Tag: Shin Tae Yong

  • Pelatih Australia Optimis Bungkam Indonesia di Sydney

    Pelatih Australia Optimis Bungkam Indonesia di Sydney

    TIKTAK.ID – Pelatih Australia, Tony Popovic, tampak percaya diri jelang menghadapi Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret mendatang. Popovic mengakui kalau duel melawan Indonesia penting untuk menjaga peluang Australia lolos ke Piala Dunia 2026. Oleh sebab itu, dia berharap para pemainnya siap untuk menghadapi tim Garuda yang saat ini sedang naik daun.

    Akan tetapi, Popovic optimis para pemainnya sudah siap secara mental dan fisik untuk menghadapi laga Maret mendatang, termasuk melawan Indonesia.

    “Jadi kami sudah melihat bahwa secara fisik dan mental, para pemain bisa mengatasi kesulitan yang dihadapi sepanjang pertandingan dan berbagai momen. Hal itu memberikan kami kepercayaan diri untuk lolos ke babak selanjutnya,” ujar Popovic di laman Socceroos, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : PBSI Targetkan Ginting Pulih dari Cedera dan Kembali Main di Maret 2025

    Untuk diketahui, sekarang Australia menempati peringkat kedua Grup C dengan raihan tujuh poin. Sedangkan puncak klasemen dikuasai Jepang yang tampil dominan dengan koleksi sebanyak 16 poin.

    Indonesia sendiri berada di urutan ketiga dengan enam poin. Namun tidak hanya Indonesia, tiga tim terbawah di Grup C (Arab Saudi, Bahran, dan China) masih memiliki peluang untuk lolos, lantaran sama-sama mengemas enam poin.

    Lebih lanjut, Popovic berharap timnya mampu mempertahankan posisi kedua hingga akhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Baca juga : Thom Haye: Landzaat Jadi Kunci Kesuksesan Timnas Indonesia

    “Saat ini kami Tengah berada di posisi yang bagus, di tempat yang kami inginkan, yakni di posisi dua teratas. Kami mempunyai kesempatan untuk bertahan di sana,” ungkap Popovic.

    Adapun Australia memiliki ambisi untuk meraih kemenangan di kandang sendiri, usai sebelumnya ditahan imbang tanpa gol oleh Indonesia di Jakarta pada pertemuan pertama kedua tim.

    “Jadi, semuanya berada di tangan kami dan kami tahu kalau pertandingan pertama melawan Indonesia pada Maret mendatang bakal dimainkan di kandang sendiri di Sydney. Kami benar-benar bisa membangun bentuk permainan yang sudah kami bangun sejauh ini,” jelas Popovic.

    Baca juga : Alami Cedera, Jens Raven Istirahat 10 Hari Jelang Piala Asia U-20

    Di sisi lain, media Australia, The West Australian, mengomentari pergantian pelatih Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. Mengutip Tvonenews.com, media tersebut menilai kehadiran Patrick Kluivert di Timnas Indonesia menjadi ancaman besar bagi Socceroos. Bahkan, Patrick Kluivert disebut-sebut mampu membawa Timnas Indonesia menjegal Australia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026.

  • Ketahui Kelemahan Timnas Indonesia Saat Kalah Lawan Jepang

    Ketahui Kelemahan Timnas Indonesia Saat Kalah Lawan Jepang

    TIKTAK.ID – Timnas Indonesia diketahui telah menelan kekalahan saat menghadapi Jepang dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK, pada Jumat (15/11/24). Timnas Indonesia sebenarnya sempat menjanjikan di awal babak pertama. Skuad Garuda bahkan mampu membahayakan gawang Jepang melalui skema serangan balik cepat.

    Akan tetapi, Jepang bisa menghukum Indonesia lewat dua gol di 10 menit akhir babak pertama. Gol bunuh diri Justin Hubner dan Takumi Minamino membuat Jepang memimpin dengan skor 2-0 di 45 menit awal. Kemudian Jepang mencetak dua gol tambahan di babak kedua. Hidemasa Morita dan Yukinari Sugawara pun sukses membuat Jepang pulang dengan kemenangan 4-0.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini sejumlah kelemahan Timnas Indonesia yang mengakibatkan kalah dari Jepang:

    1. Lini Tengah Tidak Bisa Tekan Jepang

    Formasi 3-4-3 yang dapat bertransformasi menjadi 5-4-1 atau 5-3-2 saat bertahan yang dipilih oleh Shin Tae Yong kembali menunjukkan Timnas Indonesia masih kesulitan mengganggu lawan di perebutan bola di lini tengah. Jepang benar-benar mampu mendominasi lini tengah.

    Pada akhir laga, Jepang bisa mendominasi penguasaan bola sebanyak 66 persen. Thom Haye dan Nathan Tjoe-A-On yang bertugas sebagai gelandang tampak kesulitan merusak alur bola yang dimainkan oleh gelandang-gelandang Jepang.

    Pertahanan Timnas Indonesia dirusak oleh skema serangan Jepang, apalagi lewat skema umpan pendek 1-2 menuju kotak penalti. Shin Tae Yong harus bisa memikirkan cara bagaimana pressing Timnas Indonesia bisa bekerja maksimal sehingga tim lawan tak leluasa memegang bola.

    2. Pemanfaatan Peluang Belum Maksimal

    Dengan skema main bertahan, harusnya Timnas Indonesia sadar kalau peluang mencetak gol yang akan mereka peroleh bakal minim. Oleh sebab itu, saat peluang itu datang, seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal.

    Timnas Indonesia sempat memiliki peluang tersebut di babak pertama ketika Ragnar Oratmangoen terlepas dari penjagaan pemain Jepang dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Jepang, Zion Suzuki. Seandainya momen itu jadi gol, maka mungkin saja situasi pertandingan bakal berubah.

    3. Blunder Lini Belakang

    Ketika babak pertama sudah berakhir, Timnas Indonesia tertinggal dua gol. Gol ketiga Jepang yang datang begitu cepat pada awal babak kedua tepatnya di menit ke-49 seolah memutus kepercayaan diri Timnas Indonesia di laga ini.

    Maarten Paes melakukan blunder lantaran salah melakukan umpan dan Jay Idzes gagal membendung tembakan yang mengarah ke gawang. Gol ketiga Jepang tersebut merupakan titik krusial terhentinya perlawanan Timnas Indonesia.

  • Shin Tae Yong: Palestina Punya Power Tinggi

    Shin Tae Yong: Palestina Punya Power Tinggi

    TIKTAK.ID – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong mengakui kalau Palestina adalah tim yang memiliki power tinggi. Shin Tae Yong mengungkapkan hal itu jelang bentrok kedua tim di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Rabu (14/6/23() malam WIB mendatang.

    Shin Tae Yong pun menyebut Timnas Indonesia tengah mencoba mengantisipasi kelebihan Palestina itu. Pasalnya, Shin Tae Yong ingin membawa anak asuhnya untuk meraih hasil terbaik ketika bermain di hadapan publik sendiri.

    “Permainan Palestina tampak punya power, sehingga permainan mereka mengandalkan power yang tinggi,” terang Shin Tae Yong dalam sesi konferensi pers jelang laga di Surabaya, pada Kamis (13/6/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Dengan begini, kami dapat mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi kita main di kandang sehingga kita ingin memperoleh hasil yang terbaik,” sambung pelatih asal Korea Selatan tersebut.

    Lebih lanjut, Shin Tae Yong berharap pendukung Timnas Indonesia bisa datang langsung ke Stadion GBT guna mendukung Jordi Amat dan kawan-kawan saat bermain kontra Palestina. Tim Garuda sendiri diprediksi bakal mendapatkan dukungan optimal, lantaran sebanyak 40 ribu tiket untuk laga Indonesia vs Palestina sudah ludes terjual.

    “Jadi saya berharap besok suporter besok bisa datang untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia,” tutur Shin Tae Yong.

    Untuk diketahui, Timnas Indonesia menatap laga uji coba FIFA Matchday ini dengan kekuatan terbaik. Timnas Indonesia praktis hanya minus Sandy Walsh yang harus absen akibat tengah mengalami cedera betis ketika menjalani sesi latihan.

    Dengan kekuatan yang terbilang lengkap, kans Timnas Indonesia untuk mengalahkan Palestina pun cukup terbuka. Walaupun saat ini Palestina nangkring di peringkat ke-93 dunia, sementara Indonesia menempati ranking 149.

    Di sisi lain, Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir menilai laga Indonesia kontra Palestina ini sebagai pertandingan yang sarat nilai. Dia memaparkan, salah satunya yaitu nilai persaudaraan antara kedua negara yang bakal semakin erat melalui olahraga.

    Mengutip Viva.co.id, Erick menyebut PSSI akan menyumbang 10 persen dari hasil penjualan tiket laga untuk perjuangan bangsa Palestina. Sedangkan bagi tim Garuda, laga melawan Palestina ini selain sarat nilai nasionalisme, juga diharapkan dapat menambah poin bagi Indonesia.

  • Shin Tae Yong Minta Pemain Timnas Lupakan Piala Dunia U-20

    Shin Tae Yong Minta Pemain Timnas Lupakan Piala Dunia U-20

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong meminta pemain Timnas Indonesia U-20 agar tak terus larut dalam kesedihan, setelah gagal beraksi dalam ajang Piala Dunia U-20 2023.

    Shin Tae Yong mengaku ingin Hugo Samir dan kawan-kawan mulai melupakan soal Piala Dunia U-20 2023. Sebab, dia menilai para pemain Timnas Indonesia U-20 masih memiliki masa depan yang panjang.

    Shin Tae Yong juga mengimbau para pemain Timnas Indonesia U-20 supaya bermimpi lebih tinggi ke depan. Pasalnya, kata Shin Tae Yong, para pemain tim Garuda Nusantara masih dapat berlaga di ajang lain yang tidak kalah bergengsi pada masa mendatang.

    “Bila mental pemain lebih kuat dan kemauan lebih tinggi lagi. Ada Olimpiade 2024 di Paris, Piala Dunia, saya menilai cukup bisa dengan kemampuan kalian, jadi jangan terlalu sedih juga gara-gara Piala Dunia U-20 gagal,” tutur Shin Tae Yong melalui akun YouTube Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Kemudian pelatih asal Korea Selatan tersebut meminta seluruh pemain untuk terus bekerja keras. Shin Tae Yong berharap para pemain Timnas Indonesia U-20 mampu melewati batas kemampuan, sehingga bisa meraih kesuksesan dalam karier sepak bola masing-masing.

    “Untuk kesuksesan personal kalian, saya mohon untuk bekerja keras, termasuk melawan diri sendiri. Ini adalah olahraga, sepak bola, kalau kita cari aman itu berarti sudah kalah. Jangan mau mencari aman di sepak bola ini, kalian harus selalu lawan diri sendiri. Kalau begitu akan meraih kesuksesan,” tegas Shin Tae Yong.

    “Ini [Piala Dunia U-20] sudah berlalu, jadi jangan pikirannya ke sini terus. Lepaskan, harus lihat yang lebih jauh, lebih tinggi. Apalagi pemain di sini masih muda, jadi jangan kehilangan mimpi kalian. Harus melihat mimpi kalian lebih tinggi dan lebih jauh lagi,” imbuh Shin Tae Yong.

    Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-20 sudah resmi dibubarkan pada Sabtu (1/4/23). Shin Tae Yong mengumumkan kepastian tersebut dalam sesi latihan Timnas Indonesia U-20 dan Timnas Indonesia U-22 yang turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

  • Shin Tae Yong Masih Berambisi Bawa Timnas Senior ke Piala Dunia

    Shin Tae Yong Masih Berambisi Bawa Timnas Senior ke Piala Dunia

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong mengungkap ambisi besar dirinya, setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah dalam ajang Piala Dunia U-20 2023. Shin Tae Yong mengaku memiliki hasrat untuk membawa Timnas senior ke Piala Dunia.

    Seperti diketahui, FIFA telah memutuskan hak tuan rumah Indonesia untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023. Perkembangan situasi di dalam negeri disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya.

    Dari 24 peserta Piala Dunia U-20 2023, terdapat Israel. Pihak tim asuhan Ofir Haim tersebut tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia.

    Tidak hanya itu, Indonesia juga mendukung kemerdekaan Palestina. Israel kini masih melakukan agresi ke Palestina di Tepi Barat, hingga mendapatkan penolakan di Indonesia.

    Adapun kontrak Shin Tae Yong dengan Indonesia masih berlaku sampai akhir 2023 mendatang. Kemudian saat ditanya terkait langkah yang akan diambil setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah, pelatih Korea Selatan tersebut justru menyampaikan ambisi besar.

    “Piala Dunia dicabut bisa saja ada potensi ikut menjadi peserta di negara mana pun, pasti akan latihan normal. Setelah selesai (Piala Dunia U-20), fokus ke senior. Mulai FIFA Matchday di bulan Juni, dan Piala Asia pada Januari tahun depan,” terang Shin Tae Yong kepada pewarta di Hotel Sultan, Jakarta, seperti dilansir detik.com.

    “Tim senior itu, ya biar bisa mengikuti Piala Dunia karena Piala Dunia berikutnya ada tiket 8,5 tiket (dari AFC). Jadi, saya akan berusaha untuk mencetak sejarah baru di ASEAN,” sambung pelatih asal Korea Selatan tersebut.

    Sekadar informasi, saat ini Indonesia masih menanti sanksi yang akan dijatuhkan oleh FIFA, akibat gagal menggelar Piala Dunia U-20. Pertemuan antara Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, bakal segera digelar untuk membahas hal itu.

    Piala Dunia sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2026 mendatang. Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat yang akan menjadi tuan rumahnya. Terdapat 48 tim yang menjadi peserta, dan peluang untuk berlaga di pesta bola sejagad dari tiap konfederasi menjadi lebih besar.

  • STY: Level Permainan Timnas Indonesia Mendekati Asia

    STY: Level Permainan Timnas Indonesia Mendekati Asia

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong mengeklaim level permainan Timnas Indonesia sudah semakin mendekati posisi Asia, dan bukan sekadar mapan di Asia Tenggara saja. Shin Tae Yong menyampaikan hal itu usai tim asuhannya menjalani dua pertandingan melawan Burundi. Untuk diketahui, Timnas Indonesia menang dengan skor 3-1 pada pertandingan pertama (25/3/23) dan sama kuat 2-2 di leg kedua (28/3/23).

    “Jadi selama menjalani dua pertandingan uji coba ini, saya telah menemukan ada sejumlah hal positif. Sedikit lagi saja soal mental, pasti bisa menjadi tim level Asia, tidak hanya ASEAN,” tutur Shin Tae Yong, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Shin Tae Yong mencontohkan, dalam pertandingan pertama melawan Burundi, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan tampil trengginas saat babak pertama. Dia menilai para pemain mampu bermain dengan cepat dan efektif di setiap sisi lapangan.

    Kemudian saat laga kedua, kata Shin Tae Yong, Timnas Indonesia kembali menunjukkan mentalitas garang. Walaupun sempat tertinggal 1-2 pada menit ke-90, namun tim Merah Putih dapat menyamakan kedudukan sebelum wasit meniup peluit panjang.

    Hal itulah yang disebut Shin mendekati level Asia. Dia menyebut para pemain bisa mengendalikan emosi dan mengontrol permainan. Strategi yang dinginkan Shin pun telah berjalan dengan baik.

    “Para pemain sudah bekerja keras secara keseluruhan, memang banyak pemain yang sedang berpuasa jadi terlihat capek juga. Harusnya dapat melakukan permainan lebih baik, tapi tidak seperti itu,” tutur Shin Tae Yong, mengutip Bola.net.

    “Meski begitu, secara mental menjadi baik sampai akhir pertandingan, tidak mau menyerah. Saya memuji para pemain yang telah tampil dengan baik,” sambung pelatih asal Korea Selatan tersebut.

    Berikutnya, Timnas Indonesia dijadwalkan untuk menjalani pertandingan FIFA Matchday pada Juni mendatang. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan bahwa Indonesia bakal berhadapan dengan Palestina dalam kalender internasional tersebut.

    Sementara itu, PSSI juga tengah mencari lawan lainnya. Shin Tae Yong pun berharap PSSI mampu mendatangkan satu lawan tangguh, yakni tim yang berada di peringkat 100 besar FIFA.

  • Yakob dan Yance Sayuri Diharapkan Tambah Opsi Pemain Timnas

    Yakob dan Yance Sayuri Diharapkan Tambah Opsi Pemain Timnas

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong kini bisa memainkan si kembar Yakob dan Yance Sayuri di beberapa posisi Timnas Indonesia. Untuk diketahui, Yakob dan Yance Sayuri kali pertama memperoleh kesempatan membela Timnas Indonesia secara bersamaan saat menghadapi Burundi dalam ajang FIFA Matchday.

    Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan bakal menghadapi Burundi sebanyak dua kali di Stadion Patriot Candrabhaga pada Sabtu (25/3/23) dan Selasa (28/3/23) mendatang.

    Kehadiran Yakob dan Yance di Timnas Indonesia pun diharapkan mampu menambah opsi pilihan pemain terbaik yang bisa diturunkan oleh Shin Tae Yong. Berikut ini beberapa opsi posisi bermain yang dapat dioptimalkan dari Yakob dan Yance Sayuri di Timnas Indonesia.

    Sekadar informasi, Yakob dan Yance Sayuri disebut-sebut sebagai pemain “paket lengkap” lantaran bisa bermain dalam sejumlah posisi. Di PSM Makassar, kedua pemain tersebut yang paling sering dimainkan oleh Bernardo Tavares di posisi sayap.

    Dengan memakai formasi 3-5-2, Yance biasanya bermain di sayap kiri PSM. Sementara Yakob bermain di sayap kanan. Akan tetapi bila melihat secara keseluruhan penampilan keduanya bersama PSM musim ini, Yance menjadi pemain yang paling sering berganti posisi di tim Juku Eja.

    Bersama PSM di musim ini, Yance telah merasakan bermain di lima posisi berbeda. Kelimanya yakni bek tengah, bek kiri, sayap kiri, bek kiri, gelandang bertahan, dan gelandang serang.

    Adapun Yakob bermain di empat posisi berbeda di PSM yaitu sayap kanan, sayap kiri, gelandang serang, dan bek kanan. Posisi tersebut pun sudah pernah dijalankan Yakob ketika memperkuat Timnas Indonesia.

    Kemudian peluang keduanya untuk bermain bersama dalam pertandingan Timnas Indonesia vs Burundi juga cukup terbuka. Pasalnya, kontribusi besar keduanya sudah dibuktikan kala masih bersama membela PSM.

    Mengutip Tribunnews.com, Yance Sayuri dan Yakob Sayuri merupakan sosok penting bagi PSM Makassar dalam mendekati trofi juara Liga 1 musim ini. Yance Sayuri yang berposisi sebagai wing back kanan telah membantu PSM Makassar menjadi tim dengan pertahanan paling tangguh. Sedangkan Yakob Sayuri yang menempati posisi wing back kiri banyak bahu-membahu di lini depan sehingga sisi penyerangan Juku Eja menjadi yang paling tajam di Liga 1 musim ini (53 gol).

  • Shin Tae Yong Ungkap Misi Terselubung di Uji Coba Timnas Indonesia vs Burundi

    Shin Tae Yong Ungkap Misi Terselubung di Uji Coba Timnas Indonesia vs Burundi

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong diketahui kerap memiliki misi terselubung dalam setiap pertandingan Timnas Indonesia, termasuk dalam uji coba melawan Burundi.

    Timnas Indonesia bakal bertanding dua kali melawan Burundi selama kalender internasional FIFA Matchday. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 25 dan 28 Maret mendatang.

    Kemudian dalam daftar panggil skuad Timnas Indonesia untuk laga uji coba itu, ada empat pemain U-20. Keempat pemain itu adalah kiper Daffa Fasya, bek Muhammad Ferarri dan Dony Tri Pamungkas, serta gelandang Dzaki Asraf.

    Keempat pemain tersebut memang menjadi andalan Shin Tae Yong di Indonesia U-20 saat tampil di Piala Asia U-20 2023. Disinyalir pemanggilan empat pemain itu ke Timnas Indonesia sebagai sarana untuk mengasah mentalitas pemain muda.

    Sekadar informasi, sebelumnya Shin Tae Yong selalu memanggil Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh ke tim senior. Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengeklaim bahwa pemain U-20 yang dipromosikan ke tim senior sebagai persiapan Piala Dunia U-20 2023.

    Lantas dalam masa persiapan menuju Piala Asia U-20 2023, Shin Tae Yong secara terbuka mengakui kalau pemanggilan pemain U-20 ke Timnas sebagai sarana pematangan. Pria kelahiran Yeongdeok-gun, Korea Selatan, pada 11 Oktober 1970 tersebut pun berharap pemain-pemain tersebut nantinya mampu menjadi pemimpin di Indonesia U-20.

    “Saya sengaja memasukkan Marselino [Ferdinan dan beberapa pemain U-20 lainnya] ke Timnas Indonesia, supaya memberikan mereka kesempatan mengasah mentalitas. Menurut saya ini merupakan hal yang penting,” ujar Shin Tae Yong pada Februari lalu, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Saat ini Shin Tae Yong tidak memanggil Marselino ke Timnas Indonesia. Pemain KMSK Deinze tersebut seperti sengaja tak dipanggil oleh Shin Tae Yong, walaupun sejatinya akan dilepas klub jika dipanggil dalam kalender internasional.

    Menurut keterangan Shin Tae Yong sebelum Piala Asia U-20 2023, Marselino baru akan dipanggil menjelang Piala Dunia U-20 2023. Shin Tae Yong juga menjelaskan bahwa Deinze baru akan melepas Marselino pada pekan kedua April.

  • Shin Tae Yong Ungkap Alasan Timnas Indonesia Kalah dari Irak

    Shin Tae Yong Ungkap Alasan Timnas Indonesia Kalah dari Irak

    TIKTAK.ID – Pelatih Shin Tae Yong menyatakan terdapat dua alasan Timnas Indonesia U-20 kalah dari Irak U-20 dalam laga pertama Grup A Piala Asia U-20 2023 di Stadion Lokomotiv, Tashkent, pada Rabu (1/3/23).

    Muhammad Ferarri dan kawan-kawan kalah dengan skor 0-2 dari Irak dalam laga pertama Piala Asia U-20 2023. Padahal, Indonesia sempat unggul jumlah pemain sejak injury time babak pertama, usai pemain Irak, Charbeel Awni memperoleh kartu merah.

    Shin Tae Yong pun mengaku heran Timnas Indonesia U-20 tetap gagal mencetak gol, walaupun unggul jumlah pemain melawan Irak.

    “Kami sempat bermain bagus saat babak pertama. Namun saya masih belum tahu mengapa kami tidak bisa bermain lebih baik lagi saat unggul jumlah pemain. Sebagai pelatih saya bakal mengevaluasi tim dan akan berbicara dengan tim,” ujar STY melalui rilis resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Sebelumnya, Shin Tae Yong menyoroti cuaca dingin di Uzbekistan jelang melawan Irak. Akan tetapi, pelatih asal Korea Selatan itu mengeklaim alasan kekalahan Indonesia kalah dari Irak akibat kehilangan konsentrasi.

    “Memang cuaca di Indonesia lebih panas daripada di sini. Tapi saya pikir hal itu tak dapat dijadikan alasan atas kekalahan ini. Hal yang paling utama dari kekalahan ini adalah kami kehilangan konsentrasi,” ucap Shin Tae Yong.

    Shin Tae Yong melanjutkan bahwa selain kehilangan konsentrasi, ada satu lagi alasan penting kenapa Timnas Indonesia U-20 dapat dikalahkan oleh Irak yang tampil hanya dengan 10 pemain di babak kedua.

    Shin Tae Yong menjelaskan bahwa alasan kedua yakni adanya perbedaan kualitas antara starting eleven dan pemain pengganti di skuad Timnas Indonesia U-20. Pria berusia 52 tahun ini menyebut ketika dikalahkan oleh Irak, dirinya melakukan lima pergantian pemain, dan empat di antaranya di babak kedua.

    “Terdapat jurang antara starting eleven dan pemain pengganti, karena memperlihatkan performa yang berbeda. Hal itu juga yang perlu kami perbaiki pada laga selanjutnya,” terang Shin Tae Yong.

  • Gagal di Piala AFF, Ketum PSSI Pastikan Shin Tae Yong Tetap Jadi Pelatih Timnas

    Gagal di Piala AFF, Ketum PSSI Pastikan Shin Tae Yong Tetap Jadi Pelatih Timnas

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan memastikan Shin Tae Yong bakal tetap menjadi pelatih Timnas Indonesia, walaupun sudah gagal dalam Piala AFF 2022. Pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut menyampaikan hal itu lewat akun Instagram, pada Kamis (26/1/23). Dia mengeklaim PSSI masih memberi kepercayaan kepada Shin Tae Yong.

    “Banyak yang bertanya kepada saya bagaimana nasib pelatih Shin Tae Yong pasca-ajang Piala AFF 2022 lalu. Saya pastikan kalau PSSI akan tetap menghormati kontrak beliau hingga 31 Desember 2023 atau sampai masa kontraknya berakhir,” terang Iwan Bule.

    “Jadi kepulangan pelatih Shin ke Korea Selatan ini bukan karena diputus kontrak. Namun PSSI memberikan masa libur untuknya karena tugas berat menanti di awal Februari 2023 mendatang untuk persiapan Piala Dunia U-20,” imbuhnya.

    Sebelumnya, nasib Shin Tae Yong sempat menjadi tanda tanya usai Timnas Indonesia kalah di semifinal Piala AFF 2022. Komite Eksekutif (Exco) PSSI pun terpecah soal mempertahankan atau mendepak pelatih asal Korea Selatan tersebut.

    Menurut Iwan Bule, kinerja Shin Tae Yong bersama Timnas Indonesia sampai saat ini memuaskan, walaupun masih belum memberikan gelar.

    “Hingga sejauh ini saya sangat puas dengan kinerja Shin dengan beberapa keputusan berani yang diambil dirinya. Hal itu sangat berpengaruh atas progres pencapaian Timnas selama dua tahun lebih menangani Timnas,” jelas Iwan Bule.

    “Kalau diperhatikan, regenerasi Timnas Indonesia saat ini yang tercepat, rataan usia adalah 23 tahun dan hanya menyisihkan 20 persen saja pemain lebih senior. Keputusan Shin ambil bagian nyaris di semua kategori usia menjadi kunci regenerasi berjalan sehingga muaranya kita bisa naik peringkat 151 FIFA dan lolos ke putaran final Piala Asia setelah sekian lama,” sambungnya.

    Iwan Bule pun meminta semua pihak dapat memberi kepercayaan dan dukungan untuk Shin Tae Yong dalam melatih Timnas Indonesia.

    “Tentunya mari kita bersama-sama mempercayai proses. Memang tidak bisa secara instan untuk melahirkan prestasi dalam waktu dekat. Namun catatan ini bisa jadi bukti bahwa coach Shin sukses menjawab tantangan yang ia emban,” jelasnya.