khawatir pernyataan Yenny yang bisa memecah suara PKB. Dia menyebut tidak ada pengaruh dengan suara di Jawa Timur.

    “Ya nggak lah. Setiap Pemilu bisa berbeda pendapat, biasa lah,” ungkap Cak Imin.

  • Didatangi Putri Gus Dur, Prabowo Ungkap Kriteria Cawapres dan Sebut Nama Gibran Hingga Erick

    Didatangi Putri Gus Dur, Prabowo Ungkap Kriteria Cawapres dan Sebut Nama Gibran Hingga Erick

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengaku merasa cocok bila calon wakil presiden (Cawapres) yang mendampinginya merepresentasikan anak muda. Kemudian Prabowo menyebut sejumlah nama Cawapres yang muda.

    Prabowo menyampaikan hal itu setelah menerima kunjungan dari putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Rabu (6/9/23).

    Awalnya, Yenny menjelaskan bahwa dirinya berharap agar Cawapres Prabowo dapat merepresentasikan anak muda. Sebab, dia menilai Indonesia memerlukan sosok pemimpin yang mampu mewakili suara anak muda.

    Baca juga : Soal Batalnya Cak Imin Buka MTQ Internasional, Karena Dipanggil KPK? 

    “Untuk Cawapres Prabowo, saya berharap bahwa nanti bisa menjadi representasi anak muda. Karena kita butuh itu, sehingga anak-anak muda terwakili suaranya,” tutur Yenny, seperti dilansir Kompas.com.

    Yenny pun berharap bila Prabowo sudah menentukan Cawapresnya, maka orang yang ditunjuk adalah anak muda. Dia lantas bertanya kepada Prabowo apakah merasa cocok jika Cawapresnya sosok yang muda.

    “Cocok ya Mas Bowo?” tanya Yenny kepada Prabowo.

    “Cocok,” jawab Prabowo.

    Baca juga : Resmi Lengser dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Beri Kode Ada ‘Breaking News’ Pekan Depan

    Kemudian Yenny menyatakan bahwa yang terpenting adalah kriteria Cawapresnya memenuhi atau tidak. Dia menganggap urusan sosok Cawapres Prabowo yang ditunjuk, itu sudah ada garis tangannya sendiri.

    “Kriteria dulu, bahwa harus bisa wakili anak muda,” jelas Yenny.

    Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan sejumlah nama yang sekiranya cocok dengan dirinya untuk menjadi Cawapres. Di antaranya adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

    “Erick muda, Gibran muda. Banyak yang masih muda. Kalian ada yang daftar? Ridwan Kamil juga oke,” ucap Prabowo.

    Baca juga : Terkait Wacana Pertemuan Mega-SBY, PDIP Tunggu Sikap Politik Demokrat

    Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menilai Yenny Wahid adalah satu sosok yang pantas untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2024. Hashim mengaku sudah kenal dengan Yenny Wahid secara personal. Ia bahkan menyebut suami Yenny sempat menjadi anggota DPR RI dari Gerindra.

    “Saya kenal Mbak Yenny sudah sejak lama. Dan Mbak Yenny kan suaminya dulu di Gerindra, anggota DPR, jadi kami sangat kenal, sangat dekat. Saya kira Mbak Yenny ini luar biasa,” terang Hashim, mengutip CNNIndonesia.com.

  • Balas Pernyataan Cak Imin, Yenny Ungkap Wasiat Gus Dur

    Balas Pernyataan Cak Imin, Yenny Ungkap Wasiat Gus Dur

    TIKTAK.ID – Putri Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan bahwa ayahnya sempat berwasiat sebelum meninggal dunia, supaya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diganti dari kursi Ketua Umum PKB.

    Yenny menyampaikan hal ini untuk membantah pernyataan Cak Imin yang menjadi korban kudeta, saat diberhentikan sebagai Ketua Umum PKB ketika terjadi gejolak internal PKB di medio 2008 silam.

    “Hingga menjelang beliau wafat, Bapak memang masih berwasiat bahwa ‘Cak Imin harus diganti’,” ungkap Yenny di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/9/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Baca juga : PDIP Sebut Ridwan Kamil Dipertimbangkan Jadi Cawapres Ganjar Meski Tak Masuk Daftar 5 Besar

    Menurut Yenny, Gus Dur justru dikudeta oleh Cak Imin di Muktamar PKB Ancol pada 2008. Dia menjelaskan bahwa kudeta terhadap Gus Dur di Muktamar PKB Ancol bukan terjadi di belakang layar dan banyak yang mengetahui.

    Kemudian Yenny menyebut publik sudah dewasa ketika menyikapi klaim Cak Imin tersebut. Apalagi, kata Yenny, masih banyak saksi yang menyaksikan dinamika politik kala itu masih hidup saat ini.

    “Nah di situ Gus Dur diganti, di situ Gus Dur dikudeta, tapi kok masih mengatakan hal sebaliknya. Saya rasa publik juga sudah dewasa, bisa liat banyak kok waktu itu saksi yang mengikuti proses politik yang sedang terjadi. Bahkan Gus Dur sampai mengeluarkan surat,” tutur Yenny.

    Baca juga : PDIP Ungkap Peluang Kerja Sama Politik Megawati-SBY

    Kemudian Yenny membantah kalau dirinya turut mengkudeta Cak Imin. Ia mengaku saat itu dia bukan siapa-siapa, melainkan sekadar “prajurit” Gus Dur.

    “Bila Cak Imin mengatakan saya yang mengkudeta, saya ada di sisi Gus Dur. Dan saya saksikan bagaimana Gus Dur dikudeta oleh Cak Imin. Tidak hanya saya, pengikut Gus Dur banyak yang setia bersama kami di barisan Gus Dur,” jelas Yenny.

    Perlu diketahui, konflik internal PKB sempat terjadi antara barisan pendukung Gus Dur dan barisan pendukung Cak Imin di medio tahun 2008. Ketika itu, konflik berujung pada gelaran Musyawarah Luar Biasa (MLB) oleh dua kubu. Kubu Gus Dur mengadakan MLB di Pesantren Ashriyah Nurul Iman, Bogor pada 30 April-1 Mei 2008. Sedangkan barisan Cak Imin menggelar MLB di salah satu hotel kawasan Ancol pada 2-4 Mei 2008.

  • Gibran Klaim Yenny Putri Gus Dur Kandidat Cawapres Terkuat Dipasangkan dengan Siapa Saja

    Gibran Klaim Yenny Putri Gus Dur Kandidat Cawapres Terkuat Dipasangkan dengan Siapa Saja

    TIKTAK.ID – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa aktivis Nahdlatul Ulama, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, merupakan kandidat calon wakil presiden (Cawapres) terkuat dibandingkan dengan sosok lainnya.

    “Mbak Yenny adalah calon terkuat Cawapres, Mbak Yenny,” ujar Gibran di Solo, pada Minggu (20/8/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Gibran menjelaskan bahwa Yenny tak hanya kuat bila dipasangkan dengan salah satu Capres saja. Dia mengeklaim Yenny kandidat Cawapres terkuat, meski dipasangkan dengan siapa saja.

    Baca juga : Berkaca dari Pilgub 2018, Anies Targetkan Raup Suara Terbanyak di Jateng

    Gibran sendiri mengaku tidak keberatan mendukung Yenny Wahid, bila nanti benar-benar menjadi Cawapres dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Meski begitu, Gibran menegaskan baru akan mendukung Yenny Wahid jika ada perintah dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

    “Nanti harus sesuai dengan keputusan Ketua Umum ya,” terang Gibran.

    Sekadar informasi, Yenny Wahid adalah putri dari presiden keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat ini Yenny dinilai menjadi incaran banyak pihak yang membutuhkan sosok Cawapres.

    Baca juga : Soal Manuver Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Pengamat Beberkan Dampak bagi PDIP

    Yenny Wahid pun sudah buka suara mengenai hal itu. Dia mengamini ada tiga kelompok pengusung calon presiden yang sudah menjalin komunikasi dengan dirinya.

    Yenny Wahid menjelaskan bahwa tidak hanya kubu bakal calon presiden Anies Baswedan yang melakukan pendekatan terhadap dirinya. Dia menyebut kubu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo turut membuka komunikasi dengannya jelang Pilpres 2024.

    “Ada. Ya tidak harus diceritakan,” kata Yenny di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 11 Agustus lalu.

    Baca juga : Pengamat Sebut Langkah NasDem Ulur Pengumuman Cawapres Justru Rugikan Anies

    Lantas Yenny Wahid mengaku berada dalam posisi siap menjadi calon wakil presiden, kalau ada partai politik yang meminangnya. Dia memang sudah berkecimpung di dunia politik sejak lama. Untuk itu, ia merasa harus siap untuk mengemban jabatan publik.

    Yenny Wahid menganggapnya sebagai jalan untuk membuat perubahan positif di masyarakat lewat kebijakan publik. Jadi saat momen itu datang, ia merasa harus siap.

    “Ketika ada kesempatan yang tercipta, maka harus bersedia kalau memang cita-citanya adalah bekerja dalam bidang kebijakan publik,” jelas Yenny Wahid.

  • Yenny Wahid Buka Pintu Lebar Bagi Semua Capres yang Sambangi Kediaman Gus Dur

    Yenny Wahid Buka Pintu Lebar Bagi Semua Capres yang Sambangi Kediaman Gus Dur

    TIKTAK.ID – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh mengungkapkan bahwa kediaman keluarganya di Ciganjur, Jakarta Selatan terbuka bagi semua bakal calon presiden atau Capres 2024 yang ingin bertandang.

    “Pasti kami membuka diri. Semua Capres yang akan sowan ke Ciganjur, kami terbuka dan menerima,” ujar perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid tersebut, ketika menghadiri Perayaan HUT ke-78 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (17/8/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Yenny mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih kalau ada bakal Capres yang datang. Yenny menjelaskan, dengan begitu keluarganya dapat menitipkan nilai-nilai Gus Dur kepada para bakal Capres.

    Baca juga : Kenang Masa Jadi Presiden, SBY: Tak Ingin Salahgunakan Kekuasaan

    “Siapa pun yang bakal berkunjung, sowan, ibu saya (Shinta Nuriyah Wahid) maka kami menerima dengan tangan terbuka,” tutur Yenny.

    Lebih lanjut, terkait soal Capres pilihannya, Yenny mengeklaim tak akan mengumumkan dalam waktu dekat ini. Dia mengaku baru akan mengumumkan pilihannya pada Pilpres 2024 menjelang detik-detik terakhir.

    “Kecenderungannya (sosok Capres)? Nanti, masih nanti, detik-detik terakhir lah. Ini detik-detik juga,” tutur Yenny di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/23).

    Baca juga : Surya Paloh Tanggapi Istilah Pak Lurah dalam Pidato Jokowi

    Yenny memaparkan bahwa hingga sejauh ini baru bakal Capres dari PDIP sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang telah bertandang ke kediaman orang tuanya di Ciganjur. Ganjar diketahui sowan ke kediaman Gus Dur pada Minggu (13/8/23) malam. Ketika itu, Yenny ikut mendampingi ibunya saat menyambut Ganjar.

    Sekadar informasi, kini terdapat tiga nama bakal calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Ketiganya yakni Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDIP, PPP, dan Perindo; dan Prabowo Subianto yang diusung koalisi gemuk Partai Gerindra, PKB, Golkar, PAN, dan PBB.

    Prabowo sendiri saat acara Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2023 di Gedung Nusantara DPR pada Rabu (16/8/23), tampak sempat berbincang dengan Shinta Nuriyah yang didampingi Yenny Wahid. Bahkan Prabowo sempat berjongkok di samping Shinta Nuriyah, lalu mencium tangan istri Gus Dur tersebut.

  • Yenny Blak-blakan Ungkap Kendala Prabowo untuk Dapat Dukungan Gusdurian

    Yenny Blak-blakan Ungkap Kendala Prabowo untuk Dapat Dukungan Gusdurian

    TIKTAK.ID – Aktivis Nahdlatul Ulama, Yenny Wahid mengungkapkan kendala bagi Prabowo Subianto, bila ingin mendapat dukungan dari para pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia. Yenny mengeklaim Prabowo bakal sulit memperoleh dukungan dari Gusdurian, jika memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden (Cawapres).

    “Kalau pendampingnya Cak Imin, akan berat sekali untuk mendapatkan dukungan dari pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia,” ujar Yenny di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/8/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Menurut Yenny, Prabowo sudah mengerti sikap politik yang diambil oleh keluarga inti Gus Dur terhadap Cak Imin. Dia pun meyakini Prabowo telah memahami risiko jika memilih Cak Imin sebagai Cawapres.

    Baca juga : Gibran dan Erick Thohir Mencuat di Bursa Cawapres Usai PAN-Golkar Usung Prabowo

    “Nah, beliau sangat memahami suara hati kami,” ucap Yenny.

    Yenny menyampaikan hal itu lantaran para calon presiden di Pilpres 2024 termasuk Prabowo akan meminta dukungan dari keluarga Gus Dur. Oleh sebab itu, Yenny membeberkan risiko bagi Prabowo bila menggandeng Cak Imin menjadi Cawapres.

    “Ya sebagai Capres ya saya rasa cukup adil berasumsi mereka pasti akan meminta dukungan dari banyak pihak, ya pastilah,” jelas Yenny.

    Baca juga : Prabowo-Anies-Ganjar Tanggapi Gabungnya Golkar dan PAN ke KKIR

    Seperti diketahui, internal PKB sempat bergejolak pada 2008 silam. Gejolak tersebut terjadi antara Gus Dur dan Cak Imin.

    Lebih lanjut, Yenny pernah menuding Cak Imin adalah sosok yang mengeluarkan Gus Dur dari PKB lewat Muktamar Luar Biasa PKB di Ancol, Jakarta pada 2008. Bahkan dia mengaku tak hanya Gus Dur yang didepak oleh Cak Imin, melainkan sejumlah tokoh senior PKB termasuk dirinya.

    Perdebatan Yenny dan Cak Imin sendiri bukan kali ini saja terjadi. Pada 2022 lalu, Yenny menyindir kalau dirinya PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin. Setelah itu, Cak Imin merespons dengan mengatakan Yenny memang bukan kader PKB.

    Baca juga : Bantah Ikut Campur Soal Golkar-PAN Gabung KKIR, Jokowi: Itu Urusannya Partai

    “Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri saja gagal lolos, beberapa kali Pemilu nyerang PKB tidak ngaruh. PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin saja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok”, tulis Cak Imin, pada Juni 2022.