Tag: Syam Organizer

  • Warga Kecewa Saat Tahu Syam Organizer Diduga Bantu Teroris

    Warga Kecewa Saat Tahu Syam Organizer Diduga Bantu Teroris

    TIKTAK.ID – Detasemen Khusus 88 antiteror Polri melakukan penggeledahan rumah toko (ruko) yang ditempati Syam Organizer di Soreang, Kabupaten Bandung, pada Minggu (15/8/21). Warga akhirnya kecewa saat mengetahui Syam Organizer diduga telah membantu melakukan pendanaan kegiatan terorisme.

    Ketua RW 17, Soreang, Bandung, Aan Tadjudin merasa kecewa lantaran sebelumnya Syam Organizer dipandang acap kali menggelar kegiatan amal serta menghimpun dana dari warga. Namun, mengacu penjelasan polisi, seluruhnya itu cuma kamuflase.

    “Yang jadi kecewa bagi saya, kegiatan sosial kok jadi dimanfaatkan semacam ini. Kan jadi tercoreng lingkungan ini,” katanya.

    Baca juga : Surat Haidar Bagir ke Nadiem Wakili Keresahan Ketua PBNU

    Aan menggambarkan tentang lingkungan tempatnya tinggal saat ini tengah terdampak stigma negatif. Dia tak pernah membayangkan hal itu akan terjadi, malah sampai dikaitkan kegiatan terorisme.

    Aan kemudian mengisahkan kronologi ruko di areanya yang difungsikan jadi kantor oleh Syam Organizer. Tahun 2020, sang pemilik aslinya dari Ciamis mendirikan ruko di Jalan Gading Tutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

    Mulanya Ruko hendak dikontrakkan, tetapi sesudah itu tak kunjung ada laporan lanjutan sampai dihuni Syam Organizer. Dalam ingatan Aan, Syam Organizer belum pernah melapor kepadanya.

    Baca juga : Kritik Ketua MPR Soal Amendemen UUD 1945, Demokrat: Bamsoet Bohongi Publik hingga Presiden Ikut Sesat

    “Tidak izin tempat ini, cuma kenalnya dengan yang pemilik rukonya. Enggak tahu belakangan kalau ruko ini telah dikontrakkan,” jelasnya.

    Aan menyatakan bahwa tiga bulan ke belakang tidak ada kegiatan di ruko itu. Tadinya, staf dari Syam Organizer masih terlihat beraktivitas di warung nasi yang letaknya di samping ruko.

    Sampai saat polisi menggeledah ruko itu yang akhirnya memasang garis polisi. Selama penggeledahan, Aan ikut menyaksikan polisi mengangkut sejumlah barang bukti dari dalam ruko.

    “Kata polisi terduga teroris telah ditangkap. Kami menyaksikan waktu kemarin di dalam ruko itu terdapat barang-barang yang diamankan polisi. Ada kurang lebih 1.000 celengan yang mungkin siap disebar, kunci-kunci, beberapa berkas, dan atribut Syam Organizer,” sebut Aan.

    Baca juga : Bicara Pengentasan Kemiskinan, Prabowo Minta Indonesia Tiru Pemimpin China

    Sementara itu, Mabes Polri menyatakan bahwa tim Densus 88 telah menggeledah serta menyita lebih dari seribu kotak amal dalam bentuk celengan yang diduga untuk mendanai terorisme. Syam Organizer diduga memakai dananya untuk kegiatan kelompok Jamaah Islamiyah.

    “Jadi bukan kami ambil di tempat-tempat masjid, (melainkan) di kantor (Syam Organizer), cuma yang diamankan itu banyak, terdapat 1.540 celengan,” ujar Kabagpenum Polri, Kombes Ahmad Ramadhan.

    Densus beberapa waktu lalu pernah melakukan penggeledahan kantor Syam Organizer di Kumendaman, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada Minggu (4/4/21). Sejumlah kotak donasi berupa celengan juga diamankan polisi saat itu.

  • Diduga Terkait Pendanaan Terorisme, Densus 88 Sita Ribuan Kotak Amal Syam Organizer

    Diduga Terkait Pendanaan Terorisme, Densus 88 Sita Ribuan Kotak Amal Syam Organizer

    TIKTAK.ID – Mabes Polri mengumumkan bahwa rumah toko (Ruko) yang digeledah oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Soreang, Kabupaten Bandung, merupakan kantor Sekretariat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang juga penggalang dana, Syam Organizer.

    “Jadi penggeledahannya itu kemarin, pada hari Minggu di kantor Sekretariat Yayasan Syam Organizer Jabar,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (16/8/21).

    Menurut Ramadhan, dalam aksi penggeledahan tersebut, tim Densus 88 telah menyita lebih dari seribu kotak amal berbentuk celengan. Ia mengklaim pihaknya menduga celengan tersebut untuk pendanaan terorisme.

    Baca juga : Doa Ulama MUI di Sidang Tahunan MPR Diulang 3 Kali: Ya Allah, Perbaiki Pemimpin Kami

    “Jadi bukan kami mengambil di tempat-tempat masjid. Di kantor, cuma yang diamankan itu banyak, total ada 1.540 celengan,” terang Ramadhan.

    Ramadhan mengklaim Yayasan Syam Organizer terafiliasi dengan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI). Ia lantas mengungkapkan metode Syam Organizer menggalang dana, yaitu dengan cara menyebarkan celengan dan kotak amal ke masyarakat.

    “Mengedarkan celengan-celengan kotak amal ke masyarakat,” ujar Ramadhan.

    Baca juga : Jokowi: Pandemi, Krisis dan Resesi seperti Api, Membakar Sekaligus Menerangi. Maksudnya?

    Ramadhan menjelaskan, dalam upaya penggalangan dana tersebut, Syam Organizer acap kali membawa isu Palestina dan Suriah, seperti mengirim air bersih ke Palestina hingga membangun rumah di Suriah. Ia menilai hal itu dilakukan untuk menarik simpati masyarakat, serta menghindari kecurigaan aparat. Dengan begitu, mereka pun dapat menggalang dana secara leluasa.

    Untuk diketahui, Densus juga sudah pernah menggeledah kantor Syam Organizer di Kumendaman, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada Minggu (4/4/21). Metode serupa pun ditemukan, ada terdapat sejumlah kotak donasi berupa celengan yang diamankan oleh polisi.

    Sekadar informasi, dalam profil lembaga yang diunggah situsnya, syamorganizer.org, lembaga tersebut telah berdiri sejak 2013 silam. Cikal bakal Syam Organizer sendiri merupakan sebuah Event Organizer (EO) yang menyelenggarakan roadshow tablig akbar. Kemudian mereka mengabarkan bahwa keadaan umat Islam yang terzalimi di seluruh dunia.

    Baca juga : Kebijakan Atasi Pandemi Berubah-ubah, Begini Alasan Jokowi

    Syam Organizer mempunyai sebanyak 29 kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.