Tag: Sutradara

  • Sutradara ‘Deadpool’ Garap Film Indonesia ‘Jaka’

    Sutradara ‘Deadpool’ Garap Film Indonesia ‘Jaka’

    TIKTAK.ID – “Jaka” merupakan film genre aksi yang akan disutradarai oleh Dan Rizzuto, dan ditulis bersama dengan Josh Mazerolle. Dan sendiri sebelumnya sempat terlibat dalam film box office “Deadpool”, “Night at The Museum”, dan “Nobody”. Dia juga pernah menggarap serial TV “Human Target” yang dinominasikan Emmy Award.

    Debut film pertama Dan yakni “Torn: Dark Bullets” (2020), sebuah film fitur pemenang banyak penghargaan yang bisa ditonton melalui Amazon Prime TV. Dan juga berencana memproduksi film tersebut.

    Film “Jaka” dinaungi oleh Road Dog Entertainment, yaitu sebuah rumah produksi dari Kanada. Film dengan cerita lokal dari Indonesia ini memang disiapkan untuk pasar global.

    Sekadar informasi, Indonesia saat ini dipandang oleh para sineas dunia sebagai salah satu negara yang berhasil memproduksi film-film action kelas dunia. Di antaranya “The Raid”, “The Raid 2” (Gareth Evans), “Headshot”, “The Night Comes For Us” (Timo Tjahjanto), dan “Gundala” (Joko Anwar).

    Jaka yang diperankan oleh aktor Ramadhan Ruswandi ini menceritakan seorang pria biasa, seorang ayah yang penuh kasih, yang mendapati dirinya diborgol ketika sedang liburan keluarga oleh pejabat korup. Lantas Jaka terpaksa melakukan pekerjaan kotor demi menyelamatkan dirinya dan putranya sambil mengungkap mafia organisasi.

    “Jaka” disebut-sebut merupakan film aksi bela diri berkecepatan tinggi dengan pendekatan unik dalam produksi film aksi. Pemain senior seperti Tio Pakusadewo (“The Raid 2”), Yayu Unru (“Headshot”) dan Michelle Tahalea (“The Big 4”) ikut terlibat dalam produksi film tersebut.

    Sementara itu, Elfina Luk selaku Produser Road Dog Entertainment mengaku sangat antusias dan optimis film “Jaka” bakal diterima pasar global. Dia menilai ada keunikan dari segi budaya, terutama pencak silat dan koreografi di Indonesia.

    Elfina sendiri sudah bekerja di industri film selama beberapa dekade di Amerika dan Kanada. Dia terlibat dalam serial pemenang penghargaan “The Good Doctor”, “Lucifer”, “iZombie”, Hollywood blockbuster “Skyscraper”, “SonSonic the Hedgehog”, dan “Tully”.

    “Indonesia punya keunikan tersendiri karena Pencak Silat sebagai seni bela diri yang sudah mendunia lahir, dan terus berkembang. Indonesia kini memiliki ratusan padepokan pencak silat dan puluhan ribu atlet dari berbagai aliran. Awal mula pengenalan Road Dog di Indonesia dari serial Netflix “Wu Assassins” yang mengambil lokasi syuting di Vancouver, Kanada, di mana Dan berkolaborasi dengan aktor Iko Uwais,” ungkapnya, seperti dilansir Okezone.com.

  • Daniel Radcliffe Siap Banting Setir Jadi Sutradara

    Daniel Radcliffe Siap Banting Setir Jadi Sutradara

    TIKTAK.ID – Pemeran Harry Potter, Daniel Radcliffe mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk banting setir di industri perfilman. Setelah selama bertahun-tahun menjalani peran sebagai aktor film dan teater, saat ini pria berusia 32 tahun itu mengaku sedang bersiap untuk menjadi sutradara.

    Bukan tanpa sebab Daniel Radcliffe memutuskan ingin berada di belakang layar. Hal itu karena semenjak Daniel debut di film “Harry Potter”, dia sudah telanjur dipandang sebagai aktor cilik yang erat dengan nuansa dunia sihir.

    Oleh sebab itu, demi mempertahankan eksistensinya di industri film, Daniel pun mengeluarkan sebuah pemikiran nekat. Daniel mengatakan bila ia susah digandeng main film, kenapa tidak bikin film sendiri saja?

    “Aku memiliki sebuah ide yang sudah kutulis, kuharap aku bisa sekalian sutradarai,” ungkap Daniel, seperti dikutip Okezone.com dari video IGN, pada Minggu (17/4/22).

    Meski begitu, Daniel masih belum dapat membocorkan kisah apa yang akan difilmkannya. Daniel hanya menyatakan sejauh ini karyanya akan berfokus pada industri perfilman dan pengalamannya bekerja sebagai aktor. Dia menilai pengalaman itu merupakan satu-satunya hal menarik yang pernah terjadi dalam hidupnya.

    “Aku menemukan sebuah cerita yang sangat dekat dengan pengalamanku di industri perfilman, jadi filmnya kurang lebih tentang itu,” terang Daniel.

    Lebih lanjut, Daniel mengklaim alih profesinya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya, Daniel menyebut selama satu setengah tahun ke depan dirinya bakal cukup sibuk.

    “Orang-orang selalu mengatakan, ‘Tulis apa yang kamu tahu’. Saya punya kehidupan yang sangat tidak menyenangkan, jadi saya tak ingin menulis hal itu,” ucap Daniel sambil tertawa.

    Untuk diketahui, belakangan ini Daniel sering muncul dalam film-film yang berskala lebih kecil. Dia terakhir kali muncul di layar lebar lewat film berjudul “The Lost City” yang tayang bulan Maret silam. Membintangi film dengan Channing Tatum dan Sandra Bullock, Daniel berperan sebagai tokoh antagonis berupa penculik bernama Abigail Fairfax.

    Sebelumnya, Daniel sempat berperan sebagai gamer dalam “Guns Akimbo” hingga menjadi mayat di “Swiss Army Man”. Dia pun disebut-sebut akan memainkan peran tituler di “Weird: The Al Yankovich Story”.

  • Sutradara ‘Squid Game’: Sae Byeok Bisa Saja Muncul di Musim Kedua

    Sutradara ‘Squid Game’: Sae Byeok Bisa Saja Muncul di Musim Kedua

    TIKTAK.ID – Usai sukses dengan musim pertama, sutradara “Squid Game”, Hwang Dong Hyuk, mengatakan bahwa serial Netflix populer tersebut bakal kembali dengan musim kedua.

    Belum lama ini, Hwang Dong Hyuk hadir dalam acara PGA Awards. Kemudian saat diwawancara oleh Deadline, Hwang Dong Hyuk membocorkan sedikit tentang musim kedua “Squid Game”.

    “Akan ada banyak game yang lebih luar biasa, itu yang bisa kubilang sekarang,” ujar Hwang Dong Hyuk, seperti dilansir detik.com.

    “Saat ini aku masih berbagi dan mengumpulkan ide untuk musim kedua, aku sendiri masih belum mulai menulis,” sambung Hwang Dong Hyuk.

    Lantas ketika ditanya mengenai kembalinya aktor-aktor di musim pertama, Hwang Dong Hyuk mengaku masih belum bisa menjanjikan apa-apa. Sebab, dia mengatakan di musim pertama sejumlah karakter utama tewas saat sedang bermain game.

    Salah satu pemeran yang tewas yakni Jung Ho Yeon yang membintangi Kang Sae Byeok di musim pertama. Hwang Dong Hyuk pun menyatakan bisa saja kembaran Kang Sae Byeok yang muncul di musim kedua.

    “Hampir semua karakter meninggal dunia, tapi aku akan mencoba membawa mereka kembali di musim kedua,” terang Hwang Dong Hyuk.

    “Katakan saja seperti Kang Sae Byeok, mungkin memiliki saudara kembar? Kita lihat saja nanti,” imbuhnya.

    Jung Ho Yeon yang turut hadir bersama Hwang Dong Hyuk, tertawa ketika mendengar hal itu. Dia pun menyampaikan keinginannya untuk kembali tampil di musim kedua.

    “Aku dapat mengganti warna rambutku. Ayo kita menjalani sedikit operasi plastik,” ucap Jung Ho Yeon.

    Seperti diketahui, “Squid Game” telah menjadi sensasi global dan salah satu serial Netflix paling populer sepanjang masa. Serial thriller survival tersebut menceritakan rangkaian permainan mematikan yang melibatkan sebanyak 456 orang dari semua lapisan masyarakat. Mereka menjadi pemain untuk memenangkan hadiah uang tunai dengan jumlah yang sangat besar.

    Serial yang dibintangi oleh Lee Jung Jae, Jung Ho Yeon, Park Hae Soo, Gong Yoo, dan Lee Byung Hun ini mengklaim menjadi fenomena pop culture. Sejak pertama kali rilis pada September 2021 silam, Netflix meluncurkan lini merchandise resmi “Squid Game”, dan YouTuber MrBeast yang populer membuat set “Squid Game” di dunia nyata.

  • Sutradara ‘All of Us Are Dead’ Bocorkan Rencana Season Dua

    Sutradara ‘All of Us Are Dead’ Bocorkan Rencana Season Dua

    TIKTAK.ID – Sutradara “All of Us Are Dead”, Lee Jae Gyu mengungkapkan rencana pembuatan musim kedua untuk drama suksesnya tersebut. Walaupun masih belum dipastikan, namun Lee Jae Gyu mengatakan telah menyusun sejumlah konsep.

    “Bila musim pertama populer dalam waktu yang panjang, aku pikir itu dapat menjadi pijakan untuk musim kedua. Aku pribadi ingin membuat musim kedua, tapi masih belum diputuskan secara resmi,” ujar Lee Jae Gyu, seperti dikutip Okezone.com dari Allkpop, Selasa (8/2/22).

    Kemudian Lee Jae Gyu mengklaim musim kedua bakal berbeda dari yang pertama. Dia menyatakan di musim pertama, cerita drama tersebut fokus pada cara orang-orang bertahan dari serangan zombie. Namun pada musim kedua, Lee Jae Gyu ingin menggambarkan perbedaan kehidupan antara orang-orang yang selamat dari serangan zombie dengan kelompok zombie yang masih tersisa.

    Seperti diketahui, dalam episode 11, karakter male lead, Lee Cheong San, digambarkan mati lantaran jatuh dan terkena ledakan bom bersama karakter antagonis, Gwi Nam. Banyak penonton yang berharap agar Lee Cheong San dapat dibangkitkan kembali di musim kedua. Akan tetapi, tampaknya Lee Jae Gyu tidak berpikir demikian.

    “Bila Cheong San hidup kembali, aku rasa akan ada banyak penonton yang tidak terima (karena tidak mungkin), tapi ada banyak juga yang akan senang. Kami sudah mempunyai rencana pasti, tapi tidak bisa aku bagikan sekarang,” jelas Lee Jae Gyu.

    Lebih lanjut, Lee Jyu Gae mengaku bakal menambah lebih banyak plot twist di musim kedua. Dia bahkan telah memiliki gambaran jika semua karakter pada musim pertama, termasuk Lee Cheong San, akan dimunculkan kembali di musim kedua.

    “All of Us Are Dead” yang dirilis pada Jumat (28/1/22) dengan 12 episode, memang mencuri perhatian banyak penonton, tidak hanya dari Korea, tapi juga seluruh dunia. Mengutip Suara.com dari Allkpop, serial ini menempati posisi pertama tontonan yang paling banyak ditonton seluruh dunia setelah “Squid Game”, “Hellbound”, dan “Arcane”.

    Selain itu, “All of Us Are Dead” berhasil bertahan di posisi pertama selama tujuh hari di 56 negara, termasuk Jepang, Prancis, Australia, Meksiko, India, dan beberapa negara lainnya. Bahkan untuk pertama kalinya, serial ini mampu menempati posisi teratas di Amerika Serikat.

  • Sutradara ‘Reply 1988’ Incar V BTS Main Drama

    Sutradara ‘Reply 1988’ Incar V BTS Main Drama

    TIKTAK.ID – Sutradara Shin Wonho diketahui tengah mengincar personel boyband asal Korea Selatan, BTS, yang memiliki pengalaman berakting untuk bermain dalam proyeknya. Shin Wonho menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Hospital Playlist 2, pada Kamis (10/6/21).

    Merujuk pernyataannya tersebut, Shin terlihat tertarik untuk bekerja sama dengan Kim Tae Hyung alias V BTS. Sebab, dari ketujuh personel BTS, hanya V yang mempunyai pengalaman berakting.

    Sebelumnya, V sempat terlibat dalam “Hwarang: The Poet Warrior Youth”, yang dirilis pada 2016 silam. Meski baru terjun dalam satu proyek, namun tampaknya sang sutradara cukup bisa melihat potensi idol berusia 25 tahun tersebut.

    Menariknya lagi, penggemar bahkan menemukan video di balik layar yang menunjukkan bagaimana Shin berusaha agar V BTS bisa masuk dalam salah satu adegan “Hospital Playlist”. Dalam video yang beredar, Jung Kyung Ho terlihat sedang menerima telepon sambil menenggak kopi. Kemudian Shin Wonho meminta Kyung Ho agar tidak menutupi wajah V BTS yang menghiasi botol kopi yang tengah dipegangnya.

    “Sepertinya sutradara Hospital Playlist adalah bias (anggota terfavorit) V BTS, karena dia melakukan ‘cut’ hanya untuk memastikan wajah V terekam di layar,” terang seorang warganet di Twitter, seperti dilansir Okezone.com.

    Sekadar informasi, Shin Wonho memang sudah tidak asing dengan para idol. Pasalnya, Shin Wonho pernah menggandeng Jung Eunji untuk membintangi “Reply 1997”, Lee Hyeri di “Reply 1988′, hingga Krystal dan Kang Seung Yoon dalam “Prison Playlist”.

    V sendiri sebenarnya sudah menerima banjir telepon dari sutradara drama Korea. Mengutip Star News, tidak sedikit rumah produksi terkenal yang menghubunginya, sekaligus memberikan penawaran untuk kembali berakting.

    Lebih lanjut, meski V terakhir kali akting pada 5 tahun yang lalu, namun dengan popularitas kini, dikabarkan bayaran V bisa mencapai 200 juta Won atau sekitar 2,5 miliar Rupiah per episode (dengan kurs per 31 Maret 2021). Angka itu bahkan hampir separuh bayaran aktor termahal di Korea saat ini, Kim Soo Hyun yang dibayar sekitar 500 juta Won atau sekitar 6,4 miliar per episode.

  • Sutradarai Ulang ‘Justice League’, Zack Snyder Rela Tak Dibayar

    Sutradarai Ulang ‘Justice League’, Zack Snyder Rela Tak Dibayar

    TIKTAK.ID – Film “Justice League” diketahui kembali digarap oleh sutradara Zack Snyder, usai dulu sempat hengkang dan dilanjutkan oleh Joss Whedon. Akan tetapi, keterlibatan Zack Snyder kali ini tidak dibayar oleh Warner Bros.

    Zack Snyder pun telah mengonfirmasi tentang hal itu. Ia mengaku tak menerima cek pembayaran. Meski begitu, ia mengatakan ada kompensasi lain yang ia terima.

    “Aku memang tidak dibayar. Tapi sebenarnya ini jadi caraku untuk menjaga negosiasi dengan mereka yang memiliki kekuasaan agar tetap kuat,” ujar Zack Snyder, seperti dikutip Detik.com dari ScreenRant.

    Perilisan film “Justice League” disebut membuat studio Warner Bros harus mengeluarkan dana sebesar USD 70 juta. Namun meski tak menerima bayaran, Zack Snyder ternyata mendapatkan proyek besar di streaming HBO Max. Selain itu, kisah kembalinya menggarap “Justice League” akan dibuatkan konten khusus oleh Warner Bros.

    Diketahui terdapat pengambilan gambar yang dilakukan di versi “Justice League” tahun ini, salah satunya adegan tambahan yang menampilkan Joker yang diperankan Jared Leto.

    Zack Snyder juga sudah mempunyai banyak adegan yang sebelumnya pernah ia lakukan ketika memutuskan pergi di tengah-tengah produksi pada 2016. Pengambilan gambar yang terbaru adalah ketika Joker masuk dalam cerita dalam film “Justice League” kali ini.

    “Justice League” sendiri dijadwalkan akan rilis pada 16 April tahun ini. Film ini rencananya akan ditayangkan di layar lebar serta dapat disaksikan streaming lewat HBO Max.

    Trailer “Justice League” pun sudah dilepas dari sepekan lalu. Berdasarkan trailer itu, tampak Zack Snyder memperlihatkan sentuhannya yang berbeda di antaranya penampilan Superman dengan kostum serba hitam. Ia juga memperlihatkan villain lain selain Steppenwolf yang menjadi villain utama dalam film “Justice League” lama yang disutradarai Joss Whedon, yakni Granny Goodness yang berada di balik Lord of Apokolips.

    Sebetulnya, film “Justice League” versi Joss Whedon di 2017 menguntungkan dengan pendapatan mencapai USD 675 juta di seluruh dunia. Tetapi pencapaian itu tidak sebanding dengan kritik yang diterima film ini. Plot cerita hingga tampilan efek visual film ini mendapat komentar negatif dan tak memuaskan. Oleh sebab itu, fans mendorong Warner Bros mengeluarkan “Justice League” versi Zack Snyder.

  • Gabung dengan Marvel, ‘Fantastic Four’ Akan Digarap Sutradara ‘Spider-Man’

    Gabung dengan Marvel, ‘Fantastic Four’ Akan Digarap Sutradara ‘Spider-Man’

    TIKTAK.ID – “Fantastic Four” diketahui telah resmi bergabung dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Marvel Studios mengumumkan kabar tersebut melalui Twitter, pada Jumat (11/12/20).

    Kemudian Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, kembali mengonfirmasi penggarapan “Fantastic Four”. Seperti dilansir Okezone.com, Feige mengatakan bahwa proyek baru MCU itu akan digarap oleh sutradara Jon Watts.

    Watts sendiri adalah sutradara kondang di balik film “Spider-Man: Homecoming” dan “Spider-Man: Far From Home”.

    Meski begitu, Feige tidak membocorkan informasi detail lain terkait produksi film tersebut, seperti soal deretan aktor dan tanggal rilis.

    Untuk diketahui, kabar penggarapan “Fantastic Four” itu datang bersamaan dengan pengumuman besar Marvel Studios lainnya. Termasuk trailer baru “Falcon and The Winter Soldier”, “Loki”, dan “What If?”

    Tidak hanya ketiga serial tersebut, Marvel Studios juga menyampaikan penggarapan “Ms. Marvel”, “She Hulk”, dan “Secret Invasion”.

    Sebelumnya, pada 2005 Fox berhasil membuat “Fantastic Four” tayang di layar lebar. Film ini diperankan oleh aktor ternama seperti Chris Evans, Jessica Alba, dan Ioan Gruffudd. Setelah itu, “Fantastic Four” versi Fox mendapatkan sekuel pada 2007 yang berjudul “FANTASTIC FOUR: RISE OF THE SILVER SURFER”.

    Akan tetapi, sekuel tersebut mendapat banyak kritikan negatif dan dianggap gagal oleh Fox sehingga proyek “Fantastic Four” pun terhenti.

    Mengutip Kapanlagi.com, pada 2015 mereka mencoba membawa kembali “Fantastic Four” ke layar lebar dengan diperankan aktor Michael B. Jordan, Kate Mara, dan Miles Teller. Meski begitu, “Fantastic Four” (2015) tetap gagal membawa versi komiknya ke layar lebar.

    Lebih lanjut, usai Disney berhasil mengakuisisi Fox, maka Marvel Studio berhak memakai karakter “Fantastic Four” di Marvel Cinematic Universe. Apalagi “Fantastic Four” merupakan karakter-karakter pertama yang berada di Marvel.

    Seperti diketahui, tokoh pahlawan di “Fantastic Four” terdiri dari Reed Richards (Mr. Fantastic), Johnny Storm (Human Torch), Sue Storm (Invisible Girl) dan Ben Grimm (The Thing).

    Karakter-karakter tersebut pertama diciptakan oleh Stan Lee saat menulis komik Marvel. Bahkan karakter “Fantastic Four” sudah ada sebelum “Spider-Man”, “Captain America”, “Iron Man”, “Hulk” dan lainnya diciptakan.

  • Diduga Tertular Asisten Rumah Tangganya, Raam Punjabi dan Istrinya Positif Corona

    Diduga Tertular Asisten Rumah Tangganya, Raam Punjabi dan Istrinya Positif Corona

    TIKTAK.ID – Tersiar kabar dari industri hiburan bahwa pebisnis film dan sutradara Raam Punjabi dan istrinya, Raakhee Punjabi positif Covid-19.

    Presiden Direktur Tripar Multivision yang juga pengeloka jaringan bioskop Platinum Cineplex dan isrinya itu bahkan sejak pekan lalu telah menjalani isolasi dan perawatan di RS Medistra.

    Amrit Punjabi, anak Raam juga telah menyatakan bahwa ayah dan ibunya memang positif Corona dan kini menjalani perawatan intensif di Medistra.

    Raam dan Raakhee Punjabi diduga terpapar virus Corona dari asisten rumah tangga atau pembantu di rumahnya yang juga sudah dinyatakan positif Covid-19.

    “Sepertinya di rumah deh dari pembantu atau apa gitu. Awalnya masih oke, tapi kami rasa lebih bagus di rumah sakit akhirnya ke rumah sakit aja dikontrol,” kata Amrit Punjabi, Kamis (8/10/20).

    Menurut Amrit, Raam dan Raakhee Punjabi tidak mengalami gejala-gejala virus Corona.

    “Awalnya hanya demam dikit, terus ngerasa enggak enak (badan), setelah itu mendingan tapi tetap kami tes dan positif. Akhirnya kami masukin ke rumah sakit,” kata Amrit.

    Nama Raam Punjabi menambah deretan pelaku industri hiburan Tanah Air yang terkena Covid-19. Sebelum Raam Punjabi, nama Andrea Dian, Detri Warmanto, Twindy Rarasati, Piet Pagau, Elvy Sukaesih, Joy Tobing, dan Nunung juga sempat dinyatakan positif Covid-19.

  • Rahasia Keberanian Garin Nugroho Angkat Isu Sensitif dalam Sejumlah Filmnya

    Rahasia Keberanian Garin Nugroho Angkat Isu Sensitif dalam Sejumlah Filmnya

    TIKTAK.ID – Di samping sebagai pilihan hiburan, film kerap kali mengangkat topik tertentu, bahkan yang tergolong isu-isu sensitif semacam politik, rasisme, sampai perbedaan-perbedaan lainnya yang bisa jadi dipandang tabu diperbincangkan secara luas.

    Sineas Garin Nugroho, berulang kali mengangkat film-film bertajuk isu “sensitif”, seperti “Kucumbu Tubuh Indahku”. Dalam kesempatan ini kita akan berbagi tips dari Garin yang dikenal berani mengangkat kisah yang sering kali memantik pro dan kontra.

    “Pembuat film harus dapat memikirkan hal-hal ini terlebih dahulu. Mulai dari sisi kreativitas termasuk ide, proses penciptaannya, dan strategi untuk menanggapi reaksi publik (karena berani mengambil isu sensitif di film),” ujar Garin dalam sela-sela acara virtual ACFFEST KPK 2020, Rabu (19/8/20) sebagaimana dilansir Media Indonesia.

    Garin pun mengklaim setidaknya sudah tiga kali memperoleh beraneka reaksi sampai ancaman disebabkan film-film fenomenal yang ia produksi. Tetapi, tentu tidak menjadikan sutradara asli Yogyakarta ini menghentikan karyanya.

    Menurut sutradara “Daun di Atas Bantal” (1998) itu, pembuat film perlu mengetahui dan memahami sebenarnya konsekuensi dari film “sensitif” yang bakal ia kerjakan.

    “Semua kreator perlu memahami konsekuensi dari film yang akan ia buat. Sesudah itu, kreator perlu memiliki strategi, misalnya bagaimana agar menjaga keamanan kru, sampai melakukan networking dengan pihak-pihak tertentu,” terang Garin.

    Sementara, strategi juga melingkupi cara pandang dan cara penyampaian yang pembuat film hendak lekatkan, supaya dapat diterima khalayak penonton.

    “Strategi cara pandang juga penting, karena (topik sensitif yang diputuskan) sangat luas. Kemudian cara penyampaiannya sebagaimana apa yang kita hendak buat, contohnya dibalut dengan komedi, humor, dan lainnya,” jelas Garin.

    Baru-baru ini, sineas lulusan Fakultas Sinematografi Institut Kesenian Jakarta itu mengungkapkan, bahwa hal utama yang perlu dipegang oleh pembuat film, selain keberanian, ialah sikap hidupnya.

    Maka pembuat film yang hendak mengangkat isu sensitif ke bentuk audio-visual dapat tetap teguh mengerjakan karyanya dengan sungguh-sungguh.

    “Dan terakhir, yang paling penting adalah sikap hidup dia sebagai kreator. Empat langkah sebelumnya itu sejalan dengan sikap hidup dia,” imbuh Garin.

  • Sutradara Joko Anwar Ajak Berhenti Streaming Film Bajakan ala IndoXXI Cs

    Sutradara Joko Anwar Ajak Berhenti Streaming Film Bajakan ala IndoXXI Cs

    TIKTAK.ID – Tidak hanya karena alasan gratis, menonton lewat situs film ilegal seperti IndoXXI cs dianggap lebih menarik. Pasalnya, jadwal tayang film di situs ilegal tak berjarak jauh dari jadwal perilisan film-film tersebut di bioskop.

    Belum lama ini, sutradara Joko Anwar membuat utas di akun Twitter-nya untuk mengungkapkan serta mengupas tahap demi tahap bagaimana film-film Indonesia akhirnya tayang di sejumlah layanan streaming resmi.

    “Mengapa satu perusahaan film, film-filmnya bisa mencar-mencar? Satu film dirilis di Netflix, satu film dirilis di Goplay, satu film di Vidio, dan lain-lain,” ujar Joko, seperti dilansir Detik.com.

    Sutradara film “Pengabdi Setan” dan “Perempuan Tanah Jahanam” tersebut menjelaskan, tiap film berbeda penawaran dan harga yang diajukan video on demand (VOD) streaming.

    “Satu film mungkin Vidio nggak mau beli, tetapi Goplay mau beli,” terang Joko.

    Ia melanjutkan, setiap platform streaming memberi penawaran harga yang berbeda-beda. Kemudian para perusahaan film pun akan merelakan hak cipta filmnya tayang di sebuah platform berdasarkan penawaran yang tertinggi.

    “Tentunya perusahaan film akan menjual ke VOD yang lebih tinggi, agar bisa balik modal. Jadi bukan sengaja bikin hidup penonton susah karena filmnya mencar-mencar di streaming VOD,” kata Joko lagi.

    Menurut Joko, tayangnya film di sebuah platform tak hanya memberi keuntungan bagi platform tersebut. Namun, menonton film lewat platform resmi dapat membantu sineas atau film maker di balik sebuah judul film.

    “Orang yang subscribe bisa nutup biaya operasional dan biaya produksi kalau mereka juga bikin konten (disebut ‘Original’),” ucapnya.

    “Jadi uang yang teman-teman bayar untuk berlangganan VOD seperti iFlix, Viu, Goplay itu, adalah supaya streaming platform tetap bisa beroperasi (karena ada yg udah bangkrut), dan beli film dari perusahaan film biar mereka tetap bisa berproduksi dan menggaji kru serta pemain film. Hal itu langsung,” imbuh Joko.

    Joko juga mengingatkan bahwa pembajakan film tak hanya merugikan satu pihak. Pembajakan film bisa berdampak ke hal lain, termasuk kehidupan para kru film di lapangan.

    Secara ekonomi, kata Joko, ketersediaan film di situs bajakan atau toko bajakan mengurangi penonton yang membayar. Kemudian keuntungan yang dihasilkan pembajak baik uang langsung maupun karena traffic banyak orang yang mengunjungi situsnya, larinya bukan ke pembuat film, tapi ke pembajak.